
“Dia sangat keren..”
“Benar-benar keren..”
“Luar biasa keren...”
Tiga orang laki-laki menggelengkan kepala melihat tiga orang gadis yang tampak sedang terkagum-kagum memandang putra mahkota yang saat itu terlihat melompat diudara, lalu berputar dan menendang perut laki-laki tua yang tampak tak lagi berdaya menghadapi calon raja negara NC tersebut.
“Jika Xu’i tidak melarang orang untuk mengaguminya, aku rasa...” pelindung putra mahkota Shin ji mulai duduk bersila menyaksikan perkelahian didepan mata “semua wanita akan gila seperti mereka bertiga” lanjut laki-laki tersebut masih tidak percaya melihat Wajah tiga gadis yang dia anggap bodoh disekitarnya tersebut.
Uhuk uhuk uhukk...
Baaakkkkk...
Tidak terlihat berbelas kasih bahkan kepada gurunya sendiri, putra mahkota dengan begitu remeh terus memukul serta menendang kedua laki-laki yang tak lagi mampu berdiri.
“Lemah..”
Bergerak cepat,
Langkahnya terhenti ketika sebuah helikopter tiba-tiba terbang diatas udara “fire..” ucap putra mahkota begitu mudahnya,
Duuuuuuuaaammm...
Sontak semua orang dikejutkan dengan ledakan helikopter yang terkena tembakan Granat dari Texchi naga hitam yang tampak masih melayang diudara.
Wuuuuzzz...
Baaaaakkk..
Buuukkkk...
“Hmmm” putra mahkota tersenyum nakal memandang orang yang baru saja turun dari helikopter lalu deengan cepat menyerangnya.
“Putra mahkota..”
bUkkkk..
Baaakkk...
Pukulan Laki-laki tua yang telah membuang jubah merahnya berhasil ditepis putra mahkota, saling beradu bahkan sampai membuat laki-laki calon raja negara tersenyum begitu senang menghadapi lawan yang cukup mampu menyeimbanginya.
Berputar cepat,..
Baaaaakkkk...
Uhuk.. uhukk.. laki-laki tua maju membungkuk sedikit ketika tak mampu menghindari Tendangan belakang putra mahkota.
Mulai berbalik “Xu Xu’i..” panggilnya “ikutlah bersama kam.....”
Baaaaaakkk...
Belum menyelesaikan ucapannya, putra mahkota telah datang terlebih dulu deengan kecepatan tinggi memukul perut laki-laki tersebut dengan Siku tangan. “Mengganggu waktuku saja” ucap remeh laki-laki tersebut setelah melempar tubuh laki-laki tua jatuh ketanah belakangnya, lalu dengan cepat laki-laki tua tersebut segera berdiri. “tahukah kau...” dia mulai bergerak cepat, mengangkat kaki lalu memutarnya. Tendangan putra mahkota yang kuat berhasil ditahan tetapi laki-laki tersebut tampak mundur kebelakang “ saat ini pasti wanitaku sedang menunggu kedatanganku” lanjutnya lagi mulai melompat dengan senyuman puas menatap wajah pucat laki-laki tua dihadapannya.
Berputar cepat...
Buuukkkkk...
“Alfa...”
Teriak laki-laki tua ketika Guru putra mahkota telah terpental sangat jauh hingga mendarat dengan menabrak batang pohon kecil dan membuat batang tersebut patah.
__ADS_1
Baaaaakkkk...
Buuukkkkk....
“Mati saja kalian pengganggu” berputar cepat bahkan kecepatan kakinya sampai tak mampu lagi terlihat.
Uhukkk uhukkk..
“Yuannn....”
Panggil laki-laki tersebut lalu sebuah helikopter muncul kembali,
Duuuaaammmm..
Sebelum meledak,
Belasan orang telah turun dengan cepat, mulai menyerang putra mahkota secara bersamaan.
“S-texchif...”
“u-texchi..”
Cucucup cuuucpp...
Cangkang Kerang beracun terbang keudara ketika Putri keagungan mulai melangkah menyerang musuh yang mengelilingi putra mahkota.
Dengan langkah cepat Zili dan putri kelincahan serta tiga teman putra mahkota bergerak membantu putra mahkota, sementara putri keagungan melompat keatas dahan pohon kering, melempari cangkang-cangkang kerang miliknya, cangkang kerang tersebut tampak berada didalam ikat pinggang berkantung yang ia kenakan.
Baaaaaakkk...
Uhuk uhukk...uhukkk..
Musuh-musuh yang Berada ditempat terpisah dari putra mahkota membuat Zili dan lainnya mampu bergerak bebas tanpa mendekati putra mahkota yaang mungkin akan menendang mereka jika mereka mengganggu urusannya.
“Xu’i...” seorang laki-laki tua lainnya mulai membuka jubah merah, memandang putra mahkota dengan tatapan remeh.
Putra mahkota sedikit terkejut, tetapi dia membalas senyuman remeh laki-laki tua tersebut dengan senyum Nakal “Master Seni bela Shen ternyata musuh negara juga ya..” Putra mahkota memandaang begitu tajam kearah laki-laki yang hanya pernah ia lihat fotonya saja dimasa Lalu ketika berlatih keras didesa Shen “kalau kau sudah diturunkan pasti....” putra mahkota bergerak cepat “kalian ingin menangkapku bukan...?”
