Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Isi hati tidak sesuai ucapan


__ADS_3

Seorang gadis kecil terlihat berjalan memasuki sebuah rumah mewah sembari membawa sebuah parsel di tangannya.


Hari itu, untuk pertama kalinya dia diundang datang ke perayaan hari ulang tahun pelindung Putra Mahkota Shin Ji dan Shin Jo yang ke 10 tahun.


Tidak ramai orang di sana karena acara itu dibuat khusus hanya untuk Keluarga saja.


Ruangan dengan interior mewah membuat mata gadis itu berbinar-binar. Lantai yang terbuat dari bebatuan alami dan mengkilat, sungguh sangat nyaman dipandang mata.


“Aura datang.” Teriak Pelindung Putra Mahkota Shin Jo ketika melihat gadis kecil itu berjalan mengikuti seorang pelayan menuju ke ruang keluarga, tempat acara diadakan.


“Astaga, menantuku cantik sekali.” Puji ibu dari kedua Pelindung Putra Mahkota kepada gadis yang telah disambut dengan penuh kebahagiaan hari itu.


“Aura sudah datang ya,” Ayah dari kedua Pelindung Putra Mahkota mulai datang menghampiri diikuti oleh istrinya.


“Hm, selamat malam paman, selamat malam bibi” Angguk gadis yang telah ditinggalkan pelayan pergi sembari membungkuk sopan memberi hormat.


Kedua pasangan suami istri tersebut mulai mengajaknya bergabung bersama setelah menerima Parsel dari tangan calon menantu mereka.


“Aura datang?” Pelindung Putra Mahkota Shin Ji terlihat bahagia dengan kedatangan gadis yang baru beberapa bulan telah menjadi tunangannya. Dia mulai berdiri dan bergegas menghampiri.


“Beruntung sekali cucuku, Dia adalah Ou Aura juara umum kelas Special di SD High Raise itu, Bukan?, Aku tidak menyangka dia akan menjadi cucu menantuku.” Nenek dari kedua Pelindung Putra Mahkota yang telah duduk di kursi depan meja panjang tampak begitu kagum mengingat kecantikan Putri Keagungan saat itu.


“Padahal aku mengira dia akan terpilih sebagai calon istri Putra Mahkota ataupun Pangeran Istana tapi tidak menyangka ternyata dia menerima lamaran pertunangan dari cucuku. Sejujurnya aku masih ragu, Cucuku ini, mungkinkah dia pantas untuknya?” Tersentak,


Pelindung Putra Mahkota Shin Ji yang tadinya ingin menyapa tunangannya langsung menghentikan langkah dan berdiri terdiam mendengar kalimat yang dilontarkan kakeknya. “Shin Ji sepertinya kau harus lebih giat belajar agar gadis kecil itu tidak meninggalkanmu karena kau tidak berguna di masa depan,”Lanjut ucap kakeknya.


“Tidak perlu kakek, giat belajar sekalipun akan percuma. Di masa depan nanti dia pasti akan meninggalkanku, jadi aku tidak perlu berusaha keras, tenang saja, kalau sudah besar nanti, akan ada banyak wanita yang mengincar ketampananku ini.” Ucap laki-laki kecil itu sembari tersenyum ceria kembali lalu mengurungkan niat untuk menyapa tunangannya dan lebih memilih kembali ke kursi utama di ruangan tersebut.


*********


“Aura kalah dalam pertandingan? Wah padahal aku yakin dia akan menang melawan Yu’a.” Ibu dari Pelindung Putra Mahkota Shin Ji tampak sedang duduk di sofa ruang keluarga sembari membaca berita hasil Pertandingan antarklan dari dalam ponsel yang ia genggam. “Aura sangat hebat, dia juga kuat bahkan diusia muda sudah menjadi Letnan melebihi Yu’a, dia juga menjabat sebagai Sekretaris Xu’i, Mana mungkin Xu’i mau menjadikannya sekeretaris kalau dia tidak lebih hebat dibandingkan dengan Yu’a,” Lanjut wanita dewasa tersebut dengan raut wajah kecewa.


Pelindung Putra Mahkota Shin Ji yang duduk di samping depan ibunya tersenyum getir mengingat pertaruhan yang ia berikan kepada tunangannya, “Dia sengaja mengalah.” Ucap laki-laki itu kecewa namun kekecewaannya hilang dengan cepat karena dia sudah terbiasa.


“haa,, Sengaja?, kenapa bisa begitu?” Ibu laki-laki tersebut mulai menghentikan tangan yang tadinya akan meraih secangkir teh di atas meja.


