
“Anak emas”
“Kubilang pergilah”
Ratu negara mulai mengacungkan pistol nya kembali. Kali ini tepat ia arahkan ke depan kepala pemimpin kelompok penghadang mereka.
"Apa kau yakin tidak ingin bertemu tuanku?"
"Perlukah aku ulangi perkataanku kembali"
******
Suara kokokan ayam hutan terdengar nyaring hingga ketelinga Zili yang sedang manaiki bukit penuh dengan rerumputan liar dari belakang putra mahkota.
Langkah kakinya ia percepat guna berusaha untuk tidak menjadi beban bagi putra mahkota yang berada didepan sembari menyingsing rerumputan yang tidak jauh dari pandangan matanya.
Mencoba menenangkan nafas yang terengah-engah karena rasa lelah sembari memandang punggung putra mahkota membuat gadis itu sesekali menghempaskan nafasnya keudara.
Putra mahkota tersenyum tipis melihat usaha keras Zili dengan lirikannya. Ia memang terlihat sengaja untuk melatih ketahanan tubuh gadis itu dan mengabaikan rasa kelelahannya meskipun putra mahkota sebenarnya mengetahuinya.
" sebentar lagi kita akan sampai " ucapan putra mahkota melegakan Hati Zili. Menyenangkan jiwanya yang telah menanti-nanti penyelesaian tugas berat agar putra mahkota tidak berada dalam bahaya lagi dikarenakan virus mengerikan yang sewaktu-waktu mungkin akan mendatangunya tanpa mereka ketahui.
Bagaimana bisa mengetahuinya!
Benda kecil sepertinya yang bisa hidup di dalam tubuh hewan-hewan yang mungkin mengeluarkan cairan atau kotoran direrumputan mungkin saja tanpa sengaja telah berada pada bagian tubuh mereka.
Terlebih lagi, sulitnya air jika berada dipuncak bukit semakin membuat kekhawatiran pada diri gadis berwajah mungil tersebut.
"Shisou, jangan pegang wajah mu" larangan terucap dari mulutnya begitu saja karena rasa khawatir tak lagi terbendung ketika ia dan pasangannya berada dipuncak bukit.
"Aku bahkan dapat merasakan jika ada virus di bagian tubuhku"
"Shisou, aku tidak sedang bercanda"
"Apa kau kira perkataanku adalah candaan"
"Shisou...
"Kau tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja. Malahan yang perlu kau khawatirkan adalah dirimu sendiri" putra mahkota mematahkan batang daun talas yang memiliki kelopak lebar disamping nya.
Ia menemukannya! Jamur berbahaya yang menyimpan bakteri didalam bagian daunnya. Jamur yang tubuh dizaman terjadinya pergolakan bumi itu bukan hanya menyimpan Bakteri tetapi ia juga memiliki racun mematikan dibagian kuncup Daunnya sehingga perlu ketelitian untuk mengambilnya.
"Shisou, biar aku saja yang mengambi....
"Apa kau meragukan keahlianku?" Sontak Zili terkejut mendengar pertanyaan putra mahkota. Hal tersebut membuat perasaannya jadi tidak enak.
Sebenarnya gadis itu tidak bermaksud untuk menyinggung putra mahkota. Hanya saja, entah mengapa didalam pikirannya tidak ingin terjadi sesuatu berbahaya kepada laki-laki didepan matanya. Dia berpikir, lebih baik dia yang terluka dari pada putra mahkota.
__ADS_1
"Shi...
"Cari saja belalang Tinzal"
"Belalang tinzal?"
"Lihatlah! Kau bahkan tidak mengetahui belalang tinzal itu apa!, jika tidak ada aku yang menemanimu mungkin kau akan menangis saat ini juga karena tidak mengetahui sama sekali bahan-bahan yang kau cari"
"Shisou bukan begitu, hanya saja, mungkin aku bisa menanyakan Sens.. bukan maksudku tuan So'A!"
"So'A kah? Dia bahkan tidak mengajarkanmu sedikitpun tentang keahlian klan Ann, benarkan?"
"Itu tidak benar" Zili tersentak, ia tidak ingin putra mahkota menyalahkan dokter hewan kebanggaan negara yang telah membimbingnya beberapa hari selama ia berada di Desa Ann meskipun ia tidak mendapatkan sedikitpun hasil dari bimbingannya.
"Apa kau tahu keahlian klan ann yang sebenarnya?"
"Tentu saja berternak"
"Heeh.. lihatlah kebodohanmu" putra mahkota perlahan-lahan membuang daun jamur dengan patahan ranting kering yang ia dapatkan begitu saja. Melepaskas sedikit demi sedikit. Menggugurkan Bagian atas yang berbentuk topi tersebut hingga menurutnya tak tersisa lagi kelopak jamur tersebut.
