Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
keinginan yang telah terwujud


__ADS_3

Hembusan angin membuat Kulit terasa dingin.


Memeluk tubuhnya sendiri ketika keluar dari mobil dan menapakan kaki direrumputan hias halaman rumah. Gadis itu terpesona lagi dengan keindahan rumah mewah dengan pola seni tak biasa, setelah sebelumnya ia mengunjungi rumah tersebut sebagai dirinya yang sesungguhnya ketika menghadiri pesta ulang tahun pangeran istana di Villa milik laki-laki tersebut.


Rumah mewah tersebut terbuat dari Kayu jati, sepenuhnya.


Bahkan Jendelanya pun terbuat dari kayu tersebut.


Terlihat mewah karena Kilatan warnanya begitu mempesona mata, ditambah dengan Kolam panjang yang mengitari serta jembatan kecil yang berada diatasnya.


Belum lagi bunga-bunga berwarna-warni yang menghiasi tepat disisi depan rumah, menambah kemewahan tersendiri dari rumah tersebut.


Rumah nenek pangeran istana juga Bertingkat dua, Luas serta berwarna merah kecoklat-coklatan, atapnya terlihat seperti atap sebuah gedung, tidak menggunakan Seng seperti biasa.


Hanya Datar dan terlihat sebuah taman diatas sana, ada juga beberapa Pohon bonsai dan kursi duduk yang memiliki sandaran.


Mungkin Lantai atap tersebut juga terbuat dari rerumputan Hias.


Semakin diperindah dengan tambahan Lampu berwarna – warni menghiasinya dimalam hari yang dipenuhi dengan bintang-bintang, serta Bulan setengah Lingkaran.


“Pakailah..” menoleh kebelakang, memandang pangeran istana yang terlihat sedang menyelimuti tubuh gadis itu menggunakan jaket Kulit miliknya yang berwarna Hitam.


Wangi sekali,


Aroma khas pangeran istana memang tidak mudah begitu saja dilupakan.


Bahkan gadis itu lebih mampu menandai aroma tubuh pangeran istana dibandingkan dengan putra mahkota yang terkadang berganti-ganti.


Memang putra mahkota sendiri terkenal dengan keahliannya yang mampu membuat sesuatu secara berbeda-beda, laki-laki yang kreatif dan suka berinovasi tersebut begitu Lihai menyembunyikan diri dan menjadi siapa saja yang ia mau dengan keahlian Hebatnya.


Berbeda dengan pangeran istana yang selalu setia menggunakan peralatan yang sama, putra mahkota, dia adalah laki-laki yang memang berbakat dan dikagumi baik dari kalangan pria maupun kalangan wanita karena kehebatannya dalam menyempurnakan sesuatu Dengan cara yang berbeda-beda, dan peralatan yang digunakan juga cenderung berbeda-beda.


“Terima kasih..” ucap Zili lalu mengenakan jaket laki-laki tersebut menutupi Kaos Polos biasa yang sangat nyaman ia kenakan.

__ADS_1


Mulai melangkah kaki menuju kepintu masuk rumah sembari meraih tangan Zili dan menggenggamnya “Shin’A...” suara seseorang dari belakang mengejutkan mereka berdua.


Terlihat putri kecantikan berada didepan pintu belakang mobil pribadinya.


Cantik sekali, rambutnya Lurus, hitam legam memanjang.


Poninya bergerak terhembus angin, Gaun selutut kaki berwarna biru serta Dompet biru yang ia pegang dan Sepatu hak sedang berwarna hitam yang ia kenakan, menambah keeleganan gadis tersebut.


Pantas saja dia disebut-sebut sebagai Dewinya Negara NC.


Terlihat emosi memandang pangeran istana yang menggenggam tangan Zili “apa yang kau lakukan disini...?” tanya gadis itu menyembunyikan kemarahannya.


“Aku...” melepaskan tangan Zili karena mengetahui dengan pasti bahwa gadis dihadapannya terlihat sangat marah “ .. ingin memperkenalkan wanita yang kusuka kepada nenek..”


“Kau berani melakukannya...” teriak Putri kecantikan mulai menunjukan emosinya. Bergerak cepat mendekati Zili,


HAaaa..


Tangannya mulai ia angkat untuk memukul gadis itu “kau....”


“Aku mohon...” mata pangeran istana begitu sayu “tolong mengertilah ayya” pintanya begitu teramat memohon.


“Tidak mau..” teriak gadis itu lagi, “aku membutuhkanmu Shin’A, hanya kau lah yang paling aku butuhkan hiks hiks.. “ ungkap gadis itu memeluk pangeran istana tetapi laki-laki tersebut tidak membalasnya.


