Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
foto yang mengingatkan kepedihan


__ADS_3

Xu’i, Putra mahkota yang dipilih secara langsung menggantikan raja berikutnya memiliki hidung mancung berdagu runcing,kulit putih dan tubuh tinggi kini telah mengalihkan tubuhnya menghadap Zili yang masih berdiri di depan tenda memandang kearahnya dengan gugup.


Gadis itu langsung menundukkan kepala merasa takut tiba tiba dipandang oleh Xu’i yang merasa aneh dengan sikapnya. Berkali kali beberapa Pelayan berlalu lalang dihadapan Zili yang sedang dipandang Putra mahkota dan Juga Shin ji.


“Wah, putri istana ternyata sangat pemalu, tidak seperti rumor yang beredar !” suara pujian laki laki tua menggema Terdengar hingga ketelinga Zili. Dia yang belum sempat menjawab pertanyaan putra mahkota dan shin ji tersenyum Kaku karena dikira sebagai Putri Istana.


“Kakek, dia bukan yu’a” Shin jo mencoba memperbaiki kesalahan informasi yang diperoleh laki laki tua disebelah putra mahkota.


sayup sayup angin menghembus hingga menerbangkan rambut panjang Zili yang tidak terikat. Dia kembali merasa tidak percaya diri untuk menjadi pendamping putra mahkota, dalam hatinya merasa sangat tidak pantas untuk menerima posisi paling tinggi yang sangat diinginkan kebanyakan wanita di seluruh negara NC dari ujung ke ujung.


Gadis malang itu mulai merasa takut, Takut bahwa ia akan menerima hinaan lagi dari orang yang baru saja ia temui. Angin merontokan dedaunan kering Dari atas pepohonan hutan. Sehelai Daun yang kering terjatuh tepat diatas kepala gadis yang masih menundukan kepala didepan tenda tersebut. Dia sama sekali belum bergerak dari posisinya, ditambah lagi, hatinya merasa gugup untuk menjawab pertanyaan dari putra mahkota.


Diam membisu sebenarnya bukan pilihan baginya, hanya saja, perasaan Takut kian menerpa mengingat banyaknya orang yang tidak menyenangi keberadaan gadis malang itu. Bahkan ayah nya sendiri tidak pernah mengetahui sisi pengecut gadis yang telah semakin membesar karena terus menerus di buli selama Sekolah.


Dia merasa tidak ada seorangpun yang akan mengerti perasaannya, dan juga merasa mungkin hanya dialah satu satunya orang yang selalu menerima penghinaan. Meskipun telah bersusah payah berjuang keras mengubah nasib, bahkan memberanikan diri menyapa orang dimasa lalu tetap saja tidak ada orang yang peduli. bukan hanya tidak dibalas, bahkan kadang ia dianggap sebagai orang yang sedang mencari perhatian.


“Gimana ini, aku takut menyapa kakek itu. Sungguh, aku tidak berani lagi menyapa orang” desisan hati merasakan takut. Ketidak percayaan diri telah mendarah daging. Rasa malu tidak lagi hanya menjadi sifat. Gadis malang yang terlahir dengan kesedihan mendalam karena perbuatan pangeran istana mulai merasa gemetaran. Saat itu yang ada didalam pikirannya hanyalah takut akan hinaan. Menimbang dia adalah seorang wanita yang tidak pernah mendapatkan dukungan.


“Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku!” suara Putra mahkota sontak mengejutkan Gadis itu, perlahan ia mendongakan wajah. Dilihat olehnya wajah putra mahkota berada tepat dihadapannya..


“Kapan!” tanyanya dalam hati. Dia yang sedari tadi melamun tidak menyadari kedatangan putra mahkota mendekat kearahnya. Pandangan gadis malang itu tanpa sengaja teralihkan ketangan putra mahkota yang telah melepaskan sehelai daun kering dari tangannya.


“Kenapa kau malah diam saja. Sudah susah susah aku ajak bicara sekarang mulai kembali menutup mulut” putra mahkota mengambil tangan gadis itu. Dia menggenggamnya. “ayo aku perkenalkan dengan guruku” ajaknya menarik tangan Zili menuju ke depan mobil,tempat dimana laki laki tua itu sedang menunggu mereka.


