Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
sangat menderita


__ADS_3

Baaaakkkk...


“Xu’i...”


Teriak raja bayangan marah ketika Putra mahkota berhasil menghajar habis semua karyawan di stasiun televisi nasional karena telah menayangkan berita tentang pemilihan putri mahkota.


Beberapa orang tampak tergeletak penuh dengan lumuran darah.


Berjalan sempoyongan menghampiri raja bayangan yang baru saja masuk kedalam ruangan tersebut, menggenggam surat izin pemilihan putri mahkota lalu melemparkannya kewajah ayahnya.


“Persetan dengan Perusahaan dan negaramu” ucap geram laki-laki tersebut penuh dengan aliran air mata, lalu sekuat tenaga memukul wajah raja bayangan dengan kepalan tangan hingga membuat mulut laki-laki dewasa tersebut berdarah. “Harusnya kau jangan ikut campur dengan urusan rumah tangga orang” ucapnya penuh emosi “karena kau terus melarangku bertemu dia, bahkan sampai akhir nyawanya pun aku belum bisa membahagiakannya” lanjut laki-laki tersebut berdiri lemah dan tak berdaya.


Raja bayangan hanya diam menahan penyesalan, memandang putranya yang tampak begitu berantakan karena kehilangan istrinya.


Melemparkan lencana Putra mahkota berbentuk bintang.


“Xu’i...” raja bayangan dibuat terkejut karena putra mahkota memaksa turun dari jabatan putra mahkota.


Memandang penuh emosi “setelah aku kehilangannya untuk apa lagi aku menjadi raja,” bentaknya keras “pilih saja sana putra mahkota lain untuk menikahi putri mahkota pengganti kalian” ucapnya begitu geram hingga ingin sekali memukul ulang laki-laki dewasa dihadapannya.


Terus melangkah begitu lemah dimalam yang sama, lalu terhenti ketika pengawal rahasianya datang memberikan semua alat yang dibutuhkan laki-laki tersebut.


Memandang sayu dengan tatapan kosong “sudah semua..?” tanyanya kepada laki-laki yang tampak sangat kesakitan melihat keadaan junjungannya yang telah dia ikuti sedari kecil dan bahkan belum pernah melihat laki-laki tersebut menderita separah itu sebelumnya.


“Ya yang mulia” jawabnya memberikan Earphone yang berisi semua rekaman suara Zili selama ini.


Hiks..


Mulai mengeluarkan air mata,


Tangannya yang gemetaran bertambah gemetaran.


Belum sempat memakai earphone untuk menutupi seluruh telinganya, penasihat putra mahkota datang memberikan topeng untuknya.


“Setidaknya gunakanlah topengmu untuk menghindari kemarahan pada penduduk NC yang mungkin ingin mendekatimu” pinta laki-laki tersebut begitu kesakitan memandang temannya yang tampak menderita.


Dengan lemah, putra mahkota meraih topeng tersebut lalu memakainya, kemudian meletakan Earphone keatas kepala, lalu memperbaiki earphone yang mendarat dikedua telingannya.


Berjalan lunglai.


AKU MOHON YANG MULIA, JANGAN JAUHI PUTRA MAHKOTA XU’I


Putra mahkota tersenyum ditengah-tengah tangisannya “ini pertama kalinya aku mendengar suaramu” ucap laki-laki tersebut mendengar suara Zili dari balik earphone miliknya, mengingat kembali malam setelah pesta penikahan mereka dikamar bersama ratu negara.


Terus berjalan sembari menekan tombol earphone ditelinga.


YANG MULIA SHISOU.

__ADS_1


Lagi lagi putra mahkota yang sedang berjalan lemah menuruni tangga, dibuat tersenyum geli diantara tangisannya “panggilan seperti apa ini..?” Tanyanya masih deengan butiran aliran air mata begitu sesak mengingat semua kebersamaannya dengan Zili.


Terus melangkah sempoyongan, berjalan keluar hingga langkahnya terhenti ketika mendengar ucapan Zili yang sangat menyakiti hatinya.


KAU TAHU SHISOU, AKU MENCINTAIMU.


“Aku juga mencintaimu, “ ucap laki-laki tersebut melanjutkan langkah kaki nya.


KALAU AKU TERUS DEKAT DENGANMU, DAN KAU TERUS MENOLAKKU, LAMA KELAMAAN AKU BISA SAKIT JIWA.


“Bodoh, “ ucap laki-laki tersebut berbicara sendiri dijalanan kota tanpa mempedulikan pandangan semua orang “mana mungkin aku menolakmu” lanjutnya lagi terus melangkah dengan perasaan yang luar biasa sakitnya.


SHISOU, AKU MENCINTAIMU, SUNGGUH SANGAT MENCINTAIMU.


SHISOU, AKU MENCINTAIMU, SUNGGUH SANGAT MENCINTAIMU.


SHISOU, AKU MENCINTAIMU, SUNGGUH SANGAT MENCINTAIMU.


Kalimat tersebut berulang kali diputar putra mahkota yang tetap berjalan lunglai tak tentu arah.


“Kau tidak ingin melihatnya...?” suara seseorang menghentikan langkah kaki putra mahkota yang masih terus mendengarkan suara Zili dari balik earphonenya.


“Dia masih hidup, itu bukan dia..” ucap putra mahkota menolak melihat mayat tubuh Zili.


