Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
takut yang sudah tidak tertahankan


__ADS_3

Sungguh,


Kemarin, aku benar-benar mengira bahwa aku telah keracunan makanan. Tetapi ternyata itu semua salah.


Putra mahkota tidak pernah meracuniku. Shin Ji bilang, Putra Mahkota hanya ingin yang mulia ratu untuk datang mengunjunginya saja.


Tetapi, entah apa yang ada dipikiran ratu dan mertuaku saat itu. Aneh sekali, mereka sama sekali tidak pernah percaya dengan ucapanku jika hal itu berhubungan dengan Putra Mahkota.


Ah benar,


Akhir-akhir ini, aku juga merasa sedikit lebih lega. Tidak ada lagi murid yang menggangguku dan bahkan aku mulai bisa berbicara dengan murid lain, dia adalah Shin Ji, pelindung putra mahkota. Sungguh Aku senang sekali, sangat senang bisa berbicara baik walau hanya dengan seorang murid saja.


Meskipun telah terbebas dari gangguan murid-murid lainnya, tetapi ternyata kelegaanku tidaklah bertahan lama.


Itu semua terjadi karena ulah Putra Mahkota.


Menakutkan, sungguh menakutkan.


Saat ini, aku sedang berdiri di sebuah ruangan. Di depanku ada Putra Mahkota. Lalu, Haa,, hiks, rasanya sangat takut.


Apa yang mereka akan lakukan padaku?


Tubuhku sedang diikat oleh Shin Jo, Sepertinya Putra Mahkota telah berencana menggantungku di luar jendela saat ini.


Rasanya tubuhku panas dingin, bahkan keringatku saja ikut dingin. Pasti aku telah menderita penyakit jantung karena jantungku sudah tidak lagi berdetak dengan normal saat ini, dan aku juga berpikir, saat ini mungkin aku terkena penyakit rematik karena kakiku yang tidak lagi berhenti menggigil. Kemungkinan besar, penyakit paru-paru basah juga aku alami karena tanganku selalu mengeluarkan keringat sedari tadi.


Sungguh ya tuhan tolong lah ak...aaaaaaahhhhhhhhhhhhh..


***********


Suara teriakan Zili saat tubuhnya telah tergantung di luar jendela ruangan Putra Mahkota, terdengar menggema.


“Xu’iiiiiiiiiiii!” suara teriak Ratu Negara dari balik pintu menyertainya.


“Tooolong aku!, ahhhhhhhhhh." Semakin keras teriakan ketakutan Zili ketika tubuhnya bergoyang-goyang di udara karena tali tambang yang dipagang Putra Mahkota sedang dimainkan naik turun oleh laki-laki tersebut, semakin bergegas pula Ratu Negara memasuki ruangan tersebut.


“kau sudah datang?” Putra Mahkota tersenyum sangat senang melihat kedatangan Ratu Negara, mungkin karena dia dapat melihat wanita yang ia cintai itu.


“Aaaaaahhhhh tolong aku bibi!" Pinta Zili begitu ketakutan.


“Zili hikss...hikss.. lepaskan Xu’i!” Bentak Ratu Negara keras sembari duduk terjatuh dengan lipatan kaki kebelakang, menangis memohon agar Putra Mahkota melepaskan Zili.


“Bibi....bibi...bibi...” Suara Pelindung Putra Mahkota Shin Ji terdengar berteriak di telinga Ratu Negara yang langsung menoleh kepala, melihatnya.


“Shin Ji hiks.


“Xu'i telah menghamili istriinya, hiks, kasihan sekali dia, masih muda sudah hamil." Sepertinya Pelindung Putra Mahkota Shin Ji sedang melaksanakan perintah kebohongan dari Putra Mahkota. Namun sayangnya ucapan tersebut dipercayai Ratu Negara, hal itu terlihat jelas dari wajahnya yang terkejut. “hasil tesnya juga telah keluar, wanita itu telah hamil seminggu.” Lanjut Pelindung Putra Mahkota Shin Ji lagi sembari memberi dokumen palsu tentang kehamilan palsu Zili kepada Ratu Negara.


“Bibi...aaaaaaahh.. jangan percaya...aaaahhhh mana mungkin aku...aaaaaaahh hamil aaaaaahhhhhh tolong aku” teriak Zili lagi, berusaha keras agar Ratu Negara tidak mempercayai ucapan Putra Mahkota.


Dengan senyum nakal, Putra Mahkota yang telah berhasil menipu Ratu Negara, merasa semakin senang memainkan tali tambangnya. Hal itu tentu saja membuat Zili sontak memuntahkan isi perutnya.


