
Gemuruh suara ombak menerjang masuk kedalam telinga, menenangkan jiwa yang saat itu tengah merindukan seseorang yang sangat dicinta.
Sesekali gulungannya menerpa Speed boat, kapal kecil berwarna putih yang saat ini tengah ditumpangi Zili.
Kencangnya angin laut menguraikan rambut panjang yang sedang disingkap berkali-kali menggunakan tangan.
Menerpa wajah yang berhiaskan kacamata, menaikan rambut pangeraan istana yang juga sedang berdiri memandang sebuah pulau kecil dihadapannya.
Sepi,
Pulau tersebut tampak tak berpenghuni, bahkan pemandangannya pun terlihat sangat mengerikan karena ditumbuhi pepohonan tinggi dan rumput liar tebal disetiap pinggiran lautnya.
Tidak jarang orang akan mengira bahwa pulau tersebut merupakan pulau angker yang dipenuhi dengan berbagai jenis hantu. Nyatanya, pulau tersebut sendiri merupakan pulau tempat persembunyian Musuh.
Kapal speed boat berhenti dipinggir laut, bersandar didinding tanah yang sedikit meninggi dari atas permukaan air laut.
Mulai melangkah kaki,
“Pakailah ini...” langkah terhenti ketika Pemberi bantuan yang tadinya mengemudi kapal memberikan jubah Merah kepada Zili dan pangeran istana.
“Ini...?” tanya cepat pangeran istana menerima jubah tersebut.
Pemberi bantuan mulai membungkuk lalu mengambil satu jubah lagi dan memberikannya kepada zili “para penjaga biasanya berada diatas pohon, ada banyak juga yang bersembunyi disemak belukar” ucapnya setelah Zili menerima jubah tersebut dari tangannya. “jika mengetahui ada orang yang datang, mereka tidak segan-segan membunuh dari jarak jauh, maka dari itu gunakanlah jubah itu, dan berpura-pura bergabung menjadi bagian dari mereka” lanjut jelas laki-laki itu “jubah tersebut juga telah memiliki lambang keanggotaan, jadi tidak perlu lagi khawatir mereka akan menyerang kalian” tambahnya lagi menjelaskan “ambil Id Card mereka untuk memasuki ruang bawah tanah musuh, dengan begitu, mudah saja bagi kalian menemukan sepupu putri mahkota nanti.”
“Kau..”pangeran istana tersentak “siapa sebenarnya kau ini..?” tanyanya kepada laki-laki yang saat itu telah menapaki kaki kedaratan lebih dulu dari zili dan pangeran istana untuk memantau keadaan sekitar yang mungkin terdapat CCTV disana.
Laki-laki itu tersenyum getir “dulu aku adalah mantan yellow-sprayer, karena penyakit kangker darah yang saat ini aku derita, aku ditendang keluar dari kelompok gelap itu” Lanjut jelas laki-laki tersebut ditengah-tengah suara gemuruh Ombak yang menerpa kapal dan percikan airnya mengenai punggung pangeran istana serta Zili yang masih berdiri diatas kapal.
Mulai melangkah kaki menuju daratan diikuti texchi yang terbang disampingnya “yellow...,?” tanya Zili sangat penasaran.
Laki-laki tersebut menunduk sedih “Blue, green, yellow dan tingkat paling tinggi adalah Red-sprayer” ucapnya menegunkan dua orang yang kini berdiri diatas tanah dengan banyaknya rerumputan liar setinggi betis kaki pangeran istana. “keberadaan red-sprayer tidak mampu terdeteksi dan bahkan pemimpin tertinggi dikelompok Yellow-sprayer atau pemimpin kelompok lainnya tidak satupun yang pernah menemui salah satu anggota mereka” jelas laki-laki tersebut lagi, lalu mulai kembali keatas kapal persiarnya.”semoga berhasil” harap nya sembari mulai memutar kunci kontak kapal. “Hubungi aku jika kalian berhasil menemukan sepupu putri mahkota, aku pasti akan datang menjemput kalian” lanjutnya lagi mulai mengemudi.
__ADS_1
“Hei bagaimana dengan penyakitmu....?” teriak Zili ketika kapal mulai berjalan.
Laki-laki tersebut menoleh kearah Zili “dengan uang putri mahkota, aku sudah bisa membeli obat mahal di apotik Xu, jadi tidak perlu mengkhawatirkan aku lagi” teriaknya yang saat itu telah berada dijarak jauh, Mulai melanjutkan mengemudi kapal dan meninggalkan zili serta pangeran istana yang masih berdiri memandang kepergiannya.
*******
Masih mengenakan headset putih ditelinga, zili mulai Memakai kain penutup Mulut.
Memang, headset hasil produksi perusahaan Co yang berkolaborasi dengan keahlian seni perusahaan Lu serta mendapatkan dukungan finansial penuh dari perusahaan Xu tidak diragukan lagi kenyamanan serta keawetannya.
