Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Kapal Induk


__ADS_3

Beberapa hari sebelumnya.


Putri Keagungan mengangkat sebuah cangkir lalu menyeruput teh di dalam benda tersebut. Di hadapannya, Seorang laki-laki terlihat memandang gadis cantik tersebut dengan mata penuh kekaguman.


Laki-laki biasa mana yang tidak akan kagum kepada gadis remaja tersebut.


Di samping memiliki jabatan sebagai seorang Letnan muda, gadis berwajah rupawan tersebut merupakan Tunangan dari seorang keluarga kerajaan yang bahkan menjabat sebagai Pelindung bagi Putra Mahkota dan memiliki kedudukan yang sangat tinggi di Negara NC. Maka tentu saja gadis cantik tersebut juga adalah Wanita bangsawan yang sangat terhormat.


Meletakan kembali cangkir teh ke atas meja, " Saya sangat berharap Tuan Ou yang terhormat akan menjaga saudara saya di tempat ini," Gadis itu mulai membuka suara sembari melemparkan senyuman lembut ke arah Kepala Keuangan Cabang desa Zin. "Karena banyak yang tidak menyukainya di Bank Central dan tidak nyaman bekerja disana, Dia lebih memilih untuk berpindah ke tempat ini." Lanjut Putri Keagungan memainkan perannya.


Tersenyum senang mendengar permintaan gadis di hadapannya, "Tenang saja nona." Laki-laki yang memegang selembar data diri palsu milik Putri Kelincahan tampak sedang berusaha meyakinkan Putri Keagungan, "Pasti, Saudara anda ini akan baik-baik saja bekerja di sini." Lanjut laki-laki tersebut, sedikit tertegun menerima senyuman lembut Putri keagungan karena mengira bahwa sesama Klan Ou, gadis tersebut mungkin sangat berharap akan bantuannya.


**********


Dia terlihat gelisah namun ketika seseorang memasuki ke ruangannya, Perilakunya mulai kembali seperti biasa.


Duduk memegang pena sembari memeriksa sebuah dokumen di hadapannya, Putra Mahkota negara NC mulai mengangkat kepala dan memandang kedatangan temannya.


Tampak acuh seperti biasanya, Putra Mahkota kembali mengalihkan pandangan ke arah lembaran dokumen di atas meja kerjanya, "Kau yakin tidak ingin menghubunginya...?" Suara Laki-laki terdengar bertanya. Laki-laki tersebut melangkah kaki dengan santai menghampiri Putra Mahkota.


Melirik sejenak ke arah Laki-laki yang tak lain adalah Shen Shi Yun, dan melihat Laki-laki tersebut telah berdiri dibelakangnya sembari menyandarkan punggung di dinding serta memasukan tangan ke dalam kantung celana, "Biarkan saja." Jawab Putra Mahkota berbohong tanpa sedikitpun mendatangkan kecurigaan, "Aku yakin Akting menangisnya akan terlihat nyata karena memikirkanku." Lanjut jawab laki-laki tersebut mulai menggerakan kembali Pena yang ia pegang.


Tersenyum kecut memandang tubuh Putra Mahkota dari arah belakang laki-laki tersebut, "Jangan menipuku!." Tegur Shen Shi Yun sedikit tidak menyenangi sifat Putra Mahkota yang selalu menyembunyikan kegelisahan hatinya. "Aku tahu bagaimana rasanya jadi kau yang saat ini sedang merindukan wanitamu" Lanjut laki-laki tersebut terang-terangan mengungkapkan.


Menghentikan coretan pena, "Sepertinya aku memang harus mendengarkan suaranya." Ucap Putra Mahkota memikirkan ulang kegelisahannya dan mulai meraih Headset yang mengait di kerah kemeja kemudian memasang benda tersebut ke lubang telinga.


*********


Wuzzzzzzzz...


kricik kricikk wuuuzzz kecpaaaakk...

__ADS_1


wuuuuuz...


Suara ombak menenangkan pendengaran. Angin yang berhembus sepoi-sepoi mampu menyejukan kulit tubuh. Suasana dan pemandangan Alam disana mengurangi sedikit kegundahan hati Zili yang saat itu telah berada di tepi Laut bersama dengan Kepala Keuangan Bank Negara Cabang Desa Zin.


Lautan di desa Zin Wilayah timur terlihat sedikit berbeda, Warnanya hijau tak seperti kebanyakan air laut di wilayah lainnya.


Mungkin karena Populasi sejenis hewan Alga kebanyakan berkumpul disana hingga membuat warna air laut berubah menjadi hijau.


Beberapa helai rambut terlepas dari gulungannya, bergerak cepat ke arah wajah hingga membuat Zili menyingkapnya ke belakang telinga.


Telah berdiri, menunggu lumayan lama atas permintaan laki-laki di samping Zili yang tampak sedang berjongkok memainkan sebuah game dengan ponselnya. "Ahh, sial." Keluh Laki-laki tersebut geram karena sepertinya ia telah kalah dalam pertandingan, "Harusnya aku bisa menjadi Lord." Lanjutnya lagi mengeluh sembari menutup Ponsel karena mungkin merasa gerah mengingat kegagalannya memenangkan perebutan istana di game Lord Of Royal Kingdom dan memilih untuk menyimpan ponselnya di dalam setelan jas kemudian berdiri melirik jam tangannya sekilas. "Aku akan membayar atas Lelah menunggumu."


