Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Peretas Akun


__ADS_3

suara keramaian kota bercampur aduk Terdengar membisingkan telinga, Asap-asap kendaraan kadang terlihat jelas berwarna hitam diudara.


Angin berhembus tenang, menyejukan suasana siang yang terlihat begitu Panas hari itu, Angin didaerah perkotaan tersebut juga menggoyangkan pepohonan didepan gedung-gedung pinggiran jalan.


Berjalan beriringan, Mereka berdua tampak sedang memakan permen lolipop.


Seorang lagi tampak begitu kesal hingga berkali-kali menggigit gagang permen yang telah habis.


Seorang lagi dengan santai membawa sebungkus plastik Berwarna merah berukuran medium ditangannya.


Merasa takut untuk mengeluarkan amarah membuat batinnya tersiksa hingga terus menerus mematahkan gagang permen hingga menjadi pendek dan tak lagi bisa dipegang tangan.


Aaahh..


Keluhnya sedari tadi,


Bahkan isyarat tubuh kesalnya begitu saja diabaikan seorang lain yang berjalan disampingnya begitu santai dengan Earphone dibelakang leher.


Sudah tak tertahankan lagi ingin marah “kau.. “ geram, ia menghentikan langkah seorang disampingnya yang tak lain adalah putra mahkota, dengan menggenggam erat lengan laki-laki tersebut dan menghadapkan tubuh menyamping.


“hmm” melirik kesamping, putra mahkota menghentikan langkah kaki.


Menengadah kepala “kenapa kau menghabiskan lebih banyak uang untuk membeli ponsel dibandingkan dengan membeli bahan-bahan pembuatan kue..?” tanya orang tersebut yang tak lain adalah Zili, sungguh merasakan kekesalan yang luar biasa hingga membuatnya tertekan karena harus merelakan uang untuk hal yang dianggapnya tidak berguna.


“Haa...” putra mahkota melepaskan genggaman tangan Zili “tentu saja untuk bermain game saat kau berjualan nanti” jawab laki-laki tersebut dengan begitu mudah lalu menoleh kepala kedepan dan mulai melangkah.


“Keterlaluan keterlaluan keterlaluan...” teriak Zili dari jauh menghentikan langkah putra mahkota yang langsung membalikan tubuhnya, melirik kearah sekitar, memandang beberapa orang pejalan kaki dengan tajam agar mereka berhenti memperhatikan gadis yang saat itu sedang memandang geram kearahnya sembari mengepalkan kedua tangan erat. “Kenapa juga harus aku yang jualan ...?” lanjutnya berteriak membuat kesal putra mahkota yang langsung melengkah mendekati.


Menutup mulut Zili karena merasa malu diperhatikan banyak orang, “kau mau uangmu kembali atau tidak...?” ancam laki-laki tersebut lalu menarik kepala Zili yang masih ia pegang saat itu.

__ADS_1


“Eemmmmmm eemmm eemmmmm”


“Kau ini bicara apa bodoh..?” lanjut putra mahkota masih membawa gadis yang mencoba melepaskan tangan dari mulutnya pergi menuju gedung apartemen tempat dimana mereka tinggal.


Terus melangkah hingga masuk kedalam Lift gedung “dasar brengseeekkk...” maki Zili ketika putra mahkota melepaskan tangannya.


“Haa...” putra mahkota mulai melirik kesampingnya, tempat dimana saat itu Zili sedang berdiri “kau bilang apa...?”


Tertegun hingga terperanjat dan memeluk tubuhnya sendiri “Dasar Lift brengsekk” ucap gadis itu membuang wajah “kenapa lama sekali terbuka ...?” lanjutnya lagi saking takutnya ia kepada laki-laki disampingnya.


***********


Jauh sekali diwilayah timur laut, Desa Co.


Suasana Kesibukan didalam sebuah gedung pemerintah Cabang Timur laut tampak begitu Ramai.


Memang, setelah keberhasilan Penyerbuan wilayah musuh beberapa hari yang lalu membuat para pegawai pemerintah baik bagian kemiliteran maupun formalitas tampak sangat sibuk hingga tidak memiliki waktu kembali kerumah.


Terlebih lagi para pegawai Dibidang Farmasi perusahaan Xu cabang Co dibantu dengan beberapa pegawai pusat, selama beberapa hari lamanya bahkan mereka tidak sempat keluar dari laboratorium guna untuk Meracik Obat antigila yang resepnya telah ditemukan dan diterjemahkan dalam bahasa NC oleh Raja bayangan.


“Benarkah...?” raja bayangan Tampak sedang berdiri menerima laporan dari Dewa kemenangan yang telah memberikan beberapa lembar kertas kepadanya.


