Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Restoran


__ADS_3

Hembusan angin kencang membawa pasir pantai ikut melayang bercampur dengan dedaunan kering dari beberapa pohon bakau yang terlihat tumbuh mempercantik pesona wisata tempat itu.


Angin tersebut juga berhasil membawa aroma panggangan Ikan sedap dari sebuah restoran yang terdapat di pinggir Laut tak jauh dari posisi Zili saat itu berada.


Restoran Sun memang sangat terkenal dengan Cita Rasa dan aroma makanan yang menggugah selera, jadi wajar saja, Zili yang saat itu sedang menjalankan tugas negara dengan mengikuti petunjuk Peta dan berakhir berada ditempat tersebut mulai tidak dapat memfokuskan diri untuk berpikir saking kuatnya keinginan hati gadis tersebut untuk mengunjungi restoran mewah Milik salah seorang Warga Klan Sun didesa Sun 101.


Memang, Klan Sun sendiri merupakan Klan dengan Wilayah terluas dan penduduk terbanyak dinegara NC. Jadi Wajar saja, jika jumlah Desa diwilayah mereka bisa mencapai ratusan Tempat.


Berdiri di atas pasir pantai yang mampu menenggelamkan sedikit kakinya, menatap Ombak Laut yang menerjang sebagian tubuh dikeramaian Para Wisatawan yang tampak berlalu Lalang berjalan dan Silih berganti memainkan Kemampuan berselancar mereka diGulungan Ombak permukaan air Laut tersebut.


Sesekali Zili memandang layar jam tangannya, memastikan bahwa Petunjuk Peta yang berada didalamnya telah berhenti ditempat tersebut.


“Zili..” panggil seseorang sontak menyadarkan diri dari khayalan Semu menikmati Gurita panggang direstoran Mewah yang sedikit jauh dari posisinya berdiri.


Berbalik, menghadap ke Sumber suara “Sa’i” panggil gadis itu ketika Dewa kemenangan Telah berjalan menapaki pasir Putih tebal, menghampirinya “Kapan kau datang..?” lanjut gadis itu sembari menunggu kedatangan dewa kemenangan mendekat.


Tersenyum Lembut, memandang mata Zili yang terlihat mengarah ke Matanya “hmm” berpikir sejenak menghitung waktu “15 menit yang Lalu setelah aku menyelesaikan urusanku, aku tidak sengaja menemukanmu disini” ucap Dewa kemenangan Berbohong, ia yang mendengar kabar bahwa Zili berada Di wilayahnya, dengan buru-buru menyelesaikan Tugas di Tempat pekerjaannya yang berada tak jauh dari Pantai Didesa tersebut, dan langsung mencari keberadaan gadis itu.


Meskipun berada disatu kelompok yang sama, tetapi Karena mereka diberikan tugas berbeda oleh Putra mahkota, Tentu saja laki-laki tersebut sangat jarang bertemu dengan wanita yang ia suka.


Angin yang berhembus mulai melepaskan beberapa helai rambut Zili dari Gulungannya, dengan cepat gadis tersebut menyingkap helaian rambutnya ke belakang telinga, mencegah kemungkinan bahwa Dewa kemenangan Akan melakukan hal yang sama dengan yang pernah dilakukan pemilik Apartemen ketika mereka berada dipinggir jalan Desa ann dimasa lalu. “jadi begitu ya..?” tersenyum lembut, Zili mulai membalikan tubuh setelah menyadari bahwa para Perwira yang ia tugaskan masuk kedalam Air Laut telah muncul kepermukaan.


Bergerak cepat, lalu berbalik tiba-tiba “kau mau kemana..?” tanya dewa kemenangan yang telah meraih Siku Zili dan membuat tubuh gadis itu berputar menghadap kearah laki-laki tersebut kembali.

__ADS_1


Sering sekali, Sering sekali.


Gumam Zili dalam hati, mengingat perilaku semua Laki-laki negara NC yang selalu saja menarik Sikunya tiba-tiba dan memutar tubuhnya hanya karena tidak menginginkan gadis itu untuk pergi.


Melepaskan tangan dewa kemenangan dengan cepat “aku ingin menanyakan hasil” jawab Zili mulai berbalik kembali, lalu bergerak cepat menuju beberapa Perwira, Bagian dari anggota kelompoknya, memasuki air laut dan mendekati mereka “bagaimana hasilnya..?” tanya Gadis itu sangat penasaran.


Menggeleng kepala, semua perwira melakukan hal yang sama “Tidak ada yang mulia” jawab seorang perwira sungguh mengecewakan Gadis itu.


“tidak ada apapun dibawah sana” lanjut perwira lain bersamaan dengan raut wajah Zili yang terlihat jelas Mulai kecewa.


