
“Berikan aku antibiotik lagi” pinta pangeran istana yang mulai sedikit merasakan gatal ditangan karena telah menolong dan memegang tubuh Zili berkali-kali, mungkin obat yang dia konsumsi malam itu ketika terjatuh dilorong bawah tanah telah berkurang efek dan kegunaannya.
Zili mulai membuka kancing - kancing kantung Jas hitam yang ia kenakan, kancing Tekan (poppers) yang melekat kuat hingga mampu menahan belasan botol bubuk bakteri, antibiotik dan cairan virus didalamnya.
Segera membuka tutup botol dengan hanya menarik bagian tepi penutupnya, Ia mulai memberikan Beberapa pil kepada pangeran istana, dan juga berniat memberikan Kepada Pelindung putri mahkota “tidak butuh,” jawab laki-laki itu begitu kasarnya “sampai kau sekarat sekalipun aku tidak akan pernah menyelamatkanmu” lanjut laki-laki yang telah bergerak cepat menuju guru putra mahkota diikuti oleh pangeran istana.
Pukul,
Tangan Dewa kemenangan berhasil ditahan guru putra mahkota, dengan cepat pangeran istana melompat dan mengangkat kaki kepunggung laki-laki tua dihadapannya tapi laki-laki tua berhasil membungkuk berputar setelah menendang dewa kemenangan hingga laki-laki itu bergerak mundur sekian meternya dan menangkap kaki pangeran istana kemudian menghempaskannya hingga tubuh laki-laki tersebut melayang keudara.
Mendarat dengan nafas terengah-engah, memandang zili yang telah melompat kebahu laki-laki itu untuk mendekati Robot nura dari Udara.
Pangeran istana maju membungkuk sejenak lalu berbalik memandang Zili yang tampak sedang dihalangi mantan ketua klan Co.
“Kau kira mampu menyaingi tenagaku” ucap laki-laki tua dihadapan Zili mulai berputar dan mencoba menendang gadis itu diudara tapi Zili berhasil menyiram bubuk bakteri kesekitarnya hingga membuat laki-laki tua itu mundur menghindari.
Zili berdiri didepan laki-laki tua yang membelakangi robot nura, menghela nafas sejenak lalu mulai bergerak maju dengan cepat, melompat, menendang kesamping.
Tapi kakinya berhasil ditahan, “lemah”
“Memang tenagaku tidak kuat” jawab Zili mulai melepaskan kakinya dari Tangan ketua klan Co “tapi kemampuanku bukan terletak pada tenagaku” ucap gadis itu mulai menyiram cairan Virus dari botol yang ia pegang “kemiringan 5 derajat” dia tersenyum mengejutkan semua orang disekitarnya yang tidak menyangka melihat kecerdikan gadis itu menggunakan keahlian klan Zin dan Keahlian klan Ann secara bersamaan. “maaf kakek” ucap Zili melompat setelah cairan virus mengenai Mata mantan ketua Klan Co lalu masuk kedalamnya.
“Brengsek...” teriak laki-laki yang telah memegang sebelah matanya karena terasa sangat menyakitkan “apa yang kau....
Buuuukkkkk..
Tidak menyia-nyiakan kesempatan, dengan sekuat tenaga Zili melompat dan menendang dari atas bahu laki-laki tua yang sedang menahan rasa sakit dimata, lalu berputar ,dan lanjut menendang kepala laki-laki tersebut hingga membuatnya jatuh terduduk menopang tubuh dengan kedua lipatan kaki.
“Alfa....” teriak laki-laki tersebut ketika Zili berhasil melewatinya dan bergerak menuju robot nura didepan pintu rahasia.
Wuuuuuzzzzz...
Kecepatan luar biasa, menegunkan Zili hingga gadis itu tidak berdaya memandang tendangan kaki cepat menghantam perutnya.
Uhuk..
Uhukk...
“Maaf bocah, aku harus menggunakan 100% tenaga dalamku” ucap guru putra mahkota lalu mulai bergerak cepat menuju pangeran istana.
__ADS_1
Tubuh Zili terhempas keudara, melewati dewa kemenangan yang terlihat membiarkannya begitu saja, malah bergerak kembali menyerang guru putra mahkota, menghalanginya mendekati pangeran istana.
Pangeran istana melompat cepat, lagi-lagi ia meraih tubuh Zili yang sudah begitu lemah, bahkan darahnya terus keluar dari mulut.
“Kau baik-baik saja.. ? Hoiii” tanya laki-laki tersebut penuh kekhawatiran sembari menepuk-nepuk pipi Zili. “buka pintu brengsek” maki Pangeran istana begitu kesal karena melihat zili tampak kesulitan bergerak dan terbaring lemah dipangkuannya. “Xu’i..” teriak keras pangeran istana begitu emosi.
“Mati saja kalian disana” ucap putra mahkota begitu keras kepala.
Marah, bahkan terbakar emosi,
Mata pangeran istana tampak berapi-api.
