Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
ATB, my majesty 42


__ADS_3

“hiks hiks... hiks.. hikss” isak tangis suara anak laki laki mengejutkan Zili yang saat itu tengah dikunci disalah satu ruangan toilet Sekolah dasar high raise.


Untuk pertama kalinya, ia yang telah berada ditingkat 4 SD High raise harus mendekam didalam toilet karena ulah pangeran istana.


Mendengar suara tangisan anak laki laki di balik dinding ruangan toilet yang berada tepat disebrang tempat zili terkunci. Ia yang awalnya ingin menangis, mengurungkan niat.


“Hiks hiks hiks.. “ semakin jelas suara tangisan anak laki laki tersebut mengundang perhatian zili untuk menguping secara langsung dengan meletakan salah satu telinganya didinding.


“Hiks hiks hiks”


“Hei” zili mulai membuka suara mendengar tangisan terisak isak anak laki laki tersebut yang telah berkurang.


“Hiks.. hiks.. “


“Berhentilah menangis,,”


“Siapa kau berani sekali menguping orang” anak laki laki tersebut mulai membuka suara.


“kau pasti tidak akan mengenalku! Tapi tetap saja akan kuberitahu, namaku .. Zili”


“Zili?”


“Pasti kau tidak kenal kan?”


“Nama mu sejelek perilakumu yang suka menguping”


“Bukan begitu, aku terkunci ditoilet perempuan, tanpa sengaja mendengarmu menangis”


“Dasar pembohong”


“Buktikan sendiri saja kalau tidak percaya.” Zili lalu kembali duduk diatas tutup closet.


“Dasar bodoh, bisa bisanya kau terkunci disana”


“mau bagaimana lagi, hidupku mungkin tidak seberuntung hidupmu”


“Bicara apa kau barusan, kau tidak tahu ya, ayahku bahkan sering memaksaku berlatih fisik, padahal aku tidak suka, tapi dia terus saja memaksaku”


“Hmm, kau punya ibu?”


“Tentu saja punya?”


“Kau punya teman?”


“Kau ini bicara apa sih, mana mungkin aku tidak punya teman, bahkan banyak dari mereka mendekati ku karena aku putra dari ketua klan Sun”


“Kalau begitu kenapa kau masih menangis?”


“Apa maksudmu?”


“Kau sudah sangat beruntung, kau punya ibu dan teman, kenapa masih menangis?”


“Apa maksudmu,?”


“Ibuku pergi meninggalkan ku saat aku kecil, dia bahkan tidak ingin melihatku, aku hanya bisa melihatnya melalui televisi, ayahku sibuk bekerja, bahkan kadang pulang tengah malam, dirumah aku tidak punya pelayan bahkan rasanya sepi sekali, disekolah.. hehe..” zili menahan rasa sedih nya , air matanya tiba tiba jatuh menetes begitu saja “ disekolah.. hah.. semua orang membenciku bahkan tidak ada yang mau berteman denganku, jadi... jangan mengira hidupmu saja yang menderita ...kalau aku jadi kau, aku pasti sangat senang bisa berlatih fisik, aku juga mau kuat, tetapi tidak ada satu orangpun yang mau mengajariku.”


Dari kejauhan terdengar suara dua orang murid siswi yang sedang mengobrol memasuki Toilet tanpa menyia nyiakan kesempatan, dengan segera Zili berdiri mendekati pintu toilet yang terkunci.


“Tolong, tolong ..aku terkunci” teriaknya sembari menggedor gedor pintu.


Pintu terbuka, dua orang siswi bergegas pergi ketika tidak sengaja menemukan Zili berada diruangan tersebut. Bahkan mereka pun mengurungkan niat untuk buang air.


“Hei kenapa kau menarikku?”


“Ayo cepat pergi, jangan berurusan dengan dia, takutnya kelompok Penggemar pangeran Shin’A tahu, kita bisa dalam bahaya”

__ADS_1


“Hah.. jadi itu tunangan pangeran shin’A ya?”


“Iya udah ayo” tarik temannya meninggalkan zili yang telah terbiasa mendapati perlakuan demikian.


Dengan cepat zili keluar dari toilet meninggalkan anak laki laki yang merasa terkejut karena telah mengetahui rahasia Zili.


Suara jarum jam dinding berdetik terdengar diruangan besar sepi kedap suara. Ruangan rapi penuh dengan jejeran buku didalam lemari membuat nyaman mata yang memandang.


Sebuaah kasur bersprei abu abu tengah tertidur terlentang seorang laki laki tanpa selimut diatasnya. Ia tidak mengenakan baju, dan hanya mengenakan celana panjang hitam polos.


Bulu mata lentik perlahan lahan terbuka.


“Aku mimpi zili lagi dan lagi, mungkin hatiku sangat merindukannya ” gumam laki laki tersebut dalam hati “ maafkan aku zili” tambahnya lagi penuh penyesalan sembari mengangkat salah satu tangan keatas. Melihat dengan penuh rasa kecewa. Ia lalu menggenggam tangan tersebut kemudian bangkit dari tidurnya.


“sa’i, kau sudah bangun” suara shin jo terdengar dari balik pintu, dengan bergegas laki laki itu berjalan menuju pintu untuk membukannya.


******


“Wuuuusssssss” angin berhembus kencang menerbangakan rambut seorang gadis yang tengah diikat satu kebelakang.


Hembusan angin kencang juga menyapu bersih beberapa sampah ditengah tengah halaman luas ditumbuhi rerumputan hijau yang ditanam.