“jadi begitu ya..?” ucap gadis itu lemah lalu memandang ke Layar Jam tangannya “tapi Petunjuk Petanya berhenti disini..?” tanyanya pada diri sendiri dan mulai melangkah kembali menuju Permukaan Daratan. “Kalian boleh pergi” lanjut gadis itu memberi perintah.


Menghentikan langkah “Tidak perlu sedih” Suara dewa kemenangan terdengar kembali “tenang saja, kita pasti menemukan petunjuk lainnya nanti” lanjut laki-laki tersebut berusaha untuk menyemangati Zili yang saat itu terlihat menengadah kepala dan tersenyum menganggukan kepala, meskipun hatinya saat itu masih merasa kecewa “ayoo” ajak dewa kemenangan mulai mengulurkan Tangan kepada Zili.


Walaubagaimanapun Zili berpikir, Bukanlah hal yang baik jika ia melakukan hal itu pada laki-laki lain lagi, mengingat bahwa ia telah sering menerima uluran tangan pemilik Apartemen hingga perasaan bersalah kepada Putra mahkota terus menerus menyakitinya.


“kau ingin mandi. ..?” tanya Dewa kemenangan terkejut dan baru menyadari bahwa mereka sebenarnya masih remaja, Jadi wajar saja menurutnya jika Zili ingin bermain Air Layaknya anak kecil.


Ah benar,


Remaja Negara NC memang kebanyakan tidak seperti Remaja pada umumnya, Mereka yang Dididik keras sejak kecil untuk mengabdikan diri pada negara telah tumbuh menjadi remaja dengan pemikiran Dewasa yang bahkan mampu Hidup Tanpa bantuan keuangan dari orang tua mereka lagi.


Persaingan Gelar yang begitu ketat, memang menjadi penyebab utama bagi mereka untuk lebih sering belajar dan berlatih dibandingkan dengan bermain-main, jadi wajar saja jika Sifat para remaja disana terlihat seperti kebanyakan Sifat para Orang-orang dewasa.

__ADS_1


“hm” angguk Zili “kau mau ikut denganku..?” tanya gadis itu mulai berjongkok, memendamkan tubuh ke dalam air.


Tersenyum lucu, lalu mengikuti cara Zili berjongkok namun sayang, karena tubuh dewa kemenangan yang tinggi maka air laut disana tidak berhasil menenggelamkan seluruh tubuhnya, tidak seperti Zili yang telah menyembunyikan sebagian wajah di dalam air “bagaimana caraku mengikutimu..?” tanya dewa kemenangan yang mulai duduk di dalam Air sana.


Mengeluarkan wajah dari dalam Air “bagaimana kalau kau melemparkanku ke tengah Laut..?” tanya Zili memberikan Saran “lalu kau berenang mengikuti “ lanjutnya lagi sontak membuat raut wajah senang dewa kemenangan berubah menjadi sedikit kesal.


Berdiri, hingga membuat Zili menengadah kepala melihat wajah aneh Dewa kemenangan menurutnya “Berhentilah bercanda” ucap laki-laki tersebut mengejutkan gadis itu.


“aku tidak sedang bercanda” jawab Zili mulai berdiri kembali “aku ini perenang cepat..hei sa’i..


Menarik tangan Zili paksa, Dewa kemenangan mulai mengkhawatirkan Jika terjadi sesuatu kepada wanita yang ia suka “aku akan membawamu kerestoran Milikku”


“apa..?” tanya Zili terkejut “ re.. re.. restoran..?” lanjut gadis itu bertanya gugup saking terkejutnya.


Menghentikan langkah “kau lihat tempat itu..?” Hentian langkah kaki dewa kemenangan diikuti dengan mata Zili yang sontak memandang Petunjuk dari jari tangan laki-laki didepannya.


“hmm” angguk Zili “restoran mewah,bukan..?” tanya gadis itu balik masih belum mempercayai apa yang ia dengar.


“itu adalah milikku..” jawab dewa kemenangan sontak membuat Zili terperanjat.


“milikmu..?” tanya Zili ragu-ragu “bagaimana mungkin kau bisa memiliki restoran..?” tanya Gadis itu lagi sungguh masih belum bisa percaya bahwa laki-laki yang usianya Setara dan satu kelas dengannya tersebut memiliki sebuah Restoran Mewah.


Tersenyum lucu melihat wajah terkejut Zili “Tentu saja karena aku adalah dewa kemenangan yang telah menempati Posisi Pertama dipertandingan antarklan hingga mendapatkan begitu banyak uang dan dari uang itu aku membeli restoran mewah” jelas laki-laki tersebut mulai menarik tangan Zili yang tampak terkagum-kagum dengan laki-laki dihadapannya.

__ADS_1


__ADS_2