Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
andai


__ADS_3

Pagi menjelang siang.


Terik matahari diperkotaan sudah mulai Panas dan menyengat kulit tubuh yang terlihat.


Pandangan mata ramai melihat,


Ada yang menggelengkan kepala, ada juga yang terlihat kagum.


Tapi tidak seorangpun yang berani mendekat.


Berjalan ditrotoar jalanan kota.


Seorang lagi tidak ingin dilepas,


Seorang lagi tidak ingin melepas.


Kedua orang tersebut terlihat aneh.


Orang-orang yang melihat mereka bahkan sepertinya mulai bertanya-tanya, bagaimana mungkin gadis remaja bisa begitu mudah berada digendongan seorang laki-laki remaja layaknya seorang bayi..?


Memang tak lepas dari pandangan mata orang-orang disekitarnya,


Yang lebih aneh, mereka berdua tidak menyadari bahwa saat itu, mereka menjadi pusat perhatian ramainya para pejalan kaki dan juga para pengendara kendaraan disana.


Nyaman sekali..nyaman sekali.


Gumam Zili dalam hati masih melingkarkan tangan, memeluk leher putra mahkota, menyandarkan kepala dibahu lalu memejamkan mata.


Tidak ingin turun, sama sekali tidak berniat untuk turun dari gendongan laki-laki tersebut.


Tersenyum lembut, putra mahkota sendiri tampaknya tidak mempermasalahkan sikap dan perilaku Zili.


Aroma tubuh Putra mahkota semakin menenangkan gadis itu, “turun..” perintah putra mahkota yang telah menghentikan langkah dan berdiri tepat didepan Market Sun untuk membeli Kopi kaleng.


Mulai membuka mata, Zili baru menyadari bahwa tangan putra mahkota tidak lagi menopang paha kakinya.


Kakinya bahkan telah berselonjor kebawah tetapi masih mengudara karena lingkaran tangan dileher putra mahkota yang begitu ketat.


Saling memandang,

__ADS_1


Gadis itu tertegun, begitupula dengan putra mahkota yang sontak membuang wajah, sementara Zili dengan segera melepaskan pelukannya.


“bagaimana Kalau Shin’A meminta bukti surat pernikahan ...?” tanya Zili mulai mencoba untuk menghilangkan kecanggungan suasana hati mereka berdua.


“hmm..” tersenyum nakal “hanya katakan saja kita berpura-pura” jawab laki-laki tersebut membuat Zili tersenyum kecut.


Menundukan kepala “aku tidak ingin memiliki hubungan dengan Shin’A..” ucap gadis itu terlihat menyedihkan karena mengingat segala kenangan bersama pangeran istana yang hampir tidak pernah menyenangkan hati.


“Ya sudah, hanya menikah saja dengan Shi a....


“Tidak mau..” jawab cepat Zili sebelum putra mahkota menyelesaikan kalimatnya, kedua orang tersebut masih berdiri didepan Market Sun dengan banyaknya pandangan mata. karena kejadian yang baru saja terjadi ditrotoar jalan ketika Zili berkelahi dengan para pejabat tinggi negara, gadis itu kini menjadi pusat perhatian banyak orang “aku hanya mencintai putra mahkota..” lanjutan kalimat Zili sontak mengejutkan putra mahkota, degup jantung laki-laki tersebut berdetak kencang.


Bola matanya sayu, dia terlihat tidak menyukai dirinya sendiri karena ucapan Zili membuat hatinya senang “pengkhianat..” ucap putra mahkota, sebenarnya untuk dirinya sendiri, tetapi Zili telah mendengarnya.


“Benar ya..?” jawab gadis itu berbohong karena sedang menyembunyikan identitasnya “hanya mencintainya saja, mencintai Putra mahkota sepenuh hatiku dan tidak berniat mencurinya dari Zili.” Lanjut gadis itu lagi masih menunduk kepala, matanya sayu, dia mulai merindukan putra mahkota setelah sekian hari melupakannya karena berada dalam satu ruangan bersama laki-laki pemilik Apartemen.


“Pergilah ...” perintah putra mahkota, wajah yang tadinya senang, berubah menjadi sedih karena perasaannya bersalahnya yang tiba-tiba saja melupakan Istrinya.


“Pergi...?” tertegun, saat itu Zili mengira bahwa putra mahkota sedang mengusirnya pergi.


“Beli kopi..” ucap kasar putra mahkota mulai melangkah kaki meninggalkan Zili yang teringat bahwa Perintah dari laki-laki tersebut masih belum ia laksanakan.


*********


Setelah menyuntikan cairan obat tidur kedalam beberapa kaleng minuman rasa kopi, Gadis itu berdiri dengan perasaan senang ketika melihat putra mahkota tertidur dengan sebagian tubuh diatas meja, dan kepala miring serta mata terpenjam.


Akhirnya tidur juga.


Gumam gadis itu didalam hati, mulai melepaskan kacamata putra mahkota dan mensenyapkan layar komputer tanpa mematikannya.


Mengambil selimut dari Kamar, setelah nya, ia mulai melentangkan lalu menyelimuti tubuh belakang laki-laki tersebut.