Berpura-pura terkejut dan kesenangan,"Benarkah..?." Tanya Zili mulai berperan kembali.


Tersenyum senang karena mendapatkan bawahan yang mudah di perintah hanya dengan menggunakan uang, menimbang di negara NC sendiri sangat sedikit orang yang mau menerima uang suap. "Tentu saja." Jawab licik Kepala Keuangan sembari mengeluarkan dompet dari setelan jas nya dan mengeluarkan dua lembar pecahan 50 neceri.


Menerima uang dengan cepat, "Terima kasih." Jawab senang Zili sembari mencium dua lembar uang di tangannya dan memasukan kedua benda tersebut ke dalam kantung celana panjang yang ia kenakan bersamaan dengan sebuah kapal Selam berukuran kecil dan berbentuk bulat yang mulai muncul ke permukaan air laut.


Mulai datang mendekat, Lalu pintu yang terbuat dari kaca di atap kapal terbuka kebelakang, memperlihatkan empat buah kursi dan seorang laki-laki pengendali kapal tersebut, "Wanita..?." Laki-laki pengemudi kapal selam terlihat sedikit terkejut.


Tersenyum Penuh kepuasan, "Sangat jarang kita mendapatkan anggota wanita, bukan..?." Jawab Kepala Keuangan terlihat begitu bangga pada dirinya sendiri yang telah mendapatkan seorang anggota wanita untuk kelompok mereka.


"Buka pakaianmu!." Perintah Laki-laki pengemudi kapal mengejutkan Zili.


Tersenyum pahit, bahkan detak jantungnya mulai memompa kencang, "Kau bilang bukan pekerjaan sebagai seorang *******." Ucap Zili mulai menghadap ke arah Kepala Keuangan, "Kau juga bilang aku hanya perlu menjadi mata-mata kerajaan." Lanjut gadis itu berusaha mengendalikan kegelisahannya. "tapi sekarang, kenapa aku harus membuka pakaianku...?" Tanya gadis itu berusaha keras menolak perintah.


"Dia tidak akan melakukan apapun kepadamu." Jawab Kepala keuangan menoleh kepala ke arah Zili, "hanya memeriksa saja..."


Memegangi seluruh tubuhnya sembari bergerak menepuk-nepuk, "Lihatlah tidak ada apapun ditubuhku," Ucap Zili masih terus berusaha. "Bagaimana mungkin aku bisa mempercayai kalian sementara aku adalah wanita dan kalian adalah pria...?." Lanjut gadis tersebut lagi mulai berbalik dan berpura-pura akan pergi "Sudahlah lupakan saja..


"Masuklah!." Pengemudi kapal sepertinya telah menaruh kepercayaan kepada Zili. "Kau akan melakukan pemeriksaan setelah sampai di Markas besar nanti." Lanjut laki-laki tersebut melegakan hati Zili yang langsung berbalik tubuh kembali.

__ADS_1


Kapal mulai menyelam masuk ke dalam air laut. Cahaya lampu terlihat menyinari gelapnya dasar lautan disana. Ribuan Ikan-ikan terkadang tampak berenang berhamburan melewati kapal tersebut. cumi-cumi besar juga kadang terlihat agak jauh.


Hewan-hewan buas di dasar laut sepertinya tidak satupun yang berani mendekat, mungkin karena sekantung obat pengusir binatang buas yang tampak menggantung di bagian dinding kapal selam tersebut.


Terus menyelam hingga terlihat dasar laut, kapal mulai bergerak maju hingga memasuki sebuah Lubang hitam di dasar Laut yang sontak mengejutkan Zili ketika melihatnya.


Lubang yang begitu gelap lebih gelap di bandingkan dengan dasar laut tadinya.


Terus bergerak menurun hingga melihat Sebuah dinding Kapal, Betapa terkejutnya gadis itu ketika melihat sebuah pintu dinding tersebut terbuka.


Wuuzzzzzz.....


Angin kencang menyingkirkan air laut masuk ke dalam. Mulai memasuki pintu, Kapal selam tiba-tiba saja berubah menjadi kapal terbang yang mulai naik ke atas sebuah lorong panjang di balik pintu yang tadinya terbuka.


Terus naik ke atas hingga pintu lain terbuka.


ctaakkkk...


Kapal berhenti dengan sempurna dan mendarat di sebuah tempat yang terdapat begitu banyak jenis kapal yang sama di sana.


Nafasnya tidak lagi beraturan, "ini..?" Tanya Zili menoleh ke segala penjuru arah.


"Markas besar Yellow Sprayer." Jawab Kepala keuangan ketika Zili merasa seperti berada di dalam sebuah mimpi ketika memandang tempat yang tampak seperti sebuah taman tersebut.


Taman Parkir kendaraan, yang terdapat pepohonan Cemara tumbuh dan tanaman bunga-bunga bermekaran di setiap sisi kapal yang mendarat disana.


Memandang ke atas,


Sungguh, Bagaimana mungkin atap tempat tersebut terlihat seperti sebuah langit. Hanya saja disana, tidak memiliki gumpalan awan dan juga matahari.


Hanya lampu bulat bewarna Kuninglah yang terlihat melekat diatas Atap dan Tampak seperti sebuah bulan yang bersinar terang.

__ADS_1


__ADS_2