
Didalam ruangan yang begitu luas,
Di atas lantai keramik putih biasa,
Dibawah lampu berwarna putih yang menyala.
Zili mulai membuka tutup Tongkat yang ternyata bisa dibuka dengan mudahnya.
Didalam tongkat tersebut sendiri terdapat banyak botol-botol kecil yang berisi bubuk bakteri serta cairan virus buatan Zili sendiri.
Gadis itu dengan cepat mengeluarkan Isi didalam texchi senjata miliknya, Texchi yang hanya bisa terisi energi menggunakan cahaya panas matahari.
Terjemur dipintu lorong bawah tanah ternyata bisa membuat baterai texchi miliknya penuh, dia tidak perlu khawatir lagi akan kehabisan baterai jika membawanya pergi nanti.
“Bagaimana cara berkomunikasi dengan robot grolle..?” tanya gadis itu kepada presiden sekolah teknologi dari balik headset miliknya.
Presiden sekolah tampak menghela nafas sedikit berat “hanya cukup mengatakan - Please Help Me – maka dengan sendirinya ia akan menghampirimu” jawab laki-laki tersebut terdengar sangat mengkhawatirkan keadaan Zili.
Zili yang telah mengambil beberapa botol dari dalam tongkatnya mulai menyimpan barang tersebut didalam kantung Jas yang ia kenakan “Suho, bantu aku mengalihkan perhatian mereka” pinta gadis itu kepada temannya.
“Kau ingin aku mengacaukan sistem keamanan mereka ya...?” tanya presiden sekolah memastikan.
Zili Mulai berdiri setelah sebelumnya ia duduk membuka Tutup texchi senjata miliknya “sebentar saja, aku hanya ingin menuangkan Cairan virus keminuman mereka” lanjut gadis itu lagi memberikan alasan.
“Baiklah,” presiden sekolah menyetujui permintaan Zili “jangan tutup panggilan” pintanya kepada gadis yang telah menutup Texchi senjata miliknya.
“Baiklah” jawab Zili menyetujui “Zi-Xu” ia mulai memanggil Karakter virtual kelinci bersayap miliknya.
“Yes milady” karakter virtual gadis itu muncul dijam tangan yang dikenakan Zili. gadis itu mulai melangkah membuka laptop diatas meja, menyalakannya, menghubungkan jaringan Lalu membuka akun virtual pribadi miliknya kemudian mulai memindahkan beberapa aplikasi dari jam tangannya kedalam Laptop tersebut melalui nirkabel Bluetooth.
Melakukan peretasan CCTV, memasukan Karakter virtualnya didalam jaringan CCTV secara diam-diam, Zili mulai beraksi malam itu “Zi-Xu, Amankan CCTV diblok D no 5”perintah Zili kekarakter virtual miliknya.
__ADS_1
“Yes milady” Karakter virtualnya mulai menghilang dari jam tangan gadis itu.
*********
Senyuman lega menghiasi bibir gadis itu, disebuah layar jam tangannya sendiri terlihat keadaan ruang bawah tanah yang tadinya ia masuki.
Terus menggeser, memperhatikan layar kecil dipergelangan tangannya. Setelah melakukan peretasan CCTV gadis itu bahkan mampu melihat seluruh keadaan diperumahan tempat ia tinggal saat ini.
Terbaring lemah menahan rasa sakit hingga beberapa orang dari mereka ada yang terjatuh pingsan.
Bintik-bintik merah juga tampak memenuhi kulit semua orang yang saat ini sedang melemah didalam ruang bawah tanah, untuk berjaga-jaga dalam menjalankan misinya, Zili bahkan melakukan hal gila dengan meminum cairan Virus lalu ketika semua kulitnya telah memerah, dan merasakan sakit yang luar biasa, ia meminum obat anti virus agar rasa sakitnya segera berkurang.
Masih menahan sedikit rasa sakit, gadis yang kini telah bercucuran keringat ditubuh mulai memasuki rumah tak berpenghuni lagi.
Melangkah kaki perlahan-lahan dengan hati-hati disela-sela kesakitannya, Zili mulai memasuki ruang bawah tanah.
Terus berjalan hingga keruangan luas lainnya lalu mengambil alih komputer Utama.
Mengambil IDcard laki-laki pengena bleezer Hitam yang ia yakini sebagai pemimpin Mereka diwilayah tersebut, Zili mulai memasuki Nomor keaanggotaan laki-laki tersebut.
