Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
S5 : Suamiku Bukanlah seorang penjahat biasa- Selangkah lebih maju


__ADS_3

Bakkk...


“Hah.”


Baaakkkk...


Bukkkkk...


“Huh.”


Keringatnya bercucuran membasahi seragam olahraga yang mungkin terbuat dari bahan katun bercampur karet hingga berhasil memperlihatkan bentuk lekukan tubuhnya. Nafasnya terdengar terengah-engah meskipun demikian dia tetap mampu mengendalikan rasa lelah.


Berkali-kali dengan cepat gadis yang dipenuhi dengan keringat menggerakan kedua tangan yang dia kepal ke arah seorang laki-laki, pemandu latihannya.


Kadang kakinya terangkat dan menendang, kadang ia melompat lalu berjongkok sembari menjegal.


Lumayan banyak waktu telah terlewati untuk melatih kekuatan fisik, namun sepertinya gadis itu mulai kesal karena tidak sedikitpun pukulan tangan serta tendangan kakinya mampu mengenai bagian tubuh pemandunya tersebut.


“Akkkhh..” Dia telah mencapai batasnya, setelah gagal menendang punggung laki-laki tersebut, gadis itu mulai menjatuhkan tubuh, terbaring terlentang di atas lantai sebuah ruangan yang hanya diisi sebuah Samsak bantal tinju yang menggantung di bagian sisi sudut ruangan.


“Sudah menyerah?” Pemandu latih gadis tersebut yang tak lain adalah Pangeran Istana mulai mendekatinya dan berdiri tepat di atas kepala gadis itu.


Dia memandang wajah Pangeran Istana sejenak, lalu mulai duduk menyelonjorkan kaki. “Mengalahkanmu saja sesulit ini, bagaimana bisa aku mengalahkan Putra Mahkota?” Ucapnya tidak memiliki sedikitpun kepercayaan diri.


“Emm.” Pangeran Istana terlihat sedikit berpikir, ia mulai duduk di sebelah gadis itu dengan melipat kedua kaki dan sedikit lebih terbuka. “ Aku, Paman Idris, Bibi Nana dan Kau,” Menoleh kepala ke arah gadis itu sejenak bersamaan dengan gadis tersebut yang juga menoleh kepala ke arahnya. “ehmm.” Pangeran Istana berdehem sebentar lalu mengalihkan pandangan ke arah depan kembali. “Mungkinkah kita berempat tidak mampu mengalahkannya?” Wajahnya sedikit memerah, terlihat jelas kegugupan pada dirinya meskipun gadis itu tidak menyadari.


“Benar.” Gadis itu mulai memandang ke arah depan kembali, kaki yang berselonjor saat itu ia lipat ke depan lalu ia peluk. “Kita masih memiliki orang-orang hebat di NC.”Lanjut gadis itu mulai menoleh ke atas samping, memandang Pangeran Istana yang telah berdiri.

__ADS_1


“Bagaimana kalau aku menjadi orang hebat untukmu?” Lagi dan lagi Perkataan Pangeran Istana mampu mengejutkan gadis itu.


“Haa.” Gadis itu mengernyitkan dahi kebingungan, masih dengan mengangkat kepala memandang Pangeran Istana dari bawah.


Mulai berbalik, Pangeran Istana berjalan dengan santai ke arah pintu keluar ruangan diikuti dengan pandangan mata gadis yang masih terus memandanginya. “ Aku harus latihan.” Ucapnya dari kejauhan lalu menghentikan langkah sebelum kaki keluar dari pintu ruangan. “Zili.”


“Ya.” Gadis itu mulai berdiri, dia masih berusaha menerka-nerka maksud dari perkataan Pangeran Istana.


Masih membelakangi gadis tersebut dan tetap diam di tempat sembari mulai mengantungi satu tangan. “Aku tidak menyukaimu.”


“Aku tahu.” Jawab cepat gadis itu dan mulai mendekati samsak untuk berlatih kembali di sela-sela waktu kosongnya.


“Tapi aku ingin memilikimu.”


Mendengar ucapan Pangeran Istana, sontak membuat gadis itu terkejut lalu menghentikan langkah kaki dan menoleh kepala ke arah Pangeran istana di belakangnya.


Berbalik memandang punggung gadis yang telah menyentuh samsak dengan satu tangannya. “Harusnya kau sadar diri bahwa kau tidak akan mungkin mendapatkan cinta Xu’i, kau bahkan tidak memiliki apapun untuk mendapatkannya.” Ucap laki-laki tersebut menyadarkan gadis yang tetap berdiri namun kepalanya kini telah menunduk karena sangat memahami ucapan Pangeran Istana. “Cinta laki-laki sepertinya bukanlah mudah untuk diraih wanita biasa sepertimu, bahkan telah terbukti dengan memilih menjadi Louise untuk mengendalikan kapal induk dibanding menyelamatkanmu saat itu, belum bisa sadarkah kau?” Tersenyum kecut, Pangeran Istana sepertinya sangat kesal dengan kepribadian gadis yang selalu mengejar cinta dari Putra Mahkota.


“Aku tahu.”