Pelan-pelan ia meraih daun dari yang berdaun lumayan lebar lalu menutup ibu jari dan jari telunjuk dengan daun tersebut kemudian mengambil batang jamur agar tidak bersentuhan dengan kulitnya.
Putra mahkota dengan ketelitiannya perlahan-lahan menarik jamur hingga keakar-akarnya lalu meletakannya diatas daun talas.
Sementara Zili hanya bisa pasrah dengan perkataan putra mahkota yang mengatakan ia bodoh.
Bagaimana mungkin ia melawannya! Dia memang tidak sedikitpun mengetahui tentang keahlian klan ann yang disembunyikan. Bahkan untuk mencari tahupun ia tidak mampu untuk melakukannya. "Bakteri dan virus"
"Kau ini bodoh sekali" putra mahkota mengulangi lagi kegiatannya. Kali ini dengan Jamur ketiga yang ia temukan. "Kau harus tahu bahwa keahlian klan ann adalah Pembuatan Bakteri dan virus maka dari itu mereka sangat memahami binatang."
"Oh....
"Kau harus belajar cara mengambil hati orang untuk mendapatkan sesuatu yang kau inginkan! Begitu lah cara hidup jika kau ingin mendapatkan keahlian dari klan manapun dinegara ini" putra mahkota melipat daun talas yang berisi beberapa Batang jamur.
Ia membungkus jamur didalam daun tersebut lalu mengikatnya dengan Akar Rumput menjalar.
"Itu...
Putra mahkota menunjuk sebuah batang pohon besar. Zili memperhatikan telunjuk putra mahkota namun ia kebingungan.
Berkali-kali ia mengernyitkan dahinya berpikir keras. Tampak sekali wajah tanda tanya dari gadis tersebut.
*******
"Paman, kau tidak lelah ya?"
Sun li yu'a, putri istana negara NC menghela nafas masih berada diatas bahu Pangeran Xu, Xu yuhan.
__ADS_1
Sudah hampir 1 jam lebih berlangsung, tetapi Tampaknya Pangeran Xu masih sanggup menahan berat tubub putri istana dibahunya.
"Bukan kah kau ingin segera menemui Xu'i"
"Ah iya benar!"
"Kalau begitu, aku juga tidak akan lelah sampai kau bisa bahagia bertemu dengannya"
"Paman....
"Kenapa?"
"Bukan kah kau menyukai putri paman lian?"
Pangeran Xu menghentikan lompatannya tepat didahan pohon paling besad diantara pepohonan hutan yang terlihat dipandangan mata.
Dia meletakan Putri istana didahan tersebut. Memastikan gadis yang baru saja duduk dikelas 1 SMA baik-baik saja "mungkin" jawabnya kemudian setelah itu melepas tas yang ia bawa dipunggungnya.
"Paman, tidak bisakah kau hanya menyukaiku?"
Pangeran Xu tersenyum miris, menahan sedikit perasaan berdesir didalam hatinya "jika suatu hari kau bersama Xu'i, bukankah itu akan sangat menyakitkan bagiku?"
Putri istana tersentak. Ia tersadar dengan kebenaran perkataan Pangeran Xu. "Bukan begitu paman, maksudku....
"Jika aku hanya menyukaimu, bagaimana aku bisa menikah dan bahagia, sementara kau melarang aku menyukai wanita lain!"
Paman.
Putri istana terdiam, ia hanya bisa menunduk merasa bersalah.
"Kau mau roti?, kita istirahat saja disini untuk sementara"
Pangeran Xu mengelus kepala putri istana. Sementara putri istana hanya menganggukan kepalanya tanda ia menyetujui ucapan pangeran Xu.
*******
Ratu negara masih memandang tajam laki-laki tua dihadapannya. Disisi lain, raja negara terlihat sangat santai Membuka bungkus permen lolipop yang ia ambil dari kantung celana trainung hitam miliknya.
Kebiasaan memakan permen raja negara sedari dulu memang tidak pernah berubah. Meskipun demikian, gigi laki-laki dewasa tersebut terlihat masih sangat sehat bahkan putih bersih.
Meskipun sudah memiliki 2 orang anak. Wajah tampan Raja negara tidak pernah luntur. Malahan terlihat masih seperti kebanyakan remaja laki-laki.
"Aku pastikan, Kau akan menyesal karena telah menolak untuk bertemu dengan tuan kami, anak emas"
"Kau hanya bermimpi disiang bolong, kakek tua"
"Kita lihat saja nanti" laki-laki tua lalu menghilang pergi menaiki pepohonan diikuti dengan Para bwahannya meninggal Ratu negara dan raja negara.
__ADS_1
********
jangan lupa kasih like ya.. yang baik hati