
Ruangan ricuh, penuh dengan keramaian orang orang diatas tribune. Sesekali terdengar teriakan beberapa penonton merasa kecewa karena Peserta Kebanggaan mereka telah gagal dalam memenangkan pertandingan.
Suara air berkecipuk terdengar samar samar ditelinga para penonton yang masih menyaksikan Peserta kesayangan mereka sedang diberi pertolongan nafas buatan.
Pandangan mereka tertuju kepada salah satu orang yang memiliki jabatan tertinggi dinegara yang mereka cintai.
“Kau tidak mau berhenti juga ya?”
Suara putra mahkota mengejutkan Zili yang sedang fokus dalam renangnya. Ia melihat Guru nya saat itu sedang berenang tepat disamping Peserta renang yang belum menyadari bahwa pertandingan telah usai.
“Shisou”
“Berhenti ku bilang”
Zili menurunkan kakinya didasar lantai kolam renang yang airnya setinggi Dagu gadis tersebut.
Begitupula putra mahkota yang langsung memijakkan kaki dihadapan gadis peserta renang sore itu.
Tinggi air hanya sebatas dada, remaja laki laki yang masih belum penuh berusia 16 tahun memang memiliki tubuh yang relatif tinggi.
Ditambah lagi kebiasaannya berlatih fisik dan militer sejak kecil telah membuat tubuh Laki laki tersebut kekar bahkan Layak nya seorang atlit Olahraga profesional.
Putra mahkota melepaskan kacamata renang milik Zili sembari mengembangkan senyuman lembut memandang Gadis yang tengah mengusap wajahnya.
“Shisou, sudah selesai ya?”
“Iya, ayo naik”
“Baju shisou basah loh”
“Kubilang naik ya naik, jangan banyak bicara”
Zili menghela nafas tanda merasa sangat susah untuk berbicara kepada gurunya. Meskipun demikian gadis itu tampak sudah biasa dengan sikap acuh tak acuh yang selalu di terima gadis tersebut dari gurunya.
Kedua pasangan suami istri telah keluar dari dalam kolam, seorang pelayan datang memberikan sebuah handuk berwarna merah yang terbuat dari bahan katun kepada putra mahkota.
Remaja laki laki tersebut tampak tidak mempedulikan dirinya sendiri yang telah basah. Air dari rambutnya menetes ke atas bahu, semua pakaiannya basah, bahkan celana formal panjang tidak lagi merasa nyaman ia gunakan.
Namun ia tidak peduli, dengan segera ia menyelimuti Zili dengan handuk merah ditangannya.
Hampir semua orang memandang kearah mereka. Beberapa dari mereka menganggap bahwa mereka mungkin adalah pasangan yang sangat serasi.
Namun kebanyakan dari mereka merasa putra mahkota mungkin telah terpedaya dan tertipu oleh akal akalan niat busuk yang mereka anggap telah terselubung didalam hati gadis yang tengah berdiri dekat dengan calon raja mereka.
“Yang mulia, pertandingan ini tidak dapat dilanjutkan lagi”
Dewa perang mendekat membuka suara, dia tidak ingin menyia nyiakan kesempatan untuk mengalihkan anggapan semua orang bahwa putrinya telah kalah dalam pertandingan.
“Pertandingan telah selesai, dan Putrimu Kalah”
“Tidak yang mulia, putriku belum melakukan persiapan, jadi hasil pertandingan belum bisa ditentukan sekarang. Beri waktu dia seminggu, dan pertandingan akan kembali dilaksanakan ulang”
“Konyol, kalah ya kalah, mengaku saja”
“Tidak yang mulia, pertandingan belum selesai” Wasit mulai datang membela.
“Hm, bahkan wasit pun tidak adil” putra mahkota mulai marah.
Zili tertegun berada disamping nya, semua mata melihat kearah mereka.
Ketua klan segera datang menghampiri.