Baaaakkkkk...
Buuukkk...
Seluruh tenaga ia Keluarkan,
Setelah menghadapi Father of NC teknologi, sekarang ia juga harus menghadapai master seni bela diri.
Sungguh, musuh tidak henti-hentinya mengeluarkan orang-orang hebat dimasa lalu hanya untuk membawa putra mahkota dan menguasai seluruh dunia.
Seperti tidak ada habis-habisnya musuh terus berdatangan mengganggu keinginan hati yang begitu Dalam untuk menemui Wanita miliknya, seperti itu pula rasa marahnya kini mulai muncul membabi buta. “k- texchii” panggil laki-laki tersebut tidak ingin lagi membuang-buang waktu.
Secepat kilat, ratusan pisau mulai bergerak mendatanginya.
“Yuan...”
Panggil laki-laki yang telah berhasil mengangkat tubuh temannya yang tak lagi berdaya diatas tanah.
“Mundurlah,” ucap laki-laki dari balik headset milik Mantan ketua Klan Co, “aku telah menyiapkan kapal selam diBagian utara pulau” lanjut laki-laki tersebut lalu memutuskan panggilan.
Tampak begitu kesusahan membawa guru putra mahkota yang terlihat Memegangi perut sembari tersenyum tipis senang karena telah melihat dan merasakan kehebatan muridnya saat itu.
“Mau kemana.....?.
__ADS_1
Pangeran istana tampak melompat dihadapan mantan ketua Klan Co dan guru putra mahkota sampai membuat kedua laki-laki tua tersebut membelalak mata.
Mulai menendang menyamping.
Baaaaaakkk...
Laki-laki muda, putra dari raja negara tersebut tampak membelalak mata ketika melihat seorang laki-laki tua lain berhasil membalas tendangannya hingga kaki mereka saling beradu.
Mendarat dengan sempurna, memandang tiga orang dihadapannya “Luar biasa..” ucap pangeran istana tersenyum kecut “bahkan mantan ketua Klan Shen juga memihak kepada musuh” lanjut laki-laki tersebut mulai bergerak menyerang.
Membalas serangan,
Bakkk...
Buuuukkkk...
Memukul,
Pukulan pangeran istana berhasil ditepis berkali-kali,
“Kami hanya akan setia dengan pemimpin kami yang sebenarnya” ucap laki-laki tua tersebut berhasil memukul mundur pangeran istana.
Pangeran istana mulai bergerak cepat lagi “jadi kau kira ayahku bukan pemimpin kalian” maki pangeran istana tampak sangat marah ketika ayahnya diremehkan begitu saja.
Berputar.
Laki-laki tua mengangkat kaki mencoba menendang, tapi kakinya malah mengenai tongkat texchi Zili yang tampak bergerak membantu pangeran istana setelah melumpuhkan seorang musuh hingga Jatuh tak berdaya.
Pangeran istana tersenyum senang melihat kedatangan Zili “my dear, kau membantuku..?,” ucap pangeran istana ketika berhasil meraih tangan Zili yang tadinya bergerak menghampiri musuh malah berbalik arah, jatuh kepelukan satu tangan pangeran istana.
“Shin’A ,, apa yang kau lakukan..?” tanya Zili sangat terkejut karena perilaku pangeran istana yang dia rasa aneh.
Pangeran istana tersenyum lembut, sangat manis hingga membuat Zili semakin terkejut “tentu saja memeluk wanitaku” ucapnya lalu melepaskan pelukannya cepat hingga membuat Zili berputar dan berhasil menepis Tendangan laki-laki tua yang ada dihadapannya.
Zili meraih kembali texchi tongkat yang tadinya terpental, mulai mengeluarkan botol-botol cairan virus ditexchi nomor dua gadis itu, memutar tongkat lalu melemparkannya kepunggung laki-laki tua yang sedang menyerang pangeran istana,
Gadis itu bergerak cepat setelah tongkatnya mengudara.
Taaaaanggg...
Tongkat terhempas jauh, Tetapi Zili berhasil melempar Botol Cairan virus yang terbuka hingga mengenai wajah Mantan ketua Klan shen lalu berubah menjadi merah serta berbintik-bintik menanah.
“Kau....”
Marah, karena marasakan sakit yang luar biasa, hingga dengan cepat bergerak kearah Zili, berputar dan menendang Gadis itu tanpa bisa dihalangi pangeran istana yang jaraknya lebih jauh.
Zili terpental diudara,
Mendekati putra mahkota yang tampak sedang berdiri mengantungi kedua tangan sembari menyerang Master bela diri shen dengan ratusan texchi pisau miliknya
“Hmmmm”
Melirik Sejenak kearah Zili yang terbang kearahnya lalu menangkap tubuh gadis itu dengan salah satu tangannya.
Zili memperlebar matanya, berada dipelukan putra mahkota dengan kaki yang masih belum mendarat keatas tanah.
Tangisannya mulai pecah kembali.
Shisou..
Gumam gadis itu dalam hati, menangis bahagia, menatap wajah putra mahkota dengan jelas didepan mata dan tersenyum lembut hingga membuat putra mahkota sedikit terkejut karena tiba-tiba ia merasakan sesuatu aneh didalam hatinya.
__ADS_1