
Perbedaan waktu antara negara Kanada dan negara NC memang cukup jauh, ketika dikanada hari telah malam maka dinegara NC sendiri hari masih siang.
Pesawat pribadi putra mahkota memasuki pergantian Hari, meninggalkan kegelapan malam mulai memasuki cahaya Matahari pagi.
Menuju ke tebalnya awan yang bergumpal dan menghilang dari pandaangan mata.
********
Pangeran istana mulai melepaskan jubah putihnya, membuang kacamata dan mulai memasuki kedua tangan dikantung celana pendek selutut kakinya.
Sebuah headset putih terkait ditelinganya, memandang dua laki-laki tua bertubuh kekar didepannya dan berada tak jauh dari tempat Zili berada.
“shin’A...” panggil Mantan ketua Klan Co kepada pangeran istana yang tampak berdiri dengan santai membalas tatapan Laki-laki tua yang tadinya menatap dia.
Diantara kericuhan orang-orang yang sedang mencoba mengumpulkan bagian tubuh robot Nura, Zili menatap penuh kekaguman pada laki-laki tua berambut putih yang sangat ia kenal karena dia lah orang yang berada didalam layar televisi ketika gadis itu memutar CD dan mengikuti gerakan seni bela diri laki-laki tua tersebut selama di Desa Co 1.
Tatapan kekaguman Zili sontak membuat terkejut laki-laki tua yang baru saja mengalihkan pandangan dari pangeran istana menuju kearahnya, ia bahkan sampai menggaruk pipi yang tidak gatal karena merasa malu melihat mata dan senyuman kagum gadis yang tidak dikenalinya.
“Kau dengar...”
Suara putra mahkota membangunkan Zili dari lamunannya “kenapa kau seperti orang bodoh yang melihat musuh lalu mengaguminya..?” Hina putra mahkota mungkin karena dia memandang Zili dari dalam layar laptopnya.
Zili menghela nafas sejenak “ karena dia adalah guru putra mahkota, tentu saja aku sangat mengaguminya” jawab Zili membuat putra mahkota semakin memandang kesal kearahnya terdengar dari helaan nafas yang dihempaskan laki-laki tersebut.
“Dasar bodoh” hina laki-laki itu lagi, “kau harus tahu, dia itu pengkhianat negara” lanjut laki-laki itu dari balik headset milik Zili dan pangeran istana.
“Berhentilah menghina kalau kau sendiri tidak ada disini” pangeran istana terlihat membela Zili, mungkin ia tidak menyukai sifat sombong putra mahkota “Dia tidak sebodoh yang kau pikirkan” lanjut laki-laki tersebut masih mengantungi kedua tangan didalam celana.
“orang bodoh berubah menjadi pintar sekalipun kebodohannya masih tetap akan terbawa hingga ia berubah” Lanjut hina putra mahkota tampak tidak ingin mengalah melawan pangeran istana.
“Benar sekali, aku ini memang bodoh yang mulia” jawab Zili sontak membuat pangeran istana yang tadinya memandang musuh didepan mata, merubah pandangan menuju kearahnya sembari mengeluarkan tangan dari kantungnya.
__ADS_1
“Kau dengar sendiri bukan, “ ucapan putra mahkota terdengar sedikit Tertawa remeh “dia bahkan mengakui sendiri bahwa dirinya bodoh” lanjut laki-laki itu tidak puas-puasnya menghina. “hei wanita bodoh” panggil putra mahkota kepada Zili.
“Ya yang mulia” jawab zili cepat masih berdiri menatap kagum laki-laki tua yang telah bersiap menyerangnya.
“hancurkan sisa Robot lainnya, kalau tidak...”
Suara Laki-laki yang berada dibalik headset terdengar sangat memaksa “aku tidak akan pernah membukakan pintu keluar untuk mu lari” lanjutnya lagi mengancam.
“Hmm” angguk Zili cepat, karena memang ia sangat senang saat itu bisa berguna bagi laki-laki yang dia cinta. “saya akan lakukan apapun perintah anda yang mulia” jawab gadis itu begitu sopan hingga membuat putra mahkota tersentak dengan diam sejenak begitu juga dengan pangeran istana yang terus menerus masih tidak percaya mendengar jawaban gadis yang dianggap aneh karena masih bisa berbicara sopan meskipun telah berkali-kali menerima hinaan.