Sangat mudah masuk kedalam telinga, dan juga tidak mudah begitu saja terlepas karena pinggirannya sendiri didesain melekat didaun telinga menggunakan Lem lembut yang bahkan tidak akan mampu melukai kulit, maka dari itu, jika seseorang bergerak bebas bahkan sedang berkelahi sekalipun, headset tersebut tidak akan mudah lepas dan jatuh jika bukan tangan sendiri yang melepaskannya.
Telah selesai mengenakan semua perlengkapan, Zili mulai menyembunyikan texchi miliknya disemak belukar.
Berjalan perlahan mendekati pangeran istana yang sedang berdiri dibalik pohon.
Huh,
rambutnya telah diikat dengan menggunakan batang kecil dari Tumbuhan yang menjalar.
Memang keahlian seni tangan pangeran istana tidak diragukan lagi kehebatannya, ia bahkan mampu membuat Ikat rambut yang sangat bagus serta berkualitas tinggi dan juga mampu mengikat seluruh rambut Zili dengan satu gulungan kebelakang hanya dengan menggunakan batang tumbuhan menjalar.
Zili bahkan sampai tertegun ketika laki-laki tersebut menawarkan diri untuk mengikat rambut Gadis itu, seniman berbakat memang sangat luar biasa kemampuannya, bahkan masih teringat didalam hati Zili betapa lembutnya perlakuan laki-laki tersebut ketika menggulung rambut gadis itu.
Sayang sekali,
Pikirnya, kalau laki-laki tersebut mengetahui bahwa dia adalah mantan tunangan yang dibenci, pasti, saat itu, menurut gadis itu, dia tidak akan pernah merasakan perilaku lembut tangan Pangeran istana.
Mulai melompati pohon, menghindari CCTV yang tampak bergelantungan Diranting serta dahan pepohonan, Zili mulai menghubungi Seseorang dengan jam tangannya.
“Suhooo”
__ADS_1
“Kau baik-baik saja..?” tanya khawatir presiden sekolah setelah menerima panggilan gadis itu.
Berjongkok diatas dahan Pohon disamping pangeran istana yang juga melakukan hal yang sama sembari memantau keadaan “aku akan Bagikan lokasiku, bisakah kau bantu aku meretas Cctv dilokasi ini..?” Tanya Zili meminta bantuan.
Presiden sekolah terdengar menghela nafas lega “tentu saja” jawabnya lalu mulai terdengar suara ketikan keyboard komputer.
Pangeran istana yang telah menutup sebagian wajah dengan kain, mulai menoleh kepala kearah Zili “suhoo..?” tanya nya kegadis itu.
Zili tersenyum senang mengingat nama suho, hal itu tampak dari matanya yang mulai menyipit “temanku..” jawab gadis itu mengingat bahwa dia memiliki teman yang berharga saat itu.
Walau bagaimanapun,
Zili yang dulunya tidak pernah sekalipun berteman, ketika mendapatkan seorang teman saja, dia sangat bahagia hanya untuk sekedar mengingatnya.
Gadis itu mulai memainkan Jarinya dilayar jam tangan “Zi – Xu, “ panggil gadis itu ke karakter virtualnya, panggilannya sempat membuat pangeran istana menggeleng kepala mengetahui nama karakter yang dia anggap aneh.
“Yes milady” jawab Karakter virtual Zili dari balik headset.
“Bagikan lokasiku serta pergi masuk ke akun Virtual Su-Oin” perintah Zili kepada karakternya agar terhubung dengan karakter Virtual milik Presiden sekolah yang biasa dipanggil Su-Oin.
“Yes milady” karakter virtual yang tadinya muncul dilayar jam tangan, kini menghilang kembali. Mungkin ia telah bergerak melewati jaringan dunia virtualisasi menuju ke komputer dimana presiden sekolah saat ini berada.
Tidak menunggu lama, semua Akses Data seluruh CCTV Pulau tersebut mulai masuk kedalam jam tangan Zili, “terima kasih Suho” ucap Zili kepada presiden sekolah yang masih terhubung dengannya dan belum menutup panggilan sedari tadi.
“Berhati-hatilah Zili” pinta presiden sekolah dari balik headset begitu mengkhawatirkan Keadaan Zili.
“Jika selesai nanti aku akan mentraktirmu makan bakso” ucap Zili memberi janji.
“Baiklah, aku tunggu traktiran darimu” panggilan mulai tertutup bersamaan dengan gelengan kepala pangeran istana yang tampak amat tidak percaya mendengar percakapan Zili yang hanya akan mentraktir bakso dikeberhasilan misi yang begitu sulit dan belum tentu berhasil.
“Aku mendapatkan semua Hasilnya” Zili mulai menunjukan jam tangannya kehadapan pangeran istana yaang langsung meraih tangan gadis itu dan melihat situasi keadaan di layar Sana.
__ADS_1