
Fajar kini mulai tiba,
Warna jingga muncul di ufuk Timur langit sana.
Butiran salju terlihat melayang turun di udara.
Dingin yang menusuk tak lagi mampu terasa.
Pandangan mata saling beradu dengan hati yang dipenuhi dengan rasa piluh.
Tumpukan salju mulai jatuh, mengisi bagian rambut atas kepala.
Gadis itu menggigit bibir bawah, lalu menghela nafas hingga hembusan nafasnya terlihat di udara. “Maaf karena selalu memanfaatkanmu untukku melindungi diri dari ketidakpedulian keluargaku.” Ujarnya dengan pandangan mata sayu dan sedih yang tertahankan di bawah rintikan hujan salju di sana.
__ADS_1
“Aku tidak mengerti maksudmu.” Laki-laki di hadapannya terlihat sedang berpikir keras.
Dia yang selama ini berpikir bahwa gadis itu memanfaatkan dirinya hanya untuk mendekati temannya, Putra Mahkota negara NC, tentu saja mulai kebingungan mendengar kalimat yang berbeda jauh dari pemikirannya selama ini.
Matanya mulai memerah, dia melepaskan gigitan bibir bawah sembari tertegun, mengalihkan pandangan mata.”Bagi kami, keluarga kerajaan sangatlah berharga. Berusaha keras sekalipun kalau kami gagal dan kalah tetap saja tidak akan ada keluarga yang mau mengakui. kami akan terus berada di posisi bawah kecuali jika mencapai kemenangan atau menikah dengan salah seorang dari keluarga kerajaan, maka dari itu, selama ini aku memang memanfaatkanmu dan keluargamu agar seluruh orang di kediaman Ou tidak meremehkanku.” Jelas gadis itu terang-terangan, menuangkan segala yang tersembunyi di dalam hatinya selama ini meskipun ia menyadari bahwa laki-laki di sampingnya mungkin akan semakin membencinya. “ Bagus dan kakakku Nura, sekeras apapun aku berusaha, aku tidak akan pernah mampu mengalahkan mereka. Aku bahkan hampir putus asa karena gagal mengalahkan Yu’a pada pertandingan antarklan, ditambah lagi denganmu yang menolak untuk menikah, aku semakin putus asa dan menjadi semakin tidak tahu diri. Tetapi dibandingkan rasa sakit karena kebencian orang tuaku terhadapku, lebih baik aku dibenci saja olehmu.” Lanjut gadis tersebut mulai melangkah kaki, mengangkat gulungan alas bambu dan melewati Pelindung Putra Mahkota Shin Ji.
“Jadi itulah alasan mengapa kau sangat menyukai Xu’i meskipun dia telah memiliki Istri, ya?, Kau sangat berhutang budi padanya karena dengan bantuannya kau bisa bertunangan denganku maka dari itu kau selalu mengutamakan Xu’i dalam segala hal, begitu ya?” Tanya Laki-laki yang kini telah menghentikan langkah kaki Putri Keagungan, memastikan. Gadis itu segera berbalik, memandang wajah tunangannya dari sisi belakang samping dengan tatapan penuh kesedihan.
“Dibandingkan Xu’i, aku lebih merasa berhutang budi kepadamu dan keluargamu yang telah menerimaku dengan sangat baik. Aku mengutamakan Xu’i, bukankah kau yang menyuruhnya waktu itu?, Kau ingat, kau bahkan pernah berkata jika aku bisa bermanfaat bagi Xu’i, kau akan memikirkan ulang pernikahan kita, maka dari itu aku berusaha keras agar bisa bermanfaat bagi Xu’i selama ini dan itu semua kulakukan, Sungguh hanya karena untukmu.” Jawab gadis itu dengan mata memerah karena menahan tangisan agar tidak keluar dari kelopak matanya yang berkaca-kaca.