Laki-laki tersebut mulai memberikan semua bukti-bukti kebenaran identitas Zili “ Beberapa jam lagi tubuhnya akan dimakamkan” ucap laki-laki tersebut menunjukan beberapa kertas ditangannya.


Pukulan keras mendarat dipipi laki-laki dewasa yang ternyata adalah raja negara. Hal itu sontak membuat pengawal raja bereaksi mendekati putra mahkota namun langkah mereka terhenti karena junjungan mereka melarang untuk mendekati dengan isyarat tangannya.


“Kubilang bukan dia ya bukan dia” bentak putra mahkota setelah melayangkan Kepalan tangannya “kau..” geram bahkan sampai menendang perut raja negara dengan lutut kaki, menaikan tubuhnya keatas udara, berputar lalu menendang lagi tubuh laki-laki dewasa tersebut hingga terhempas jauh, beruntungnya para pengawal dari raja negara tersebut dengan sigap berhasil menangkap tubunhnya. “begitu ***** kah kau sampai gagal melindunginya ketika aku melindungi rakyatmu..?” maki keras putra mahkota tampak sangat membenci raja negara. “mati saja kau sana” lanjut putra mahkota lagi, mulai melangkah kaki pergi dan tak seorangpun yang berani menghalanginya.


*******


Langkah kaki yang teramat berat,


Diam-diam mulai berhasil memasuki pemakaman khusus keluarga kerajaan.


Berharap melihat putra mahkota yang mungkin ada disana setelah acara pemakaman Tubuh seseorang yang dianggap adalah dirinya,selesai.


Melompati pagar dengah mudah, lalu melewati beberapa pemakaman yang tak begitu banyak disana namun tampak terpisah saling berjauhan.


Langkahnya terhenti, Zili bersembunyi dibalik pohon.


Memandang makam yang bertuliskan namanya dari jauh yang saat itu sedang dikunjungi penasihat putra mahkota.


Ketika laki-laki tersebut mulai pergi, Zili sontak dikejutkan dengan seorang laki-laki lain yang tampak duduk lemah menyandar ditiang Papan nama, begitu sangat lemah bahkan terus menerus mengeluarkan air mata, mengepalkan tangan bersandar disalah satu lutut kaki yang dilipat,


Laki-laki tersebut terlihat mengenakan earphone menutupi telinga, tertunduk lemah bahkan penasihat putra mahkota terpaksa meninggalkannya karena tidak ingin mengganggu.

__ADS_1


Tuan Sa’i..


gumam Zili dalam hati,


Disiang hari setelah pemakaman selesai dilaksanakan, awan yang tadinya memang sudah mendung mulai menitihkan hujan,


semakin lebat hingga mengguyur tubuh Zili dan tubuh putra mahkota yang sedang terduduk lemah tidak berdaya.


SHISOU, AKU MENCINTAIMU, SUNGGUH SANGAT MENCINTAIMU.


SHISOU, AKU MENCINTAIMU, SUNGGUH SANGAT MENCINTAIMU.


SHISOU, AKU MENCINTAIMU, SUNGGUH SANGAT MENCINTAIMU.


Terus mendengar suara Zili, putra mahkota tampak tak bergeming dari posisinya padahal hujan telah membuat pakaian laki-laki tersebut basah kuyup.


Sebuah payung tiba-tiba mulai meneduhkannya,


Tidak mempedulikan siapapun bahkan tidak ingin melihatnya, putra mahkota tetap duduk menunduk, mendengar suara Wanita yang dia cinta.


“Tuan..” panggil Zili “bukankah sebaiknya anda kembali..?” lanjut gadis itu lagi “jika putri mahkota mengetahui keadaan anda seperti ini” tambahnya lagi menyentakan hati putra mahkota “dia pasti akan sangat bersedih” gadis itu berusaha keras meyakinkan Putra mahkota.


Tetap tidak ingin memandang Zili, putra mahkota mulai berdiri, melangkah pergi meninggalkan sesuatu disana.


“Tuan,..” Zili mulai memanggilnya lagi “Kunci anda..”


Langkah Zili terhenti ketika seorang laki-laki yang dia kenal menghalangi langkahnya.


“Tolong...” ucap laki-laki tersebut ketika putra mahkota melewatinya begitu saja “jaga dia untukku” pinta laki-laki dewasa , memakai payung yang tak lain adalah pelindung raja negara.


“Tapi...”


“Itu adalah kunci apartemennya,” lanjut laki-laki dewasa petinggi negara tersebut “dia sangat membenci semua keluarga kerajaan, jadi aku mohon, hanya tolong jagakan dia saja” pintanya lagi “karena kau telah memegang Kuncinya, dan dia tidak mengenalimu, jadi tidak masalah jika kau membantuku untuk menjaganya”


“Tapi...”


“Tolonglah, “ laki-laki dewasa itu mulai menangis “ aku hanya takut ia menyakiti dirinya sendiri karena kehilangan wanita yang saangat dia cinta”


Mungkinkah tuan Sa’i belum bisa melupakanku.


Gumam gadis itu dalam hati.


Zili menghela nafas berat “baiklah Tuan,” jawab Zili menenangkan laki-laki dewasa dihadapannya. “tapi, mungkinkah anda adalah ayahnya..?” tanya Zili sontak mengejutkan Pelindung raja.


Karena tidak ingin identitas putra mahkota ketahuan gadis itu “benar, dia adalah putraku yang tersembunyi”


“Astaga..” ucap zili terkejut dan tidak percaya.

__ADS_1


__ADS_2