Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
takut kehilangan


__ADS_3

Suara Ombak laut terdengar menenangkan di telinga, hingga seseorang yang mendengarkannya ingin sekali masuk terbenam didalamnya.


Suara kokokan ayam terdengar hingga ketelinga padahal kandang Ayam lumayan jauh dari tempat Zili berada. Kemungkinan Ayam yang saat itu berkokok adalah ayam hutan yang berkeliaran dipepohonan bakau.


Suara elang mencari mangsa menyadarkan Zili dari tidurnya. Zili membuka mata.


“Yang mulia, selamat pagi. Bagaimana keadaan anda pagi ini?”


Sontak Zili bangkit segera, mendengar suara pelindungnya tidak menyangka. Dia sangat ingat, malam itu, dia sedang bersama putra mahkota yang sedang menyamar.


Dalam hatinya bertanya-tanya bagaimana mungkin orang yang bersamanya telah berganti.


Zili menyingkap selimut lalu bangkit memandang Pelindungnya, Sun Shin Sa’i dengan seragam Tentara Kerajaan Berwarna hijau berbintang lima dan satu pin didadanya serta Salah satu jahitan dilengan seragamnya berhuruf SSS yang menandakan bahwa dia adalah salah satu Tentara paling tinggi milik negara.


“Kenapa Anda bisa berada disini?” Zili sangat penasaran dengan apa yang telah terjadi.


“Yang mulia, sebelumnya Seseorang telah mengirimkan pesan kepada saya, memberitahu Posisi anda berada. Maafkan kecerobohan saya yang membiarkan anda tertidur disini yang mulia, anda dapat memberikan hukuman apapun terhadap saya.”


Zili menggelengkan kepala diserta rasa penasaran, dalam hatinya berkata, mungkinkah Putra mahkota yang sedang menyamar yang telah memberitahukan keberadaan gadis kepada pelindungnya.


Ia menoleh kekanan dan ke kiri serta memutar tubuh melihat kesekitarnya tetapi tidak menemukan siapapun disana kecuali pelindungnya.


“Ketika saya sampai, tidak ada seorangpun yang berada disini yang mulia,” mengetahui gerak-gerik Zili, pelindungnya sadar bahwa saat itu mungkin Tuannya sedang mencari seseorang. Dia bahkan mampu menebak kemungkinan terbesar gadis yang berada dihadapannya tidak sendirian dipinggiran laut malam itu.


Zili menunduk sejenak, merasa sedih karena sekali lagi, dia ditinggalkan begitu saja tanpa pemberitahuan “mari kita kembali” ajak pelindung Zili menunggu Gadis itu bergerak dari posisinya.

__ADS_1


Zili mulai melangkah kaki, namun ia lagi-lagi dikejutkan dengan selimut yang berada di bawah kakinya. Bercampur dengan Kain merah yang sebelumnya ia kenakan. Selimut tersebut terlihat seperti Selimut yang berada diRumah Nenek putra mahkota.


Zili berjongkok, memastikan Bahan Yang digunakan diselimut tersebut. Benar saja, tebakannya tidak salah. Zili sangat yakin, selimut itu yang ia gunakan untuk menghangatkan tubuhnya ketika berada Di desa Ann 1.


Zili mengangkat selimut, membawanya kedalam pelukannya.


Pelindung Zili sontak terkejut dengan perilaku tuannya “ yang mulia, mengapa anda membawa selimut tersebut, Biarkan saja. Seseorang dari penjaga tambak akan mengambilnya dan membawakannya untuk anda”


Zili menggeleng kepala, menolak saran Pelindungnya, ia mulai melangkah meninggalkan gubuk pinggiran laut yang menyisahkan kenangan bersama penyamaran Putra mahkota.


********


Paaaaaaaakkkk


Menunggu dia dengan keadaan marah, bahkan sampai memberikan Tamparan keras kebagian wajahnya hingga pipinya bengkak dan berdarah.


Walau bagaimanapun ketua klan Zin termasuk salah satu tentara negara meskipun kekuatan Fisiknya masih dibawah rata-rata.


Semua orang memandang benci kearah Zili. Gadis itu diam terus tidak bersuara ketika Lemparan foto mendarat diwajahnya. Ketua Klan zin berdiri bersamaan dengan ketua klan Ann dan putri klan Ann. Mereka semua memandang penuh amarah kepada Zili.


Terlebih lagi, tampak sangat banyak ternak yang disembelih pagi itu. Kemungkinan besar ternak tersebut hampir mati dan mereka menyalahkan Zili karena perawatannya sehari yang lalu.


Zili mendesah, ia melihat beberapa gambar diatas tanah. Gambar Putra mahkota yang sedang menyamar mencium dahinya.


Zili tidak mengetahui hal tersebut. Nyatanya, masih saja ada orang yang ingin menghancurkannya.

__ADS_1


Dia mengetahui dengan pasti orang yang telah melakukan hal tersebut.


“Kembalilah keistana, semua orang menunggumu memberikan penjelasan. Dan kau juga harus mempertanggung jawabkan kesalahanmu”


ketua klan Zin berjalan melewati Zili diikuti para penjaganya. Sementara semua orang terdengar berbisik tidak menyenanginya.


“Yang mulia”


Zili masih bisa tersenyum memandang Pelindungnya yang tampak sangat mengkhawatirkan Gadis itu.


Sementara putri klan ann memandang puas melihat Penderitaan yang dialami Zili. Dia mulai mengikuti langkah kaki kakeknya meninggalkan perkemahan.


“Klan zin memang tidak pernah pantas masuk menjadi anggota keluarga kerajaan” Sindir Ketua klan ann sebelum meninggalkan Zili.


Zili ingin menangis namun tertahankan, hari itu ia merasa sangat takut kehilangan putra mahkota ataupun dibenci oleh Laki-laki yang dia cintai tersebut.


“Yang muli....


“Pergilah” ucap Zili mengejutkan Pelindungnya “kau akan mendapati sial jika terus bersamaku” lanjutnya lagi melangkah kaki menuju mobil kerajaan yang telah menunggunya untuk mengantar kembali keistana. Mempertanggung jawabkan perbuatan yang lagi-lagi ia merasa bukan perbuatannya.


Dalam hatinya tidak menyalahkan putra mahkota yang menciumnya tetapi menyalahkan dirinya sendiri yang tidak bisa berjaga diri.


Langkahnya terhenti ketika melihat pangeran istana didalam Mobil kerajaan yang akan membawanya. “Kau yang melakukannya, iyakan?”


Zili mulai menuduh pangeran istana yang sedang duduk diatas Kursi belakang mobil melipat tangannya dengan mengembangkan senyuman kepuasan.

__ADS_1


__ADS_2