“Lihat bibi!, dia bahkan sudah muntah.“ Pelindung Putra Mahkota Shin Jo mencoba meyakinkan Ratu Negara bahwa Zili telah hamil saat itu.


“Xu’iiiiiii aku mohon.... hiks.. hikss... aku akan turuti permintaanmu jika kau mau melepaskanya." pinta Ratu Negara dengan sangat memelas..


“Bibi.... aaaaaahhhhhhhh jangann..m.... aaaaaahh ueeek” teriak Zili lagi, sangat berharap Ratu Negara tidak tertipu hari itu.


“Lihatlah bibi! bayi dalam kandungannya pasti sedang menangis.” Pelindung Putra Mahkota Shin Ji menambahkan rasa takut ke dalam hati Ratu Negara.


“Xu’iiiiiiiii katakan apa mau sekarang, aku janji akan melakukannya?” pinta Ratu Negara masih jatuh terduduk, dengan sangat ia berharap Putra Mahkota akan melepaskan Zili.


“Hmmm.. benarkah begitu bibi?, kau akan menuruti semua permintaanku yang sudah menghamili wanita itu." Tanya Putra Mahkota dengan senyuman kepuasaan, memastikan.


“Benar, cepat katakan saja, Xui!" Ratu Negara tidak sanggup lagi melihat penderitaan Zili, ia bahkan telah pasrah akan keinginan Putra Mahkota.

__ADS_1


“Bagaimana kalau aku minta tiga permintaan kepadamu?” Putra Mahkota mulai mengajukan jumlah permintaan, hal iru sontak membuat Ratu Negara tidak percaya, walaubagaimanapun, derajat wanita itu bahkan lebih tinggi dari Putra Mahkota saat itu.


“Satu saja cukup,, kenapa banyak sekali permintaa....”


Putra Mahkota memainkan lagi tali tambang ditangannya. “Aaaaaahhhhh tolong aku.. aaaahh..uekk," agar Ratu Negara segera menyetujui permintaannya tersebut.


“Bibi,kalau dibiarkan terus, bayinya mungkin akan segera keluar dari kandungannya." Ucap bohong Pelindung Putra Mahkota Shin Ji untuk kesekian kalinya.


“Baiklah, baiklah Xu’i, cepat lepaskan dia?” Pinta Ratu Negara, dengan sangat berat hati menyetujuinya.


“Kau sudah rekam, kan Jo?” tanya Putra Mahkota kepada Pelindung Putra Mahkota Shin Jo yang telah mengaktifkan perekam suara di Ponselnya.


“Oke boss.” Jawab pelindungnya tersebut dengan mengacungkan ibu jari.


“Xu’i, kau benar benar licik." Maki tidak senang Ratu Negara dengan sikap keterlaluan Putra Mahkota.


“Ini namanya pertarungan Hidup dan mati.” ucap Putra Mahkota dengan begitu bangga.


“Iya bibi, yang mati adalah wanita itu." Ucap Pelindung Putra Mahkota Shin Ji menambahkan lagi, ia masih berdiri dibelakang Ratu Negara.


Dengan bergegas Putra Mahkota berjalan menuju ke jendela setelah memberikan tali tambang kepada Pelindung Putra Mahkota Shin Jo di dekatnya, lalu meraih Tubuh Zili yang sudah sangat melemah karena perutnya yang mual.


“Uuueeekk” Dan menerima muntahan Zili pada pakaiannya setelah laki-laki remaja tersebut berhasil menurunkan gadis itu ke atas lantai ruangan.


Mata Zili terbelalak lebar, ia yang tadinya takut kini telah berubah menjadi tegang. "Selamatkanlah nyawaku!" gumamnya pelan begitu khawatir dan takut.


“Ahhh, sepertinya bayi kita sedang menangis sayang.” Ucap Putra Mahkota seembari mengelus-elus Kepala Zili,, “cup cup cup sayang,papa disini.” Lanjutnya lagi, kali ini tangannya berpindah, mengelus Perut zili yang sebenarnya tidak sedang mengandung bayi.


“Hikss..hiksss.. keluarga bahagia," ucap Ratu Negara begitu terharu melihat Putra Mahkota yang tidak marah karena terkena muntahan zili.


“Iya bibi, sepertinya Xu'i sangat menyayangi istri dan anaknya." Ucap Pelindung Putra Mahkota Shin Ji lagi menambahkan.


