Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
perasaan haru


__ADS_3

Suara canda tawa terdengar dari dalam ruangan.


Tampaknya teman-teman putra saat itu sedang bercanda riah bersama.


Mereka sedang berjalan bersama, keluar dari lorong tengah dan membawa musuh bersama. seorang musuh bertubuh besar terlihat sedang menggendong wanita yang sedang tertidur tak sadarkan diri diatas bahunya.


Langkah kaki mereka sontak terhenti, mereka semua serentak membungkukan tubuh ketika melihat ratu Yuanna, Penguasa Mutlak negara yang saat ini berada didepan mata.


Untuk Memberikan salam hormat kepada orang yang menduduki kekuasaan paling tinggi Di negara NC.


“Bergegaslah, ...


Perintah ratu negara dengan senyum ceria seperti yang biasa ia lakukan kepada teman-teman putra mahkota “semua sedang berkumpul diatas sana” lanjutnya yang langsung dilaksanakan mereka.


Teman-teman putra mahkota berjalan sembari sesekali tersenyum geli melihat wajah putra mahkota yang sedang mengantungi kedua tangan dikantung celana ketika jubahnya telah terbuka, memperlihatkan Seragam Kebesaran Putra Mahkota berwarna merah berbalut selendang yang menyatu dengan pakaian serta delapan pin Lambang Klan, dan lambang putra mahkota, kemudian rantai dikerah seragamnya lalu Bintang lima dibahu yang hanya terlihat tiga karena tertutup jubah.


Tampan,


Seragamnya semakin membuat laki-laki itu sangat tampan dan penuh pesona, membinarkan mata gadis yang terlihat sesekali melirik kearahnya.


Ratu negara terlihat ikut tersipu malu melihat kedua pasangan didepannya.


bagaiman tidak! Selama hidupnya yang sangat menyayangi Putra mahkota selayaknya putra sendiri, baru kali ini, ia melihat sikap laki-laki itu sangat berbeda “astaga,...


Ratu negara segera melanjutkan langkah kakinya, mendekati putra mahkota lalu memeluk bahunya “kau sedang malu ya?” bisiknya tanpa ragu sedikitpun mengejutkan putra mahkota.


“Kau ini bicara ap...


Ucapannya terputus ketika tanpa sengaja melihat tatapan mata cemburu dari gadis dihadapannya. “minggirlah” usir laki-laki itu, melepaskan tangan ratu negara dari bahunya.


Ratu negara keheranan tiba-tiba.


Bagaimana tidak!


Sungguh, tidak pernah sekalipun dalam hidupnya ditolak ketika mendekati laki-laki itu, tetapi kini tampaknya ia telah menyadari, bahwa Laki-laki disampingnya bukanlah anak kecil yang dulunya selalu mengejar cinta wanita itu.


Dengan senyum ceria, ia menjauh, lalu mulai melangkah kaki mendekati Zili.


“Hmmm...


Ratu negara mengernyitkan dahi bingung,


Tangan putra mahkota telah meraih pergelangan tangannya “jangan ganggu aku melihat wajahnya” ucap laki-laki itu kesal karena mengetahui dengan pasti ratu negara akan memeluk istrinya.


“Ehmm...


Sontak putra mahkota melepaskan tangannya ketika mendengar suara deheman raja negara yang kini telah berdiri di anak tangga yang tak jauh dari mereka. “lihat...


Ucap putra mahkota tersenyum remeh “si ahli pencemburu sudah tiba” lanjutnya lagi “pergilah” usir laki-laki itu kepada ratu negara yang mulai kesal dengan ucapan putra mahkota yang semakin seenaknya.


“Astaga...


Raja negara mulai melangkah kaki menuruni tangga, “kemana saja kau selama ini keponakanku sayang” lanjut pria separuh baya tersebut mengejutkan semua orang karena melihatnya semakin bergerak mendekati Zili “pamanmu ini sungguh sangat merindukanmu” tambahnya semakin mengkhawatirkan “sungguh sungguh sangat merindukanmu hingga ingin sekali memeluk erat tubuh mungilmu itu”


“Woooii..

__ADS_1


“Hooiii...


Teriak putra mahkota dan ratu negara secara bersamaan “yuanna lindungi Zili” perintah putra mahkota menghentikan langkah kaki raja negara dengan memegang lengan atasnya.


“tidak boleh tidak boleh tidak boleh” teriak ratu negara langsung memeluk tubuh Zili yang mulai ketakutan karena kedatangan Raja negara.


Bagaimana tidak!.


Walaubagaimanapun, shin adalah raja yang saat ini memimpin negara, jika salah sedikit saja, takutnya Zili akan menerima hukuman yang akan membahayakan nyawanya.


Mungkin itulah yang ada dipikiran gadis itu.


