
Suara lantunan musik terdengar meriah,
Mobil-mobil mewah mulai berdatangan menuju tempat parkir pesta.
Kemewahan suasana membinarkan mata.
Keramaian orang dengan gaun serta setelan jas mewah terlihat mempesona.
Masih berdiri menatap dua gadis cantik dihadapannya, Zili yang sangat mengenal seorang dari mereka tampak tidak ingin mencari masalah dan mulai memegang handle mobil untuk masuk kedalamnya.
“Haaa...
Sontak dia terkejut,
Seolah-olah tidak tahu, pengawal pangeran istana yang tadinya ditugaskan mengemudi mobil telah keluar dan mengunci mobil lalu berjalan dengan santai tanpa mempedulikan Zili menuju pintu masuk villa.
Pintu mobil tidak bisa terbuka, Zili harus menerima dengan pasrah dua gadis dihadapannya mungkin akan segera membulinya.
Seorang darinya adalah Zin ziya, putri Kebanggaan Klan zin, yang dijuluki sebagai putri ketelitian.
“Hmm..
Menahan geli “hahahhaaha” tawa kedua orang tersebut pecah memandang wajah yang mereka anggap sungguh tak tahu diri.
“Bahkan pengawal selingkuhannya pun tidak mau menghargainya” ucap seorang lainnya,
Siapa lagi kalau bukan Sun Liyunna,
Putri Kecepatan, atau sering dikenal dengan sicepat kilat.
Dua gadis seusia Zili tampak sangat senang melihat kesedihan yang terpancar dibola mata gadis itu.
“Mau pergi bersama kami?” ajak putri Ketelitian, terlihat sedang mempermainkan Zili.
Zili menghela nafas berat,
Ingin sekali ia kembali malam itu,
Sangat menyesal baginya mempercayai ucapan pangeran istana yang terus menerus melakukan kebohongan.
“Tidak perlu...
Zili mulai melangkah kaki menuju pintu Vila,
“Mungkinkah kau memiliki...
Putri Kecepatan mengeluarkan kartu undangan pesta “ini” ucapnya mengangkat kartu tersebut dan menunjukannya kepada zili yang memang tidak memilikinya.
__ADS_1
“Aku dengar, setiap orang yang datang tanpa membawa kartu, mereka akan ditendang keluar secara paksa atau bahkan dimasukan kedalam kolam renang” ucap putri ketelitian menakuti gadis yang saat ini sedang tertegun mengkhawatirkan dirinya sendiri.
“ayolah, ikut saja dengan kami...
“Tidak perlu, aku akan menunggu disini saja”
Tolak Zili lagi, lalu membuang wajah menghadap sisi kanan dan melipat kedua tangan karena hembusan angin malam mulai menerpa.
Rasa lelah mulai tiba, sepanjang perjalanan yang mungkin menghabiskan waktu sekitar tujuh jam, zili hanya duduk didalam mobil, lalu ketika pangeran istana datang mengunjungi rumah neneknya, ia juga hanya duduk serta makan siang dan belum beristirahat sedikitpun.
“Kalau begitu...
Seorang dari mereka mulai tersenyum penuh kenakalan sembari melirik teman disampingnya.
“Kami akan memaksa” lanjut yang lainnya sembari menarik lengan atas Zili, memaksa gadis itu untuk ikut bersama mereka.
“Kalian benar-benar keterlaluan...
Zili mencoba melepaskan keempat tangan orang yang kini telah menariknya pergi menjauhi mobil, membawa gadis itu kesamping rumah yang dipenuhi pepononan cemara. “Lepas..
Teriak Zili berusaha keras melepaskan diri, meskipun banyak yang melihat tapi tampaknya tak seorangpun berani menolong gadis itu, padahal mereka tahu sendiri bahwa dia adalah putri mahkota negara NC.
*******
Cahaya lampu dari jarak jauh menerangi tempat bagus yang dipenuhi pepohonan cemara.
Beberapa bangku panjang yang memiliki tiang penyandar punggung terlihat disana.
Sebuah bangku bahkan disediakan khusus untuk melihat pemandangan indah dari atas. Tampaknya, tempat tersebut biasa digunakan pangeran istana untuk melihat matahari terbit karena mengarah dibagian timur.
Meskipun demikian, jika mengunjunginya dimalam hari, tempat tersebut terlihat sedikit menyeramkan, itu karena pepohonan tinggi dengan dedaunan lebat terlihat tepat dibawahnya.