Bahagia apanya, mereka lupa yang telah dilakukan Putra mahkota beberapa detik yang lalu.


gumam zili dalam hati ketika tali yang mengikat tubuh telah terlepas.


Tentu saja, Zili hanya bisa tertegun dengan perilaku yang dilakukan laki laki di sebelahnya tersebut.


“Katakanlah Xu’i!, aku Xu yuanna tidak akan menarik kata kataku kembali.” Ucap Ratu Negara dengan bangganya sembari mulai berdiri dan menatap tajam ke arah Putra Mahkota.


“Jadilah pembantuku hari ini.” Putra Mahkota mulai mengajukan satu permintaan yang mengejutkan seisi ruangan termasuk kedua pelindungnya.


“Ka...kaaa..kaau bilang aaa..apa?” tanya Ratu Negara, tidak dapat mempercayai bahwa seorang ratu n diminta untuk menjadi pembantu putra mahkota yang lebih rendah kedudukannya.


“Jadilah pembantuku!” Ucap Putra Mahkota mengulang lagi permintaannya, dengan sangat senang, ia menatap wajah bodoh ratunya tersebut.


“Tidak mau!” tolak yuanna dengan kerasnya.


“Aku, Xu Xu’i tidak percaya bahwa Ratu negara akan menarik kembali kata-katanya." Dengan tegasnya Putra Mahkota menyindir, hal itu semakin menambah rasa geram di dalam hari Ratu Negara tersebut.


“Baiklah baiklah.” Ucap Yuanna dengan lemah, menuruti.


“Sekarang, bawa pakaian Seragamku yang kotor ini ke laundry!” perintahnya Putra Mahkota ke sembari membuka seragam sekolah dan menyisakan tubuh six pack yang bahkan Ratu Negara sendiri hingga mengeluarkan darah di hidung karena melihatnya, begitu pula dengan zili yang tidak percaya dengan apa yang ia tidak sengaja Lihat itu.


“Putra mahkota menghamili wanita... putra mahkota meng...” Penyebar berita menghentikan teriakannya ketika melihat kepala sekolah sedang berjalan dihadapannya.


Dia yang telah mengetahui hal itu akan terjadi, telah mempersiapkan diri untuk berlari dengan kecepatan tinggi, secepat kilat.


Wwwwuuuuuuuusss.


Melewati kepala sekolah yang tidak bisa lagi mengejarnya.


Berita tentang putra mahkota yang menghamili wanitapun akhirnya tersebar keseluruh penjuru sekolah mulai dari Sd,SMP,,SMA hingga sampai keuniversitas negara bahkan dengan kecanggihan teknologi tanpa batas, berita tersebut juga telah menyebar sampai kepenjuru wilayah pelosok desa karena si penyebar berita telah berhasil lolos dari tangkapan kepala sekolah.


*********

__ADS_1


Ratu Negara telah kembali dari laundry pakaiannya. Di tangannya telah tergenggam sebuah kantung plastik yang berisi dua mangkuk bakso.


“Zili!” sapa Ratu Negara senang ketika melihat Zili duduk di pangkuan putra mahkota.


Putra Mahkota yang mengetahui bahwa yuanna telah sampai melalui CCTV, memang sengaja mengangkat tubuh Zili untuk duduk dipangkuannya agar wanita yang ia cintai itu tidak menjauhkan Zili darinya yang akan membuat Ratu Negara segera pergi dari ruang pribadi miliknya tersebut.


Zili hanya bisa pasrah, dan terus-menerus berdo'a dalam hati agar bisa terbebas dari Putra Mahkota.


“Ini makan, bakso. agar bayimu sehat." Saran Ratu Negara sembari memberikan semangkuk bakso di atas meja Putra Mahkota.


“Terima kasih bibi, bayiku pasti sangat senang memakan makananan kesukaannya." Ucap Putra Mahkota sembari membuka tutup mangkuk bakso tersebut.


Zili dengan pasrah, terpaksa membuka mulutnya karena Putra Mahkota telah menyuapkan bakso dengan tangannya sendiri untuk gadis itu.


“Benarkah!! Luar biasa Xu’i, bayimu bahkan memiliki makanan kesukaan yang sama denganku." Puji Ratu Negara yang sedang mengunyah bakso didalam mulutnya. “Zili, mulai sekarang setiap hari, aku akan datang membawakan bakso untukmu." Lanjut wanita dewasa itu lagi sontak membuat zili tersedak karena dia memang tidak terlalu menyukai bakso, apalagi harus memakannya setiap hari.


