Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
pilihan


__ADS_3

Dia mampu mendengarkannya.


Detak jantung dari seseorang yang belum pernah ia dengarkan sebelumnya.


Dia juga mampu merasakannya.


Detang jantung dari dirinya sendiri ketika berada didalam pelukan laki-laki dihadapannya.


Tenang,


Nyaman,


Bahagia,


Perasaan tersebut bercampur menjadi satu,


Melupakan Gadis itu pada masalah yang saat ini tengah ia hadapi.


Semakin erat, semakin nyaman.


Tubuhnya gemetaran, tubuh laki-laki yang memeluknya juga gemetaran.


Hari itu,


Pertama kali dalam hidupnya, ia bisa mengetahui dengan pasti bahwa...


Laki-laki yang sedang memeluknya tersebut memang sangat mencintainya.


Lama,


Pelukan yang begitu Lama telah dijalani,


Tidak ingin merasa canggung “Tuan,..” panggil gadis itu masih berada dipelukan laki-laki tersebut namun tidak membalasnya. Bagaimana mau membalas..?, Gadis itu saja merupakan Istri dari laki-laki lain, pikirnya. “Bukankah kau sangat keterlaluan mencium Orang sesuka hati..?” gadis itu mulai melepaskan pelukan laki-laki dihadapannya, namun gagal.


“Begitu lah caraku ketika bersama Zili..” jawab putra mahkota masih tidak ingin melepaskan wanita miliknya.


“Cara apanya..” ucap kesal zili, pikirnya lagi, ia bahkan belum pernah berciuman dengan laki-laki dihadapannya, “kau tidak seharusnya berbohong, aku ingat dengan pasti bahwa Zili tidak pernah melakukan hal seperti itu denganmu. “


“Hmm” tersenyum nakal, “kenapa kau bisa tahu bahwa aku dan Zili belum pernah berciuman..?” tanya laki-laki tersebut mulai melepaskan pelukan lalu menyandarkan punggung gadis itu dinding, dan membungkuk, mendekatkan wajahnya menatap gadis itu.


Saling memandang,


Sontak Zili membuang wajah, perilaku gadis itu membuat putra mahkota semakin yakin dengan perasaannya sendirinya. “tentu saja karena aku adalah temannya..” jawab Zili cepat.

__ADS_1


“Wahh Luar biasa..” ucap putra mahkota tersenyum geli “hebat sekali kau mampu mengetahui semua hal tentang Zili bahkan sampai Ciumamnya sekalipun..” membelalak mata mendengar ucapan putra mahkota,


Gadis itu menolehkan kepalanya memandang mata putra mahkota, sebentar saja, lalu menoleh kembali kearah yang berbeda dari arah sebelumnya “te.. te..tentu saja..” jawab gadis itu gelagapan “ka.. karena aku adalah teman sejatinya..”


Mendekatkan Wajah ketelinga Zili “kubilang padamu,..” tersenyum nakal “meskipun kau adalah teman sejatinya, kau tidak akan pernah mengetahui semua hal tentang Zili..” lanjut Laki-laki tersebut “asal kau tahu saja, aku lebih dulu mengenalnya dibandingkan denganmu.” Tambahnya lagi “dan menghabiskan banyak waktu bersamanya, ..” tersenyum geli ketika melihat kaki Zili yang mulai gemetaran “bahkan, seluruh bagian tubuhnya saja aku sudah pernah melihatnya.”


Mulai menoleh geram, ketika putra mahkota telah menarik Wajahnya “ omong kosong, jangan sembarangan bicara.” Matanya mulai memerah memandang tajam laki-laki tersebut. “Dia bukanlah orang seperti itu.” Bentak Zili menutup mata, belum kuasa untuk menatap mata putra mahkota.


“Ahh bagian mana ya.. ..?” menahan tawa “ aku bahkan pernah membuka pakaiannya..” lanjut laki-laki tersebut membuat Zili sontak membuka mata. “kami juga sudah melakukan 50 kali ciuman..” tambahnya lagi.


Paaaaakkkk..


Tamparan Zili mengejutkan putra mahkota “kubilang padamu, dia bukanlah orang yang semurahan itu. “ ucap Zili mulai marah “didalam hatinya hanyalah Putra mahkota,” lanjut gadis itu lagi mulai memperlihatkan mata yang berkaca-kaca “sungguh, hiks..” mulai meneteskan air mata “hanya putra mahkota yang boleh melakukannya..hiks..hiks..”


Memegang sebelah leher Zili, tampaknya putra mahkota juga tidak dapat menahan diri ketika melihat tangisan gadis itu “tatap mataku..” perintah laki-laki tersebut ketika Zili mengalihkan pandangan dan menghentikan tangisannya.


“Tidak mau..”


“Tatap..”


“Tidak mau..”


“Hmm..” putra mahkota mulai kehabisan cara “kalau kau terus melanggar perintah, aku akan menciummu sekarang Juga..” ucapan laki-laki tersebut sontak membuat Zili geram kembali.


“Kalau begitu, bagaimana caranya aku melepaskan kerinduanku kepada Zili...?” tanya putra mahkota masih tersenyum Nakal kepada gadis didepan matanya.


