Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Gaun


__ADS_3

Cahaya matahari masih bersinar disore hari hampir menjelang petang. Berwarna jingga dan membinarkan mata.


Menaiki satu persatu anak tangga bersama ratu negara, pintu darah yang terbuka akhirnya mulai terlihat. Terus mendekati, lalu melewati.


Mulai menapakki kaki diatas tanah mendatar.


Sungguh, Gadis itu sungguh sangat terpesona melihat pemandangan didepan mata.


Gedung-gedung menjulang tinggi terlihat sangat indah, dan bahkan belum pernah ia temui sebelumnya meskipun dipusat kota.


Bangunan tersebut juga beraneka ragam bentuknya, ada yang berbentuk hewan dan ada juga yang berbentuk bunga, bahkan ada juga sebuah gedung yang berbentuk seperti malaikat bersayap dengan tongkat besi panjang, tampak seperti patung, nyatanya itu adalah bangunan.


Sungguh, Dinegara NC menyimpan seni teknologi yang luar biasa indahnya, bukan hanya itu, kobaran api yang kadang terdapat diatas bangunan juga ikut membinarkan mata.


Terkadang juga terlihat asap hitam disana, dan juga terdapat bangunan dengan baling-baling diatasnya.


Memang, desa Co merupakan desa teknologi yang menjadi pusat pariwisata yang sering menjadi incaran para wisatawan, hanya saja, cukup sulit untuk memasuki negara NC terlebih lagi jika tidak memiliki Koneksi Klan dari dalam.


Itu karena negara NC menyimpan banyak rancangan pembuatan produk-produk teknologi dimasa lalu, hingga akan sangat berbahaya jika diketahui oleh dunia luar yang menolak keras barang-barang tersebut diciptakan kembali yang mungkin akan menyebabkan kejadian mengerikan dimasa lalu terulang kembali.


“Hormat...


Teriakan seseorang mengejutkan Zili yang tadinya sedang menikmati pemandang didepan matanya.


Betapa terkejutnya gadis itu ketika melihat ratusan tentara negara NC berkumpul mengenakan seragam mereka masing-masing.


Jauh dipandang mata, dilapangan luas yang tak terdapat satupun pepohonan disana. Warna-warni seragam Tentara terlihat begitu mewah terpancarkan jingganya warna cahaya.


Memandang punggung putra mahkota yang sedang memberikan perintah, membuat zili sadar bahwa laki-laki yang dia cinta adalah orang yang sangat penting bagi negaranya.


Puluhan orang berdiri berbaris dibelakang laki-laki tersebut, salah seoraang yang ia kenal adalah dewa kemenangan dengan seragam hijau kebanggaannya.


Meskipun ia merupakan seorang tentara militer, tetapi tampaknya seragam yang ia gunakan berbeda warna dan juga pola. Mungkin para petinggi negara memang diberikan hak untuk menentukan pakaian mereka sendiri.


Bukan hanya putra mahkota, semua orang juga tampak memberi hormat kepada raja dan ratu negara yang telah berjalan bersama pejabat tinggi lainnya.


tujuh orang ketua Klan terlihat berjalan dibelakang raja negara, sementara pejabat tinggi yang bukan bagian dari kemiliteran mulai mendekati ratu negara.


Memang dinegara NC, pejabat tinggi terdiri dari beberapa jenis, seperti tentara militer yang dikendalikan oleh putra mahkota, lalu polisi militer yang dikendalikan oleh raja bayangan Xu idris, serta pejabat tinggi Formalitas, seperti mentri keuangan, lord breeder, Dokter hewan dan pengusaha berbakat lainnya yang tidak memiliki keahlian seni bela diri, biasanya dikendalikan oleh ratu negara dan ratu bayangan.


Itu karena jumlah total para petinggi formalitas jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah petinggi kemiliteran hingga harus dikendalikan oleh dua orang sekaligus.


dan Mereka semua berada didalam pengawasan raja negara yang didampingi oleh penasihat raja negara.


Maka dari itu keamanan negara NC sangatlah terjaga. Tetapi entah mengapa, akhir-akhir ini musuh berhasil memasuki area kerajaan.


Mungkin, itu karena terdapat mata-mata yang berhasil masuk dan bergabung didalam keluarga kerajaan.


Langkah kaki terhenti,

__ADS_1


Pangeran istana mengulurkan tangannya tepat dipintu mobil ketika ratu negara sedang sangat sibuk dikelilingi para pejabat formalitas dan raja negara yang juga sedang sangat sibuk dengan para ketua Klan serta putra mahkota yang terlihat sedang memberikan perintah kepada para tentara negara.


Dengan terpaksa Zili meraih tangan pangeran istana karena takutnya, ia akan mempermalukan laki-laki tersebut dihadapan para pejabat tinggi yang mungkin ada beberapa dari mereka melihat kearah pangeran istana.


Walau bagaimanapun, pangeran istana adalah salah satu pejabat tertinggi setelah putra mahkota. Tentu saja semua orang sangat menghormati putra dari raja negara mereka.


