Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
TAMAT


__ADS_3

“Tuan.” Panggilnya, Air mata gadis itu jatuh mengalir begitu deras hingga tetesannya mengenai bagian tangan sebuah robot manusia di bawahnya.


Berjalan mendekat. “kembalilah!” Pengawal Putra Mahkota memberi perintah. Sepertinya ia sedang berusaha keras untuk berperan sebagai Putra Mahkota yang selama ini menjadikan wajahnya sebagai topeng.


“Tuan.”


“Percayalah padaku.” Sedikit tersenyum, namun senyum laki-laki tersebut berhasil menghentikan tangisan Zili sejenak. Bukan karena perasaannya yang aneh tapi menurut gadis tersebut, bentuk senyuman laki-laki itu sedikit berbeda dari ia yang biasanya.


“Hm.” Gadis itu mengangguk, dia yang masih bingung mempercayai begitu saja ucapan laki-laki di hadapannya. Langkahnya tertatih karena luka yang ada. Berbalut jaket milik Pangeran Istana, Zili melewati Pengawal Putra Mahkota tampak begitu canggung seperti orang yang tidak ia kenali.


Hatinya tidak terasa nyaman. Entah mengapa, ia sedikit menyesali perbuatannya yang terus menangis karena merindukan laki-laki yang tersebut. Pada akhirnya, setelah bertemu sekalipun, rindunya masih belum terobati.


Menoleh sejenak ke belakang, memandang wajah Putra Mahkota yang tampak datar. Hatinya mulai teriris kembali, “Tolong.” Menghentikan langkah lalu membuka suara. “ Tuan, tolong bawa Putra Mahkota kembali. Aku percaya karena kau adalah orang hebat yang mampu melakukannya.” Lanjut gadis itu lagi sangat berharap lalu menoleh kepala ke arah depan.


Harapannya terdengar oleh Pangeran Istana. “ Hm,” Laki-laki itu menoleh ke belakang. Ia mulai mengenali sosok laki-laki lain dan mulai memandang matanya. Berbalik, “Jadi itu Kau?” Sepertinya Pangeran Istana tidak menyukainya.


Raut wajah Pengawal Rahasia Putra Mahkota mulai tampak pucat, Bagaimana mungkin ia bisa berperan di depan Pangeran Istana yang terkadang mampu menebak kebohongan orang?, terlebih lagi jika orang tersebut tidak memiliki keahlian Seni milik Klan Lu yang cukup tinggi. “Hm.”Angguk Pengawal Putra Mahkota serba salah, dia bahkan sangat takut bahwa penyamaran Putra Mahkota dulunya terbongkar di sana sementara saat itu keadaan Putra Mahkota sendiri sedang dalam bahaya, pikirnya.


“Kalau begitu bantu aku menyadarkan Xu’i!” Betapa terkejutnya semua orang di sana, begitupula dengan Penasihat Pangeran Istana yang tidak menyangka bahwa junjungannya akan meminta bantuan kepada orang lain. “Yang Mulia, biarkan aku tetap tinggal dan membantu anda.” Sungguh, Karena perasaan setianya, tanpa menyia-nyiakan kesempatan, laki-laki tersebut mulai mengajukan keinginannya.


“Bantu jaga Zili untukku.” Pangeran Istana enggan membiarkan penasihatnya untuk berada ditempat. Mungkin ia lebih mempercayai dia untuk melindungi Zili dibandingkan dengan pengawalnya yang lain.


Penasihat Pangeran Istana tidak lagi dapat berharap. “ Baiklah Yang Mulia.” Meskipun hanya sekedar menjadi seorang penjaga untuk gadis yang tidak ia sukai, asalkan itu adalah perintah junjungannya, baginya itu sangatlah berharga.


Walaubagaimanapun, Penasihat Pangeran Istana Zin Ziruan telah mengenal Pangeran istana sejak mereka masih kecil.


**********


Dukuduuudukududukudkuduk...


Gemuruh suara Helikopter terdengar menggema hingga ke telinga, Angin laut berhembus kencang menerpa beberapa pepohonan yang berada di atas kapal. Saking kencangnya, angin tersebut bahkan mampu menggerakkan beberapa kendaraan Roll-V di sana.


Burung-burung yang tadinya berkumpulan terbang mengelilingi kapal, saat itu mulai berpencaran menjauh. Satu persatu Helikopter mulai mendarat di atas Jalanan Aspal permukaan kapal.