“yang mulia, pertandingan belum selesai, Tidak kah anda melihat, cucu saya dalam keadaan tidak dapat lagi melanjutkan jalannya pertandingan?”
“Justru karena itu, dia telah kalah. Dia bahkan hanya sanggup menyelesaikan 8 putaran,.. “
pandangan mata putra mahkota semakin tajam menusuk, menundukan kepala beberapa orang pejabat tinggi yang sedang berdiri dihadapannya.
“Akuilah” Lanjutnya mengeraskan suara.
“Yang mulia, anda sungguh sangat tidak adil,..”
“Tidak adil kau bilang?”
“Anda telah mengajarkan Putri mahkota cara berenang, yang secara langsung tidak mungkin Cucu saya mampu untuk mengalahkannya”
“Dia sendiri yang menerima tantangan, kenapa sekarang kau malah menyalahkanku?”
“Yang mulia, walaubagaimana pun itu, anda yang sangat terhormat bahkan tidak memberitahukan Kepadanya bahwa putri mahkota saat ini berada dibawah bimbingan anda”
“Omong kosong, jika dari awal tidak sanggup ya akui saja tidak sanggup, jangan menyangkal”
“Yang mulia, pertandingan ini anda yang telah memutuskannya secara sepihak,jadi....”
“Secara sepihak kau bilang?”
“Yang mulia, saya mohon dengan sangat pertandingan dan pertaruhan antara putri mahkota dan cucu saya dibatalkan saja, tidak mungkin baginya untuk mengalahkan Putri mahkota hanya dalam hitungan Hari ”
“Dasar pengecut,kalau aku tidak mau, gimana?”
“ Yang mulia, mohon kasihanilah Cucu saya”
“Ckck, Klan shen memang lemah pantas saja hanya menduduki peringkat ke 5 dipertandingan antar Klan”
__ADS_1
Putra mahkota memandang remeh, menatap Ketua Klan dengan penuh ejekan. Dewa perang yang sedang berdiri dihadapannya pun mulai terpancing emosi.
Putra mahkota memang sangat dikenal kejam tidak hanya bagian fisik saja, mulutnya terbilang sangat Tajam.
Hampir semua pejabat tinggi mengenalnya, mereka bahkan masih mengingat penghinaan yang dilakukan putra mahkota terhadap Pangeran istana serta Dokter hewan termuda Negara dipertandingan Antar klan Lebih dari setahun yang lalu.
“Percuma kerajaan memberikan dana bantuan, semua orang tanpa terkecuali satupun hanyalah kacung lemah yang bahkan tidak akan sanggup melawan Murid yang baru saja aku Didik kurang dari dua bulan yang lalu”
Ucapan Penghinaan putra mahkota menggetarkan hati Zili yang mendengarnya. Lagi, gadis itu merasa sikap dan perilaku putra mahkota semakin memojokkan dia ditengah tengah situasi menakutkan yang selalu menghampirinya.
Pandangan banyak mata menatap Zili, ia tertegun. Tampaknya kebencian mereka semakin bertambah mendengar ucapan putra mahkota.
Kaki Zili mulai gemetaran, tidak sanggup menahan banyaknya pandangan tajam menusuk kearahnya. Ia terus mendekatkan tubuh disamping gurunya. Berharap segala ketakutan yang ia rasa segera berkurang.
“Yang mulia, bisakah anda berbicara sedikit lebih baik” Dewa perang sudah tidak dapat menerima penghinaan.
“Baik kau bilang?, bukannya yang kukatakan juga cukup baik, aku bahkan masih menganggap kalian kacung bukan parasit ataupun sampah”
“Yang mulia anda sudah sangat keterlaluan”
dewa perang terpancing emosi, ia mulai mengepalkan tangan ingin sekali memukul mulut putra mahkota.
“Hentikan Yulan?”
Ketua klan menghalangi Dewa perang melangkah maju mendekati putra mahkota.