Mengambil sebuah botol obat dari kantung jas yang masih ia kenakan, lalu menelannya kemudian mulai mengambil botol lain yang berisi bubuk berwarna abu-abu dan mengusapkannya keseluruh tubuh dan juga pakaian yang Zili kenakan, begitupula dengan Celana Jogger berkaret yang Zili lipat karena sangat kepanjangan serta telah ia ikat dipinggang dengan batang Tumbuhan merambat agar tidak mudah menurun.
Perilaku gadis itu sontak membuat pangeran istana berjalan cepat mendekatinya “apa yang kau lakukan..?” Tanya pangeran istana dan tampaknya putra mahkota juga merasa aneh dengan perilaku Zili.
Zili tersenyum lembut memandang pangeran istana “aku menaburkan Bubuk streptococcus ketubuhku agar ketika mereka berhasil menyentuhku,kulit mereka akan merasakan gatal”
“Hmm” pangeran istana tersenyum tipis “lihatlah,” ucapnya kepada putra mahkota “sudah kubilang, dia tidak sebodoh yang kau kira”
“Dia bukan wanitaku” pangeran istana mulai berpikir Cepat “hoi bagaimana kalau kau menjadi wanita simpananku..?” tanyanya kepada Zili yang sontak terkejut.
Dia menengadah menoleh kearah pangeran istana “haa, tidak mau, aku sudah menikah” tolak gadis itu cepat tanpa berpikir.
“Sudah menikah..?”
“ kau terlambat bodoh” ucap putra mahkota sedikit tertawa lucu melihat kebodohan dua orang dari layar laptopnya.
“Kalau sudah menikah kenapa kau disini...?” Tanya pangeran istana sedikit malu karena baru kali itu permintaannya ditolak wanita baru “memangnya suamimu tidak memberikan nafkah ya..?”
Zili mulai tersadar dari ucapannnya “suamiku..” dia mulai berpikir “suamiku sudah pergi..”
“Hmmm” pangeran istana tampak berwajah sedih “ jadi suamimu sudah mati ya..?”
__ADS_1
“Bukan begi....
Taaaaakkkk
Bukkkkkkkk...
Pangeran istana berhasil menerima serangan dan menghempaskan tubuh mantan ketua Klan Co.
Laki-laki tua tersebut berhasil berdiri kembali, “Hebat sekali cucuku bisa masuk kemarkas besar dengan mudah” ucap laki-laki tua tersebut kepada pangeran istana yang sedang berdiri disamping Zili.
“Konyol, “ dia mulai bersiap menyerang “siapa juga yang mau jadi Cucumu” ucapnya sembari bergerak cepat menuju laki-laki tua yang tadi menyerangnya.
“Hiiyakk...” guru putra mahkota mulai bersiap menyerang, dia mengangkat salah satu kaki dan memutarnya sebelum bergerak cepat menuju kearah Zili “ini namanya...
“jurus Tendangan berputar” sela Zili yang memang mengetahui pola gerakan laki-laki tua dihadapannya.
para pekerja mulai berlarian menuju pintu Keluar tapi sayang, tampaknya, dari jauh putra mahkota berhasil menutup semua akses pintu keluar lainnya, dibantu oleh Hacker kebanggaan kecilnya, Zin zilua, yang mungkin baru saja terhubung masuk didalam panggilan yang tadinya hanya bertiga.
“Kau tahu...?” tanya laki-laki tua tersebut terkejut mendengar ucapan Zili.
Zili tersenyum bersiap menerima serangan “tentu saja, aku adalah orang yang mempelajari semua jurus dan gerakanmu melalui Casette digital (CD)” jawab gadis itu masih tersenyum memandang guru putra mahkota.
Guru putra mahkota membalas senyumannya “kalau begitu aku akan mengeluarkan 50% dari tenaga dalamku” ucap nya membuat Zili semakin tampak terkagum-kagum.
“Dengan sangat bahagia aku akan berusaha menghindari Tenaga dalam kakek yang besar itu” ucap gadis itu.
Sempat membuat putra mahkota tersenyum geli “konyol sekali dia” ucap laki-laki tersebut terdengar dari balik headset milik Zili, mungkin sembari meretas putra mahkota juga mendengarkan percakapan dari balik headsetnya.
Zili mulai bergerak menyamping lalu berputar “ini namanya jurus tendangan belakang”
Tapi serangan kaki nya berhasil diraih telapak tangan besar laki-laki tua tersebut “ini namanya Jurus tangkapan kucing” ucapnya lalu menghempaskan Tubuh zili jauh, tetapi gadis itu berhasil berputar dan mendarat dengan baik.
__ADS_1
“Ini namanya Jurus lompatan tupai mendarat” ucap gadis itu berdiri memandang laki-laki tua yang tampak sangat senang melawannya.