“Entahlah, yang pasti karena dia tidak berniat untuk menang.” Jawab laki-laki tersebut mulai membuka buku yang dia pegang dan membacanya.


“Mungkin karena dia tidak mau mempermalukan Yu’a?”

__ADS_1


“Bukan, “ Jawab remaja laki-laki tersebut menghentikan barisan bacaannya, “Dia sengaja mengalah karena tidak menyukaiku.”


“Oh jadi begitu ya!, kau pasti terlalu berharap dia menang maka dari itu dia tidak menyukainya. Ya.. Wajar saja, Aura sangat cantik dan hebat, jika disandingkan denganmu yang manja ini, mana mungkin dia mau.” Ucap ibunya dengan santai lalu mulai meraih cangkir dan menyeruput teh di dalamnya.


“Benar, mana mungkin dia mau denganku. Aura sangat menyukai Xu’i. Mungkin dia sengaja mengalah agar Xu’i menaruh perhatian padanya.” Senyuman kecut menghiasi bibir laki-laki yang masih santai membaca tulisan di bukunya. Tidak terlihat sedikitpun rasa cemburu di dalam hatinya atau kemarahan sekalipun. Mungkin ia telah membuang jauh-jauh perasaannya terhadap tunangannya sendiri selama itu.


“Ya mau bagaimana lagi, Menjadi tunangannya saja sudah sangat beruntung. Walaupun dia menyukai Xu’i, belum tentu Xu’i mau menerimanya. Perasaan wanita sangat sulit dialihkan, jika sudah menyukai seorang laki-laki, kebanyakan dari mereka sulit berpaling ke lain hati, kalaupun berpaling, itu hanya sebagai sandaran saja. Dan salahkan saja dirimu karena mau bertunangan dengannya, walaubagaimanapun, ibu sangat mengagumi Aura tetapi perasaanmu jauh lebih penting dibandingkan dengan keinginan hati ibumu ini.” Wanita dewasa itu mulai menggeser layar ponselnya kembali dan membuka berita terbaru lainnya pada saat itu.


“Benar, sepertinya aku memang dimanfaatkan ibu tapi tidak masalah, asalkan itu perintah dari Xu’i, sekalipun dimanfaatkan aku tidak peduli.” Gumam Pelindung Putra Mahkota Shin Ji pelan, sedikitpun tidak terdengar sampai ke telinga ibunya.


********


Di ruangan pribadinya Sekolah High Raise, Putra Mahkota tampak terduduk santai sembari mengangkat kaki di atas meja dan membaca buku.


Mungkin hari itu adalah hari liburnya berlatih hingga laki-laki tersebut kini telah berkumpul bersama teman-temannya kembali.


“Apa yang kau dapatkan dari Aura?” Tanya Penasihat Putra Mahkota yang tampak sedang berbaring terlentang sembari menoleh kepala ke arah Pelindung Putra Mahkota Shin Ji yang sedang duduk membaca buku di lantai dan menyandarkan punggung di depan lemari.


“Haa,, Dapat bagaimana?,” Tanya balik laki-laki tersebut kepada temannya.


“Bukankah Aura dan Xu’i baru saja kembali dari Thailand? Aneh sekali, Sebagai tunangan, kenapa dia tega sekali tidak membawakanmu oleh-oleh?” Gumam Penasihat Putra Mahkota bertanya-tanya sembari mengalihkan pandangan ke atas langit-langit ruangan di sana.


“Tidak ada, dia tidak pernah memberikan apapun kepadaku.”


“Benar juga,” Tambah Penasihat Putra Mahkota mulai duduk lalu berdiri dan berjalan menuju lemari untuk mengambil beberapa buku.


“Xu’i, benarkah kau sudah menikah?” Tanya serius Pelindung Putra Mahkota Shin Jo yang baru saja masuk ke dalam ruangan sembari menggenggam ponsel di tangan dan melihat berita Internasional.


“Menikah?” Tanya serentak Pelindung dan Penasihat Putra Mahkota terkejut hingga keduanya sontak memandang ke arah Putra Mahkota.


“Ahh itu Aura.”Jawab Putra Mahkota yang telah membuka bungkus permen lalu melahapnya.


“Aura, Maksudmu?” Pelindung Putra Mahkota Shin Ji mulai penasaran, laki-laki itu terlihat berdiri karena penasihat Putra Mahkota akan membuka pintu lemari.


“Dia mengaku Istriku pada setiap wanita yang menyukaiku di negara lain.” Lanjut jawab Putra Mahkota dengan santainya.