“Heh, berani melawanku ya, ayah mu saja kalah melawan ku, sekarang kau yang tidak ada apa apanya berani sekali menantangku”
Semua mata menatap tidak menyangka mendengar ucapan putra mahkota. Ketua Klan shen yang dianggap orang paling Kuat diantara orang orang Klan shen lainnya mampu dikalahkan oleh Remaja laki laki yang bahkan bukan berasal dari Klan yang sama.
Ketua klan memejamkan mata sejenak, ia merasa harga dirinya telah terjatuh karena rahasia pahitnya dibongkar oleh putra mahkota.
“Sebenarnya aku tidak suka membongkar rahasia, tapi aku mengatakan kebenaran sesungguhnya. Jika ingin Bertarung melawanku silahkan saja, aku bahkan sangat menyukainya. Sampai saat ini tidak ada yang mampu melawanku kecuali anggota keluarga kerajaan, memalukan. Klan Shen, keluar saja kalian dari negara ini”
Ucapan putra mahkota semakin panas terdengar ditelinga seluruh masyarakat Klan Shen yang berada disana.
Geram, semua orang orang shen sangat kesal dengan Putra mahkota. Bahkan Putri latih tiada banding yang saat ini sedang berada sedikit jauh dari Ketua klan shen ingin sekali menampar wajah Lonjong laki laki yang berada jauh dihadapannya.
“Gimana Ketua klan, akui saja cucu mu kalah, Lepaskan Gelar Dewi perangnya dan berikan kepada Putri mahkota.”
“Yang mulia, pertandingan bahkan sangat tidak adil, bagaimana mungkin dengan mudah saya berani melepas gelar yang diberikan oleh sang raja secara langsung”
Ketua Klan sangat tidak ingin cucunya kehilangan gelar kebanggaan mengingat hanya tinggal tiga orang saja lah dari Klan Shen yang masih memiliki Gelar dibandingkan dengan Klan klan lain yang masih memiliki 5 sampai 10 gelar kebanggaan.
Terlebih lagi, Saat ini Klan Sun, tengah menjadi sorotan Masyarakat karena Gelar yang diterima oleh orang orang didalam klannya masih belum tercopot satupun.
“Memalukan, klan shen Sudah bermuka tebal. Bagaimana mungkin klan yang menduduki peringkat kelima bisa kalah dengan Klan Zin yang bahkan menduduki peringkat terakhir dipertandingan Antarklan”
Dewa perang merasa terhina, ia tidak lagi sabar untuk segera memukul wajah putra mahkota, tapi sayang, semua pejabat tinggi menahannya untuk mendekat kearah putra mahkota. Dengan segera mereka membawa Dewa perang keluar gedung olahraga.
“Hm” sungging bibirnya memandang kemarahan Dewa perang.
Zili berkali kali tertegun, kepala gadis itu sudah sejak lama menunduk. Dia bahkan menggenggam erat didada handuk yang telah menyelimuti tubuhnya .
Ketua klan mendesah, ia yang telah terlatih menahan emosi dengan segera mengambil tindakan cepat sebelum mulut kasar putra mahkota mulai berucap menyakitkan lagi.
“Yang mulia, saya mengajukan pertandingan lainnya?”
“Pertandingan lainnya kau bilang?”
“Benar, kecuali Renang, pertandingan apa saja itu akan kami ikuti dengan adil dan jika kali ini gagal atau kalah. Kami akan mengakui kekalahan dan saya sendiri akan melepaskan gelar dewi perang dari Cucu saya”
“Hm.. aku setuju dengan permintaanmu tapi aku sudah tidak ingin gelar murahan itu lagi”
“Maksud anda yang mulia?”
“bagaimana kalau Kau memberikan salah satu cucumu sebagai budak untuk Putri mahkota”
Sontak semua mata terbelalak, mendengar pertaruhan yang diajukan oleh putra mahkota.
“Yang mulia, ..”
“Kalau tidak mau, sekarang juga lepaskan gelar Dewi perang dari cucumu, berikan Tanda Gelar itu kepada putri mahkota” perintah tegas Putra mahkota.
