Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Pelindung yang kesakitan


__ADS_3

“Rausa di temukan.”


Krrrkrrkrkrk...


Lampu di atap ruangan terlihat berkedip- kedip.


“ Accel..”


“Zili.” Panggil Putri Keagungan kebingungan ketika melihat tubuh seorang wanita sedang berdiri di hadapannya dan tampak sangat mirip dengan Putri Mahkota.


Krrraaakkk.. taaaaarrrr...


Pecah.


pecahan Kaca lampu berjatuhan ke atas tumpukan tulang belulang.


Sluuuurrrrppp...


“Attack.”


“Akkkhhhhh...” Rasanya sangat sakit, gadis itu berteriak mengerang karena tersengat aliran Listrik dari ujung kabel yang berkawat di atas atap.


entah mengapa, benda tersebut tiba-tiba memanjang dan menyerangnya.


“ Aura.” Teriak Pelindung Putra Mahkota Shin ji meraih isolator kabel dan berusaha keras memutuskan sambungan kabel panjang yang tiba-tiba melilit ke tubuh Putri Keagungan dan menyengat gadis itu. “Kau baik-baik saj..


“Accel.”


KRrkkkk...


Sluuurrrpp..


Baaakkkk...


Belum sempat melanjutkan kalimat, Pelindung Putra Mahkota dengan sigap membantu Putri Keagungan yang terlihat lemah menghindari sengatan aliran Listrik kembali lalu Jatuh terbaring di atas tumpukan tulang belulang.


Bergerak cepat menyerang Wanita di hadapannya sebelum wanita tersebut memerintahkan kabel listrik untuk menyerang Putri Keagungan kembali dengan Mengangkat kaki, lalu menendang, “Tembus.” Ucap laki-laki tersebut terkejut karena kakinya melewati tubuh transparan wanita tersebut begitu saja.


“Attack.”


Braakkkkk...


“Hah..” Putri Keagungan dengan cepat berguling di tumpukan tulang belulang menghindari serangan.


“Rausa matilah.” Ucap Wanita Transparan tersebut terlihat marah.


Sluurrrrpp...


Braaakkkk...


Gerakan kabel listrik semakit cepat menyerang.


“Lari!” Perintah Pelindung Putra Mahkota Shin Ji yang telah menyadari bahwa wanita transparan tersebut hanya menyerang tunangannya saja.


“Attack.”


Slurrrpp...


Brakkkk..


Berdiri dengan cepat setelah berhasil menghindari serangan, Putri Keagungan segera berlari keluar pintu ruangan tersebut ketika Pelindung Putra Mahkota Shin Ji berhasil menahan Kabel sekuat tenaga.


“Attack.”


Sluurrrrppp...


Kabel mengangkat tubuh laki-laki tersebut, membawanya menuju ke arah Putri keagungan yang telah berlari melewati beberapa orang yang mungkin adalah bagian dari Kelompok Yellow sprayer.


Baaaakkkk...


Sungguh, Tenaga Pelindung Putra Mahkota tidak mampu untuk menghentikan gerakan kabel mengejar Putri Keagungan. bahkan kabel mulai bergerak tak beraturan hingga membuat tubuhnya terbentur dinding koridor saking sempitnya tempat tersebut.


Menghilang lalu tiba-tiba muncul di hadapan Putri Keagungan.

__ADS_1


“Penghuni kapal.” Ucap terkejut salah seorang musuh ketika melihat wanita transparan.


Wajah mereka terlihat pucat,


Di koridor sempit dengan cahaya lampu berwarna kuning tersebut, tubuh mereka terlihat gemetaran karena sangat ketakutan.


“Lari, cepat lari!” Perintah salah seorang dari mereka dengan segera bergerak cepat berlari meninggalkan tempat tersebut.


Kabel panjang masih mengejar Putri Keagungan meskipun sedikit bergerak melambat karena Pelindung Putra Mahkota sedang berusaha menahannya.


Tetap berlari menghindari wanita yang menghalangi jalannya, Srrkkkk..


