
Dahulu kala, sebelum kerajaan monarki modern negara NC terbentuk. Terdapat sekelompok Klan Yang sangat kuat dan dipercaya memimpin negara Dengan sistem presidensial.
Sistem negara, sebelum harta klan ditemukan.
Seorang dari Klan tersebut, ditugaskan untuk menjadi presiden negara. Seorang presiden boneka yang dikendalikan oleh satu orang paling cerdik dinegara tersebut.
Orang tersebut mampu menundukan kelompok klan terkuat yang bahkan kekuatannya tidak sebanding dengan Klan-klan lainnya.
Menyembunyikan keahlian mereka hanya untuk kepentingan kelompok pribadi namun berakhir dikalahkan dan terpaksa harus mengajarkannya kebeberapa orang-orang pilihan dari pengendali mereka.
Bahkan mereka tidak diizinkan untuk mengekspos keahlian mereka ke satu klan mereka sendiri yang berbeda kelompok dari mereka.
Jika mereka melanggar perintah, seluruh keluarga mereka akan berakhir menjadi gila. Dan mereka tidak akan mampu disembuhkan kecuali oleh sang pengendali yang menginginkan harta klan.
Kelompok klan tersebut berasal dari desa Shen 1, desa shen 1 dulunya adalah penghasil orang-orang terkuat dalam keahlian seni bela diri bahkan tidak ada orang-orang yang mampu menandingi mereka meskipun dari klan shen yang sama, seperti desa shen 2 , 3 dan seterusnya.
“Kau pasti, keturunan dari shen shi yun, benarkan?”
Laki-laki dihadapan putra mahkota membuka kain penutup wajahnya. Wajahnya sangat tampan, berbentuk oval dengan bola mata berwarna biru. Hidungnya yang mancung menambah keelokan dari wajahnya.
Laki-laki tersebut tampak seumuran dengan Shin ji ataupun Shin jo. “nenek moyangku shen shi yun, dan kebetulan sekali namaku juga shen shi yun, begitu pula dengan nenek moyangmu, Xu Xu’i, dan kebetulan juga namamu Xu Xu’i”
Putra mahkota tersenyum senang, ia telah menemukan orang sepemikiran yang sama dengannya. “nenek moyangku hanya tahu cara meracik obat-obatan, sementara keahlianku bukan hanya itu”
“Aah benar sekali, bagaimana kalau keahlianmu yang luar biasa itu, kau dedikasikan untuk tuan besar kami”
Putra mahkota mulai menurunkan zili keatas tanah, namun untuk berjaga-jaga, ia masih memeluk gadis yang tengah gemetaran dengan satu tangannya.
“Aku bilang aku menolak, kalau saja tuan besarmu mau menemuiku secara langsung, mungkin aku bisa memikirkannya kembali.”
“Tuan besar sangat menyukaimu, kau pasti juga akan menyukainya”
“Perlukah aku ulang perkataanku?”
Laki-laki itu tersenyum, dengan sigap, ia meletakan sebuah alat pendengar jarak jauh ketelinganya.
Beberapa saat kemudian dia mulai membuka suara “ baik tuanku” ia lalu melepaskan alat tersebut , kemudian meletakan kembali kedalam kantong celana.
“Tampaknya kau berhasil lolos kali ini, tenang saja, kita pasti bertemu lagi”
Saaaap.
Dalam hitungan detik, laki-laki tersebut telah pergi naik keatas pohon lalu menghilang dari pandangan mata.
Zili menebak bahwa dia berasal dari negara mereka karena laki-laki itu memiliki jam tangan seri militer yang hanya dimiliki oleh negara NC.
Jam tangan yang didalamnya terdapat tali benang kuat. Tali tersebut mampu menarik berat tubuh manusia untuk naik keatas tempat manapun jika mampu dikaitkan dengan benda tersebut.
“Shisou....
“Kau baik-baik saja?”
“Hm” zili menganggukan kepala. Karena ketegangannya, dia bahkan lupa untuk memberitahu putra mahkota bahwa sebuah jarum telah mengenai telapak tangannya.
__ADS_1
“Ah iya, bekal kita tertinggal jauh disumur, tunggu disini, aku akan segera kembali”
“Shisou....” zili memegang ujung kemeja yang dikenakan putra mahkota. “itu” dia menunjuk sebuah pohon apel tinggi yang lebat buahnya.
“Kau mau makan itu?”
“Iya”
“Ayo”
Putra mahkota menggenggam tangan Zili mendekati pohon buah apel yang tidak jauh dari tempat mereka sebelumnya berada.
Melompati parit kecil yang terdapat ikan kecil bergerombolan didalamnya.
Menyingkirkan rerumputan tebal dengan mudahnya Hingga sampai dipohon besar dan tinggi.
“Naiklah”
“Haaa...