“Yang mulia, saya bersedia menjadi budak putri mahkota jika ia mampu mengalahkan saya dalam pertandingan apapun selain renang”
Putri latih tiada tanding mulai membuka suara. Ia yang sudah merasa sangat geram dengan penghinaan yang keluar dari mulut putra mahkota saat itu mulai mendekat kearah remaja laki laki yang sangat ia ingin tampar mulutnya.
“Heh.. kau yakin?”
“Yang mulia, sampai saat ini belum ada seorangpun wanita yang mampu mengalahkan saya dalam hal fisik, jika putri mahkota mampu mengalahkan saya, dengan segala hormat. Saya sangat bersedia untuk menjadi budaknya”
“Baiklah”
“Tapi, dengan saya memilih persyaratan sendiri?”
“Maksudmu?”
“Yang mulia, jika saya menang, saya ingin sekali anda untuk mengembalikan jabatan mayor jendral Panglima perang milik Shen Shi lan, Dan juga jabatan Singa Perang tak terkalahkan kepada Shen Shi Huan yang telah anda Ambil pada pertandingan antarklan tahun lalu”
Putri latih tiada banding masih merasa sangat terpukul melihat keadaan salah satu anggota klan shen yang saat ini tengah bersembunyi meratapi kesedihan karena gelar yang sangat susah susah ia dapatkan diambil oleh putra mahkota.
“Ohh.. gelar tidak berguna itu,.. baiklah”
__ADS_1
“Dan satu lagi yang mulia?”
“Hm.. hanya menjadi budak putri mahkota, kau malah meminta banyak persyaratan”
“untuk yang Terakhir kalinya yang mulia..”
“Baiklah, cepat katakan?”
“Izinkan saya menampar wajah anda jika saya mampu mengalahkan putri mahkota”
Ucapan Putri latih tiada tanding semakin menambah keterkejutan semua yang pihak sedang menyaksikan pertaruhan menegangkan antara putra mahkota dengan para pejabat tinggi Klan shen.
Tidak tanggung tanggung, kesenangan sangat dinikmati oleh para Klan klan lain yang saat ini juga ikut serta menyaksikan sebuah kesepakatan yang sangat menarik untuk dilihat.
“Hmmm...hah,,baiklah, kau boleh menamparku. Asalkan mampu mengalahkan muridku, tapi aku mengajukan satu persyaratan lagi untukmu, karena wajahku lebih mahal dari semua gelar yang kau inginkan”
“Baiklah yang mulia, katakan saja, persyaratan apapun itu akan saya terima asalkan saya dapat menampar wajah sombong anda”
“Berjanjilah, Jika kau kalah, kau akan berikan seluruh jiwa dan ragamu untuk putri mahkota”
“Yang mulia, apakah pantas cucuku sampai harus memberikan nyawanya hanya untuk pertaruhan sekecil ini?”
ketua klan tidak menerima persyaratan berat dari putra mahkota. Ia menganggap nyawa cucunya lebih berharga dibandingkan hanya sebuah gelar dari kerajaan.
“Tentu saja pantas karena Pertandingan kali ini sangat ..sungguh sangat memihak kepada klan shen, jika kalian bahkan tidak mampu mengalahkan putri mahkota.. maka tentu saja nyawa Cucumu itu sangatlah pantas diberikan untuk Istriku, ingat, dia adalah Calon Ratu dinegara ini”
Semua ucapan semakin lama semakin mengejutkan. Semua mata memandang tidak senang. Wanita yang bahkan belum sampai Setahun dinikahi putra mahkota saat itu telah diakui sebagai calon ratu negara.
Semua orang yang mendengar bahkan hanya didalam televisi tidak menerima perlakuan berlebihan yang diberikan putra mahkota kepada istrinya.
Seluruh Klan hingga sampai bagian terdalam saat itu menyaksikan bahwa Putri mahkota yang saat ini berada disebelah laki laki kebanggaan negara tidak lagi dapat diremehkan.
