Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
beban dan tanggung jawab


__ADS_3

Hembusan angin kencang menerpa tubuh.


Terbang semakin naik keatas udara, texchi Ikan lumba-lumba kini telah bergerak secara normal menuju wilayah timur laut, tempat dimana desa Co berada.


“Ehhmmm..


Putra mahkota melepaskan pelukannya ketika mendengar suara deheman dewa kemenangan yang terlihat sangat tidak menyukai laki-laki tersebut berlama-lama memeluk wanita yang ia suka.


Rasa khawatir ketika melihat luka diwajah Zili semakin membuat putra mahkota benci pada dirinya sendiri yang tidak mampu melindungi Istrinya.


Putra mahkota mengambil sesuatu dari dalam kantung celana, sebuah sapu tangan kecil telah ia bawa keluar dan mulai mengusap darah kering yang masih tersisa dibagian bibir Zili.


Air mata Zili memudahkan putra mahkota membersihkan darah tersebut, meskipun telah berhenti menangis tetapi sisa air matanya masih berada dipipi.


“Nura....


Suara seseorang sontak menghentikan gerakan putra mahkota yang tadinya tengah membungkuk membersihkan wajah Zili, ia berdiri tegak kembali lalu memandang pangeran istana dengan texchi miliknya telah berada disamping texchi yang ia kendarai. “ditemukan” lanjut pangeran istana, “bergegaslah pergi Xu’i, kakek yatto dalam keadaan koma” tambah laki-laki tersebut mengejutkan hati putra mahkota yang langsung terlihat sedih.


“Shisou...


“Aku yang akan membawanya” belum selesai Zili berucap, Pangeran istana dengan sendirinya menawarkan diri untuk membawa Zili pergi dari putra mahkota.


“Tapi...


“Kau tahu pekerjaan seorang putra mahkota sangat berat, bukan? “ ucap tegas putra raja tersebut “dan jika sekalipun kau berada disana, Xu’i tidak memiliki sedikitpun waktu untuk membawamu kembali keistana atau bahkan hanya sekedar untuk menjagamu” lanjut pangeran istana lagi tampak tidak memberikan kesempatan bagi Zili untuk mengatakan isi hatinya


Putra mahkota tersenyum getir, dia mengetahui dengan pasti bahwa saat ini keadaan negara dalam keadaan kacau dan tidak memiliki banyak waktu bersantai bersama istrinya terlebih lagi untuk menjaga gadis itu,”pergilah” ucapnya memberi perintah kepada zili untuk segera melangkah kaki menaiki Texchi milik pangeran istana.


Putra mahkota mulai membuang wajah, hari itu, entah mengapa, dirinya terlihat begitu terbebani karena jabatan tinggi yang menjadi tanggung jawabnya.


Dia juga sangat memahami, semua Tentara yang ditugaskan Menyebar dan mencari keberadaan wilayah musuh pasti sedang menunggu kedatangannya.


Sedikit,

__ADS_1


Saking tidak inginnya ia berpisah dengan Zili, ketika gadis itu mulai melangkah pergi, ia memegang sedikit jari kelingking gadis itu.


Mengikuti kata hatinya bahwa ia sangat ingin Zili ikut bersamanya meskipun tidak dapat terucapkan dengan kata-kata.


Ingin sekali ia memberikan salep diwajah gadis itu bahkan ia juga sangat ingin melihatnya lebih lama lagi.


Naas,


Seperti biasa, dia menahan seluruh keinginan hatinya demi mempertanggung jawabkan jabatan tinggi yang ia terima.


Bahkan setelah menikah dan menyukai wanita,


Ia juga terpaksa harus merelakan diri menekan perasaan demi mengemban tugas memimpin sebagian wilayah dinegaranya.


Zili kini telah berada diatas texchi pangeran istana.


Pandangan mata gadis itu piluh serta sayu,


Lagi, dia harus berpisah dengan putra mahkota padahal baru saja,


Pandangan saling beradu, terus menerus memandang bahkan ketika texchi pangeran istana yang membawanya, mulai menjauh.


Ingin sekali Zili melompat dan berlari menuju putra mahkota yang masih berdiri memandang kepergiannya.


Tetapi apa daya,


Dia adalah Gadis biasa yang bahkan tidak memiliki sedikitpun kekuatan untuk membantu putra mahkota.


SHisou...


