
“Kau dengar...?”
“Aku dengar..” dua buah texchi Burung Merpati terlihat terbang mendekati putra mahkota.
Penasihat Raja mulai menyerukan para pejabat tinggi yang berada diatas Udara untuk segera pergi.
“Natto..!” Mata Raja bayangan memerah, memandang temannya yang tersenyum Pahit membalas tatapannya.
Sungguh,
Pasti laki-laki dewasa itu tidak menyangka bahwa temannya sendiri akan mengkhianati dirinya dengan melakukan panggilan secara diam-diam kepada Adiknya agar wanita itu ikut mendengarkan percakapan mereka.
Mengalihkan pandangan “kau juga berhentilah Idris..” ucap penasihat raja mulai lelah dengan sikap Raja bayangan yang selalu memaksakan kehendaknya sendiri untuk keluarganya sendiri.
“Sejak kapan kau mulai ikut campur urusan keluarga....”
“Nana kakakku..” jawab cepat penasihat raja mengejutkan semua orang disana yang tidak menyangka bahwa penasihat raja mulai mengakui saudaranya setelah sekian lama tidak pernah melakukannya “Xu’i juga keponakanku..”lanjut laki-laki dewasa itu lagi “bukan hanya mereka saja yang merasakan pahitnya kehendakmu..” tertegun sejenak tanpa memandang raja bayangan “aku juga ikut merasakannya. “ laki-laki dewasa itu mulai pergi meninggalkan Lima orang pemimpin negara yang terbang diatas Udara.
Memerintahkan semua orang untuk mencari keberadaan zili sembari menghela nafas berat ketika melihat saudara perempuan laki-laki tersebut memandang sedih kearahnya sejenak lalu mengalihkan pandangannya menuruni udara.
Melepaskan kepalan erat tangannya didalam kantung ketika melihat ratu bayangan didepan mata, “jadi itu yang kau rasakan selama ini...?” tanya ratu negara mulai membuka suara.
“Yuanna..” panggil raja bayangan melihat perih kearah saudara semata wayangnya.
“Selama ini kau selalu mengatakan aku harus jujur pada perasaanku sendiri tapi...” air matanya yang memang telah keluar bertambah deras membasahi pipi “kau sendiri ternyata menyembunyikan rasa sakit didalam hatimu, Nana..” lanjut Ratu negara kepada ratu bayangan yang hanya diam membuang wajah “padahal selama ini aku selalu iri padamu yang bisa dekat dengan putramu sendiri tidak seperti aku...”menghapus air mata, menahan tangisan untuk keluar sejenak “aku yang selalu canggung ketika bertemu dengan putra-putriku dan bahkan saat bersama...” menghapus air mata lagi “ kamipun tidak banyak bicara”
“Yuanna...” panggil raja bayangan Lagi.
“Diamlah kau idris brengsek” maki Ratu negara marah “maafkan aku Xu’i..” ucap ratu negara mengalihkan perkataannya kepada putra mahkota.
Tersenyum getir “ada apa denganmu..?” sungguh, wajah putra mahkota terlihat tidak merasa iba dengan tangisan ratu negara “bukankah kau telah mengkhianatiku...?” ucapan putra mahkota mengejutkan ratu yuanna yang langsung menghentikan tangisannya.
“Xu’i..” bentak ketiga pemimpin negara marah dengan ucapan putra mahkota.
__ADS_1
“Mengkhianati..?” tanya ratu negara keheranan “aku mengkhianatimu..?” lanjutnya bertanya sembari melangkah kaki naik keatas texchi Ular milik putra mahkota, menghalangi langkah Kaki raja negara mendekati putranya. “kapan aku mengkhianatimu...?” tanya wanita dewasa itu kepada putra mahkota yang menatapnya penuh dengan kebencian.
“Ck..” menahan rasa perih dalam hati “bukankah kau yang memberitahukan Raja bayangan bahwa aku akan membawa Zili pergi keluar negara NC..?” tuduhnya menyentakan hati Ratu negara yang langsung mengepalkan kedua tangannya “kau tahu yuanna..” tersenyum remeh begitu mengabaikan wajah sedih wanita dewasa dihadapannya “kalau bukan karena kau, mungkin saat ini aku sedang melangkah bersama wanitaku..”
“Kenapa aku..?” tanya ratu negara “ahh.. “ mulai menebak “pasti kalian berdua memasang Penyadap suara kepadaku, iyakan..?” tebak ratu negara mulai menolehkan kepala sejenak kebelakang.
“Baik itu penyadap suara ataupun tidak..?” benar, putra mahkota tak lagi tahan dengan sikap semua pemimpin dinegaranya “tetap saja saat ini Tidak ada wanitaku bersamaku” ucap putra mahkota tidak ingin mendengar alasan apapun. “kembalikan kubilang..” pintanya kepada empat pemimpin negara begitu tegas.