“Hm, bukankah aku pernah mengajarkanmu cara menggunakan jam itu” putra mahkota melirik kearah jam tangan yang zili kenakan.
“Oh, maaf shisou” Zili yang terpesona dengan kegesitan putra mahkota dalam menyusuri tempat dikejutkan dengan perintahnya yang dadakan.
Tanpa pikir panjang, ia menekan tombol kecil, mengarahkannya kebatang pohon.
Sliiiiiittttt
Zili memandang putra mahkota telah naik keatas pohon lebih dahulu. Seperti sedang terbang diudara, begitu menyentuh karena keperkasaan yang terlihat dari punggungnya.
“Tunggu apalagi!” seru putra mahkota yang telah duduk diatas batang pohon dan bersandar disana. Menyelonjorkan satu kaki dan melipat kaki yang lainnya sembari memakan buah apel yang telah dia ambil.
Zili tercengang, saat itu ia tidak sabar lagi untuk segera naik duduk bersebelahan dengan putra mahkota.
Menarik jam nya, membuat talinya seketika bergerak menarik tubuhnya.
Aku terbang.
Ucapnya penuh kebahagian. Ia bahkan hingga memejamkan mata tidak percaya bisa melakukannya dengan mudah tanpa bantuan.
“Kerja bagus” putra mahkota menggapai tubuh Zili dengan mudahnya. Menangkap kedua ketiaknya dan mendudukan gadis itu disampingnya.
Wajah Zili seketika memerah. Tidak lagi terbayangkan seberapa bahagia dirinya.
“Emm makanlah” putra mahkota memberikan buah apel yang dia petik, ia duduk dengan santai ditengah tengah ayunan kaki diudara.
*******
Pangeran istana menatap marah, tatapan matanya berapi-rapi. Tidak menemukan Seseorang pun didesa, ia dengan segera mencari keberadaan orang yang ingin dia temui.
Tidak sendirian, sekelompok Orang berpakaian ninja berwarna hitam ikut serta mengikutinya.
Mengawal pangeran istana memasuki hutan yang mengelilingi desa.
__ADS_1
Sementara itu, ditempat lain, pangeran Xu tersentak menemukan bekas darah manusia. Dia yang memiliki keahlian meracik obat-obatan dan juga ilmu kedokteran mampu membedakan klan pemilik darah tersebut dicium dari baunya.
“Paman,”
“Yu’a, disini lumayan berbahaya, tampaknya tidak hanya Xu’i dan zili yang berada disini” Khawatir wanita yang dicintai dalam bahaya. Ia menarik Yu’A kedalam pelukannya, menekan tombol jam ditangannya lalu membawa yu’a naik keatas pohon.
“Paman, kenapa kita lewat jalur pohon?”
“ini jalan terbaik sebelum kelompok gelap menemukan kita”
Merasa bebannya lumayan berat. Pangeran Xu meninggalkan beberapa barang-barang dari dalam tasnya. Hanya Menyisahkan makanan dan minuman.
“Paman, apa yang kau lakukan?”pangeran Xu mengangkat tubuh yu’a, menaikannya keatas bahu sembari membawa tas ransel hiking dipunggungnya.
Terus melompat dari batang pohon satu kepohon lainnya meskipun tampak kesulitan tetapi ia mampu melakukannya tanpa kesalahan.
“Tenang yu’A, kita harus cepat sampai kedesa, bertahanlah sebentar saja”
******
Yuanna tersenyum remeh, bahkan Shin yang berada disampingnya dengan santai memeluk bahu istrinya.
Diantara keributan suasana hutan, dengan percampuran berbagai jenis suara hewan, jangkrik, burung, ayam bahkan hewan buas lainnya, Shin dan yuanna dihadapkan oleh beberapa orang berpakaian merah hingga menutup wajah serta kepala, dan hanya menyisahkan mata untuk melihat.
“Anak emas menyerahlah” suara laki-laki tua terdengar dari mulut salah seorang dari mereka.
“Haaaa ckckck, memang atasanmu tidak memberitahu ya bahwa aku ini salah satu petinggi kelompok elite”
“Kelompok elite telah musnah, kami hanya melayani tuan besar tanpa kelompok manapun”
“Sien?”
“Sien?” tanya balik penghadang yuanna dan Shin.
“Bukan ya!” tebak shin karena mereka tampak kebingungan mendengar nama laki-laki tersebut diucapkan.
“Tuan besar kami bukan sien”
“Katakan pada tuan besar mu, Anak emas menolak bertemu”
“Maka kami akan memaksa”
Dooooooor...
Seseorang dari mereka jatuh tergelak bersimpah darah.
“fuuuuh” yuanna meniup ujung pistol yang ia bawa “ tembakanku akurat, aku katakan kepada kalian, aku adalah mantan petinggi elite kepercayaan Xu yuan, kalau masih berani, coba saja”
*******
jangan ada yang nangis nnti y!
semoga menghibur
__ADS_1