“Ruan.” Panggil Zili setelah gadis itu keluar dari rumah mewah milik laki-laki tua yang ia temui sebelumnya. Laki-laki tua yang saat itu tampak sedang berdiri tersenyum menyambut kedatangan Zili keluar dari rumahnya. “Kakek.” Belum sempat mengatakan keinginan hati untuk kembali memasuki ruangan tempat dimana Gurunya berada, Zili mulai membalas pandangan laki-laki tua dan sedikit terkejut melihat robot-robot manusia jatuh bergelempangan di jalanan kapal.


“Dia kakekku.” Penasihat Pangeran Istana mulai berjalan mendekati laki-laki tua itu, dia tersenyum bahagia karena akhirnya bisa bertemu dengan Mantan Ketua Klan Zin di masa lalu yang tak lain adalah kakeknya itu.


Penasihat Pangeran Istana sendiri sebenarnya adalah Putra dari Sepupu laki-laki menteri keuangan. Hanya saja, karena kejadian di masa lalu yang menyebabkan ia kehilangan keluarganya dan hanya tersisa bibinya saja, Zin Zidahlia. Ia sangat membenci seluruh anggota keluarga Zili, terlebih lagi dengan Zili yang dia anggap sebagai gadis lemah dan bermuka tebal yang berani menjadi Tunangan dari orang yang ia banggakan di masa lalu. Siapa lagi kalau bukan Pangeran istana, laki-laki kebanggaannya tersebut.


“Itu artinya dia adalah kakek Zien?” Tebak Zili yang mengenali satu persatu nama dari nenek moyangnya.


“Hm.” Angguk Penasihat Pangeran Istana lalu membantu menopang tubuh kakeknya, membawa laki-laki tua tersebut menuju ke arah sebuah helikopter yang telah mendarat. “Cepatlah naik!,” Ucapannya masih terdengar kasar tetapi baru kali itu Zili merasa Laki-laki tersebut sedikit lebih hangat kepadanya dibanding dengan saat-saat yang sebelumnya. “ Aku tidak ingin kau menyusahkan Pangeran Istana.” Lanjut laki-laki tersebut masih terus berjalan.


“Bukankah ucapanmu terlalu kasar?” Laki-laki tua membuka suara. Sepertinya dia tidak menyukai ucapan Penasihat Pangeran Istana.


“Benarkah?” Penasihat Pangeran Istana tampak tidak ingin terlihat buruk dipandangan mata kakeknya. “ Sebaiknya kau cepat naik, dengan kondisimu yang lumayan parah itu, kau tidak akan bisa membantu Shin’A.” Ucapannya teralih kepada Zili dan kini mulai sedikit lebih lembut.


Memahami situasi, Zili hanya diam dan menuruti perintah. Ia mulai melangkah mendekati helikopter yang sama.


“ Zili.” Suara teriakan menghentikan langkahnya. Gadis itu memandang dua orang laki-laki sedang berlari ke arahnya.


Lari mereka cepat, Mungkin karena mereka adalah para remaja yang telah terlatih.


“Sa’i, Shin Jo.” Panggil Zili mengenali setelah mereka berdua mendekat.


“Kita harus cepat pergi dari sini, ini adalah Perintah Xu’i.” Pelindung Putra Mahkota yang telah mendekat, mulai memberikan informasi.


“Apa?, tapi Putra Mahkota...”


“Kami akan menjelaskannya nanti.” Dewa kemenangan memotong perkataan Zili, ia mulai melihat ke arah sekeliling yang terdapat beberapa orang penduduk kapal sedang berdiri.

__ADS_1


Tidak ada yang bisa berkomunikasi dengan mereka kecuali raja bayangan melalui panggilan yang diperbesar suaranya. Meskipun telah berbicara dengan baik, Penduduk Kapal enggan meninggalkan tempat tersebut. Mereka berkata bahwa Kapal adalah Kampung halaman mereka karena memang sebagian dari mereka terlahir di sana.


“Xio yau Xai.”(Selamat tinggal) Ucap seorang anak kecil yang tampak berdiri di samping ibunya dan menggenggam tangan wanita tersebut. Ia tersenyum bahagia karena menurutnya mungkin kehadiran para Tentara Militer Negara NC, membuat kapal induk akhirnya mampu keluar dari dasar Lautan yang begitu dalam.


“Mereka?”