Tetapi Wanita transparan tersebut muncul kembali di depannya. “hah.. hah..” Nafas Putri keagungan tampak terengah-engah karena lemas dan lelah.


“Lewati saja!” Teriak Pelindung Putra Mahkota berusaha keras menahan kabel untuk mengurangi kecepatannya mengejar Putri keagungan.


Menutup mata sejenak lalu terus berlari menabrak wanita transparan di hadapannya.


taaaaarrr...


krrrkkkk..


Lampu-lampu di koridor terpecah kembali.


Tempat yang tadinya terang kini berubah menjadi gelap dan hanya diterangi oleh aliran Listrik yang sesekali muncul dari ujung-ujung kabel.


"Akkkkkhhhhhhh". Putri Keagungan jatuh terbaring lemas karena sengatan Listrik dari beberapa kabel lampu penerang koridor. "hah.. haah.. Akkhhhh...." Berteriak kesakitan kembali karena terus menerus menerima serangan yang begitu menyengat, bahkan ia yang terbaring lemah tersebut tak lagi mampu untuk menghindar.


"Aura." Melepaskan tangan dari kabel listrik lalu mendaratkan kaki yang tadinya mengudara. "Aura." Teriak Pelindung Putra Mahkota lagi sembari berlari kencang mendekati Putri Keagungan yang masih bertahan dengan sengatan Listrik dari kawat ujung kabel di Kulit tubuh gadis yang terbuka tersebut lalu meraih satu per satu isalator kabel dan menahannya dengan melilitkan sebagian kabel di siku tangan kanan dan sebagian lainnya di siku tangan kiri.


"haa.. ha..Shin hiks.."


"Brengsekk, hentikan wanita gila!" Perintah laki-laki tersebut berteriak teramat marah.


kabel bergerak cepat untuk menyerang Putri Keagungan kembali, Sekuat tenaga pelindung Putra Mahkota menahannya hingga keringat membasahi tubuh.


"Xu'i...." Panggil Laki-laki tersebut mengharapkan bantuan Putra Mahkota dari balik headset yang ia kenakan. "Aura sadarlah." Pinta laki-laki tersebut menahan rasa nyeri di hati ketika melihat tubuh lemah tunangannya sembari terus menahan tarikan kabel-kabel.


Kabel-kabel yang datang dari penjuru arah tersebut mulai bergerak tak beraturan dan saling tarik menarik, hingga membuat laki-laki yang berdiri di samping Putri Keagungan merasa sangat kesakitan.


Hampir saja tangisannya pecah karena tak kuasa melihat penderitaan tunangannya." Zili." Ucap Laki-laki yang terus menahan tarikan kabel-kabel disekelilingnya. "Zili..


"Dia menyerangmu...?" Tanya Putra Mahkota sebelum Pelindungnya menyelesaikan kalimat.


" Kau mengetahuinya...?"


" Aku sedang berada di hadapannya." Jawab Putra Mahkota terdengar Tenang seperti biasanya.


"Xu'i Tolong." Pinta laki-laki tersebut teramat sangat memelas. "aku bahkan tidak dapat menyentuhnya sedikitpun." Lanjut laki-laki tersebut menjelaskan permasalahan yang saat itu sedang ia hadapi.


"Air Display." Ucap Putra Mahkota mengejutkan Temannya. " Cancel." Lanjut Ucap laki-laki tersebut membingungkan Pelindungnya.


Setelah mengucapkan kata tersebut, Kabel-kabel yang saling tarik menarik di genggaman tangan Pelindung Putra Mahkota tiba-tiba terdiam dan berhenti menyerang.


"Accel, Attack." kabel mulai bergerak dan menarik tubuh Pelindung Putra Mahkota kembali.


" Air Display, Cancel" Ucap Putra Mahkota lagi setelah mendengar ucapan wanita transparan tersebut lalu kabel-kabel kembali berhenti bergerak.


"Attack."


"Cancel."


"Open." Seperti menyadari bahwa perintahnya berhasil di batalkan oleh seseorang, Wanita tersebut mulai memberi perintah lainnya.


