Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
ada apa dengan hatiku?


__ADS_3

Pangeran istana mulai memainkan tangannya kembali, namun ia dan Zili sontak terkejut mendapati Pintu mobil tiba-tiba terbuka padahal telah dikunci oleh bawahan laki-laki tersebut.


“Shis.. hiks.. haaa....


Tangis Zili semakin tidak sanggup ia tahan ketika melihat putra mahkota telah berdiri dibelakangnya. Air matanya semakin deras mengalir namun ia mencoba menahan untuk tidak mengeluarkan suara.


Dia hampir saja terjatuh jika tangan Laki-laki yang baru saja membuka pintu tidak menahan punggungnya.


“Siapa yang berani mengizinkanmu bertemu dengan putri mahkota, apalagi membawanya pergi bersamamu?” putra mahkota terlihat murka memandang tajam kearah pangeran istana.


Dengan segera Zili keluar dari dalam mobil menjauh dari Pangeran istana. Ia berlari kebelakang punggung putra mahkota, berdiri bersejajar dengan kedua pelindung laki-laki tersebut, Shin ji dan shin jo.


“Aku hanya memberi pelajaran bagi Wanita yang baru saja masuk kedalam keluarga kerajaan. Bukankah kau tahu sendiri bahwa dia telah menyelingkuhimu?” Jawab santai pangeran istana sembari keluar dari dalam mobil menghadap putra mahkota.


Tatapan tajam mereka saling beradu. Pangeran istana bahkan sempat mengantongi kedua tangannya.


“Seperti aku menyukai ibumu, seperti itu pula putri mahkota berhak menyukai orang lain. Dan kau sekalipun tidak dibenarkan untuk menyentuhnya”


Kepalan tinju Shin ji mendarat diwajah Pangeran istana yang langsung terhempas membentur mobil.


Pelindung pangeran istana bahkan tidak mampu menolongnya karena penjaga putra mahkota yang lain telah bersiaga memantau gerakannya.


Pangeran istana membersihkan luka dimulutnya, ia tersenyum senang mendapati pukulan yang bahkan tidak putra mahkota yang secara langsung memukulnya.

__ADS_1


“Kau gila, membiarkan wanita biasa terus menerus berada disampingmu sementara Ayya dan Yu’A berusaha terbaik untuk menjadi pasanganmu....


“Siapa yang peduli! Aku memilih siapapun yang aku mau dan tidak seorangpun berhak untuk memutuskan pilihanku”


“Xu’i.....


“Kau,..”pandangan tajam putra mahkota berubah menjadi pandangan benci “ berhentilah mendekati Istriku atau aku sendiri yang akan membuatmu berhenti” ancam putra mahkota, ia meraih tangan Zili, menggenggamnya lalu membawa gadis itu pergi dari hadapan pangeran istana.


“Pergilah, kau memuakan” shin ji melangkah kaki mengikuti Putra mahkota yang telah membawa Zili ketempat mobilnya diparkirkan.


“Yoo shin’A, kau tidak pernah bisa berubah ya sejak dari dulu” Shin jo memandang remeh. Dia menggeleng kepala meninggalkan teman masa kecilnya.


Zili menekan perasaannya, rasa sakit didalam hatinya semakin bertambah mendengar pernyataan putra mahkota yang mengizinkan dia untuk menyukai orang lain.


Ia seperti menelan pil sangat pahit yang berhenti tepat ditenggorokannya. Amat sangat menyakitkan sampai ia sulit mengatur nafasnya.


“Shisou...”putra mahkota menolehkan kepalanya kebelakang melihat Zili yang berada dibalik punggungnya sebelum ia memasuki mobil yang telah dibuka oleh pengawalnya “apakah kau membenciku?”


“Kenapa aku membencimu?”


“Bukankah kau tahu aku....


“Apa aku membahasnya?”

__ADS_1


“Haaa...


“Bukankah kau tidak salah, kau bahkan hanya tidur dan tidak mengetahui apa yang terjadi malam itu”


“Sh......


“Kita akan temukan Solusi, jadi jangan terlalu memikirkannya”


Putra mahkota masuk kedalam mobil masih menggenggam tangan Zili yang berada diluar.


Dia memandang zili, matanya mengisyaratkan gadis itu untuk segera masuk. Zili tercengang, hatinya terombak-ambik kebingungan. Antara senang putra mahkota tidak membencinya ataukah sedih karena putra mahkota terlihat sama sekali tidak cemburu terhadapnya.


Zili menggigit lagi bibir bawahnya menahan rasa sakit bukan disebabkan oleh pipinya, segera ia masuk kedalam mobil, menundukan kepala.


Namun tiba-tiba jantungnya berdebar-debar, pipinya semakin memerah.


Putra mahkota telah menarik tangannya, menjatuhkan Gadis itu diatas pangkuannya lalu memeluknya.


“Bukankah kau ingin menangis, maka lakukanlah sekarang” perintah putra mahkota membawa Kepala Zili kedekapan dadanya.


Tidak menyia-nyiakan kesempatan. Zili yang memang ingin sekali menangis karena luka dihatinya yang dia sendiri pun tidak mengetahui dengan jelas mengapa sangat sakit. Melepaskan semua didalam pelukan putra mahkota.


SHin ji yang telah menyadari situasi, menutup Pintu mobil dan melarang siapapun untuk mendekati mobil tersebut termasuk saudaranya shin jo. Dia mengetahui dengan pasti bahwa kembarannya mungkin akan berpikiran bodoh dan percaya dengan hal mustahil diera modern setelah era canggih berakhir.

__ADS_1


********


__ADS_2