“Paman, sungguh, sudah gilakah engkau?”


Bentak putra mahkota teramat kesal.


“Haaaa...


Raja negara menghempaskan tangan putra mahkota “yuanna saja bisa memelukmu, kenapa aku tidak bisa memeluk zili,?” ucap laki-laki itu semakin membuat kesal putra mahkota dan ratu negara “minggirlah” ucap raja negara sengaja sembari mendorong tubuh putra mahkota menjauhinya.


“Tidak boleh....


Teriak ratu negara keras saking cemburunya.


“Memangnya kenapa, dia jugakan keponakanku” ucap raja negara mulai mengantungi tangan dicelana.


“Keponakan apanya?” teriak putra mahkota dan ratu negara secara bersamaan.


“Zili itu milikku, hanya boleh menjadi milikku” ucap ratu negara.


“Haaaa...


“Kenapa memangnya?”


Tantang ratu negara,


“Kau bilang apa barusan?”


“Kenapa memangnya?”


“keluarga kerajaan memang sudah gila...”


Ucap putra mahkota teramat kesal “bagaimana mungkin wanitaku bisa menjadi milik mereka” lanjutnya terpancing emosi.


Membuat kegetaran sendiri didalam hati Zili yang mulai tersenyum bahagia. “wanitamu kau bilang?” ucap ratu negara kesal lalu melepaskan pelukannya menantang putra mahkota yang lebih tinggi dari tubuhnya “asal kau tahu saja, kalau bukan karena aku, mana mungkin dia menjadi wanitamu...


“Hooii..


Raja negara menjadi penengah “sudah sudah, kenapa kalian malah bertengk....


“Hiks... hiksss...


Tangisan tak lagi terbendung, mengejutkan semua orang yang berada diruangan tersebut.


Zili menangis bahagia, sangat bahagia melihat pemandangan yang sangat jarang ia rasakan sebelumnya.

__ADS_1


“Hikss...hikksss...


Tak lagi tertahankan sampai membuatnya jatuh terduduk melipat kaki kebelakang dan menutup mata.


“Ada apa denganmu?”


Tanya putra mahkota mencoba mendekati zili tetapi tangan raja negara menghalanginya. Dia memeluk bahu putra mahkota, membalikan tubuh laki-laki itu lalu membawanya bergerak menaiki tangga.


“Sudah jangan ganggu” bisik raja negara kepada keponakannya tersebut.


“Tapi paman...


Putra mahkota mencoba membalikan tubuhnya kembali ketika melihat ratu negara telah memeluk tubuh gadis itu.


“Dia sedang bahagia, kau tidak boleh mengganggu perasaannya” jelas raja negara menghalangi putra mahkota mendekati istrinya “percayalah padaku, saat ini dia tidak ingin kau melihatnya menangis” tambahnya lagi yang dengan terpaksa disetujui putra mahkota.


“Benarkah?”


tanya putra mahkota sedikit ragu.


“Bukankah kau tahu sendiri bahwa aku sangat profesional dalam memahami perasaan wanita” jelas raja negara NC meyakinkan putra mahkota.


Putra mahkota menghela nafas berat “benar juga” ucapnya meyakinkan diri, meninggalkan Zili yang masih menangis terseduh-seduh dipelukan ratu negara.


Tangisan bahagia yang sudah tak tertahankan, tangisan dari keinginan yang telah lama ia harapkan, tangisan penuh haru karena hari itu ia merasa hidup didalam sebuah keluarga yang tidak pernah ia miliki sebelumnya.


“aku sudah membuat buku baru” laki-laki separuh baya itu mulai mengganti topik pembicaraan “kau mau membacanya?”


“tentu saja” jawab cepat putra mahkota yang memang saat ini sangat tertarik untuk mengetahui perasaan wanita “bagaimana dengan isinya?” Tanya laki-laki itu penasaran.


“Kau bisa membacanya sendiri nanti” jawab raja negara masih dengan memeluk bahu putra mahkota menaiki tangga “pasti, buku itu mampu membuat Wanitamu sangat bahagia sampai tidak akan pernah berhenti mengagumimu”


“Benarkah?”


Tanya putra mahkota mulai bersemangat.


“Hmmm..


Angguk raja negara “percayalah padaku”


“Kau membawanya sekarang?”


“Tentu saja,”


Jawab raja negara menyenangkan hati putra mahkota yang sudah tidak sabar lagi untuk membaca buku tersebut.


Dari atas, sesekali laki-laki itu menoleh kebawah, melihat Zili yang kini telah terlepas dari pelukan ratu negara.


Tunggu aku


Ucapnya dalam hati.


Aku pasti akan membuatmu bahagia.


Lanjutnya lagi, menolehkan kembali kepala menghadap kearah depannya.

__ADS_1


__ADS_2