Gumamnya dalam hati ketika texchi tempat ia berdiri dibelakang pangeran istana dengan genggam robot tangan dikedua kakinya telah turun kebawah secara cepat meninggalkan putra mahkota yang masih memandang kepergiannya dari atas udara.


*********

__ADS_1


Diantara keramaian para tentara yang berkerumunan membersihkan ratusan mayat manusia yang tadinya telah dijadikan robot penyerang dan bergelempangan diatas tanah, Shen shi yun terpaksa harus menerima kenyataan pahit bahwa wanita yang ia cintai telah ditemukan dengan tidak lagi bernyawa.


Ia terduduk lemas ditahan oleh Penasihat putra mahkota yang membantu tubuhnya agar tidak jatuh tersungkur diatas tanah.


Tangisan laki-laki itu pecah hingga tak terkira, usaha yang ia lakukan demi menyelamatkan wanita yang ia cinta telah berakhir dengan sia-sia.


Tidak terdengar lagi suara nafas gadis itu, bahkan sekedar detak nadi dipergelangan tangannya. sungguh wanita yang dicintai telah mati meninggalkan kepiluhan hati yang sangat menyakiti serta mengubah kehidupannya yang kini telah dipenuhi dengan rasa hampa.


masih menangis terisak-isak diantara jalanan kota yang dipenuhi dengan mobil ambulan, Shen shi yun memandang tubuh Wanita yang dia cintai telah dibawah pergi menaiki mobil tersebut.


Perlahan-lahan ia berdiri, lalu berlari kencang mengejar mobil ambulan yang telah pergi hingga dirinya hampir saja tertabrak mobil ambulan lain jika saja putra mahkota yang baru saja tiba tidak menyelamatkannya.


“Haaa... hikksss....


Shen shi yun memandang kesal kearah putra mahkota “kenapa kau tidak menerima cintanya saja?” makinya penuh emosi sembari memukul wajah putra mahkota dengan kepalan tangan tetapi laki-laki itu tampak biasa saja karena begitu lemah tubuh shen shi yun ketika memukulnya. “kalau kau menerimanya meskipun tidak mencintainya, kalau saja.. hikss hiks...


Dia terjatuh lemas dan tak berdaya, menggenggam erat seragam bawah putra mahkota dengan kedua tangannya sembari tertunduk menangis, menitihkan derasnya air mata yang jatuh keatas aspal jalanan didesa co “kalau saja kau menerimanya, ia tidak akan berpihak pada keluarga Shen Shi Zin...hiks hikss....


Shen shi yun mulai melepaskan tangannya, dia jatuh membungkuk, menahan tubuh dengan kedua lengan tangan sembari memukuli jalanan dengan salah satu genggam tangannya “aku juga tidak akan pernah merasakan cinta yang begitu menyakitkan ini hiksss haaa.. hikss ...” lanjutnya lagi semakin keras tangisannya terdengar.


Putra mahkota hanya bisa terdiam sembari berjongkok mencoba tetap bertahan menerima kemarahan shen shi yun karena kegagalannya menyelamatkan mantan putri keagungan yang sangat dicintai laki-laki dihadapannya.


Harus bagaimana lagi!,


Dia tidak tahu siapa yang harus dibencinya.


Membenci dirinya sendiri yang terus menerus dikagumi wanita hingga mereka gila dan bahkan mati sia-sia, lalu menderita karena harus berjuang dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan perhatiannya. Atau bahkan ia harus membenci para wanita yang mengaguminya, padahal jauh-jauh hari ia telah membuat pernyataan keras bahwa tidak seorangpun diizinkan untuk mengaguminya tetapi tetap saja, kejadian yang sama terulang kembali.


Laki-laki itu seolah-olah merasa, hal tersebut seperti sebuah karma yang terus menerus datang membebani hidupnya.


Karma yang bahkan ia tidak mengetahui dimana letak kesalahannya, padahal selama sisa hidupnya, ia hanya terus berjuang sekuat tenaga untuk menjadi raja yang kuat dan bisa melindungi negaranya tanpa membebani orang-orang disekitarnya.


Putra mahkota masih menatap sayu keadaan shen shi yun yang begitu menyedihkan

__ADS_1


Mungkin dia mulai menyadari bahwa kehilangan orang yang dicinta begitu sangat menyakitkan.


Hari itu, pikirannya terus tertuju kepada wanita yang kini telah masuk kedalam hatinya, ia mulai merasa sedikit ketakutan, takut jika suatu hari nanti ia akan kehilangan wanita tersebut.


__ADS_2