“Maaf maaf, aku tidak mengenalimu, sudah sangat lama aku tidak kembali kekota sih” laki laki tua itu tampak merasa sangat bersalah melihat keadaan menyedihkan Zili yang dikiranya sedang Marah kepadanya. “sudah lah jangan marah lagi. Maafkan kakekmu ini ya”


“Tidak tidak. Mana mungkin aku marah”sontak zili Terkejut mendengar permintaan maaf laki laki tua itu. Dia merasa tidak pantas mendapat ucapan maaf dari orang tinggi yang bahkan telah diakui sebagai guru oleh putra mahkota.


“tidak perlu minta maaf kakek, istriku memang orang yang sangat pendiam”


“Ala ala. Putra mahkota bahkan mengakui kau sebagai istrinya,” senyum senang laki laki tua itu mengingat betapa keras kepalanya murid yang ia ajar tersebut setelah sekian lama mengenal. “apa hatimu tidak lagi menyukai Yuanna!”


“Mana mungkin. Sampai kapanpun tidak ada yang bisa menggantikan bibi didalam hatiku”


“Eeeh. Buktinya kau mau menikah dengan dia. Dulu kau bilang hanya ingin menikah dengan Yuanna”


“Gadis ini sangat spesial, yuanna tampak sangat melindunginya. Bagaimana mungkin aku sia siakan dia begitu saja.” Zili terpaku membisu mendengar pernyataan jujur putra mahkota. Apa yang dia perkirakan selama ini adalah benar. Dia hanyalah orang yang dianggap sebagai jembatan penghubung bagi putra mahkota untuk mendekati Ratu yuanna. Meskipun begitu, Tampaknya gadis itu sedikit senang. Baginya tidak masalah menjadi demikian adanya karena dengan begitu mungkin kehidupan pribadi gadis malang itu untuk selanjutnya akan berubah lebih baik mengingat putra mahkota sendiri yang menganggapnya secara khusus sebagai istrinya.


Nasi telah menjadi bubur, orang yang membenci Gadis malang tersebut semakin banyak. Jika bukan dengan anggapan spesial dari putra mahkota, mungkin kehidupan gadis itu akan semakin memburuk. Ditambah lagi, jika Shin’A kembali lagi kenegaranya, tidak ada alasan bagi pengeran istana tersebut untuk membuli ia kembali seperti dimasa lalu.


Bencilah, jika semua orang ingin membencinya, bertahan hidup, itulah yang saat itu dipikirkan gadis yang telah banyak menerima penderitaan dimasa lalu.


“Hahaha mungkin belum waktunya, bersabarlah gadis kecil. Kau sudah pasti bisa mendapatkan hatinya” ucapan laki laki tua itu sontak mengejutkan semua orang tanpa terkecuali Putra mahkota itu sendiri. Dia tidak menyangka guru yang sangat dihormati akan mengatakan hal omong kosong yang baginya mustahil untuk terjadi.


“Kakek, kau ini bicara apa?” Xu’i terlihat tidak senang mendengar perkataan gurunya.

__ADS_1


“Ayo kita masuk.” Tanpa peduli laki laki tua itu memeluk bahu Zili dari belakang meninggalkan Xu’i serta Si kembar shin ji dan shin jo tanpa mengajak mereka bersama. Putra mahkota bahkan belum sempat untuk memperkenalkan laki laki tua itu kepada istrinya.


Perempuan dengan mengenakan seragam sekolah menghentikan langkah kakinya mendengar ucapan laki laki tua kepada Zili, ia mengalihkan pandangan mata yang tadinya kearah Shin jo menggantikannya kearah punggung zili yang telah hampir sampai menuju pintu.


“loh kok bisa Kakek yatto menyukainya, tidak mudah bagi kakek tua itu menyukai orang lain ” perasaan curiga didalam hati Shin ji tiba tiba muncul. Dia yang adalah salah satu murid dari laki laki tua itu tidak menyangka bahwa gurunya bisa begitu saja Menyukai zili.


“Ckk,” senyum sinis mengembang dipipi Xu’i, didalam hatinya tiba tiba merasa kalah, mengingat tidak mudah baginya untuk mendapatkan perhatian Yatto. terlebih lagi, yatto pernah berkali kali menolak untuk menjadi gurunya dimasa lalu.