"hah.. hah.." Tubuh Putri Keagungan sangat lemah. Gadis itu melihat ke arah Pelindung Putra Mahkota Shin Ji yang sedang berjuang keras dengan mata sayu bersamaan dengan semua pintu-pintu di koridor tersebut yang mulai terbuka, begitupula dengan beberapa pintu di atas lantai.


"Accel, Take her!" dengan cepat sebuah kabel lain muncul dengan cepat lalu mengangkat tubuh Putri Keagungan.


"Cancel!" Dengan cepat Putra Mahkota memberi perintah pembatalan namun sangat di sayangkan, Tubuh Putri Keagungan yang lemah telah terhempas ke udara.


Melepaskan kabel-kabel di tangan. "Aura" Teriak Pelindung Putra Mahkota penuh kekhawatiran dan berlari kencang mengejar tubuh melayang tunangannya.


"Close!"

__ADS_1


Tersenyum Pahit memandang Laki-laki yang sedang berlari mengejarnya. "Shin ji, Lihatlah aku sekali saja." Ucap lemah Putri keagungan sangat berharap tunangannya tersebut membalas cinta gadis itu selama ini.


" Aura.." Teriak laki-laki tersebut lagi ketika melihat tubuh tunangannya telah terlempar masuk ke dalam pintu lantai kemudian menghilang ketika Pintu tersebut tertutup kembali. "Aura." Berjongkok, buk buk buk, memukuli pintu lantai. " Buka brengsek." Pinta laki-laki tersebut meneteskan air mata. " Xu'i, aku mohon."


"Aku tidak memiliki banyak waktu ," Ucap Putra mahkota begitu santai tanpa merasa bersalah. " Wanitaku juga dalam bahaya." Lanjut laki-laki tersebut terdengar sedang dalam pertarungan. "Biarkan saja dia mati agar kau bisa tahu rasanya kehilangan." Panggilan terputus.


"Xu'i." Menangis terisak-isak "Xu'i." Panggilnya berteriak bersamaan dengan tubuh wanita transparan yang tiba-tiba menghilang dari sana. "Xu'i tolonglah, aku mohon." Pinta laki-laki tersebut berusaha menghubungi Putra Mahkota kembali namun tidak kunjung berhasil terhubung.


Mulai berpikir, Laki-laki tersebut dengan cepat berlari menuju ke arah pintu lift yang ia gunakan untuk mencari musuh negara sebelumnya. "aku mohon..." Pinta Laki-laki yang terus berlari menerjang gelapnya koridor tak bercahaya karena lampu-lampu yang tadinya menyinari kini telah berpecahan. " Berikan aku kesempatan sekali saja." Pinta laki-laki tersebut teramat memohon sembari menghidupkan lampu senter di jam tangannya dengan cepat.


Terus berlari sekuat tenaga membiarkan tetesan air mata membasahi pipi setelah sekian lama tidak pernah merasakan sakitnya kehilangan, laki-laki tersebut menekan tombol lift di depan mata dengan perasaan penuh kekhawatiran.


Pintu lift terbuka dan ia memasukinya. "-6" ucap laki-laki tersebut menekan angka lalu pintu lift tertutup.


Pintu Lift terbuka lagi dengan cepat.


kini ia berada di koridor yang berbeda, dengan bergegas laki-laki tersebut berlari mencari keberadaan Tunangannya.


terus mencari di koridor yang telah diterangi lampu berwarna kuning tetapi tidak kunjung menemukannya di jalur manapun, laki-laki tersebut memasuki pintu Lift lagi dan beranjak menurun ke koridor lain dibawahnya.


" Aura." berlari lagi setelah memasuki koridor yang lain lagi sembari menyebut nama tunangannya sesekali, laki-laki tersebut terus menangis menyesali perbuatannya di masa lalu.


