Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
buku panduan


__ADS_3

“Terima kasih”


Suara lembut Zili menggetarkan hati.


Dipinggir jalan yang tak jauh dari rumah nenek putra mahkota berada, sepasang kekasih saling berhadapan.


Suara kokokkan ayam mulai terdengar meramaikan suasana. Bukan hanya satu saja, ada banyak dari mereka yang saling saut menyaut menambah kebisingan setiap orang yang mendengarnya.


Nyanyian burung ikut meramaikan, begitupula dengan suara kambing yang sesekali mengembek.


Masih tertunduk, Zili mulai melepaskan Jaket Milik putra mahkota “pergilah” ucap putra mahkota menerima jaketnya kembali.


Ragu-ragu Zili memutar tubuh dan mulai melangkah..


Haaa...


Sontak ia terkejut ketika tangan putra mahkota menarik tangannya dan dia terpaksa menoleh kebelakang, ditempat putra mahkota berdiri.


“Aaahh...


Segera putra mahkota menarik kembali tangannya lalu menggaruk-garuk pipi yang tak gatal.


“Tu.. tuan...


“Maaf, mungkin aku masih ingin melihatmu dan tanpa sengaja menarik tanganmu” ucap laki-laki itu sejujur hatinya. “pergilah” perintahnya lagi.


Tampak jelas wajah sedih Zili, perasaannya yang kacau sebenarnya telah membuat hatinya dalam kekalutan.


Kalut karena ia juga belum ingin kembali, dan semakin kalut ketika mendengar ucapan putra mahkota yang masih ingin melihatnya.


Zili menghela nafas, menolehkan pandangan kedepan kembali “paaaakkkk”


“apa yang kau lakukan?”


Tanya putra mahkota terkejut ketika Zili memukul kedua pipinya keras lalu mengarahkan tubuh kembali kearah putra mahkota.


Zili tersenyum lembut, mendongak wajah membuat gugup putra mahkota yang melihat wajah merah karena pukulan tangan gadis itu, terlihat menawan dipandangan matanya. “aku hanya memastikan sesuatu” ucapnya dengan jelas.


“Memastikan?...


“Hmmm


Angguk Zili, “tuan, semoga kita bisa bertemu lagi” ucapnya lalu berbalik dan melangkah pergi,


Meninggalkan putra mahkota yang masih mencoba meraih tangan gadis itu tetapi ia terpaksa menahannya. Mengurungkan niat dan membiarkan Zili pergi.


Tetap berdiri memandang punggung yang dipenuhi rambut panjang, mata putra mahkota terlihat Sayu pagi itu.


Dia bahkan mulai menghela nafas berat.


“Waaahhhh ....


Suara penasihat putra mahkota terdengar setelah ia berhasil memeluk bahu Putra mahkota yang tinggi tubuhnya sama dengan tinggi tubuhnya. “kau ini bodoh sekali...


“Maksudmu?”

__ADS_1


Tanya putra mahkota tidak memahami perkataan teman sekaligus pamannya tersebut.


Pelindung putra mahkota shin ji tiba-tiba muncul tepat didepan putra mahkota dan duduk diatas aspal mendongak wajah “padahal sudah susah payah Shin jo menghabiskan Jagung, kau malah menyia-nyiakan kesempatan emas...


Putra mahkota menghela nafas tenang “itu artinya kalian memang sengaja melakukannya?”


“Tentu saja”


Jawab cepat penasihat putra mahkota ketika Shen shi yun dan Pelindung putra mahkota shin jo mendekat. “Kami sengaja menyisakan satu untuk kalian berdua...


“Aiiiih Xu’i, kau ini bodoh sekali...


“Kau juga menghinaku?"


Putra mahkota terlihat sedang menahan kekesalannya kepada pelindung putra mahkota shin jo yang kini telah duduk disamping saudaranya.


“tentu saja” jawab laki-laki dihadapan putra mahkota terang-terangan. “harusnya kau menggigit sebagian biji jagung dan memberikan sisa gigitanmu kepadanya” saran laki-laki tersebut.


“Hm hm...


Angguk penasihat dan pelindung putra mahkota secara bersamaan.


“Kenapa aku harus melakukannya? ..


“Benarkan kau ini bodoh...


Lanjut Pelindung putra mahkota shin jo lagi “kau harus belajar kepada kami cara memahami perasaan wanita” Tambahnya.


Putra mahkota mengernyitkan dahi “kenapa aku harus belajar dengan orang yang bahkan belum pernah jatuh cinta?” tanyanya kemudian.


“Itu karena kami sudah mengerti teorinya” jelas shen shi yun yang berdiri disamping putra mahkota.


“Hmmm


Pelindung putra mahkota Shin jo berdiri “yaaappp...