“Kenapa kau berdiri saja disana perempuan tidak tahu malu, pergi sana pulang. Disini bukan tempatmu” teriak Shin jo. Laki laki remaja itu sebenarnya merasa senang dengan kedatangan perempuan cantik yang selalu mengganggunya sejak ia berada di kelas satu SMA. Tapi harga dirinya terlalu tinggi untuk menerima Perempuan tersebut untuk selalu dekat dengannya.


“Aah,jangan gitu donk jo, padahal aku sudah jauh jauh datang tapi kau tidak menghargai usahaku” dia mempercepat langkah kaki nya menuju Shin jo. Pandangan mata perempuan itu sekilas ia tujukan kepada Xu’i yang terlihat dingin tidak peduli dengan dirinya bahkan hanya untuk sekedar menatap kearahnya.


“Siapa suruh kau datang”


“Aku hanya ingin selalu dekat denganmu saja kok”


“Kau ini...” senyum Tipis Jo terlihat sedikit menyenangkan perempuan itu. Dia tidak merasa risih sama sekali ketika perempuan dengan rambut pirang tersebut memeluk lengannya.


Rumah yang tadinya sepi telah berubah menjadi ramai. Para pelayan berjalan berlalu lalang memasukan Barang barang keperluan dari beberapa mobil yang telah datang membawa banyak perkakas rumah tangga.


Gerak langkah xu’i dan Shin ji terdengar mengeresak diatas daun daunan kering yang belum tersapu oleh para pelayan mengingat tuan mereka belum beranjak dari tempat tersebut Setelah beberapa lama berdiri sebelumnya.


Shin jo dengan perasaan sedikit senang berjalan masuk menuju rumah diikuti oleh perempuan teman sekelasnya yang masih menggenggam lengannya. Dia tidak menyadari bahwa perempuan tersebut berkali kali melirik kepunggung Xu’i yang telah lebih dahulu berjalan didepan mereka.


Otak gadis itu dipenuhi tanda tanya mengingat perkataan yatto yang mengatakan bahwa dia sudah lama tidak pernah kembali kekota. Banyak hal yang ingin ia ketahui tapi mulutnya tetap bungkam seolah olah diam telah menjadi kewajiban bagi gadis malang tersebut selama hidupnya.


Mewah dan Luas serta bersih mengkilat tanpa tersisa satu debupun yang mungkin berada diruangan rumah tersebut. Pandangan gadis itu tertuju kepada Sebuah Foto pengantin besar diatas dinding. Wanita berpakaian Dress pengantin mewah dan seorang pria tampan berpakaian sama terpampang menghiasi Ruangan tamu rumah tersebut.


“Raja Shin dan ratu yuanna” gumam Gadis malang itu dalam hati. Foto pernikahan mereka tampak seperti pernikahan rakyat biasa. Dia tidak menyangka wajah Penguasa mutlak negara sangat mirip dengan Shin’A , orang yang sangat dikenalnya, dan termasuk orang yang sangat ia benci didalam hatinya. Matanya mulai memerah mengingat semua kejahatan yang telah diperbuat Laki laki itu hingga ketitik dia tidak lagi memiliki rasa percaya diri karena melihat foto tersebut. Senyum kecut mengembang tipis hampir tidak terlihat. Dia mengalihkan pandangannya ke arah manapun itu untuk tidak memikirkan kembali Wajah Shin’A orang yang telah membuat hidupnya selama ini menderita.


Rasa syukur karena laki laki itu telah pergi berada didalam benak gadis yang telah melangkahkan kaki diatas lantai keramik mewah.


“Alah alah.. kau ini kerjanya hanya melamun saja ya” suara Yatto membangunkan Zili dari lamunannya, gadis malang itu menyadari Perkataan Yatto mungkin sangatlah benar. Sepanjang hidupnya, zili selalu melamun memikirkan kehidupan menyedihkannya dimasa lalu.


“Maaf”


“Kenapa minta maaf?”


“Itu karena...”


“Karena apa!”


“Karena aku telah me..”