“Luar biasa bibi, dengan sangat senang, istriku ini akan menerima kebaikanmu itu setiap hari, benarkan sayang?" tanya Putra Mahkota kepada Zili yang terpaksa mengangguk karena tidak berani melawan Putra Mahkota negara NC.


“Ayo kita makan bakso sepulang sekolah!” ajak Ratu Negara lagi, sungguh mengejutkan gadis yang masih merasa mual itu.


*********


Jauh di ruang kerajaan, Raja Negara tampak merasa gelisah karena istri yang dicintai tidak kunjung kembali setelah pulang sekolah.


“Yang mulia,, saya membawa kabar baik untuk anda." Seorang tentara kerajaan datang dan masuk kedalam ruang raja dengan memberi salam hormat kepadanya.


“Kabar baik, apa yang kau maksud?” tanya Raja Negara tidak mengerti.


“Putri mahkota telah hamil seminggu.” ucapnya, sungguh mengejutkan semua orang yang ada didalam ruangan tersebut.


“Hamil.” ucap Raja Negara tidak percaya


“Hamil.” ucap Penasihat Raja amat sangat terkejut..


“Hamil.” ucap Raja Bayangan yang berada diruangan kantor perusahaan Xu.


“Hamil.” ucap Ratu Bayangan diruang tamu rumahnya.


“Ha...miil." Menteri Keuangan bahkan tidak menyangka putrinya akan hamil secepat itu karena kejadian pemerkosaan tersebut belum tepat sampai seminggu yang lalu.


“Hamil... hm.. iya,,Ziili sedang hamil, dia bersamaku sedang makan bakso saat ini." Jawab Ratu Negara yang telah menerima panggilan dari Raja Negara.


“Dari mana kau yakin dia hamil?” Tanya Raja Negara masih tidak percaya dengan ucapan istrinya.


“Aku melihatnya muntah beberapa kali, bukankah muntah adalah tanda kehamilan?, dan lagi Shin Ji bahkan telah memberikan Surat pernyataan bahwa zili telah hamil." Jawab Ratu Negara meyakinkan Raja Negara yang benar-benar tidak menyangka dengan kebodohan istrinya. Sebenarnya tidak bodoh, mungkin mereka dia sangat berharap bahwa Zili tetap berada di dalam keluarga kerajaan. “Kau sedang hamil kan zili?” Kali ini Ratu Negara bertanya kepada Zili yang sedang Memasukan bakso ke dalam mulutnya dengan tetesan air mata karena tidak bisa menahan mual di perut.


“Ueeek” Zili pun terpaksa ke toilet warung untuk memuntahkan isi perutnya.


“Kau dengar kan Shin?, Zili sedang muntah karena hamil saat ini.” Yakinkan Ratu Negara lagi.


Putra Mahkota yang telah menggunakan topi dan kacamata untuk menyamar hanya bisa tertawa geli, ia terlihat duduk di sebelah Ratu Negara sembari melipat kedua tangan ke dada dan juga melipat kedua kakinya.


“Yuanna,, benarkah Zili hamil?” tanya Ratu Bayangan yang telah menyamar menjadi bu guru sejarah setelah mendengar kabar kehamilan menantunya tersebut.


Dia tahu jika Ratu Negara tidak berada bersama Raja Bayangan maka pasti adik iparnya tersebut sedang makan bakso di warung bakso terkenal di kota C.


“Hm." Angguk Ratu Negara dengan ponsel di telinga dan sebuah bakso dimulutnya.


“Oeeek” suara muntahan Zili terdengar oleh Ratu Bayangan


“dengarlah!, dia sedang muntah saat ini, kalau muntah, itu artinya ia hamil, bukan?” Yakinkan Ratu Negara kepada Ratu Bayangan yang tidak menyangka dengan apa yang ia dengar. Dengan hati riang gembira, senang tiada tara, kebahagiaan yang membara-bara, Ratu Bayangan pun merayakan kehidupan barunya.


“Pak, pesan Bakso 10 mangkuk." Pesannya untuk merayakan hari kedatangan Cucu tercinta.


“Hore... horee...horeee." Teriak girang dan semangat Ratu Negara karena ditraktir bakso dari Ratu Bayangan. “ Zili, ayo kita makan bakso lagi sepuasnya!” ajaknya lagi kepada Zili yang telah keluar dari toilet.

__ADS_1


Zili menghela nafas berat, dia berdiri tidak percaya karena harus mempersiapkan diri lagi untuk memakan bakso yang telah membuatnya mual.


__ADS_2