“Lalu kau membiarkannya?” Tanya Pelindung Putra Mahkota Shin Jo yang telah duduk di atas sofa sembari memandang ke arah Putra Mahkota yang telah membaca bukunya kembali.


“itu lebih baik agar tidak ada wanita yang mengejarku lagi.” Lanjut jawab lagi Putra Mahkota masih dengan santainya menaikan kaki di atas meja.

__ADS_1


“Aura pasti sangat menyukaimu hingga berani mengaku-ngaku sebagai Istrimu.” Penasihat Putra Mahkota mulai berjalan mendekati Putra Mahkota lalu duduk menyelonjorkan satu kaki dan melipat kaki lainnya tepat di belakang laki-laki tersebut dan bersandar di dinding yang terdapat jendela terbuka di atasnya kemudian mulai membaca buku yang telah ia ambil tadinya.


“Hm, benar.” Gumam Pelindung Putra Mahkota Shin Ji dengan senyuman kecut menghiasi bibir.


*******


Saling beradu pandangan.


Namun sepertinya Pelindung Putra Mahkota Shin Ji enggan terlalu lama memandang tunangannya hingga ia duduk kembali dan memfokuskan diri untuk membaca buku dengan bersandar di depan pintu lemari.


Putri Keagungan menghela nafas berat,


“Aku akan ikut ke Mongolia.”


“hm, Merepotkan saja.” Jawab kecut Pelindung Putra Mahkota Shin Ji merasa sangat tidak senang dengan kalimat yang dilontarkan tunangannya.


“Aku sudah bilang pada Xui dan dia mengizinkanku.” Ucap gadis tersebut yang masih berdiri memandang tunangannya sementara pintu ruangan tampak telah tertutup.


“Pahamilah, Xu’i sudah menikah dan kau tidak seharusnya mengganggu hubungan mereka.”


“Kau ini bicara apa?” Putri Keagungan terlihat sedikit kesal dengan ucapan laki-laki di depannya. “Aku sungguh ingin membantumu.”


“Aku tidak butuh bantuanmu.” Jawab cepat Pelindung Putra Mahkota Shin Ji mulai gerah hingga menutup buku sedikit agak keras. “Kita tidak bertunangan lagi, bukan?” Laki-laki itu mulai menengadah kepala, memandang mata tunangannya. “Jadi jangan bersikeras untuk membantu orang lain.”


“Kapan pertunangan kita batal? Aku tidak pernah merasa membatalkannya.”


“Tapi kau telah gagal membuatku jatuh cinta kepadamu, maka dari itu pertunangan kita sudah pasti batal.” Jawab cepat Pelindung Putra Mahkota sembari berdiri dengan raut wajah kesal.


Putri Keagungan mulai menggigit bibir bawah karena usahanya sia-sia padahal ia telah bersama laki-laki tersebut selama sebulan lamanya di dalam satu penjara. “Aku tidak ingin membatalkannya, aku akan bilang pada bibi Sora.” Dengan langkah cepat gadis itu pergi meninggalkan ruangan tersebut tetapi sayang lengan atasnya berhasil di raih pelindung Putra Mahkota.


“Bukankah Pangeran Hito menyukaimu?”


“Apa?” Gadis yang telah berbalik, sontak berbalik kembali menghadap tunangannya dan melepaskan genggam erat di lengannya.


“Berhentilah memanfaatkanku dan pergilah ke pelukan Hito!, kau pasti akan hidup mewah di jepang sana.” Ucapan Pelindung Putra Mahkota Shin Ji sungguh menyakiti hati Putri Keagungan hari itu. Gadis itu mulai menggertakan gigi-giginya kesal ketika Pelindung Putra Mahkota Shin Ji telah melangkah mendekati pintu.


“Aku akan memanfaatkanmu, terus memanfaatkanmu, selamanya akan memanfaatkanmu.” Teriak gadis itu dengan penuh emosi.


“Brengsek.” Mendengar teriakannya Pelindung Putra Mahkota sontak berbalik dengan keadaan marah. “ Dasar tidak tahu diri.”

__ADS_1


“Ahh benar, aku tidak tahu diri maka dari itu sampai bertemu lagi di bandara.” Gadis itu mulai tersenyum kecut lalu melangkah mendekati pintu dan melewati Pelindung Putra Mahkota dengan santainya.


Dia yang tadinya berniat untuk berbicara baik-baik berakhir dengan kesalahpahaman yang semakin parah.


__ADS_2