Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Desa Co, teknologi milik negara


__ADS_3

Mobil perlahan-lahan melaju meninggalkan sekolah peternakan, menyisahkan banyak kenangan yang membekas didalam hati Zili.


Meskipun tidak mendapatkan satu temanpun dari sekolah tersebut, setidaknya, dia masih bisa mendapatkan seorang guru yang sangat berharga baginya, lalu seorang saudara laki-laki untuk pertama kali dalam hidupnya begitupula dengan pengalaman serta kenangan bersama putra mahkota didesa terisolasi yang juga telah ia peroleh, serta kenangan bersama putra mahkota yang sedang menyamar dibelakang sekolah kemudian kenangan berharga lain ketika ia berada didesa ann 51 dan terakhir, kenangan bersama shen shi yun juga putra mahkota ketika melawan Ratusan Robot manusia diruang pintu darah.


Selamat tinggal,


Ucap gadis itu memandang bangunan sekolah yang perlahan-lahan mulai menghilang, terus melaju melewati Rumah nenek putra mahkota yang ia tempati selama berada didesa ann.


Mengingat kebersamaan putra mahkota yang saat ini sedang menjalankan tugas negara.


Selamat tinggal,


Ucapnya lagi memandangi Rumah tersebut dari jauh lalu menghilang tertutup pepohonan.


Duduk disamping pangeran istana yang sedang membaca buku, zili yang tidak ingin mengganggu laki-laki tersebut, memalingkan wajah keluar jendela.


Memandang Banyaknya kandang hewan ternak diatas bukit, mengingatkan dia kepada putra mahkota. Sungguh, Zili terlihat sangat merindukannya.


sesekali gadis itu tersenyum lembut mengingat semua kenangan yang tidaak pernah ia dapatkan sebelum menikah dengan laki-laki yang dia cinta, Kenangan yang sangat berharga dan bahkan kenangan tentang kehidupan sulitnya sekalipun, tidak ingin ia lupakan.


Mobil Terus berjalan melewati lautan, juga tambak-tambak ikan dipinggiran laut, serta melaju diantara tebing dan pepohonan, berbelok arah, memasuki jalur lintas cepat, meninggalkan semua keragaman dan suasana Desa Ann diwilayah utara.Memasuki lorongan panjang yang hanya diterangi dengan lampu-lampu neon kuning diatas nya.


Terus berjalan hingga melewati sebuah jembatan panjang dan lebar yang dibawahnya dialiri dengan air deras berwarna Hijau, mungkin karena dasar Sungai tersebut terdapat banyak Lumut maka dari itu, airnya juga tampak seperti warna tersebut.


Masih terus berjalan, hingga melewati lautan yang pinggirannya dipenuhi dengan bebatuan diorit dan tidak terlihat sedikitpun pasir putih disana.


Sungguh, Tampak sangat indah ketika melihat pemandangan tersebut dari kejauhan.


Mulai Menuruni jalan, lagi,


Mobil memasuki terowongan Untuk yang kedua kalinya. Beberapa saat kemudian, perbatasan desa telah terlihat.


Mobil mulai keluar dari jalur lintas cepat, berhenti dipersimpangan empat yang tardapat Lampu lalu lintas disana. Suasana pedesaan yang tadinya dipenuhi dengan hewan-hewan ternak kini telah berubah menjadi Suasana perkotaan.


Gedung-gedung menjulang tinggi bermacam-macam bentuknya terlihat tak jauh dari pinggiran jalan. Menara Tinggi tampak didepan mata ketika Zili memandang kearah sampingnya.


Sangat tinggi dan juga mengagumkan pandangan mata Zili.


GO straight To eastern Region


Turn right to western region


Turn left To norteast region


Tiang petunjuk Jalan berdiri disamping dua Patung yang tampak seperti Sebuah Laptop terbuka yang diatas Keyboardnya berdiri sebuah patung ponsel lainnya. Kedua patung tersebut Dikelilingi dengan tumbuhan bunga-bunga lily berwarna merah muda dan kolam panjang yang melingkarinya. patung tersebut juga tampak begitu indah dan mempesona mata.

__ADS_1


Mobil mulai melaju lagi, berbelok kesebelah kiri.


Lalu bergerak maju diantara hiruk pikuk keramaian kota dan mobil-mobil yang berlalu lalang saling memacu hingga sampai kesebuah gerbang besar.


 


CO VILLAGE, STATE\-OWNED TECHNOLOGY.


 


Tersenyum ceria,


Memandang beberapa robot Pembersih sampah dipinggiran jalan yang terlihat sedang mengambil sampah dengan Tiga capitan tangan mereka.


Begitu hebatnya teknologi negara NC, bahkan pekerjaan yang biasanya dilakukan Oleh manusia bisa dengan mudah dilakukan oleh robot yang mereka Ciptakan.