Menggenggam tangan erat, meletakan tubuh Zili yang sedang menahan rasa sakit diatas lantai semen, lalu mengambil semua botol-botol yang masih tersisa dikantung gadis itu, dan menaburkannya keseluruh tubuh.
Mulai menyerang,
“Shin’A.” ucap Guru putra mahkota terkejut melihat perubahan wajah pangeran istana.
“Berhentilah menghalangi” teriak pangeran istana begitu marah, melompat lalu menaburkan Bubuk bakteri kehadapan laki-laki tua dan Dewa kemenangan yang saling menyerang.
Baaakkkk..
“Siaaaall...”
bUkkkkk...
Guru putra mahkota terpental sekian meternya terkena tendangan menyamping pangeran istana, sementara dewa kemenangan menggertakan gigi geram karena harus menghindari cairan racun tanpa berhasil sedikitpun menyentuh guru putra mahkota.
dengan cepat pangeran istana bergerak menuju robot nura, tetapi dihalangi mantan ketua Klan Co.
Baakk..
Buuk...
Baaakkk...
Masih tampak menahan rasa sakit, mantan ketua klan Co sekuat tenaga menahan serangan pangeran istana. sementara setelah memukul Dewa kemenangan hingga terpental jatuh menabrak meja komputer, guru putra mahkota bergerak cepat menuju pangeran istana setelah laki-laki itu berhasil memukul mundur mantan ketua klan Co.
“Shin’A....”
__ADS_1
Lemparan pecahan botol terbang kebelakang guru putra mahkota hingga meembuat laki-laki tersebut mengurungkan niat menendang pangeran istana dan berbalik menyingkirkan pecahan benda terbang kearahnya tersebut.
Pangeran istana tersenyum lembut ketika melihat Zili telah berlari Kearahnya dan melompat memeluk tubuh laki-laki tersebut “lempar aku” pinta gadis itu.
“Tentu saja my dear” ucapnya dengan senyuman lembut lalu memutar tubuh Zili kearah Robot nura terdekat.
Baaaaak....
Kraaaaaakkkk...
Zili berhasil menghancurkan satu robot setelah pangeran istana menghempaskan tubuhnya keudara, lalu mendarat dengan sangat kesulitan hingga membuatnya jatuh terduduk.
“Wanitamu hebat juga” ucap putra mahkota dari balik headset milik laki-laki itu.
Pangeran istana tampak sangat membenci putra mahkota “tentu saja” jawabnya “tidak seperti wanita lemahmu yang mungkin saat ini sedang santai menikmati uang negara” sindirnya teramat kesal.
“hmmm” gumam putra mahkota terdengar remeh “aku bahkan memberinya lebih banyak uang, untuk apa lagi dia memakan uang negara yang tak seberapa” ucap laki-laki itu tampak tak ingin mengalah “uang yang bahkan untuk menghidupi seekor tikus saja tidak akan Cukup” ucapnya penuh keremehan.
“Konyol...” bergerak cepat menuju ke arah guru putra mahkota yang telah berhasil memukul dewa kemenangan “Setidaknya buat dia sedikit berguna” sindir pangeran istana lagi “walau hanya sekedar memberi makan tikus peliharaan istana” lanjut laki-laki tersebut mulai menendang guru putra mahkota dari belakang.
“Wanitaku tidak perlu berguna” Balas putra mahkota terdengar masih memainkan jari-jari tangannya “ hanya cukup mencintaiku sepenuh hatinya saja sudah sangat mampu membantu negara” lanjut laki-laki tersebut begitu senangnya mempermainkan ucapan pangeran istana.
“Percayalah yang mulia, sepenuhnya dia sangat mencintaimu” Zili mulai berdiri ditengah-tengah kebingungan orang yang mendengarnya termasuk dewa kemenangan yang mungkin telah terhubung masuk kedalam panggilan bersama “percayalah dia sungguh sangat mencintaimu”
“Benarkah..?” tanya putra mahkota terdengar sangat senang dengan ucapan Zili.
“Tentu saja,” jawab Zili mulai bergerak cepat menuju satu robot yang tersisa “percayalah padaku,” pinta gadis itu “Zin zili’a sungguh sangat mencintaimu, yang mulia” lanjut gadis itu lagi terus berlari lalu melompati meja-meja komputer yang menghalangi langkahnya.
Putra mahkota terdengar tersenyum geli “ hari ini kau diizinkan masuk kekelompok Elite ku” ucapnya mengejutkan zili dan semua orang didalam panggilan.
“Eehhh.. semudah itu” tampaknya hacker kebanggaan putra mahkota tidak terima begitu saja Zili masuk menjadi anggota kelompok elite tanpa melalui Ujian terlebih dahulu.
“Be.. be.. benarkah..?” Zili menghentikan langkahnya, berdiri menatap Cctv yang mungkin disana lah putra mahkota melihatnya.
“Perlukah kuulangi kembali perkataanku...?” jawab putra mahkota tidak ingin berbasa-basi.
Shisou...
Gumam gadis itu merasa sangat bahagia. bahagia karena akhirnya ia bisa bergabung bersama kelompok tertinggi dinegara NC.
__ADS_1