“Klan Xu.” Dewa Kemenangan menjawab pertanyaan Zili. “Mereka adalah penduduk Klan Xu yang masih tersisa.” Lanjut laki-laki tersebut menjelaskan sembari meraih tangan Zili dan membawa gadis tersebut berjalan terus mendekati helikopter setelah sebelumnya ia melihat Tabung tempat neneknya dan Penasihat Pangeran Istana serta kakek laki-laki tersebut masuk ke dalam Helikopter.


“Bukankah...


“ Yuan yang merencanakan semuanya karena dia ingin Klan Xu menguasai dunia, itulah yang dikatakan kakek Yatto.” Lanjut laki-laki tersebut menjelaskan lalu mulai memasuki helikopter diikuti oleh Zili dan yang terakhir adalah Pelindung Putra Mahkota Shin Jo.


Semua orang melambaikan tangan perpisahan, Helikopter mulai naik ke atas udara. Hatinya terasa sesak mengingat semua hal yang terjadi di sana, meskipun hanya sebentar saja tapi sungguh, ia sangat tidak ingin meninggalkan Putra Mahkota.


*********


Sehari telah berlalu, hatinya cemas menanti kabar keadaan seluruh orang yang tersisa di kapal.


Putra Mahkota, Pangeran Istana, Pengawal Rahasia Putra Mahkota, Pelindung Putra Mahkota Shin ji dan tunangannya serta Penasihat Putra Mahkota lalu Putri Kelincahan dan juga Hacker kebanggaan Putra Mahkota saat itu tak kunjung terdengar kabar.


Hatinya tidak tenang, perasaan gelisah menyelimuti hingga semalam ia tidak mampu menutup mata.


Berjalan mondar-mandir di dalam ruangan rumahnya di kediaman Xu sembari terus menerus memandang ke arah Pintu. Sangat berharap Putra Mahkota muncul ataupun seorang Tentara memberikan kabar kepadanya.


Bahkan setidaknya ia sangat berharap Raja Bayangan memberikan perintah kepada Zili untuk melakukan sesuatu.


Meskipun Luka-lukanya masih belum pulih secara sempurna dan kaki pincangnya masih tetap sulit untuk digerakan, namun karena kekhawatiran yang sangat kuat, gadis tersebut tidak sedikitpun merasa kesakitan atas luka-lukanya. Bahkan nasihat dokter kepercayaan keluarga kerajaan sekalipun ia abaikan.


Sesekali ia duduk tetapi lebih sering berdiri. Matanya bengkak karena air mata terus mengalir keluar meskipun ia telah menahan sekuat tenaga.


Shisou, Shisou.


Mulai duduk kembali, lalu memejamkan mata sejenak.


Kraaakkk..


Pintu terbuka.


“Selamat datang Yang Mulia.”


Sapa Hormat para pelayan Putra Mahkota.


“Shisou.” Betapa bahagianya Zili mendengar ucapan para pelayan di sana.


“Maaf.”


“ Ha..” Air matanya mengalir deras. Ia melihat raut wajah pucat Pangeran Istana yang berdiri di depan Pintu.


Ada banyak goresan Luka di tubuh yang terbuka. Dengan mengenakan seragam kebanggaan Klan Sun berwarna hijau dan berlengan pendek, terlihat jelas Luka-luka di lengan-lengan tangannya masih belum mengering.


“Maaf Zili, Xu’i..” Pangeran Istana yang berdiri tiba-tiba hampir jatuh, jika saja kepala pelayan tidak membantunya.


“ Shin’A.” Zili dengan cepat bergerak mendekat karena begitu khawatir melihat keadaan Pangeran Istana.


“Setelah aku sadar aku telah berada di rumah sakit Istana,” Pangeran Istana mulai menjelaskan di sela-sela kelemahannya. “yang terakhir aku ingat, seseorang telah mengkhianati negara, karenanya aku dan Zilua tidak mampu mengalahkan Xu’i dan kami berdua mereka lempar ke lautan.” Lanjut jelas laki-laki tersebut menggetarkan hati Zili.


“Jadi..


“Shi Yun, dialah pengkhianat sesungguhnya.” Lanjut Pangeran Istana sembari memegang kepalanya yang sakit. “ Xu’i mungkin saat ini sedang berada ditangan Musuh.”


“ Tapi mana mungkin Tuan Si an..

__ADS_1


“Si an, ahh laki-laki itu mati di tangan Shi yun.” Ucap Pangeran Istana mengingat kejadian pertarungannya di kapal induk.