Menghela nafas lega, Gadis itu mulai membereskan kaleng-kaleng Kopi yang kosong, juga meja putra mahkota yang sedikit berantakan.


Menggelengkan kepala “ sudah habis lima kaleng kopi baru bisa tertidur..” ucapnya mengingat begitu kuatnya laki-laki tersebut bertahan dengan Cairan Obat tidur hingga meneguk Dosis yang tinggi barulah ia memejamkan mata.


Tersenyum senang setelah menyelesaikan kegiatannya dan duduk diatas kursi samping putra mahkota, menyandarkan kepala miring diatas meja, menghadap kewajah putra mahkota yang sedang tidur. “Andai aku bertemu denganmu lebih awal..” gumam gadis itu dalam hati, merasa sangat disayangkan karena dia tidak bisa membalas perasaan laki-laki dihadapannya padahal dia tahu bahwa laki-laki tersebut begitu mencintainya.


Memegang wajah laki-laki tersebut “bulu matamu lentik sekali..” pujinya lalu mulai menegakan tubuh. “haruskan aku memindahkannya..?” tanya gadis itu pada dirinya sendiri ketika melihat kasihan ketubuh membungkuk putra mahkota. “kalau dia terbangun bagaimana..?” lagi tanyanya pada dirinya sendiri lalu mulai berdiri. “ya sudahlah biarkan saja..” lanjutnya lagi mulai melangkah kaki..” pindahkan saja lah..” mulai menghentikan langkah lalu berbalik arah.

__ADS_1


Menyingkirkan Selimut, lalu mulai menegakan tubuh putra mahkota, mulai membungkukkan tubuh membelakangi laki-laki itu lalu meraih tubuhnya dengan kedua tangan dari belakang, kemudian menyandarkan lalu mulai menopang tubuh putra mahkota sekuat tenaga dengan punggungnya. “ehmm..” melangkah perlahan-lahan “tubuhnya berat juga..” ucap gadis itu berusaha berjalan membawa putra mahkota keSofa ruang tamu yang tak jauh dari posisinya berada.


Terus melangkah perlahan-lahan hingga sampai disofa, Zili mulai meletakan Tubuh putra mahkota disana.


Keringat Dingin jatuh bercucuran membasahi Kaos Polosnya, dia mulai mengangkat kaki putra mahkota keatas sofa setelahnya mulai melangkah kaki mengambil selimut yang masih berada diatas meja komputer.


“Kau Zili, iyakan..?” suara putra mahkota terdengar mengejutkan, tangan laki-laki tersebut meraih tangan Zili lalu menariknya jatuh keatas tubuh laki-laki tersebut dan memelukannya erat “katakan bahwa kau adalah Zili..” pinta putra mahkota mengeratkan pelukannya.


Gadis itu mulai menengadah, mengangkat tubuhnya sedikit naik lalu melihat wajah putra mahkota,


Dia tersenyum lembut, lalu menyandarkan kembali tubuhnya kepelukan laki-laki tersebut “benar, aku Zili..” jawab gadis itu “saat ini kau pasti sedang bermimpi bertemu aku, bukan..?” tanyanya pada putra mahkota yang masih terlelap dalam tidurnya. “Baiklah, hanya untuk hari ini saja, aku biarkan kau memelukku lama. “ lanjut gadis itu lagi, mulai menutup mata, merasakan aroma tubuh putra mahkota yang sedikit berbau Kopi.


*********


“Shisou.., jangan lupakan aku..” putra mahkota berdiri memandang Zili didepannya.


Berada diruangan Putih yang tak berdinding dan tak berlangit sama sekali.


Menangis, aliran air mata putra mahkota jatuh sangat deras lalu melangkah cepat menghampiri gadis yang sangat dirindukannya.


Memeluk gadis itu “akhirnya ketemu...” ucap putra mahkota.


“Shisou, jangan lupakan aku..”


“Mana mungkin aku melupakanmu..” jawab putra mahkota tersenyum bahagia akhirnya ia bisa bersama dengan wanita yang ia cintai lagi.


“Jangan tinggalkan aku lagi..”


“Hm..” jawab putra mahkota “tenang saja, aku tidak akan pernah pergi lagi” jawab laki-laki itu mulai melepas pelukannya lalu memandang wajah wanita yang dia cinta.


“Jangan tinggalkan aku lagi hiks hiks...aku mohon..” ucap Zili menangis dalam tidurnya,


Perlahan-lahan mata Putra mahkota terbuka,


Perasaan kecewa karena bertemu dengan wanita yang dia cinta ternyata hanyalah sebuah mimpi membuatnya kalut dalam kesedihan.


“hiks Jangan tinggalkan aku lagi hiks..” suara Zili mengejutkan Laki-laki itu.


Dia mengangkat sedikit kepalanya lalu memandang tubuh zili berada diatas tubuhnya.

__ADS_1


“Aku memeluknya..?” tanya putra mahkota pada dirinya sendiri yang menyadari bahwa kedua tangannya sedang melingkar ditubuh gadis itu “andai kau adalah zili..” gumamnya tersenyum kecut mulai menegakan tubuh, dan meletakan tubuh Zili diatas sofa setelah ia duduk dan menapakan kaki diatas lantai.


__ADS_2