Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
percayalah padaku


__ADS_3

“Kau tidak percaya padaku...” memandang Dewa kemenangan penuh dengan kepedihan “bagaimana kalau kukatakan bahwa putri mahkota masih hidup..?” Lanjut Zili mulai melompat kebelakang ketika Putri kecepatan dan Polisi inteligen datang menyerangnya.


“dia diUdara...”


Baaaakkk...


Uhuk uhukk...


Tendang mendarat mengenai Punggung putri kecepatan ketika Zili melompat keudara membelakanginya, lalu menendang punggungnya.


“Dia ....” menggigit bibir bawah “kuat sekali..”


Ucap putri kecepatan yang telah jatuh dari atap gedung akibat tendangan Zili lalu berhasil naik kembali menggunakan tali jam tangannya.


Baaaaaaakkkk ...


Menahan serangan zili, “wanita brengsek..” polisi inteligen mundur beberapa langkah karena serangan kuat gadis itu kearahnya.


Wuuuuzzzz...


Menghindar dengan cepat, dewa kemenangan tertegun karena baru kali itu, serangannya mampu dihindari gadis dinegaranya “kau..”


“Aku pelari cepat..” jawab Zili mulai menyerang Putri kecepatan yang berdiri gemetaran melihat kedatangannya.


Baaaaakkkk....


Buuuukkkkk....


Mundur beberapa langkah, menerima pukulan dewa kemenaangan yang begitu kuat sebelum berhasil mendekati putri kecepatan.“bukankah ini tidak adil...?” ucap Zili memandang sedih “ 1 melawan 3 terlebih lagi seorang dari kalian merupakan Pejabat tinggi kelas atas.” Lanjut gadis itu merasakan perih yang teramat dalam karena harus melawan pelindungnya sendiri dan juga saudara yang ia rindukan.


“Menangkap pembunuh, tidak perlu kata Adil..” ucapan Polisi inteligen muda negara menggetarkan hati Zili.


“Menyerahlah..” Lanjut dewa kemenangan yang mulai menyerang kearah Zili bersamaan dengan polisi inteligen yang juga melakukan hal yang sama.


“Kubilang Zili masih hidup ya masih hidup..” berlari kencang menuju tepi atap, mata Zili membelalak melihat kedatangan Dewa kemenangan yang telah menghalanginya.


Baaaaakkk..


Buuuuukkk..


Menendang,


Tendangan berhasil Zili hindari.


Memukul, pukulannya membuat zili mundur kebelakang.


Membungkuk ketika Polisi inteligen datang menyerang dari belakang.


“Kau kira aku percaya pada pembunuh sepertimu,”


Baaaaaaakkkkk....

__ADS_1


Uhukk uhuuukkk


Zili terpental jatuh menerima tendangan dewa kemenangan saat tubuhnya membungkuk menghindari serangan polisi inteligen.


Jatuh terbaring menahan bahu yang sakit karena tendangan.


“Tangkap..”


“percayalah padaku...” teriak Zili berharap. “aku tidak pernah membunuh siapapun..” tangisannya mulai pecah.


“Tangkap..” perintah dewa kemenangan kepada polisi inteligen yang telah mengeluarkan borgol.


Cucucucuccupppp...


Bergerak mundur dengan cepat ketika Kerang-kerang beracun tiba-tiba muncul dari atas udara menghalangi polisi inteligen mendekati Zili.


“Kalau dia bilang begitu, maka percayalah sa’i bodoh..” suara seseorang mengejutkan semua orang disana.


“Kau baik-baik saja, teman....?” tanya putri keagungan yang baru saja tiba keatap Gedung, dan berdiri didepan Zili bersamaan dengan putri kelincahan.


Berdiri, meneteskan air mata “aku tidak pernah membunuh siapapun, percayalah padaku..” pinta Zili teramat memohon.


“Tenang saja..” putri kelincahan menoleh kearah Zili yang berada dibelakangnnya sembari menutup payung yang tadinya ia kembangkan. “aku akan selalu percaya padamu” lanjut gadis itu tersenyum lembut kearah Zili.


“Anna...” bentak dewa kemenangan.


“Apa...?, paman bodoh..” balas bentak putri kelincahan cepat.


Tersenyum kecut meletakan payungnya diatas bahu kiri “kalau begitu, tunjukan buktinya kepadaku bahwa dia telah membunuh Putri mahkota..” pinta Gadis itu mengejutkan dewa kemenangan.


“Jadi kau melanggar perintah Pimpinan Negara..?” Polisi inteligen yang sangat setia pada negaranya pun mulai membuka suara setelah diam melihat pertengkaran keluarga didepan mata.


“Kalau tidak ada bukti..” geram, “mana mungkin kami membiarkan teman kami tersiksa.?” Jawab putri keagungan menatap marah kearah polisi inteligen didepannya.


Mulai bergerak cepat, “jadi antara negara dan pertemanan konyol kalian.” Baaaaakkkk...


Serangan polisi inteligen berhasil Ditahan Putri keagungan “kalian lebih memilih perteman konyol itu..”


menghempaskan kaki yang berada dikedua tangannya yang menyilang “tentu saja Negara..” jawab putri keagungan bergerak cepat “itupun kalau negara memiliki bukti yang kuat untuk mengeluarkan perintah” baaaakkkk buuukkkk baaaakk... saling beradu serangan, tendangan dan pukulan “kau kira Kami bodoh tidak mengenali cara kerja negara kebanggaan kami sendiri...” lanjut Putri keagungan mulai melompat lalu ...