Masih menundukan kepala “tidak tahu, pikirkan saja sendiri caranya..” jawab gadis itu dengan tubuhnya yang gemetaran.


“Baiklah,..” mulai memeluk Zili kembali “aku akan menciumu ketika aku merindukanmu,dan juga akan memelukmu ketika aku merindukanmu.”


“Tidak boleh..” jawab gadis itu mulai melepaskan pelukannya, tapi tidak kuasa.


“Jadi siapa yang boleh memeluk dan menciummu..?”


“Tidak ada..” jawab gadis itu cepat.


Tersenyum nakal “bagaimana kalau Xu’i..?”


“Tentu saja boleh.” Jawab pelan gadis itu.


Meraih Kepala belakang gadis itu,lalu mendekatkannya kedada “Waahh pengkhianat.” Sindir laki-laki tersebut.


Tersenyum getir “mau bagaimana lagi,.” Jawab gadis itu pelan “aku hanya mencintainya.” Lanjut gadis itu membuat hati Putra mahkota senang.

__ADS_1


“Kau tahu seberapa besar Zili mencintai Xu’i...?” tanya putra mahkota mempererat perlukannya.


Memasrahkan diri didalam pelukan laki-laki tersebut karena memang tidak akan mungkin mampu melepaskan diri “tentu saja aku tahu, sangat mengetahuinya..” jawab gadis itu mulai merindukan putra mahkota.


“Kalau tahu, kenapa kau mencintai Xu’i..?” pertanyaan laki-laki tersebut membebani gadis itu “kau tahu dengan pasti bahwa kau tidaak akan bisa mendapatkan Xu’i, bukan..?” Dia mulai melepaskan pelukannya, dan memandang wajah zili dari dekat lagi, “bagaimana kalau kau anggap aku sebagai Xu’i..?” Pinta laki-laki tersebut memandang Mata Zili yang menatap kebawah.


Menghela nafas berat “tidak ada yang bisa menggantikan Putra mahkota dihatiku..” jawab gadis itu mulai menitihkan air mata “aku sungguh sangat merindukannya hiks..” tangisnya mulai pecah mengejutkan putra mahkota.


“Jangan menangis atau aku akan menciummu” ucapan laki-laki tersebut sontak menghentikan tangisan Zili.


“Jangan lakukan itu Tuan..” ucap Zili mulai memberanikan diri menatap mata putra mahkota “aku mohon..”


“Kau hanya bisa memilih dua pilihan..” mengalihkan pandangan karena putra mahkota sendiri juga belum terbiasa lagi memandang mata Zili “antara memeluk dan mencium, yang mana akan kau pilih..?” tanya laki-laki tersebut “kalau tidak menjawab, aku akan menganggap keduanya..


“Baiklah, memeluk saja” jawab cepat gadis itu menyela kalimat putra mahkota,


Tersenyum senang, lalu memeluk Zili kembali, “aku akan beritahu semua hal tentang keadaan Xu’i saat ini...”


“Benarkah..?” tanya Zili mulai senang, Perilakunya sontak semakin memperkuat keyakinan didalam hati putra mahkota.


“Tentu saja..” jawab laki-laki tersebut “tapi ada syaratnya..” mulai melepaskan pelukan dan memandang wajah zili kembali.


“Apa syaratnya..?” tanya gadis itu cepat karena ia memang sangat ingin mengetahui kabar dari laki-laki yang ia cintai.


“Tatap mataku..” jawab putra mahkota sembari tersenyum geli ketika Zili membuang wajah kembali.


“Kenapa aku harus menatap matamu..?” tanya gadis itu menolak untuk melakukannya “mungkinkah aku bisa melihat putra mahkota disana..?” lanjutnya bertanya.


“Memangnya aku peramal ya..?” tanya balik putra mahkota “aku hanya ingin memastikan bahwa kau bukanlah Musuh Negara..” jawabnya berbohong.


“Begitu ya..?” jawab Zili mulai ragu-ragu menoleh wajah kembali kearah putra mahkota.


“Tentu saja..” jawab putra mahkota mulai meraih pipi sebelah gadis itu dan memandangnya lekat.


Saling memandang lekat “baiklah” jawab Zili, menguatkan diri menatap mata putra mahkota.


“Dalam hitungan ketiga, Tidurlah..” perintah putra mahkota mulai menghipnotis Zili “1 2 3, tidur..”


Jatuh, Gadis itu kini jatuh didalam genggaman tangan dan pengaruh tipu daya putra mahkota.


Membawa Zili didalam pelukannya “Siapa Xu’i bagimu..?” tanya putra mahkota kepada gadis yang berada didalam tipu dayanya.


“Hiks.. Shisou,.” Mulai menitihkan air mata karena telah yakin bahwa gadis ditangannya adalah wanita yang dia cinta “Xu’i adalah guruku..” jawaban gadis itu membuat putra mahkota memeluk erat tubuhnya karena sangat yakin bahwa dia adalah Wanita yang dirindukannya selama ini.

__ADS_1


__ADS_2