Langkahnya terhenti ketika ia melihat robekan pakaian tunangannya di sebuah Tabung kaca panjang yang bersinar terang menembus setiap koridor. " Aura." Panggil laki-laki tersebut lagi, berlari ke arah Lift kembali untuk mencari ujung tabung tersebut.


menurun terus menurun hingga berada di lantai koridor paling bawah, Laki-laki tersebut dengan cepat berlari mencari keberadaan Tunangannya tanpa sedikitpun merasa lelah padahal telah berjam-jam lamanya ia bergerak cepat menyusuri setiap koridor sempit di dalam kapal tersebut.


sepertinya kapal induk yang dibuat pada Zaman canggih di masa lalu sangatlah besar hingga lantai bawahnya sangat banyak.


"hah.. hah.." Langkahnya terhenti, Air mata semakin deras mengalir.


Di dalam tabung besar yang terisi penuh dengan air, ia melihat tubuh tunangannya sedang mengapung.


"Aura." Mengangkat Kaki, . " Pecahlah." Teriak Laki-laki tersebut menedang tabung kaca sekuat tenaga.


Baaaakkkk... "Hancurlah brengsek hancurlah!" Teriaknya teramat kesakitan melihat tubuh lemah Putri Keagungan yang menutup mata di dalam tabung tersebut. "hiks hiks..Hancur brengsek" Laki-laki tersebut terus mengulang Tendangan dan pukulan hingga kepalan tangannya meneteskan darah.


Tubuh manusia sebenarnya sangatlah kuat. Hanya terkadang manusia tidak pernah menyadarinya. Tetaplah tenang lalu rasakan tenaga dalam dari tubuhmu.


Mengingat perkataan Gurunya, Pelindung Putra Mahkota mulai menenangkan diri. Menarik Nafas perlahan-lahan lalu membuangnya. " Hancur." Ucap Laki-laki tersebut menendang dengan sekuat tenaga.


kraaakkk...


Kaca tabung terlihat retak.


"Hancur." Ucapnya lagi menendang sembari menggertak gigi menahan rasa sakit di kaki.


kraaaakkkk...


Kakinya mulai lemas, tetesan darah jatuh ke atas lantai karena celana laki-laki tersebut tak lagi mampu menyerap darah yang keluar begitu banyak.


" Hancur. " Menendang kembali sekuat tenaga padahal luka di kakinya telah membesar.


kraaakkk..


"Sedikit lagi." Gumam laki-laki tersebut menahan rasa sakit yang teramat karena Luka.


" Hancurlah...." Teriaknya keras.


Taaarrrrr....


Tangisannya pecah " Hiks.." Dia meraih tubuh Putri Keagungan yang telah keluar dari Tabung di depannya.


Air dari dalam tabung jatuh mengalir membasahi tubuhnya.


Meletakan Putri Keagungan di atas lantai." Bangunlah.. bangunlah..huuuffft" Memberi nafas buatan lalu menekan dada Tunangannya berkali-kali." huuffttt. "Kembali memberi nafasl buatan. " bangunlah Aura." Pinta laki-laki tersebut teramat memohon sembari menekan lagi dan lagi dada gadis itu namun tunangannya tersebut tidak juga bergeming. " Aura kumohon huuufffttt.."


uhuk.. uhukk..


Suara batuk beserta air yang telah keluar dari mulut, melegakan Pelindung Putra Mahkota.


berdiri setelah tadinya duduk memberi bantuan nafas buatan, Laki-laki tersebut dengan cepat mengangkat tubuh Putri Keagungan yang lemah dan masih menutup mata lalu membawa gadis itu keluar dari Koridor paling bawah menuju ke arah pintu lift dengan kakinya yang pincang karena menahan rasa sakit akibat luka.


Sekuat tenaga menahan rasa sakit, baginya jauh lebih baik dibandingkan harus menahan rasa sakit di dalam hati yang baru pertama kali itu ia rasakan karena hampir saja kehilangan tunangannya.

__ADS_1


Pintu Lift terbuka.


"Tolong." Pinta laki-laki tersebut dengan suara lirih ketika ia telah keluar dari koridor bawah tanah dan menapakan kaki di gedung restoran sebelumnya.


__ADS_2