Kedua gadis itu menghempaskan tubuh Zili jatuh keatas tanah,
Zili mengggertakan gigi geram, sungguh sangat geram karena perilaku mereka tidak pernah berubah sejak dari dulu.
Ia jelas mengenal mereka yang selalu mengganggunya ketika disekolah.
“kukira kau tidak akan lagi berhubungan dengan pangeran istana...
Putri ketelitian tampak sangat membenci Zili yang kini telah berdiri “nyatanya kau malah masih menggodanya” lanjutnya lagi tampak sangat marah hingga terlihat Urat nadi disalah satu dahi kepalanya.
“harusnya kau sudah mati karena menikah dengan putra mahkota tapi tampaknya nasibmu masih beruntung” Kali ini, giliran putri kecepatan yang berkata, ia juga sangat membenci Zili.
Gadis itu mulai merobek sebagian bawah gaun, memudahkan dia untuk bergerak bebas menyerang zili jika sewaktu-waktu dia mau “bagaimana kalau kau mati saat ini juga,...
“Benar, kami bisa menjadi saksi bahwa kau mati bunuh diri karena tidak sanggup menikah dengan putra mahkota yang dikelilingi wanita-wanita hebat disekitarnya”
__ADS_1
Lanjut putri ketelitian merasa sangat puas dengan ucapannya.
“Harusnya kau sadar diri, sangat banyak wanita kuat yang Mencintai putra mahkota...
“Lalu mati dengan cepat dan tidak ada lagi dibumi ini”
Terlihat sangat ingin menekan kejiwaan Zili, mereka berdua begitu tajam memandang gadis yang sedang menunduk tersenyum getir.
“belajarlah tahu diri, kau itu tidak pantas bersanding dengan pangeran istana apalagi menjadi istri putra mahkot...
“Kenapa?”
Zili mulai memberanikan diri membuka suara setelah bertahun-tahun lamanya hanya diam menerima penghinaan “kenapa aku harus tahu diri sementara dia adalah suamiku?” Ucap gadis itu mulai memandang tajam kedua gadis dihadapannya.
“Kau....
Putri ketelitian menggenggam erat kedua tangannya, ia tampak sangat geram dengan perlawanan gadis itu “berani sekali...
“Apa lagi yang harus kutakutkan?”
Zili mulai menyela “putra mahkota...
Dia mulai mengatakan isi hatinya “adalah pemberian tuhan atas kesabaranku selama ini” tambah gadis itu semakin memperparah rasa benci kedua gadis dihadapannya.
“Tidak tahu malu...
“Biar saja”
jawab Zili cepat “bukankah yang lebih tidak tahu malu adalah kalian?” balas hina Zili “memang kalian siapa melarang seseorang untuk mendekati putra mahkota” lanjutnya lagi dengan mata sayu menguatkan dirinya sendiri yang sedari tadi menyebut panggilan gurunya didalam hati.
“Kau....
“Mungkinkah kalian juga yang telah memfitnahku dan menyuruh teman-teman sekelasku mengadu yang bukan-bukan kepada pangeran istana dimasa lalu?” tanya Zili masih dengan memandang penuh kesedihan.
“Haahahahahhaah...
Tawa kedua gadis itu bersamaan “bingo!...
“Tepat sekali,” lanjut jawab Putri kecepatan.
“Apa salahku? Kalau kalian menyukai pangeran istana hanya katakan saja, kenapa harus bersusah payah menfitnahku” tanya Zili begitu menyiksa batinnya “selama ini aku bahkan mengira bahwa semua kejahatan yang aku terima adalah ulah pangeran istana saking pandainya kalian bermain Peran” lanjut Zili merasa tertekan.
Putri Kecepatan mulai mendekat “itu karena kami tidak menyukaimu yang selalu mendapatkan perhatian lebih dari ratu negara.. . Haaaa...
Sontak putri kecepatan terkejut saat tendangan kakinya berhasil diterima Zili dengan salah satu tangannya. “Kau...
“Kau ingin menendangku?” Ucap zili yang kini telah menggenggam pergelangan kaki putri kecepatan erat “berhentilah bermimpi menyakitiku lagi” lanjutnya lagi sembari menghempaskan tubuh putri kecepatan jauh hingga menabrak salah satu bangku dan mengerang kesakitan.
__ADS_1
“Sejak kapan kau....
“Tentu saja sejak aku menikah dengan suamiku” jawab Zili berdiri tegak bersiap menerima serangan.