“Yang mulia, saya akan menyetujuinya setelah anda mengumumkan pertandingan apa yang kiranya sangat menguntungkan bagi klan shen itu sendiri?” ketua klan sangat penasaran.
“Lari”
“Lari, bagai....”
“Tentu saja cucumu akan berlari menggunakan Kuda sementara muridku berlari menggunakan Kaki”
Zili sontak terkejut secara spontan menatap kearah Gurunya. Detak jantung gadis itu sangat tidak karuan.
Kepalanya mulai berpikir serius. Bagaimana mungkin dia mampu mengalahkan Putri latih tiada banding yang sudah sangat terkenal tidak terkalahkan apalagi harus bertarung hanya menggunakan kaki.
“Shi..shi.. shi..”
“Jangan banyak bicara, ikuti saja perintahku” Putra mahkota tidak mengizinkan Zili membuka suara.
Dia khawatir semakin dia berbicara, semakin menambah tekanan dalam hati gadis Yang tengah menghadapi masalah serius.
“Apakah anda yakin yang mulia?”
“Memang perkataanku pernah diragukan?”
“Ini tidak adil yang mulia, bagaimana mungkin aku, yang bahkan memiliki gelar ini, bertanding menggunakan kuda sementara putri mahkota yang bahkan belum pernah mengikuti pertandingan, menggunakan kaki” Putri latih tiada tanding tidak menyukai kesepakatan yang dibuat.
“Shi ra”
“Kakek, ini tidak adil, kau mau mempermalukan nama baikku ya?”
“Adil, bahkan sangat adil, karena Dia adalah muridku, dan aku adalah gurunya, aku akan membuatnya mengalahkan mu yang berlari menggunakan kuda”
“Sungguh memalukan” teriak Putri latih tiada banding lagi.
“Baiklah. Setuju”
“Kakek” bentak putri latih tiada banding.
“Menangkan saja jika kau tidak ingin mempermalukan nama baik klan kita” bisik Ketua klan.
“Baiklah, besok sore pertandingan jarak 3 KM dari desa shen 2 sampai desa Shen 5 di jalanan tanpa aspal dilaksanakan” tegas putra mahkota lalu menarik tangan Zili meninggalkan Keramaian orang yang tengah menyaksikan ketegangan dipandangan mata mereka.
Ditribune penonton semua Putra putri terkaya negara merasa sangat tertarik dengan Pertaruhan putra mahkota. Mereka tidak menyangka, orang yang bahkan tidak pernah sanggup mereka kalahkan akan membuat pertaruhan konyol yang mungkin akan menghancurkan nama baiknya.
*******
Cerpen. ( beda cerita )
Soni duduk sembari memegang ponsel dipadang rumput lebar penuh dengan ternak kambing. Ia berkali kali menggeser layar Ponsel Memandang aneh dengan apa yang baru saja dia lihat.
“Son, kau kenapa?” suara Mozi mengejut laki laki salah satu mahasiswa diperguruan tinggi high raise tersebut.
“Gila, aku baru tahu?”
“Tahu?”
“Iya, hanya dengan Like halaman Novel bisa mendapatkan 5 viewers dan mengomentari Bisa mendapatkan 6 viewers, jadi jika memberi Like dan comment bisa memperoleh 11 viewers, cerita kita bakalan terkenal donk”
“Wah benarkah! Kalau begitu. MOHON DUKUNGAN LIKE DAN COMMENT nya ya “
“Jika tidak suka berkomentar.. ,cukup kirim saja 😘 emo ini kalau suka, 😡, emo ini kalau tidak. Atau kirim saja huruf S jika suka dan T jika tidak, anggap saja itu HADIAH yang kalian berikan bagi penulis agar ia terus bersemangat untuk menulis karyanya,, tapi bagi yang mau saja ”
“Terima kasih banyak 😊😊😊😊”
__ADS_1