
Menghirup secangkir teh, duduk saling berhadapan.
Disebuah ruangan Yang tidak asing lagi bagi mereka berdua bertemu, bertatap wajah ketika membahas tentang keadaan negara.
Tapi kali ini tampaknya berbeda,
Sungguh, bukanlah Negara yang mereka bicarakan, melainkan sebuah Penawaran yang begitu menyiksa batin seorang dari mereka.
Meletakan cangkir yang terbuat dari kaca diatas meja, memandang lekat kearah putra mahkota yang sedang duduk memegang Lembaran kertas ditangannya.
Praaaakk..
Bantingan kertas diatas meja berbunyi.
“Mungkinkah kau akan menolak penawaranku..?” Tersenyum senang, memandang Wanita dewasa yang terlihat tidak lagi terkejut dengan Hasil dari Dokumen yang diberikan putra mahkota.
Membalikan beberapa lembar dari dokumen yang ia pegang “bukan hanya satu saja penawaran besarmu..” jawab wanita dewasa dihadapan putra mahkota “Xu’i, “ lanjutnya memanggil “kau kira orang sepertiku bisa membantumu..?” ucap wanita dewasa itu dengan raut wajah sedih sembari meletakan perlahan – lahan dokumen ditangannya keatas meja.
“Bukankah aku masih memiliki dua permintaan lagi kepadamu...?” memaksa, sepertinya putra mahkota benar-benar menginginkan Wanita dewasa dihadapannya menyetujui penawarannya. “kau ingat bukan..?” Mulai mengingatkan “ ketika kau memohonku untuk melepaskan Zili yang saat itu aku ikat dengan tali melayang diatas jendela Ruangan pribadiku disekolah..?” lanjutnya lagi semakin mengingatkan “bukankah pada hari itu kau telah berjanji akan memberikan tiga permintaan kepadaku dan aku hanya menggunakan satu..?” Tersenyum nakal, merasa senang sekali melihat wajah pucat wanita dewasa dihadapannya “masih tersisa dua lagi bibi..” Ucapnya menagih janji.
“Xu’i..” terasa berat, memang tidak ingin menyetujui permintaan putra mahkota “hanya berusaha saja..” lanjut wanita dewasa itu “aku tidak bisa menjamin bahwa kau akan lolos dari Ayahmu..”
Tersenyum senang mendengar jawaban Ratu negara “tidak masalah,” ucap laki-laki tersebut mulai berdiri, lalu melangkah kaki.
“Kau...” berhenti sejenak ketika mendengarkan panggilan “kenapa begitu nekad memaksa membawa Zili pergi dari negara ini..?” tanya Wanita dewasa itu begitu serius, ingin mendengar jawaban langsung dari laki-laki remaja didepannya.
Tersenyum lembut, menoleh kesamping, tempat dimana wanita dewasa berada “aku hanya tidak ingin dia bernasib sama seperti ibuku.” Jawab putra mahkota lalu berjalan cepat meninggalkan ruangan pribadi Ratu negara Diistana kerajaan NC.
*********
Berjalan keluar istana, tersenyum kecut memandang wajah seorang laki-laki dewasa yang tampak sedang dikawal beberapa orang tentara militer.
Terus melangkah lalu bertatapan wajah.
“Kau pasti menangkapnya..” kelihatannya tanpa ditanya sekalipun, putra mahkota telah mengetahui jawabannya.
__ADS_1
Memandang sedih kearah putranya yang telah berubah “kenapa tidak katakan saja dari awal bahwa mereka bukan natto dan Juga Lian..?” merasa terpukul, karena merasa bahwa dirinya sendiri telah gagal menjadi bagian dari pemimpin negara, terlebih lagi, dia adalah pemegang kekuasan tertinggi bagian keamanan dan pemeliharaan masyarakat, Lembaga kepolisian Negara NC.
“Aku hanya ingin melihat cara kerjamu....” jawab cepat putra mahkota “tapi kau gagal, sama halnya dengan paman shin..” lanjut jawab putra mahkota begitu sombongnya “apa yang kau cari selama ini, ayah..?” tambah laki-laki tersebut mulai berani berbicara terang-terangan setelah selama hidupnya hanya diam dan mematuhi perintah “kau..” tersenyum kecut “ semakin lama semakin terlihat seperti Xu Yuan yang memaksakan kehendaknya sendiri” mulai melangkah kaki melewati raja bayangan, lalu berhenti sejenak tepat disamping laki-laki dewasa yang tingginya hampir sama dengan tinggi putra mahkota “ kau ingin membuat Zili menderita sama halnya dengan yuanna yang menderita karena harus melindungi penguasa mutlak negara, bukan..?” terkejut, ucapan putra mahkota membuat raja bayangan Mulai marah.
“Bagaimana mungkin kau bisa menuduh ayahmu sebegitu parahnya Xu’i...?” mengendalikan emosi, raja bayangan terlihat menghela nafas berat berkali-kali.
