
Tetesan Air jatuh ke atas Tanah.
Menghapus keringat didahi, memandang Layar Laptop didepan mata.
Duduk dipertengahan bukit, dibalik bukit tersebut terdapat sebuah perumahan Elite.
Perumahan Yang dihuni sebagian pengusaha Kaya yaang berasal Dari Klan Lu terlihat begitu mewah.
Sungguh mewah,
Interior dan desain yang berbeda juga ketinggian bangunan yang melebihi tembok perumahan mampu terlihat dari jauh.
Tidak hanya itu,
Bahkan sebelum masuk ketempat tersebutpun, Setiap orang yang melewatinya bisa merasakan kesejukan rumah-rumah disana.
Bagaimana tidak..
Setiap rumah, dikelilingi pohon-pohon Jati yang tinggi. Jarak rumah satu dengan rumah lainnya juga berjauhan sekian meternya.
Sungguh nyaman, terlebih lagi dikelilingi tanaman Bambu sebagai pemagar rumah, bambu hias yang tertata dan terpangkas rapi semakin mempercantik keindahan bangunan.
Satu rumah saja begitu Luas, dengan taman kecil didepannya.
Perumahan Kalangan Elite memang begitu megah, terlebih lagi jika berasal dari Klan Lu, Klan yang menjunjung tinggi Ilmu kesenian.
Keragaman, corak, warna, keindahan, keelegan, semua itu bercampur menjadi satu. Salah satu Klan Yang juga telah memberikan Penghasil besar untuk negara dari Hasil Ekspor keseniannya tersebut memang sangat dihormati oleh Klan-Klan dari Wilayah Lain dinegara NC.
Klan terhormat yang hanya setia kepada Klan Xu.
Saking setianya, bahkan sekarang telah membuat putra mahkota meledak karena marah.
Klan Xu yang mana sebenarnya yang saat ini mereka setiai..?
“Bisa-bisanya mereka membantu musuh..” cibir Penasihat putra mahkota yang terlihat sedang mengoperasikan laptop miliknya, membantu putra mahkota mengganggu Sinyal ditempat tersebut.
“Kalau bukan berasal dari Klan Xu,..” pelindung putra mahkota terlihat sedang duduk memeluk Kedua Lipatan kaki yang menyilang lebar “mana mungkin mereka mau membantunya.” Lanjut Laki-laki tersebut lagi.
“Xu Yuan..” mulai membuka suara, Zili yang sedari tadi memandang layar Laptop milik putra mahkota, mulai bergabung dengan percakapan, sementara dua temannya yang lain terlihat sedang memantau keadaan diatas dahan pohon yang tinggi, dan memasuki area musuh. “mungkinkah Orang itu yang mengendalikan Klan Lu Saat ini...?” tanya Zili penasaran.
Menoleh kearah Zili yang berada disamping putra mahkota “kau mengenalnya.. ?” tanyanya begitu terkejut.
__ADS_1
Membalas menoleh “hmmmm” menggeleng kepala “aku hanya pernah mendengar bahwa ketika bertemu dengannya, ..” mengingat masa lalu menyedihkan “ratu yuanna begitu menderita karena ketakutan..” Lanjut gadis itu, Raut wajahnya mulai berubah,
Dia juga telah menundukan kepala.
Duduk bersila disamping putra mahkota, menghela nafas berat karena merindukan wanita dewasa itu.
Sangat merindukan hingga hatinya terasa perih, hal itu sontak mengundang perhatian putra mahkota.
Mengelus kepala Zili lalu mengacak-acak rambutnya “setelah ini semua berakhir, kita akan datang menyapa ratu yuanna” ucap putra mahkota mulai memainkan jari-jari tangannya kembali tanpa menoleh kearah Wanita miliknya.
Mulai menoleh kesamping “benarkah..?” Tanya gadis itu kegirangan karena senang.
Menoleh kesamping, membalas Pandangan Zili “tentu saja.” Jawab laki-laki tersebut, lalu tersenyum geli ketika Zili menyembunyikan wajahnya dari pandangan putra mahkota dengan cara membaringkan tubuh miring keatas tanah, menghadap kelain arah dari posisi putra mahkota berada.
“aish benar-benar.” Ucap pelindung putra mahkota Shin ji yang merasa gerah melihat wajah Malu Zili, membuka bungkus lolipop, memasukannya kedalam mulut lalu mulai berbaring miring, mengangkat kepala dengan satu telapak tangan, memainkan permen lolipop sembari melihat Layar Laptop yang berisi banyak data peretasan disana.
Mengernyitkan dahi, mulai menyadari kebingungannya. “sebenarnya..” mulai duduk memandang putra mahkota kembali yang telah tersenyum remeh dan mampu dilihat gadis itu hingga ia tertegun,
“Hmm..”mulai menoleh kepala kearah Zili.