“Haaaah ,,masa lalumu pasti penuh dengan penderitaan, sama dengan yuanna” ungkapan Yatto mengejutkan Gadis malang itu, dia tidak menyangka Ratu negara pernah mengalami penderitaan dimasa lalu. Hatinya semakin dipenuh dengan rasa penasaran yang ia tidak berani untuk tanyakan. Gadis malang telah berjalan memasuki ruang makan. Yang ia pikirkan bukan lagi makan, tapi ratunya. Entah sejak kapan, tapi didalam hatinya , ia merasa sangat menyayangi ratu negara bahkan mendengar ratunya pernah menderita dimasa lalu membuat hatinya sontak merasa perih.

__ADS_1


“Kakek..”


“Nanti saja bertanyanya, ayo kita sarapan dulu” ajak Laki laki tua itu, seolah olah ia mengetahui apa yang ada dipikiran Gadis malang yang saat itu sedang berdiri didepan meja makan penuh dengan berbagai jenis makanan.


“Kenapa kau meninggalkanku” suara Xu’i terdengar lagi ditelinga Zili. Kepala gadis itu lalu dialihkan kedepan pintu. Ia melihat putra mahkota berjalan menghampirinya “kau makan saja dekat denganku” semua orang sontak terkejut terkecuali Yatto yang telah paham dengan sifat muridnya.


Si kembar dan perempuan berambut pirang serta beberapa pelayan diruang makan yang sedang mempersiapkan makanan dikejutkan dengan sikap putra mahkota yang tiba tiba merasa cemburu dengan kedekatan gadis bangsawan biasa dengan laki laki tua di ruangan tersebut.


“Shisou”


“kenapa”


“Shisou bisa duduk disini saja tidak perlu harus cari tempat lain”


“Aku mau ditempat lain memangnya masalah ya”


“Bukan, hanya saja..”


“Sudahlah jangan banyak bertanya, ikut saja denganku”


“Hm” angguk Zili berkali kali mengikuti langkah kaki Xu’i menjauhi yatto yang telah mengambil posisi duduk. Mereka berjalan menuju kursi disudut meja.


Dengan Segera Xu’i menarik sebuah kursi duduk empat kaki mendekatkan dengan kursi lainnya. Saat itu ia tidak ingin berada terlalu jauh dengan gadis malang yang selalu menuruti perintah putra mahkota tersebut.


Seorang pelayan bahkan sampai menumpahkan Air kelantai melihat tingkah aneh tuannya. Begitu juga dengan Si kembar yang masih berdiri Terpaku melihat sikap Xu’i saat itu.


Perempuan berambut pirang terlihat sangat geram memandang Zili sedang duduk tepat disebelah putra mahkota, ditambah lagi laki laki tersebut dengan sendirinya mengambilkan Nasi keatas piring Zili.


“Makan yang banyak, karena kau telah sehat, aku akan melatihmu hari ini juga”


“Hm”angguk gadis malang itu berkali kali sembari mengambil beberapa sayur mayur dihadapannya.


“Makan daging juga, jangan sayur saja”


“Iya”


“Ini juga” xu’i menambahkan Telur diatas nasi zili. Gadis itu terlihat pasrah dengan semua yang diberikan Xu’i diatas piringnya yang telah dipenuhi dengan berbagai jenis lauk pauk.


“Kenapa bengong saja.. “ yatto mulai membuka suara melihat Si kembar yang masih terpaku memandang tingkah sahabat mereka yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.


“Jo, aku juga mau kau ambilkan makan” pinta manja perempuan berambut pirang dengan menggoyang goyang lengan laki laki yang memiliki tahi lalat disamping sebelah mata kirinya.


“Dasar tidak tahu malu” sindir laki laki dengan tahi lalat disamping mata sebelah kanan yang melihat kesal wajah Manja perempuan berambut pirang tersebut sembari mengambil posisi duduk dekat dengan gurunya.


“Ambil saja sendiri” Shin jo melepas tangan perempuan tersebut lalu duduk disebelah Shin ji. Tanpa memperdulikan sindiran, perempuan tersebut dengan santainya ikut bergabung sarapan bersama Bangsawan kerajaan pagi itu.

__ADS_1


__ADS_2