Cucucuuucpcp..


Mengeluarkan kerang kerang beracunnya, membuat polisi inteligen mundur beberapa langkah lalu terkejut melihat kedatangan gadis itu, mengangkat kaki berputar keudara dan mengerahkan tendangan sekuat tenaga baaaaakkkk.....


Tendangan berhasil ditahan tetapi polisi inteligan terpaksa mundur beberapa langkah jauhnya


Berdiri menahan rasa sakit tendangan. “berikan dulu buktinya kepadaku, “ polisi inteligen memandang marah kearah putri keagungan “lalu aku akan mematuhi perintah, Tuan inspektur Zin zihen yang terhormat...” pinta putri keagungan berdiri memandang laki-laki berseragam Kuning didepan matanya.


“Larilah..” perintah putri kelincahan kepada Zili,


“Anna..”

__ADS_1


“Lari..” bentak Gadis itu kepada temannya “pergilah tanpa nama,”.. lanjutnya lagi membelakangi Tubuh Zili “aku akan menghalangi paman bodohku ini mengejarmu.”


“Anna..hiks hiks..” menangis begitu perih.


“Pergilah..” teriak Putri kelincahaan bersamaan dengan kedatangan Dewa kemenangan yang mulai menyerang kearahnya.


Menggigit Bibir bawah hingga berdarah, mulai berbalik lalu berlari..”kau kira bisa lari dariku..” ucap dewa kemenangan yang telah melompat dan akan menyerang Zili.


“Kau kira bisa menghindariku..”


bAaaaakkk...


Marah, serangannya berhasil ditahan putri kelincahan menggunakan Payungnya.


“Annnaaa...”


“Apa...?, paman bodoh..” jawab putri kelincahan mulai bergerak cepat menyerang Dewa kemenangan sekuat tenaga.


Bergerak cepat menyerang Zili yang telah melemah,


Tersenyum getir.


melompat menghindari putri kecepatan dengan lincah, “menghindar...” ucap putri kecepatan yang saat itu kebingungan dengan menghilangnya tubuh zili dari pandangan mata.


“Disini..” jawab Zili yang telah berada dibelakang Putri kecepatan, “aku dibelakangmu..” baaaaakkk...


Aaaakkkhhh.. uhuk uhukk..


Putri kecepatan terpental jauh, jatuh terbaring lemah dan berdarah menerima tendangan punggung dari zili “kau kira aku akan menyia-nyiakan pengorbanan teman-temanku ..” ucap Zili mulai melangkah lari “maaf saja karena tidak membiarkan diriku sendiri tertangkap musuh” teriak Zili dari jauh mulai melompati atap gedung lainnya.


Terus berlari dengan cepat,


Benar-benar.


Langkahnya terhenti lagi ketika melihat laki-laki dewasa dihadapan menghalangi jalannya.


“Paman Joila..” panggil Zili “aahhh bukan..?” lanjutnya lagi “pasti kau adalah Co Sien Ya, iyakan..?” tambah gadis itu lagi mulai menyerang laki-laki dewasa dihadapannya.


Menerima seraangan “waahhh luar biasa..” baaaakkk.. tendangan belakang Zili berhasil ditahan lengan Laki-laki dewasa didepannya “tidak hanya Putra mahkota, “ lanjut laki-laki dewasa itu mulai menghempaskan tubuh Zili “ternyata putri mahkota juga adalah orang yang sangat berguna..” dia mulai bergerak menyerang Zili yang telah mendarat dengan sempurna.


“Baik aku ataupun guruku..” geram, baaaakkkk menghindari tendangan, berjongkok kebawah lalu memutar kaki diatas Lantai “tidak seorangpun dari kami yang akan jatuh ketanganmu...”berhasil melompat menghindari kaki Zili.


Gadis itu mulai berbaring telentang lalu menendang punggung laki-laki dewasa tersebut dengan salah satu kaki,


Membuat laki-laki diatasnya bergerak maju, kesulitan menyeimbangkan diri.


“Luar biasa..” ucap Laki-laki dewasa yang telah berbalik dan melihat Zili sedang mengangkat kedua kaki lalu mendaratkan diatas lantai gedung deengan cepat hingga membuat tubuhnya melompat berdiri dan berbalik. “Ternyata kau hebat juga..” lanjut laki-laki tersebut bersamaan dengan kedatangan seseorang yang telah naik keatap gedung.


Saling memandang, mata Zili mulai berkaca-kaca kembali setelah tadinya berhenti dari tangisannya. “jadi kau yang membunuh Zili....?” tanya laki-laki yang baru saja naik keatap gedung “kenapa kau melakukannya...?” bentak laki-laki itu marah “mungkinkah karena Xu’i..?” lanjutnya begitu terlihat raut wajah penuh kekecawaan.


Menitihkan sejenak air mata lalu menghapusnya cepat “kalau kukatakan aku Zili..” memandang lekat kearah laki-laki dipandangan matanya “mungkinkah kau akan mempercayaiku, Shin’A...?”

__ADS_1


__ADS_2