
Gemetaran.
Tubuhnya gemetaran mengingatkan ia pada masa lalunya.
Gemetaran ketika dihadapkan dengan banyaknya binatang buas didepan mata untuk pertama kali dalam hidupnya.
Gemetaran karena rasa lapar yang pernah menyiksa Lambungnya hingga menusuk uluh hati.
Gemetaran karena rasa takut berada dipertengahan hutan sendirian.
Gemetaran karena membunuh Seorang manusia untuk pertama kalinya.
Gemetaran karena tubuhnya yang penuh dengan lumuran darah.
Gemetaran karena merasakan Sakit seperti ia akan segera mati.
Gemetaran karena menanggung beban berat sebagai Calon raja dinegaranya.
Gemetaran karena mengetahui bahwa ia telah kehilangan wanita yang sangat ia cintai.
Dan gemetaran itu muncul kembali ketika mengetahui bahwa tepat disisinya, Wanita yang selama ini ia rindukan kini berada.
“Ha.. hm..” menahan rasa,
Penyesalan, kesedihan, kebahagian,kebencian, kebodohan, semua perasaan itu masuk menjadi satu, meluap didalam hatinya “hm.. ha. Hahahahahha..” tawanya lepas, suara laki-laki tersebut menggema didalam ruangan bersamaan dengan tangisannya yang jatuh. “hahahaha..” masih tertawa diantara tangisannya.
Tawanya tak mampu membangunkan tidur gadis didalam dekapannya , saking kuatnya hipnotis yang telah ia lakukan.
Perubahan diwajahnya begitu terlihat, duduk diatas sofa ruangan yang kedap suara, laki-laki itu memandang lekat wajah wanitanya yang telah berubah.
Tersenyum kecut, menarik kulit pipi gadis itu.
Aliran mata masih membasahi pipi, meskipun demikian, laki-laki tersebut hanya diam dengan tatapan mata serius.
Membiarkan aliran air matanya terus jatuh mengenai wajah wanita miliknya. “hmm topeng sampah.” Ucapnya meremehkan, ketika mengetahui Jenis Kulit pembuatan topeng yang dikenakan Oleh Zili. Mencari-cari celah, wajahnya yang serius berubah menjadi sangat marah ketika topengnya tidak memiliki celah untuk terbuka. “berani sekali kau merubah wajah wanita milikku..”geramnya kepada siapapun yang memberikan topeng tersebut, meskipun ia belum mengetahui dengan pasti pelakunya.
Mulai memandang lekat ke wajah gadis itu, matanya yang memerah karena marah, perlahan-lahan berubah menjadi sayu, lalu berubah marah kembali secara tiba-tiba. “siapa Suho...?” tanyanya begitu terlihat emosi karena telah mendengar nama tersebut didalam panggilan sebelumnya.
Masih memejamkan mata karena tak lagi sadarkan diri “temanku..”
“berani sekali kau berteman dengan laki-laki lain dibelakangku..” ucapan laki-laki tersebut sontak membuat tubuh Zili gemetaran meskipun ia sedang tak sadarkan diri.
“Hiks...hiks maafkan aku shisou..” ucap Zili mengeluarkan air mata didalam pejaman matanya “suho hanyalah presiden sekolah teknologi, hiks hiks “ ucap gadis itu ketakutan didalam Tidurnya “tidak ada hubungan khusus diantara kami berdua” lanjut Zili meyakinkannya didalam tipuan putra mahkota.
Mulai tersenyum tipis “benarkah..?” wajah yang marah berubah menjadi Lembut.
“Benar Shisou, hiks..” jawab Zili “mana mungkin aku berani mengkhianatimu..” lanjut gadis itu lagi didalam tidurnya.
Tertawa kecil “bagus, “ menghentikan tawa “kerja bagus..” lanjut laki-laki tersebut “topengmu...?”
Masih gemetaran “aku yang meminta kakek Shu untuk membuatnya, shisou..” jawab gadis itu “tolong jangan hukum dia..” pinta gadis itu memelas dalam Mimpinya.
“berani sekali kau menyembunyikan segalanya dariku..” ucap geram putra mahkota diantara mata sayunya.