Gadis itu masih menunduk, sungguh ucapan Pangeran Istana melemahkan semangatnya saat itu.


Tersenyum tipis mendengar jawaban gadis itu. “Maka aku memberi kesempatan padamu saat ini,” dia mulai berjalan mendekati gadis tersebut lalu setelah berdiri di sebelah gadis yang masih menundukan kepala, dia mulai memegang tali gantung samsak dan menunduk memandang kepala gadis tersebut. “Jadilah wanitaku dan lupakan keinginanmu mengejar Xu’i. “ menyentuh pipi gadis tersebut lalu turun ke dagu, Pangeran Istana mulai mengangkat wajah gadis tersebut namun gadis itu malah menepis tangan Pangeran Istana yang membuat laki-laki tersebut mulai marah.” Hm, Jadi ini jawabanmu ya?” Sepertinya Pangeran Istana memahami maksud tepisan tangan gadis itu.


Mulai mengangkat kepala dengan mata yang merah lalu berhasil memandang mata Pangeran Istana.” Dibanding Shisou, Mengejar cintamu jauh lebih sulit.” Ucapan gadis tersebut mengejutkan Pangeran Istana.”Shisou yang sibuk tidak akan mudah memiliki waktu untuk bermain-main dengan wanita lain sementara kau yang memiliki banyak waktu, bisa dengan mudah menemukan wanita lain yang jauh lebih hebat dan cerdas dibanding denganku.”


“Apa?”

__ADS_1


“Shin’A, aku juga butuh dicintai, aku tidak ingin jadi alat yang hanya bisa mencintai tapi tidak pernah bisa menikmati rasanya dicintai, jadi aku tidak ingin hanya jadi milik seseorang saja tapi aku tidak bisa memiliknya. Haa..”


Betapa terkejutnya gadis tersebut ketika tangan lebar Pangeran Istana mulai meraih pinggangnya dan wajahnya semakin dekat. Karena perilaku laki-laki tersebut, gadis itu sampai membuang wajah namun tangan Pangeran Istana berhasil meraih pipi gadis tersebut dan membuatnya memandang kembali ke wajah tampan Putra dari Raja Negara NC.


“Baiklah, aku akan berusaha mencintaimu.” Jawab laki-laki tersebut membuat gadis itu menjadi serba salah.


Menghela nafas sejenak lalu menepis tangan Pangeran Istana yang mendarat di wajah. “ Shin’A, sedikitpun aku tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan Cintamu.”


“jadi kau meremehkanku?”


“Bukan, bukan begitu.” Melepaskan tangan Pangeran Istana dari pinggangnya lalu mundur ke belakang sedikit menjauh.” Hanya saja, saat ini aku lebih bisa percaya diri mendapatkan cinta Shisou karena aku selangkah lebih maju sebagai istrinya dibandingkan dengan mendapatkan cintamu karena aku,” Menghela nafas lalu menundukan kepala lagi. “Aku bukan siapa-siapa bagimu.” Gadis itu mulai memandang mata Pangeran Istana sejenak, lalu berjalan meninggalkan laki-laki yang tampak diam, merelakan kepergiannya.


*********


Zili keluar dari ruang latihannya, ia meraih sebuah handuk dari seseorang yang telah berjalan menghampirinya.


Di lorong asrama sekolah lantai 7, Lantai khusus bagi murid-murid Klan Shen, gadis itu tersenyum memandang wajah wanita muda yang telah menjadi pelindung wanitanya selama sebulan lamanya, ia menduduki posisi tertinggi Tentara Militer Negara NC menggantikan suaminya.


“Terima kasih.” Ucap Zili lalu melingkarkan handuk di belakang lehernya.


“Tidak usah sungkan, aku adalah pelindungmu dan telah berjanji akan melindungimu meskipun nyawaku sebagai taruhannya.” Lanjut wanita muda yang bekerja sambilan sebagai guru di sekolah High raise setelah ia menyelesaikan Sekolahnya tahun lalu dan mulai berkuliah di Perguruan Tinggi High Raise tersebut.


“Shi ra.” Sepertinya gadis itu mulai merasa tidak enak hati, walaubagaimanapun, Putri Latih Tiada Tanding merupakan wanita kehormatan Klan Shen. Tentu saja, posisi sebagai wanita pelindung tidaklah pantas untuk didudukinya.


“Lupakanlah hal yang membuatmu berpikir keras,” wanita itu mulai memainkan sebuah Tablet Ponsel berukuran lumayan besar lalu menunjukannya ke arah Zili dengan dua tangan. “Sekarang kita harus pergi ke desa Ou 1 karena ada mata-mata musuh yang berhasil memasuki Perpustakaan sekolah namun gagal mencuri buku resep pembuatan racun.” Jelas wanita muda itu memperlihatkan foto seseorang yang diduga sebagai musuh negara.


“Jadi dia berhasil di tangkap, ya?” Tanya Zili meraih tablet ponsel lalu segera berjalan menyusuri Lorong lantai diikuti pelindung wanitanya.

__ADS_1


“Benar, saat ini dia berada di gedung Militer Pusat desa Ou.” Jawab Pelindung gadis tersebut menjelaskan.


__ADS_2