“Benar yang mulia..” jawab laki-laki tersebut mulai menurunkan tangannya, mereka berdua terlihat sedang berdiri didepan pintu laboratorium perusahaan Xu cabang Co didesa Co 1 “Nura sendiri yang melepaskan Diri dari musuh ketika mengetahui putra mahkota saat itu sedang berjalan mencari keberadaannya” jelas dewa kemenangan, mulai menghela nafas berat disela-sela kesedihannya karena telah kehilangan wanita yang ia cinta.


Menghela nafas berat juga, raja bayangan mulai tertunduk memandang dokumen ditangannya dengan wajah sedih yang tak terkira, bahkan, disela-sela kesedihannyapun, ia tidak memiliki sedikit waktu hanya sekedar untuk menenangkan diri karena telah kehilangan Menantu kesayangan dan juga putranya yang saat ini telah pergi entah kemana “bagaimana dengan ketua Klan Co...?” tanya laki-laki dewasa tersebut lagi.


“Masih belum sadarkan diri...” jawab dewa kemenangan semakin tampak jelas raut kesedihan diwajahnya “tapi aku sangat yakin bahwa bukan kakek Shu dalang dibalik pembunuhan putri mahkota meskipun bukti-bukti valid tertuju kepadanya” lanjut laki-laki tersebut berusaha meyakinkan raja bayangan.


Tersenyum getir diantara kesedihan “aku percaya padamu” ucap laki-laki dewasa tersebut “sama halnya dengan Surat Izin pemilihan putri mahkota yang tiba-tiba disetujui, aku yakin saat ini musuh juga sedang menjebak paman Shu” lanjut laki-laki tersebut mengangkat salah satu tangan, lalu menepuk-nepuk bahu dewa kemenangan untuk menenangkannya.

__ADS_1


Dewa kemenangan mulai berbalik arah ketika raja bayangan memasuki Laboratorium penelitian obat-obatan, ia melangkah kaki mendekati pintu lift yang tak jauh dari sana.


“Sialan,..” suara makian terdengar ketika pintu lift terbuka “ siapa yang meretas Akun NCB ku..?” tanya Pelindung putra mahkota Shin jo begitu marah, laki-laki itu tampak sedang melangkah keluar dari Lift, memegang ponsel dengan memainkan jari-jari tangan memasukan kata sandi didalam beranda NCB, New Coutry Book miliknya. NCB sendiri merupakan salah satu Aplikasi layanan perangkat Lunak yang berfungsi untuk berkomunikasi antar Manusia dinegara NC, bahkan saat itu mulai memasuki pasar dunia.


Disampingnya, pelindung putra mahkota Shin ji tampak menghela nafas berat karena gagal mendapatkan kembali akun NCB milik saudaranya.


Mulai mendekati Dewa kemenangan “sa’i tolonglah...hiks..” pinta pelindung putra mahkota Shin jo begitu memelas.


“akunmu diretas...?” tanya dewa kemenangan bersamaan dengan kepergian pelindung putra mahkota Shin ji yang harus segera menemui raja bayangan untuk melaporkan hasil dari pekerjaannya.


Dengan mata yang mulai berkaca-kaca “hmm” angguk laki-laki yang berada dihadapan dewa kemenangan begitu menyedihkan, “Shin ji dan sandi tidak bisa mengembalikan akunku lagi,” ucapnya menghela nafas berat “hanya Xu’i, kau dan Shin’A lah yang bisa menolongku sekarang..” lanjutnya lagi “mana mungkin aku mendatangi Rein hanya untuk mengambil akunku kembali, bukan...?” keluh laki-laki tersebut begitu berharap Dewa kemenangan membantunya “Akun itu sangat berharga bagiku” lanjutnya lagi mencoba meyakinkan laki-laki dihadapannya.


Tersenyum geli diantara kesedihannya “berikan ponselmu padaku..” pinta dewa kemenangan sembari mengangkat telapak tangan naik.


Segera memberikan Ponsel, dewa kemenangan membuka akun NCB miliknya, kemudian mencari nama Akun milik Pelindung putra mahkota Shin jo untuk mengetahui tujuan Peretas mengambil akun laki-laki tersebut.


Dia berpikir,


Mana mungkin orang biasa berani meretas akun milik Pejabat tinggi negara , terlebih lagi dia merupakan pelindung putra mahkota yang sudah pasti dekat dengan Programmer terbaik dinegara NC bahkan terkenal hingga sampai keseluruh dunia.


BUKA JASA JOKI GAME.


SEKALI KEMENANGAN 20 NECERI.


SEKALI KEKALAHAN, UANG AKAN KEMBALI 10 KALI LIPAT DARI HARGA KEMENANGAN.


MINAT INBOX.


Sebuah postingan DiGrup Game LORD OF ROYAL KINGDOM : THE NEXT GENERATION terlihat diberanda Milik dewa kemenangan yang langsung terkejut karena mengetahui postingan tersebut berasal dari akun NCB milik pelindung putra mahkota Shin jo.

__ADS_1


__ADS_2