Dia mengeluarkan buku ukuran sedang bersampul merah dari dalam kemejanya. Hal itu tentu membuat putra mahkota sedikit kebingungan.


Penasihat putra mahkota menarik buku tersebut dari tangan laki-laki didepannya “buku pedoman memahami perasaan wanita,” ucapnya memberitahukan “kami sudah mempelajari isinya”


“Benar Xu’i, kalau kau mau hubungan percintaan kasih asmara dengan wanitamu sukses, kau harus belajar dari buku panduan ini” jelas Pelindung putra mahkota Shin jo.


“Tentu saja kami akan membantumu jika kau dalam kesulitan” ucap pelindung putra mahkota shin ji memberi bantuan.


Putra mahkota menghempaskan tangan laki-laki yang ada dibahunya “tidak perlu,” ucapnya mulai melangkah.


“Xu’i percayalah kau akan sangat membutuhkannya karena buku ini dibuat sendiri oleh paman shin” ucapan pelindung putra mahkota shin ji sontak menghentikan langkah kaki putra mahkota.


“Benarkah!”


Tanya nya menoleh kearah teman-temannya.


“Tentu saja benar, lihat....


Penasihat putra mahkota menunjuk dua huruf disampul buku paling atas “YS, yuanna – Shin”

__ADS_1


“Bukankah waktu itu paman shin sudah menjelaskan bahwa kemungkinan besar kau telah jatuh cinta pada wanitamu ketika kau bertanya..


Jelas pelindung putra mahkota Shin ji “ dan ternyata benar bukan, apa yang dia katakan” lanjutnya lagi.


Putra mahkota tampak berpikir.


Melihat reaksinya yang kini telah mudah ditebak oleh teman-temannya, tidak menyia-nyiakan kesempatan, penasihat putra mahkota membuka lembaran buku. “Lihat..


Dia menunjukan beberapa kata bercetak tebal dihalaman buku paling atas. “Wanita akan sangat menggemaskan ketika mereka marah” ucapnya membaca tulisan tersebut. “kau tidak ingin melihat wajah menggemaskan Wanitamu ya?” lanjut laki-laki itu meyakinkan.


“Sudahlah percuma saja, mana mungkin dia percaya” ucap shen shi yun.


“Iya, kita pakai saja buku ini untuk diri kita sendiri” tambah pelindung putra mahkota shin jo mengambil buku tersebut dari penasihat putra mahkota dan berniat menyimpannya kembali kedalam kemeja.


“Berikan padaku” putra mahkota mulai tertarik “benarkah paman shin yang membuatnya?”


“Hmm


Angguk temannya tersebut “percayalah padaku” yakinkannya.


“Disini juga ditunjukkan langkah-langkah untuk membuat wanitamu marah” jelas penasihat putra mahkota.


“Waahhh.. paman shin sangat profesional” puji pelindung putra mahkota shin ji.


Semua orang kini telah berkumpul membaca isi buku yang kini telah dipegang putra mahkota secara bersamaan.


********


Embun mengudara dipagi hari.


Kedinginanya sudah tak terasa lagi karena hampir semalaman Zili berada diluar.


Kaki mulai menapak direrumputan halaman rumah, tampak tak satupun tentara penjaga rumah yang menghormati ataupun mengkhawatirkannya.


Malahan terlihat jelas wajah kesal mereka karena zili dianggap sangat merepotkan. Ada beberapa yang bahkan mencibir tak terdengar.


Mungkin mereka marah karena harus mencari Zili semalaman namun tetap tak berhasil dan terpaksa kembali dengan tangan kosong.


Bahkan mungkin masih ada beberapa tentara kerajaan yang saat ini masih mencari keberadaan gadis yang kini telah kembali.


“Menyusahkan...


Sindiran keras seseorang terdengar.


Zili menghela nafas tetap berjalan.


Hari itu ia harus pergi kesekolah seperti biasa.


Langkah kakinya telah memasuki rumah.


Tampak pangeran istana sedang sibuk memberikan perintah kepada beberapa orang pejabat klan ann.


Ia menghela nafas sejenak, lalu mengambil beberapa lebaran dokumen dari seseorang lainnya dan membawa benda tersebut kedalam ruangan putra mahkota tanpa mempedulikan Zili yang telah masuk kedalam rumah.


Ragu-ragu zili berjalan melewati pangeran istana menuju kekamar yang biasa ia tempati.

__ADS_1


“Kau...


Suara panggilan pangeran istana menghentikan langkah Zili yang telah menyiapkan diri menerima amarah “mulai sekarang tidak perlu khawatir.” lanjutnya membingungkan Zili “aku tidak akan pernah mengganggumu atau bahkan menyiksamu lagi” tambahnya, lalu melangkah memasuki ruangan kerja, meninggalkan Zili yang masih terkejut mendengar ucapan laki-laki tersebut.


__ADS_2