“Kalau begitu, berhentilah Memperjuangkan harta dan kedudukan Adikmu..” Pinta putra mahkota terlihat sedikit sedih “ aku dan ibuku, “ mulai mengungkapkan isi hatinya “sekarang jangan Zili lagi..” lanjut laki-laki itu tersenyum remeh menghilangkan rasa sedihnya “aku tidak akan meninggalkannya walaupun hanya sekedar pergi bekerja...” mulai melangkah kaki meninggalkan Raja bayangan “dia bukanlah seperti ibu yang kau dan aku tinggalkan tetapi tetap diam saja menahan kerinduan” ungkap putra mahkota dari jauh, berjalan meninggalkan ayahnya yang saat itu masih dikawal tentara militer disana.
“Panggil Shin ji dan sandi..” perintah raja bayangan kepada salah seorang pengawal yang paling ia percaya disana.
*********
Suasana malam terlihat mendung,
Tak terlihat bintang-bintang diatas langit.
Angin juga berhembus kencang menerpa tubuh, masuk kedalam pori-pori kulit hingga mampu menusuk kedalam Tulang-tulangnya.
Dedauan berguguran dan berterbangan dari Pepohonan dipinggir jalan melewati tubuh Zili yang sedari tadi berdiri menggigil mengantungi Tangan didalam Kantung jaket hoodie milik putra mahkota yang ia kenakan.
Sembari mengingat kenangan tadi siang, sembari menunggu kedatangan putra mahkota yang sedang melakukan penyamaran.
Dia masih menganggapnya sebagai Tuan Shi an, setelah sebelumnya mengira bahwa namanya Sa’i,
Aneh, entah bagaimana bisa terjadi..? Tapi pikirnya, kenapa semua orang membiarkan dia tetap bersama Laki-laki tersebut padahal laki-laki tersebut bukanlah suaminya.
Diingat lagi diingat,
Ucapan terakhir Ratu bayangan yang mengatakan bahwa untuk sementara Laki-laki pemilik apartemen bertugas melindunginya dari penculikan Musuh.
Walaubagaimanapun,
Dia berpikir wajar saja, menimbang bahwa kehebatan Laki-laki pemilik apartemen sebanding dengan kehebatan putra mahkota, tentu saja semua orang pasti memerintahkan laki-laki tersebut untuk menjadi pelindungnya karena Zili merupakan kelemahan putra mahkota.
Mulai mengernyitkan Dahi,
__ADS_1
Mulai menyadari sesuatu “kelemahan..?” tanya nya pada dirinya sendiri sembari berdiri dihalaman depan pintu gedung Apartemen. “Kenapa aku bisa jadi kelemahan Shisou.. ?” tanyanya pada dirinya sendiri lagi.
Duduuuuuuuaaaaaarrrrrrrrr.....
Suara kembang api berbunyi keras.
SELAMAT ULANG TAHUN ZIN ZILI’A
Sebuah Kalimat muncul, menerangi Langit yang gelap.
Terkejut,
Matanya mulai berkaca-kaca.
“Siapa yang melakukannya..?” ucap gadis itu lalu memandang kearah Penasihat putra mahkota yang tiba-tiba muncul dari jendela mobil tanpa ia sadari.
“Xu’i menunggumu di Istana..” ucap penasihat putra mahkota keluar dari Mobil, kelihatannya saat itu, ia sendiri yang mengemudi mobilnya, itu karena tidak tampak seorang supir pun yang berada didalam mobilnya.
“Shisou...”
Dduuuuuaaaaarrrr..
TUNGGU AKU.
Kalimat lain muncul diatas langit.
Zili mulai memandang penasihat putra mahkota.
“Xu’i atau Shi an..?” laki-laki tersebut mulai membuka suara kembali “yang mana akan kau pilih..?” ucapnya memberi pilihan.
“Apa maksudmu..?” tanya Zili tidak mengerti.
“Kalau kau memilih Shi an, “ menghela nafas berat memandang Zili “itu artinya kau mengkhianati negara,” Kalimat lanjutan penasihat putra mahkota sontak mengejutkan Zili dan menekan batinnya “kau juga mengkhianati ratu yuanna, ratu nana dan juga raja Idris..” Tambah penasihat putra mahkota lagi. “segeralah pilih Zili..” lanjut laki-laki itu lagi “kalau kau menjawab lama, ..” mulai menunduk kepala sedih “malam ini juga pasti aku akan mati dibunuh Shi an” menggetarkan, tubuh Zili dibuat semakin menggigil dengan ucapan penasihat putra mahkota.
“Tapi aku sudah selingkuh dengan Shi an..” ucap Zili merasa tidak pantas untuk kembali keistana.
__ADS_1
“Lalu kau akan menyelingkuhi Xu’i lagi sekarang, “ jawab cepat penasihat raja “padahal dia telah memberimu kesempatan, “ lanjutnya lagi “harusnya kau mendapatkan hukuman karena berselingkuh bukannya malah pergi bersama Shi an” tambahnya menekan Zili untuk ikut bersama dengannya.