Dia tersenyum senang, Komputer induk bisa dengan mudah menyala, semua aplikasi dan data ia pahami, mulai mencari-cari sesuatu yang mungkin akan membantunya menemukan Resep obat anti gila.
Setelah pencarian begitu lama, ia bahkan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan yang ia cari, berusaha keras mencari petunjuk, mata gadis itu mulai membelalak menemukan peta.
“Hmmm..”
Berdiri terperanjat ketika Zili mendengar suara. “Ternyata kau adalah agen rahasia ya..” suara tersebut sangat dikenali Zili yang langsung menoleh ke arah belakang.
“Jangan ganggu” gadis itu bergerak cepat mengacungkan Sebilah pisau keleher laki-laki yang tadinya berada disamping gadis itu ketika pertama kali memasuki ruang bawah tanah.
Laki-laki tersebut dengan sigapnya meraih tangan Zili dan menjatuhkan pisau yang gadis itu pegang “bagaimana kalau kerja sama...?” Dia berhasil menyudutkan zili dengan menyandarkan gadis itu serta mengunci pergerakan tangannya tepat disisi dinding.
__ADS_1
Satu Tangan Zili terkunci kebelakang, tubuh depannya menyandar dinding, tangan yang lain tak lagi berkutik karena tangan laki-laki dibelakangnya berhasil mengunci tangan gadis itu bersandar diatas dinding “kau hanya akan menghancurkan rencanaku” ucap Zili menolak kerja sama.
“Kalau begitu...”
Masih mengunci tubuh Zili “berdiamlah diri atau aku akan membunuhmu jika kau berani menggangguku mengambil alih induk komputer” ancam laki-laki tersebut sedikit menggetarkan hati Zili.
“benarkan, kau hanya bisa menghancurkan rencanaku saja” ucap gadis itu menghela nafas berat karena gagal melihat peta diinduk komputer.
“Apa yang kalian lakukan...?” suara seseorang yang baru saja tiba sontak mengejutkan Zili dan laki-laki dibelakangnya, hingga laki-laki tersebut melepaskan tangan Zili lalu memutar tubuh gadis itu jatuh kepelukannya.
“ZI-XU” ucap Zili memberi perintah yang langsung dilakukan Karakter virtual miliknya didalam komputer induk yang tadi sempat ia gunakan.
Aahhh..... ahhh....
Suara Kemesraan terdengar dari induk komputer.
Zili yang mengetahui bahwa kemungkinan bahaya datang mulai melakukan peran “maniak **** ini sedang merayu laki-laki polos didepan mata” ucapnya meraih leher laki-laki yang sedang bersandar disisi dinding, menggelitik kulitnya hingga tangan gadis itu mulai meraih kemeja laki-laki tersebut.
Mengetahui maksud Zili laki-laki didepan matanya membuka kancing kemeja “jangan lakukan itu nyonya, saya sungguh masih sangat polos dan tidak berpengalaman”
Nasib malang memang menimpa.
Zili yang tidak sengaja memandang dada bidang serta perut Six pack laki-laki tersebut mulai menengadah “haaa...” memandang mata laki-laki yang telah melebar melihat darah keluar dari hidung zili begitu derasnya.
Mendorong Zili dengan cepat untuk menghindari kebodohan gadis itu “ah sungguh luar biasa, laki-laki polos ternyata memiliki tubuh kekar membahana” ucap Zili membersihkan darah dihidungnya, ingatan gadis itu mulai kembali kesaat dimana pertama kali ia mengenal putra mahkota.
Saat itu, laki-laki tersebut juga pernah membuka seragam sekolahnya karena terkena muntahan gadis itu, Dada bidang dengan tubuh idealnya juga hampir sama dengan apa yang tadi tak sengaja dipandang oleh matanya.
Shisou
Ucap gadis itu dalam hati, sungguh sangat merindukan hari-hari ketika mereka bersama meskipun pada saat ini mereka belum saling mencintai.
__ADS_1
“Maniak **** tidak akan mungkin mimisan ketika melihat tubuh kekar didepan matanya dan juga ...” laki-laki yang baru saja masuk keruangan tersebut telah memanggil teman-temannya hingga mereka semua berdatangan masuk kedalam ruangan tersebut “sejak kapan laki-laki polos memiliki tubuh ideal sepertimu..?”