“Haa..” Aliran mata gadis itu bertambah deras, tubuhnya gemetaran hingga ia jatuh terduduk lemas mengejutkan Pangeran Istana.


“Zili.”


“ AHHH hikss hikss.. haaa...hiks..”Tangisannya pecah, ia menangis sekeras-kerasnya memecahkan keheningan ruangan.


Semua orang terlihat begitu sedih bahkan ikut menangis melihat keadaan Zili saat itu.


Semuanya telah berubah, Negara NC kini di ambang kekacauan yang begitu mengerikan setelah kehilangan Putra Mahkota.


Bahkan Raja Bayangan Xu Idris tidak lagi mampu mendapatkan kabar dari Raja serta Ratu Negara.


Seluruh Tentara Militer di kerahkan untuk Menjaga perbatasan Wilayah.


Seluruh Pelabuhan dan bandara di jaga ketat, bahkan Pemerintah Negara NC sampai mendatangkan bala bantuan dari Negara lain untuk menjaga keamanan Negara.


Pangeran Istana mengambil kendali kedudukan Putra Mahkota.


1 bulan kini telah berlalu tanpa sedikitpun kabar dari orang-orang penting yang telah menghilang.


“ Yo Shin’A.”


Panggil seorang laki-laki berjalan keluar dari bandara Internasional Negara NC diikuti oleh puluhan Tentara Pengaman Militer Negara Sakura.


“Pangeran Hito, Selamat datang di Negara NC.” Sambut Pangeran Istana lalu membungkukan Tubuh diikuti oleh laki-laki yang baru saja tiba tersebut, setelahnya tangan mereka mulai saling berjabat.


*******


Zili memijat dahi kepalanya yang sakit, Ada begitu banyak laporan masuk yang membingungkannya.


Setelah satu bulan lamanya tak mendengar kabar dari Putra Mahkota, kini gadis itu sedang disibukan dengan posisi tinggi, seorang pimpinan Militer Negara NC dibantu oleh para Jendral dan juga teman-teman Putra Mahkota yang masih tersisa.


Penasihat Pangeran Istana juga di tugaskan untuk membantu Zili dalam mengemban tugas berat tersebut meskipun mereka berdua tidak akrab di masa lalu tetapi karena Pangeran Istana yang memberikan Perintah mau tidak mau, Penasihatnya, Zin Ziruan terpaksa melakukan yang terbaik untuk membantu gadis itu.


Pintu terbuka, Pandangan yang tadinya mengarah ke arah beberapa dokumen di atas meja kini teralih ke arah seorang laki-laki yang baru saja masuk ke dalam ruangannya.


“Zili, kau hebat sekali.”


“Apa?” Lagi-lagi dia dibuat terkejut dengan berita aneh yang ia sendiri tidak pernah melakukannya.


“Sudah banyak orang yang menganggumi, Kau bahkan menduduki peringkat pertama di pencarian NCB.” Tambah puji laki-laki itu lagi, yang tak lain adalah Pelindung Putra Mahkota Shin jo.


“ Sekarang Apalagi?”


Tanya Zili sangat penasaran hingga hal tersebut membuatnya semakin pusing. Bagaimana tidak? Dirinya yang tidak pernah memberikan perintah apapun, tiba-tiba dikagumi sebagai seseorang yang telah berhasil menangkap mata-mata negara. Mata-mata yang tak seorangpun berhasil menemukannya hingga ia mendapatkan Penghargaan tinggi dari Raja Bayangan.


Meskipun ia telah mengatakan berkali-kali bahwa bukan dialah orang yang memberi perintah, tetapi tetap saja, tak seorangpun mempercayainya. Malahan mereka menganggap Zili terlalu malu untuk mengakui kehebatannya.


“Bukankah kau berhasil menemukan keberadaan Xu’i?” Jawaban Pelindung Putra Mahkota menyentakan Zili hingga gadis itu berdiri.


“ Apa?”


“Akhirnya kita akan bertemu Xu’i dan lainnya kembali hiks.” Pelindung Putra Mahkota menangis, sepertinya ia begitu bahagia dengan hasil pencapaian gadis itu.


“Benarkah hiks.” Zili tak kalah ikut menangis bersama dengan laki-laki di hadapannya. Air mata gadis itu mengalir begitu deras saat itu.


Dia tidak lagi peduli dengan keanehan yang terjadi. Yang dia pikirkan hanyalah. “SHISOU”


TAMAT.

__ADS_1


__ADS_2