“Dimana dia..?” tanya Ratu negara Kepada dua orang dibelakangnya.
Tertegun, “Hilang..” jawab raja bayangan membuat kemarahan ratu negara bertambah.
“hahahaa” tawa lepas putra mahkota menghilangkan kekecewaannya “tidak ada lagi penawaran Yuanna.” Lanjut laki-laki tersebut, “semuanya telah tersebar, semuaa...” lanjutnya lagi menegunkan Ratu negara.
“Xu’i..” panggil ratu negara sejenak “sebegitukah bencinya kau kepada Shin’A dan aku..?” tanya ratu negara mulai menitihkan air mata lagi, mengejutkan semua orang.
“Benci..” jawab tegas putra mahkota “bukan hanya aku saja yang disakiti oleh putramu..” tersenyum senang “bahkan wanitaku juga korban dari perilakunya” terkekeh sejenak “dia memang pantas mati dan dipermaluk...
Paaaaaaakkkkk...
Menundukan kepala tidak ingin melihat wajah ratu bayangan yang tiba-tiba muncul didepannya “hanya demi wanita kau menyakiti aku.” Ucap ratu bayangan menegunkan putra mahkota yang hanya diam tidak menjawab “kau tahu, tidak hanya kau saja yang kesakitan..” ucap ratu bayangan mulai meneteskan air mata “semua orang disini memiliki rasa sakit..” Lanjutnya lagi “kau tidak akan pernah bisa merasakan rasa sakit ayahmu dan aku juga...”menghapus air mata sejenak “aku juga melakukan semuanya, menahan rasa sakitku karena aku sangat mencintai ayahmu” tegas ratu bayangan “kalau dengan bekerja keras dan membantu yuanna bisa menghilangkan rasa bersalah dan melupakan masa lalunya, maka aku akan membiarkan dia melakukan apapun yang dia inginkan.” Jelas ratu bayangan kepada putranya, penjelasan wanita muda itu sungguh menyentakan hati raja bayangan “asalkan dia bahagia dengan caranya, maka aku akan bahagia hanya dengan melihatnya bahagia jadi tolonglah aku...” pinta ratu bayangan teramat memohon “kalau dengan kehadiranmu, kebahagiaannya bertambah maka tolonglah..” menggertakan gigi menahan rasa sedih “turuti keinginannya dan aku akan bahagia karena pertolonganmu” Lanjut ratu bayangan membuat putra mahkota menjatuhkan air mata.
Ahh benar.
Tidak akan ada yang mengerti perasaannya.
Sungguh, begitu memaksakannya, membuat putra mahkota semakin muak namun tertahankan mengingat waanita dihadapannya adalah ibunya.
“Kelewatan..” ucap ratu negara mulai membuka suara lagi “kau sungguh keterlaluan Nana” lanjutnya lagi.
Benar,
Putra mahkota mengingatnya kembali.
__ADS_1
Sejak kecil, hanya ada satu orang saja yang memahami isi hatinya.
Dan dia adalah wanita yang selalu ia kagumi didalam hatinya,
Siapa lagi kalau bukan ratu negara.
“2 permintaanmu,..” ratu negara mulai mengalihkan ucapannya, kali ini tertuju kembali kepada putra mahkota “aku akan menepati satu sesuai dengan janji..”
“Yuanna..” bentak raja bayangan tidak terima.
“Diamlah..” balas bentak ratu negara penuh emosi.
“Kembalikan dulu dia padaku..” putra mahkota mulai membuka suara kembali.
Menghela nafas kesal “aku akan mencarikannya untukmu “ tegas Ratu negara, berusaha meyakinkan “dan aku juga..” terasa begitu berat memutuskan “akan menerima Pengunduran dirimu sebagai putra mahkota negara NC” lanjut ratu negara menyenangkan hati putra mahkota.
“Yuanna...”
“Yuana..”
Merasa tidak terima, raja dan ratu bayangan secara bersamaan membentak wanita tersebut.
Mengabaikan Panggilan kedua pemimpin negara yang lain “tetapi maaf Xu’i..” lanjut wanita dewasa itu lagi “aku tidak bisa membiarkanmu ataupun Zili keluar dari negara ini” tegas ratu negara mulai melangkah kaki keatas texchi nya.
“Kembalikan dulu..” menghentikan langkah.
“Xu’i, kau benar-benar..” geram, setelah mendapatkan keinginannya pun putra mahkota tetap keras kepala meminta wanitanya kembali.
“Aku akan mencarinya..
“Kembalikan atau akan kuhancurkan negaramu” sela putra mahkota membuat mata semua orang membelalak tidak menyangka.
“Hancurkan...”
__ADS_1
“20 menit...” teriak ratu negara menghentikan Putra mahkota mengeluarkan hujan peluru untuk yang kedua kalinya “beri aku waktu 20 menit untuk menemukan Zili” pinta ratu negara teramat memohon.