Rumput hijau berada ditengah tengah lintasan lari yang mengelilinginya, bergaris merah dan juga beberapa bergaris putih melintang.


diSebuah garis melintang putih ditengah tengah lintasan lari bertuliskan huruf Start diatas nya, gadis berambut panjang dengan satu ikatan berdiri.


Seragam olahraga klan shen berwarna biru terlihat sepadan dan sangat cocok dengan warna kulit gadis tersebut.


Di sebelahnya, berdiri seorang remaja laki laki lain mengenakan seragam olahraga berwarna hijau, seragam khusus dari klan Sun yang ia dapat dari Pelindung putra mahkota Ji.


Remaja laki laki yang tingginya bahkan mampu membuat gadis dengan satu ikatan rambut mendongakan wajah memandang kearah samping sejenak melihat kesal ke remaja laki laki tersebut.


“Hoi” panggil shin ji yang tengah berdiri menjadi wasit pertandingan lari kepada zili.


Zili memandang kearah Shin ji, nafasnya mulai tidak beraturan karena merasa takut. “Aku?”


“Hm” angguk zili.


Putra mahkota tersenyum lucu, lalu berjongkok mengambil posisi aba aba diikuti Zili menyertainya.


Sementara tiga siswi yang mengajukan pertaruhan dengan Putra mahkota tampak begitu gembira berdiri di pinggir lintasan karena sangat percaya diri bahwa Zili mampu mengalahkan laki laki yang mereka inginkan.


“3”


“2”


“1”


“Priiiit”


“Wuuuuzzzz”


Zili sontak terkejut, ia terus berlari namun putra mahkota telah melaju lebih jauh darinya bahkan ia tidak mampu lagi mengejar.


“Kalian lihat?”


“Kekuatan apa itu?”


“Benarkan dia bukan Sa’i yang itu?”


“Sepertinya memang sa’i yang itu deh”


“Astaga”


“Priiiiitttt”

__ADS_1


Pertandingan lari jarak 800 m telah selesai dilaksanakan.


“Berapa?”


“38,786 detik”


“Ck” putra mahkota berdecik, merasa kecewa karena kecepatan larinya belum juga berubah.


Zili berhenti dipertengahan jalan, ia yang telah sadar akan kekalahannya lalu berjalan keluar lintasan lari.


“Hoi” panggil putra mahkota “kalian telah kalah?”


“Aaah,, sa’i, baiklah aku akui kekalahan ku” ucap siswi yang mengajukan pertaruhan “ apapun maumu akan kuturuti kok” tambahnya malu malu.


“Ahh, aku ingin seorang babu”


“Babu?”


“Hm” putra mahkota tersenyum nakal.


“Baiklah aku siap..”


“Bukan kau, tapi dia” putra mahkota menunjuk kearah Zili yang spontan menghentikan langkah terkejut dengan permintaannya.


“Hoi kenapa aku?” zili tidak terima.


“Aish, iya. Kenapa harus dia, diakan milik putra mahkota”


“Aku mau nya dia”


“Jangan seenaknya memutuskan kemauanmu sendiri” zili mulai kesal. Namun putra mahkota yang menyamar tidak peduli, ia berjalan melangkah kaki menuju kearah zili yang merasa sangat dimanfaatkan.


“Ayooo ba.. bu” ajak putra mahkota sembari memeluk bahu zili membawanya pergi.


“Tu..tung.. hoi”


“kesal sekali” ucap siswi tersebut marah memandang punggung zili yang sedang menyingkirkan tangan putra mahkota yang tetap kokoh untuk terus berkali kali meletakan lengannya kebahu zili.


SHin Ji menghela nafas malas memandang tingkat aneh putra mahkota yang sudah tidak seperti biasa.


*****


“Ini bekalmu?” tanya putra mahkota yang telah duduk disamping Zili. Gadis itu tampak kesal karena kekalahannya dalam pertandingan lari kemarin sore.


Dia bahkan tidak menyangka putra mahkota yang telah menyamar sesuka hati mengambil dan memakan satu satunya Potongan daging sapi makanan paling dia suka dari kotak bekal.


“Haaa” zili geram namun ia terbiasa menahan rasa sabar. Digesernya kursi dekat dengan jendela begitu pula kotak bekal yang masih tersisa nasi dan campuran sayur sawi dan wortel.


“Tidak enak”


“Tidak enak ngapain dimakan” bentak zili kesal.


“Ambilkan makananku sana dikantin” putra mahkota melemparkan Kartu makan gratis dari kelas spesial diatas meja.


Makanan Gratis yang bahkan lebih mewah dibandingkan makanan yang harus dibeli dikantin sekolah.


Murid murid kelas spesial memang sangat dimanjakan oleh negara karena bakat mereka sangat membantu dalam perkembangan dan kemajuan negara NC.


“Tidak mau”


“Tidak tahu malu, sudah kalah tidak bertanggung jawab”


“Baiklah baiklah,” dengan kesal zili mengambil kartu makan kelas spesial lalu melangkah pergi meninggalkan putra mahkota yang sedang mengambil Sayur terakhir zili dengan sendok.


“Jangan dimakan lagi” ucap zili kesal tidak terima makanannya dicuri. Dia bahkan terpaksa harus membawa kotak bekalnya pergi.

__ADS_1


“Haah” putra mahkota tersenyum lucu memandang wajah Kesal Zili. Ia lalu mengambil buku dilaci meja kemudian membacanya.


__ADS_2