“Maafkan aku hiks.. hiks.. “ masih menggigil “aku hanya ingin mencari resep obat antigila”
__ADS_1
“Kau tahu hampir saja aku membunuhmu..” bentak geram putra mahkota marah pada dirinya sendiri. “Kenapa kau diam saja saat itu ..?” ucapnya pelan dengan limpahan air mata memeluk tubuh lemah wanita miliknya.
“Hiks hiks hiks shisou...” tidak mampu menjawab karena dia sendiri mengetahui bahwa saat itu dia tidak memiliki pilihan lain.
“Jangan lakukan itu lagi..” ucap lemah putra mahkota memeluk erat tubuh wanitanya “jangan menipuku lagi” lanjutnya lagi begitu memohon.
“Hiks hik maafkan aku shisou..” ucap gadis itu masih dengan tubuhnya yang gemetaran. “aku tidak akan menipumu lagi” jawab gadis itu.
“Bohong...” jawab putra mahkota tersenyum kecut “setelah sadar pasti kau akan kembali berbohong padaku..”
“Maafkan aku Shisou, aku harus bersembunyi..” jawab cepat gadis itu mengejutkan putra mahkota.
“Bersembunyi...?”
“Shisou..” mulai bergerak memeluk putra mahkota didalam Pejaman matanya ‘”shisou, mereka ingin menangkapmu.” Ucapnya ketakutan.
Tersenyum remeh “menangkapku. Hm..” menahan tawa, membalas pelukan wanitanya “hm hahahahahahah, menangkapku kau bilang..?” tawanya menggema kembali didalam ruangan. “mereka kira bisa menangkapku..”
“Tapi mereka akan menangkapku sebelum menangkapmu..” jawab gadis itu memeluk erat leher putra mahkota didalam tidurnya “mereka sudah menangkap ayahku, lalu akan menangkapku setelahnya mereka akan menangkapmu ..”
“hmmm” tersenyum kecut “jadi begitu..” pandangan putra mahkota kembali tajam, menatap kearah depan, masih memeluk wanita miliknya.
“Shisou, aku mohon jangan pergi..” pinta gadis itu tiba-tiba “shisou jangan pergi hiks hiks “ ucapan gadis itu mulai aneh.
Tersenyum tipis, mengetahui bahwa gadis itu sedang memberontak, melepaskan diri dari tipu dayanya.
Putra mahkota mulai meraih kantung Celana Zili, menemukan sesuatu dari sana dan tersenyum nakal. “Aku tidak akan pergi kemanapun..”
Melepaskan pelukan, berbalik arah menghadap kesandaran Kursi Sofa, tempat dimana mereka duduk saat itu “shisou, kenapa kau bisa berada dibelakangku...?”
Menarik tubuh Zili jatuh kedalam pelukannya lagi “aku ada didepanmu..” ucap putra mahkota mengeratkan pelukannya untuk gadis itu,
“Benar..” buliran air mata yang tadinya berhenti kini jatuh kembali “aku adalah Zili.”
“Benarkah kau Zili...?”
“Benar shisou” jawab gadis itu didalam mimpinya “aku adalah Zili..”
Tersenyum senang, “hmm..” memandang lekat kewajah wanitanya “hah..” tak mampu menahan perasaan hatinya yang teramat sakit “hahahahahahahahhaah.....” tawanya menggelega kembali. “Kau wanitaku bukan..?”
“Benar shisou..” jawab gadis itu “aku adalah wanitamu..”
***Percayalah yang mulia, sepenuhnya dia sangat mencintaimu, Zin zili’a sungguh sangat mencintaimu, yang mulia.
Hancurkan Sa’i..akhh.., tidak masalah bagiku asalkan aku bisa berguna bagi negara ini akkkhh
aku mohon jangan tinggalkan dia lagi yang mulia, aku mohon hiks. Putri mahkota, sungguh sangat merindukanmu, yang mulia, bahkan setiap detik menunggu kabar darimu yang tak pernah terdengar, terasa sangat menyakitkan hingga setiap kali bernafas, rasanya seperti terjebak didalam Air dan tidak mampu menahan Nafas lagi.
Aku saja yang temannya percaya bahwa Zili masih hidup, kenapa kau yang saangat mencintainya tidak percaya bahwa dia masih hidup***.
“hahahahahha” masih tertawa diantara air matanya “ ha hiks..” laki-laki itu mulai menangis mengingat kebodohannya sendiri yaang tak mampu mengenali wanita miliknya sendiri. “maafkan aku hiks..” ucapnya memeluk erat Zili, “maafkan aku..” mulai menghapus air mata yang dipipi.