“Aku kira kau menyukai Xu’i selama ini. Aku bahkan mengira aku tidak akan pernah mungkin pantas untukmu. Bagi seluruh keluarga kerajaan, orang hebat seperti dirimu, Sa’i, Bagus, Soni, dan pejabat hebat muda lainnya sangatlah berharga hingga tidak terpikirkan oleh kami, kalian yang bisa menikahi orang-orang hebat di luar negeri sana akan memilih kami yang hanya mengandalkan nama terhormat Keluarga kerajaan saja.” Jawaban Pelindung Putra Mahkota sontak mengejut gadis yang mulai terpikirkan begitu banyak kesalahan di masa lalu. “Sekeras apapun usaha kami, kami tetaplah orang yang hanya dianggap sebagai keluarga kerajaan dan usaha yang kami lakukan hanya diakui sebatas dan sewajarnya saja karena semua anggota keluarga kerajaan memang dituntut untuk menjadi orang hebat. Tidak seperti kalian, orang-orang hebat yang bisa naik ke atas tanpa bantuan keluarga kerajaan, Penilaian tentang kalian sangat tinggi di mata semua masyarakat NC termasuk para keluarga kerajaan. Kalian sungguh sangat hebat. Tanpa guru-guru hebat dan biaya belajar yang mahal sekalipun kalian bisa menjadi orang yang sangat hebat maka dari itu sudah sepantasnya aku merasa tahu diri, bukan?” Lanjut Pelindung Putra Mahkota Shin Ji menjelaskan sembari melangkah mendekati Putri Keagungan dan meraih kedua pipi gadis itu lalu mengangkatnya naik ke atas hingga wajah gadis yang telah berlinangan air mata itu terlihat jelas dipandangan matanya. “Sungguh maafkan aku yang tidak pernah mencari tahu tentangmu ini, aku kira kau menyukai Xu’i dan memanfaatkanku untuk mendekatinya selama ini maka dari itu, karena kau memanfaatkanku dan aku sangat menyayangi Xu’i, aku mengatakan itu semua, mengatakan bahwa jika kau bisa berguna untuk Xu’i maka aku akan menikahimu,” Tambah laki-laki tersebut mulai memeluk tunangannya tanpa sadar. “Maafkan aku Aura.”
“Tidak, Aku yang harusnya minta maaf karena aku tidak pernah peduli padamu. Aku tidak bisa mendekatimu selama ini, tidak tahu bagaimana caranya berbicara dengan baik padamu, aku jarang memberimu hadiah di saat ulang tahunmu, aku juga jarang menemuimu jadi akulah sebenarnya yang salah.”
__ADS_1
“Hm,,” Pelindung Putra Mahkota menggelengkan cepat kepalanya sembari melepaskan pelukan hangat untuk tunangannya. “Aku juga melakukan hal yang sama, aku juga tidak pernah peduli padamu. Jadi jangan menyalahkan dirimu sendiri lagi.” Pinta laki-laki tersebut sembari tersenyum tipis lalu menghapus air mata yang memenuhi wajah Putri Keagungan. “Sebentar lagi usiaku 18 tahun, Aku akan mengatakan kepada ibuku untuk melamarmu menikah nanti setelahnya kau tidak diizinkan lagi tinggal di rumah keluargamu, Bagaimana menurutmu?” Tanya laki-laki tersebut memandang kepala gadis yang telah tertunduk menghapus air mata yang tersisa.
“Hm, “Angguk gadis itu mengiyakan.”Meski kau tidak mencintaiku, setidaknya bibi Sora sangat baik padaku. Jadi aku menyetujui keputusanmu.” Jawab gadis itu mulai mengangkat kepala memandang wajah tunangannya.
Mata mereka saling beradu kembali.
Nafas yang berhembus dari mulut karena hidung tersumbat mulai membentuk salju.
“Aku belum tahu bagaimana perasaanku padamu saat ini, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti yang dirasakan Xu’i tapi sejujurnya, aku pernah merasa takut kehilanganmu. Mungkin karena sudah sangat lama kita bertunangan maka dari itu aku merasakannya? Jadi, bisakah kau menungguku memahami perasaanku sendiri?” Pinta laki-laki tersebut memberi sedikit harapan kepada gadis di hadapannya.
“Hm.”Angguk gadis itu lagi penuh keyakinan.
“Aku sebenarnya masih merasa kurang percaya diri akan menikahi orang sehebat dirimu selama ini. Bagiku, lebih baik menikahi anggota keluarga kerajaan saja seperti Yu’A atau rakyat biasa yang tidak bekerja sebagai apapun. Keluargaku juga berpikiran sama, mereka tidak memaksaku sama sekali untuk menikahi siapapun yang aku mau tetapi karena bertunangan denganmu adalah perintah Xu’i maka dengan senang hati aku melakukannya.” Ungkap laki-laki tersebut, mengatakan seluruh hatinya yang selama ini tersembunyi.
__ADS_1
“Aku lelah hiks..” Gadis itu menangis kembali, ucapannya sontak mengejutkan laki-laki di hadapannya.”Sebenarnya aku sangat lelah berusaha keras seperti ini, aku ingin hidup seperti orang biasa saja tapi keluargaku menuntutku untuk melakukan lebih. Jadi bisakah setelah menikah kau membiarkanku hidup seperti rakyat biasa saja?, aku juga ingin bermain bersama teman-temanku, aku tidak ingin belajar lagi, aku tidak ingin jadi sekretaris Xu’i, aku sangat ingin tinggal di rumah saja seharian bermain game, membaca komik dan memasak bersama ibuku atau bibi Sora seperti teman-temanku yang lainnya. Jadi Shin Ji, bisakah kau memenuhi permintaanku ini?” Pinta gadis itu mulai menghapus air matanya lagi bersamaan dengan tubuhnya yang telah mendarat dipelukan hangat Pelindung Putra Mahkota Shin Ji.
“Hm, Tentu saja dengan senang hati aku akan memenuhinya.”