“Let me take your rubbish, let me take your rubbish.....


Suara robot terdengar ketika Zili membuka kaca mobil, merasakan udara Desa Co yang berbanding terbalik dengan Desa Ann.


Panas,


Zili menghela nafas, tubuhnya mulai berkeringat.


Sluuuupp..


“Maaf,..


Ucap gadis itu masih terdiam ditempat karena tangan pangeran istana masih berada ditombol penutup jendela kaca tersebut.


“Apa yang kau lakukan dari tadi?”


Kepala pangeran istana telah berada tepat disamping kepala Zili, laki-laki itu ikut memandang keluar jendela.


“Ehmmm...


Zili menjadi serba salah, merasa bimbang hanya untuk sekedar menoleh kan kepala. “aku hanya...


Zili mulai menundukan kepala menarik nafas berat karena kepala dan tangan pangeran istana tidak kunjung dialihkannya. “hanya melihat-lihat suasana desa Co saja” ucap Zili mulai menoleh kepala menghadap pipi pangeran istana yang sangat dekat.


“Hmmm..


Pangeran istana menolehkan kepala nya menghadap kearah Zili. Pandaangan mata yang sangat dekat saling beradu, zili mencoba mengalihkannya dengan menghempaskan punggung tubuh kekursi duduknya.


Sedikit menjauhi wajah pangeran istana yang tidak diragukan lagi ketampanannya.

__ADS_1


“kau mau membaca?”


Tanya pangeran istana memberikan penawaran.


Penawarannya mengejutkan Zili, ia bahkan tidak menyangka bahwa pangeran istana mau meminjamkan buku kepadanya padahal dinegara NC sendiri, tidak banyak orang yang mau memberikan buku mereka kepada orang lain meskipun hanya sekedar untuk meminjamkan.


Apalagi jenis buku berkualitas yang dimiliki para pejabat tinggi negara. Mungkin hal itu karena faktor persaingan yang begitu ketat serta Terbatasnya pencetakan buku tersebut atas permintaan sang pengarang.


Walaubagaimanapun, konsumsi membaca buku dinegara NC adalah salah satu konsumsi tingkat tertinggi terlebih lagi kualitas pengarang juga ikut serta dalam perebutan pembelian.


“Kau..


Ragu-ragu Zili bertanya “benarkah ingin meminjamkanku buku?” lanjut gadis itu mulai memandang kembali mata pangeran istana.


“Aku akan memberikannya satu untukmu” ucap laki-laki tersebut menambah keterkejutan didalam hati zili sekalian memberikan sedikit kebahagian disana “kau mau jenis buku yang mana?” tanya pangeran istana lagi semakin menyenangkan hati Zili yang mulai tersenyum karena mendapatkan kesempatan memilih.


“Bagaimana kalau buku tentang teknologi!” Ucap Zili meminta penawaran.


Pangeran istana memperlebar senyumannya, bola matanya yang berwarna coklat terlihat begitu mempesona hingga membuat Zili beralih ke handle pintu mobil saking tidak inginnya ia memiliki perasaan dengan laki-laki tersebut.


Pangeran istana mulai mengembalikan tubuhnya keposisi semula, mengambil beberapa buku di kantung belakang kursi didepannya.


“Teknologi, hmm ...


Ucapnya sembari memilih beberapa buku kualitas terbaik miliknya “teknologi ya” gumamnya membuat Zili tertarik untuk melihat jenis-jenis buku yang dipegang pangeran istana.


Luar biasa.


Ucap gadis itu didalam hatinya.


Bagi bangsawan biasa sepertinya, tidak akan mungkin sanggup memiliki satu jenis Buku milik pangeran istana yang Harganya mungkin bisa mencapai 100ribu neceri, atau setara dengan 1juta rupiah.


“Ini dia...


Ucap pangeran istana lagi hingga membuat Zili mulai menegakan tubuhnya kembali yang tadi terhempas disandaran kursi, menunggu kedatangan Buku yang sangat ia inginkan saat itu. “bagaimana kalau jenis-jenis Pistol dan kecepatan tembakannya?”


“Hmmm...


Angguk Zili begitu senangnya melihat sebuah buku bersampul warna Hitam mengkilat.


“Baiklah,..


Pangeran istana memberikan buku tersebut kepada Zili yang ragu-ragu menerimanya “aku berikan ini untukmu”


“Terima kasih Shin’A” ucap gadis itu cepat sontak membuat pangeran istana membuang wajah setelah Bukunya berhasil diraih gadis itu.

__ADS_1


Laki-laki itu tampak tersenyum lucu melihat kebahagiaan yang tampak jelas diwajah Zili.


__ADS_2