“Kenapa kau pergi begitu saja?”


Wajah pangeran istana terlihat pucat, tetapi tampaknya hati laki-laki tersebut telah merasa lega karena melihat Zili dipandangan matanya.


“Maaf..


Kata apalagi yang pantas diucapkan Zili kalau bukan kata penyesalan, meskipun mengatakan kata tersebut, tetapi wajah zili tampak tidak merasa bersalah.


Tentu saja,


Karena keinginan untuk mencari putra mahkota, menyebabkan ia akhirnya bisa menemukan laki-laki yang dicintainya, terlebih lagi, karenanya juga, ia bisa merasakan perasaan bangga menjadi bagian dari Klan Zin ketika membantu Shen shi yun menghadapi musuh mereka.


Pangeran istana mulai masuk kedalam mobil, menarik tangan Zili untuk bergabung kedalamnya. Perasaan berat menyiksa gadis itu, baru saja..


baru saja bertemu dengan putra mahkota, dia harus menahan rasa sedih karena akan pergi meninggalkan laki-laki tersebut tanpa mampu mengatakan kata perpisahan.


Shisou...


Matanya mulai berkaca-kaca, memandang tubuh putra mahkota yang terbalut seragam merah.


Terus memandang hingga pintu mobil ditutup pengawal pangeran istana.


Sebuah kotak besar kini telah berada dikedua paha Zili. “aku sendiri yang merancangnya” lanjut pangeran istana membuang wajah keluar jendela kaca mobil.


Perlahan-lahan Zili membuka tutup kotak didepannya “ini?” dia terkejut memandang gaun cantik berlengan panjang berwarna hijau didalamnya, sangat cantik, hingga membuat matanya terpesona.


Pola serta bordiran menawan semakin terlihat jelas setelah gadis itu mencoba untuk mengeluarkan gaun tersebut. Mutiara kecil berwarna merah muda terlihat melingkari kerahnya, sungguh sangat teliti orang yang membuat gaun itu, bagaimana mungkin Mutiara yang sangat kecil mampu tersusun rapi dan tidak meninggalkan ruang sedikitpun dibagian kerah gaun tersebut.


“tidakkah kau tahu?..


Pangeran istana mulai terlihat kesal memandang kearah Zili yang telah memasukan kembali gaun pemberiannya. “besok adalah hari ulang tahunku”. Lanjutnya lagi mengherankan Zili, bagaimana ia tahu, pikirnya. Bukankah selama ini gadis itu dilarang untuk mencari tahu tentangnya.


“Oh..


Zili menghela nafas berat merasakan suasana kekesalan dari pangeran istana untuk kesekian kalinya. “aku...


“Aku tidak perlu hadiah darimu”


Ucap pangeran istana mulai memandang kedepan “hanya...


Dia mulai ragu untuk berbicara “hanya pakai saja gaun yang sudah ku...


Kraaaak..

__ADS_1


Pintu mobil terbuka,


Sontak zili dan pangeran istana memandang kedatangan orang tiba-tiba.


“Shisou..


“Haah...


Putra mahkota mulai menarik tangan Zili keluar mobil, ia tampak begitu kesal. “Aku kira kau telah menghilang” ucapnya lalu masuk kedalam mobil, duduk tepat disamping pangeran istana lalu membawa zili masuk kembali kedalam mobil yang sama dan duduk tepat disampingnya.


Zili tersenyum senang setelah sebelumnya merasa tertekan.


“Kenapa kau didalam mobilku?”


Tanya kesal pangeran istana kepada putra mahkota.


“Hmm..


Putra mahkota tersenyum remeh “baiklah, aku akan menaiki mobil pribadiku sendiri dan membawa istriku bersama”


“Ya sudahlah,..


Ucap pangeran istana tidaak menginginkan mereka pergi. “jalan” perintah laki-laki itu kepada pengawal yang langsung mengemudi mobil.


“Ini...


Putra mahkota mengernyitkan dahi sedikit bingung ketika melihat kotak besar ditangan Zili.


“Aku yang memberikannya”


Jawab pangeran istana,


“Kenapa kau memberikannya, biar aku saja yang merancang gaun untuk istriku...


“Itu hadiah pernikahan kalian berdua”


Ucapnya tidak ingin gaun pemberiannya dikembalikan lagi.


Putra mahkota terlihat sangat kesal, hal itu bisa dirasakan dari genggaman tangannya dipergelangan tangan Zili.


“Shisou...


Panggil Zili melepaskan kotak ditangannya dan menaruh kembali dipahanya.


“Hmm...


Putra mahkota mulai melirik kearah Zili yang telah menggenggam punggung telapak tangan putra mahkota yang menggenggam tangannya.


“Benarkah kau akan membuatkan Gaun untukku?” Tanya gadis itu berharap.

__ADS_1


Pertanyaan itu sontak menghilangkan kekesalan didalam hati putra mahkota tapi tampaknya menambah kekesalan didalam hati pangeran istana. “tentu saja” jawab laki-laki itu tersenyum lembut.


__ADS_2