“Kau masih memiliki Rein....” jawab pangeran istana melepaskan pelukan putri kecantikan “kau akan bahagia bersamanya”


“Tidak boleh...” teriak gadis itu lagi, memeluk pangeran istana untuk kedua kalinya dimalam yang sama “kau tidak boleh menyukai orang lain kecuali hanya diriku saja hiks hiks..” menangis sesunggukan hingga membuat laki-laki tersebut membalas pelukannya “hiks hanya akulah yang boleh memilikimu”


“Tolonglah Ayya, “ pinta pangeran istana lagi “jangan buat aku semakin dibenci nenek..” lanjut laki-laki tersebut teramat menyedihkan “kalau ayah dan ibuku tahu, mereka juga pasti akan membenciku dan aku...” begitu sangat lelah menghadapi masalahnya “aku tidak akan memiliki siapa-siapa lagi didunia ini” Lanjutnya lagi menghela nafas begitu berat.


“Tidak masalah bukan...?” gadis itu mulai menengadah kepala, mengendurkan pelukannya, memandang pangeran istana “tidak masalah bukan asalkan aku bahagia, Shin’A,” ucapnya begitu terlihat sangat memaksa.


Pangeran istana hanya bisa diam, matanya terlihat begitu merindukan seseorang.

__ADS_1


“Aahhh benar-benar..” merasa sangat gerah “beri aku uang.” Pinta Zili kepada pangeran istana.


“Kau...” melepaskan pelukan “berani sekali kau meminta uang kepada laki-laki milikku”


“Laki-lakimu yang membawaku kemari” jawab Zili cepat “beruntungnya aku hanya meminta uang dan tidak memintanya untuk mengantarkanku kembali” lanjut gadis itu lagi mengangkat tangan kearah pangeran istana.


“Asal kau tahu saja,..” mulai membuka dompet lalu mengambil uang sebelum Pangeran istana bergerak menuju Supirnya “Shin’A tidak akan mungkin menyukaimu” gadis itu memberikan lima lembar uang 100 neceri ketangan Zili.


“Aku tahu..” jawab Zili cepat lalu mengantungi Uang yang ia terima. “benarkan Shin’A..?” ucap Zili kepada pangeran istana yang terlihat merasa bersalah kepada gadis itu “kau tidak menyukaiku..”lanjutnya lagi mulai melangkah pergi “cintailah orang yang harusnya kau cintai..” teriaknya sembari berjalan membelakangi “dan lepaskanlah jika kau tidak mampu memilikinya “ Lanjut gadis itu berteriak lalu tersenyum kecut harus berjalan beberapa meter jauhnya untuk keluar dari jalan masuk Rumah menuju jalan raya.


“Aku akan mengantarmu” Pangeran istana mulai melangkah menuju mobilnya tetapi tangannya dihentikan putri kecantikan “kau mau aku sakit lagi ya...?” ancam gadis itu sontak menghentikan langkah Kaki pangeran istana.


Sebuah mobil Lamborghini berwarna merah tampak berhenti tepat didepan Zili “Aku yang akan mengantarkannya kembali” teriak seseorang dari dalam mobil tersebut.


Rehan.


Gumam Zili dalam hati ketika melihat Atap Mobil Atlet kebanggaan negara terbuka.


Merasa begitu kesal karena harus berpisah dengan wanita yang dia suka, pangeran istana mulai mengepalkan tangannya erat “Turutilah keinginan Wanita gilamu itu..” lanjut teriak Atlet kebanggaan negara “atau kau tidak akan bisa tidur dengan baik hingga bertahun-tahun lamanya ketika melihatnya sakit” tambahnya lagi mulai membuka pintu mobil sisi lain “naiklah..” Perintahnya ditujukan kepada Zili.


“Terima kasih “ ucap Zili cepat yang tidak ingin lagi berada disekitar pangeran istana.


“Jaga dia untukku” pinta pangeran istana mengejutkan semua orang disana termasuk Zili sendiri ”aku mohon..” lanjut laki-laki tersebut mulai melangkah berbalik memasuki rumah neneknya dan meninggalkan putri kecantikan yang saat itu sedang terkejut mendengar permintaannya.


Mulai berbalik kearah Zili, “kita harus cepat pergi” ucap atlet kebanggaan negara ketika melihat wajah wanita yang dia anggap begitu menjijikan, lalu mulai mengendarai mobil meninggalkan gadis yang tampak mengepalkan kedua tangannya erat.


“Shin’A...”teriak putri kecantikan berbalik lalu melangkah mengejar pangeran istana “kau sungguh mencintainya..?” tanyanya dari jauh.


“Benar...” jawab pangeran istana terus berjalan “aku mencintainya..” lanjutnya lagi tidak ingin melihat Putri kecantikan karena merasa sangat kesal dengan perilaku gadis itu.


Kesal,


Benar,

__ADS_1


Pangeran istana sendiri telah menyadari bahwa keinginan hatinya selama bertahun-tahun lamanya telah terwujud.


Keinginan hati untuk tidak lagi mencintai putri dari neneknya sendiri.


__ADS_2