“Ahhh..” menunduk kepala, memberanikan diri untuk berbicara “untuk apa kita datang kesini..?” tanya Zili yang tidak mengerti, “bukankah tujuan kita mencari putra mahkota...?” tanya gadis itu kebingungan “kenapa sekarang malah berbalik menyerang musuh...?” tanyanya merasa takut akan kematian, Walaubagaimanapun, Gadis itu masih ingin bertemu dengan orang-orang yang sangat ia rindukan.
Jawabannya mengejutkan zili hingga mampu membelalakan matanya.
Menggigil, kakinya bergerak cepat karena ketakutan.
Shisou
Gumamnya dalam hati.
Mata gadis itu mulai merah karena amarah yang bercampur dengan rasa takut.
Mulai berdiri, memandang Zili dari atas “kau ingin menyelamatkannya, bukan..?” pertanyaan putra mahkota dengan cepat dianggukan Zili.
Gadis itu mulai berdiri “bawalah aku bersamamu Tuan..” pintanya terlihat begitu memohon.
“Tentu saja..”
“Kau akan membawanya...? “ sepertinya penasihat raja tidak menyetujui begitu saja putra mahkota membawa Zili bersama.
Berbalik, memandang penasihatnya yang telah berdiri memegang laptop “memangnya kenapa..?”
__ADS_1
Menggertakan gigi, menahan amarah “biarkan aku saja yang melindunginya disini..” pinta penasihat putra mahkota begitu takut jika Zili akan membebani Temannya.
“Tapi aku...”
“Kau akan merepotkannya saja..” jawab cepat Pelindung putra mahkota, sangat tidak ingin Zili ikut menyertai temannya “aku saja yang lebih kuat dibandingkan denganmu masih bisa sadar diri, harusnya kau....
“kalau Aku ingin membawanya, maka akan kubawa..” tegas putra mahkota menyentakan hati kedua temannya yang langsung menghela nafas berat, Pasrah dan tidak akan mungkin bisa memaksa temannya tersebut untuk mengubah ulang pikirannya mengingat begitu keras kepalanya laki-laki tersebut.
“Tuan..” menahan diri, menguatkan hati “tidak masalah, aku akan tetap disini saja menunggu tuan kembali..” ucap gadis itu telah memahami ucapan kedua teman putra mahkota. “berhati-hatilah tuan.”
Terkejut,
Ucapan terakhir Zili mengejutkan putra mahkota yang langsung teringat kejadian terakhir kali ketika mereka bersama dan terpisah karena ia harus pergi kekanada.
Rasa perih mengingat masa lalu, dan mengira bahwa itu adalah kebodohannya yang tetap pergi meninggalkan wanita miliknya pada saat itu hingga mereka harus berakhir tidak saling mengenali, membuat putra mahkota semakin mengeraskan hati untuk membawa Zili pergi bersamanya.
“Kubilang...” nada suara laki-laki tersebut mulai berubah menjadi keras “kalau aku ingin membawa pergi, maka akan kubawa..” dia mengulang perkataannya, kali ini dengan begitu tegas sampai tak seorangpun yang berani membuka suara kembali hingga laki-laki tersebut melangkah pergi dan menarik pergelangan tangan Zili untuk pergi bersamanya.
“Dia marah..?” tanya pelindung putra mahkota ketika Temannya telah berlalu menjauh, menaiki bukit lalu menuruninya,
Berjalan naik lalu berdiri diatas bukit, penasihat putra mahkota memandang Temannya telah berjalan cepat hingga gadis yang mengikutinya terlihat sangat Sulit untuk bisa berjalan sejajar dengan laki-laki tersebut “bukan..” jawab penasihat putra mahkota “dia membenci dirinya sendiri saat ini.” Ucapnya menebak dengan pasti.
“Maksudmu..?” tanya pelindung putra mahkota tidak mengerti.
Menghela nafas berat “akupun tidak tahu..” jawab penasihatnya “hanya saja, aku merasa, Xu’i sangat membenci dirinya sendiri tadi” lanjutnya menjawab, masih dengan memandang putra mahkota yang saat itu telah berada didepan pintu gerbang perumahan Elite.
“Begitu ya..”
“huh..”
Dua orang gadis telah berdiri diatas bukit, bergabung deengan kedua teman putra mahkota “mereka sudah pergi.. ?” tanya putri kelincahan, dia terlihat kesal karena terlambat kembali menemui temannya.
“Bagaimana hasilnya..?” balik tanya penasihat putra mahkota tanpa menjawab pertanyaan Putri kelincahan.
“Benar-benar tidak menyangka bahwa mereka adalah musuh..”
Jawab putri keagungan, ia terlihat marah lalu mengigit bibir bawah “aku akan memanggil pasukan..”
“Percuma saja.”
Ucap pelindung putra mahkota “jalur penghubung sinyal telah berhasil dinonaktifkan..” lanjutnya lagi mengejutkan kedua gadis disana.
__ADS_1