Putra mahkota tersenyum nakal tampak memikirkan sesuatu hal.
Memang,
__ADS_1
Begitu hebatnya dia hingga mampu merubah Ekspresi wajahnya meskipun tidak sesuai dengan perasaan hati saat itu.
“Bangunlah “ perintah putra mahkota.
Paaaaakkkk... suara tamparan pipi terdengar.
“kau menipuku..?” maki Zili keras setelah menyadari bahwa saat itu ia tak sadarkan diri, gadis itu merasa bahwa putra mahkota telah memberikan obat tidur kepadanya.
Tersenyum nakal setelah menerima tamparan untuk kedua kalinya dihari yang sama “haaa,..” dia menatap Zili yang telah berdiri memandang geram kearahnya “bukankah aku sudah membantumu bertemu Xu’i didalam mimpi..?” ucap laki-laki tersebut mengejutkan Zili yang langsung mengernyitkan dahi.
“Be ..benarkah..?”
“Tentu saja..” jawab putra mahkota tersenyum geli. Dia mulai berdiri menunduk, memandang Zili yang saat itu sedang menengadah kepala menatapnya “ini..?” memperlihatkan Sesuatu hingga mata Zili membelalak besar “obat apa ini..?” tanya putra mahkota mempermainkan gadis itu.
Bergerak cepat meraih Botol obat pengubah suara ditangan putra mahkota namun tidak berhasil “berikan..” Pintanya.
“Jawab dulu..” pinta putra mahkota tersenyum nakal.
“Itu.. itu..” menghela nafas berat “obat antigila.” Jawab gadis itu.
Tersenyum kecut karena merasa ditipu “benarkah..?”
“Te.. te.. tentu saja” jawab gadis gelagapan.
Memandang lekat Zili yang langsung membuang wajah “kebetulan sekali, aku membutuhkannya..” mengambil satu buah pil,
Perilakunya sontak mengejutkan Zili “apa yang kau lakukan, tuan..?” teriak gadis itu ketika putra mahkota memasukan obat tersebut kedalam mulutnya “keluarkan..” perintahnya menggenggam kemeja didada Putra mahkota dengan kedua tangannya, memaksa laki-laki tersebut untuk mengeluarkan obat pengubah suara miliknya.
Meraih pinggang Zili, juga leher kanan gadis itu.
Haaaa..
Emmmm..
Putra mahkota memaksa membuka mulut gadis itu dengan mulutnya, memasukan obat dari mulutnya kedalam mulut gadis itu, lalu bergerak memainkan Kedua bibir mungil gadis itu.
Geram..
Dengan cepat Zili menggigit bibir putra mahkota hingga dengan terpaksa laki-laki tersebut melepaskannya, dan membersihkan darah yang keluar dari bibir bawahnya. “brengsek sialan keterlaluan..” maki gadis itu mundur kebelakang “kenapa kau menciumku brengsek..?” bentak gadis itu mulai menangis.
“Bukankah baru saja kau menyuruhku untuk mengeluarkan obat antigila ..? “ Ucap putra mahkota dengan santai.
“Bukan berarti kau harus mencium ku..?” bentak Zili lagi begitu amat marah.
Tersenyum nakal, melangkah mendekati Zili, perilaku tersebut sontak membuat Gadis itu mundur kebelakang “aku tidak menciummu, “ menghentikan langkah kaki karena melihat tubuh gadis itu yang ketakutan “aku hanya mengembalikan obat milikmu” jawab laki-laki tersebut dengan nakalnya, membuat kemarahan gadis itu semakin bertambah.
Melangkah kaki mendekati putra mahkota dengan geramnya “benar-benar keterlaluan..”
hAaa...
Cepat sekali, tubuh gadis itu telah berada dipelukan putra mahkota “maafkan aku maafkan aku, aku tidak akan melakukannya lagi” ucap lembut laki-laki tersebut mengeratkan pelukannya.
“Benarkah..? hiks hikss” dia mulai menangis didada bidang laki-laki tersebut.
“Tentu saja” jawab putra mahkota mencium aroma rambut wanita miliknya.
__ADS_1
“Berjanjilah padaku..”
“Baiklah aku janji tidak akan menciummu tanpa izin lagi” jawab laki-laki tersebut meyakinkannya.