Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
malam bersama


__ADS_3

Putra mahkota telah membawa kain merah ditangannya, kain Katun lembut menghangatkan tubuh.


Dia tidak mempedulikan bawahannya yang hanya mengenakan celana pendek tanpa busana ditubuhnya, terus melangkah mendekati Zili membawa jaring penangkap ikan ditangannya.


“Tuan..” Sapa Zili ketika putra mahkota hampir mendekat.


Putra mahkota menyodorkan kain kepada zili “Pakai ini”


“Tu....


“Jangan banyak bertanya pakai saja”


Perintah Putra mahkota sontak mengejutkan Zili. Zili sejenak teringat dengan cara putra mahkota memerintahnya selama ia dekat dengannya.


Ia tertegun, memandang dengan seksama wajah Putra mahkota yang sedang menyamar.


Putra mahkota menangkap ikan dengan jaring ditangan.


Dua ekor ikan Selar telah ia ambil dari dalam jaring tambak disana.


“Tuan, ada yang bisa saya bantu?”


Zili merasa tidak enak karena putra mahkota tampak akan membuat makan malam.


Putra mahkota menyerahkan Jaring yang berisi ikan ditangannya kepada Zili, lalu mengeluarkan pisau bersarung emas dari pinggangnya.

__ADS_1


Sontak Zili semakin dibuat terkejut. Hanya keluarga kerajaanlah yang memiliki Peralatan emas ditangan mereka.


Zili ingin sekali bertanya, namun putra mahkota telah pergi menyalakan api unggun didataran kering yang tidak jauh dari sana.


ZIli membersihkan ikan diair lautan. Ia merasa haus, ia melirik kearah putra mahkota yang telah berada dipinggir api yang menyala.


Membuat panggangan ikan dari kayu Pohon bakau yang berada disekitar mereka.


“Tuan” zili menyerahkan Cucian ikan nya. Putra mahkota meraih ikan lalu menancapkannya dikayu. Memanggangnya diatas api yang menyala.


“Tuan, bolehkah saya menanyakan satu hal kepada anda?” Zili yang berdiri telah duduk disekitaran api menghadap kearah putra mahkota yang berada disampingnya.


“Aku bukan berasal dari keluarga kerajaan”


Tampaknya putra mahkota menyadari pertanyaan yang akan dilontarkan oleh zili.


“Hmm” gadis itu tersenyum, dia terlihat tidak ingin menanyakan sesuatu lagi.


“Apakah kau merindukan putra mahkota?”


“Bagaimana anda bisa tahu!”


Sontak putra mahkota tersenyum, ternyata apa yang dipikirkannya benar. “terlihat dari wajahmu”


Ikan telah siap disantap, putra mahkota memberikan bagiannya kepada Zili. Saat selesai makan Zili lagi lagi dikejutkan karena putra mahkota telah memberikan dia sebotol air mineral yang tampak masih sangat baru.

__ADS_1


“Tua...


“Minum saja, jangan banyak bertanya”


Putra mahkota terlihat menyadari pertanyaan dari Zili. Dia tersenyum tipis merasa lega bahwa istrinya terlihat baik-baik saja setelah bertemu pangeran istana beberapa jam yang lalu.


Angin malam semakin terasa dingin dipinggir lautan, Zili terlihat telah terlelap tidur dengan Kain merah menyelimuti Tubuhnya.


Putra mahkota berdiri melipat tangan sembari menyandar Dinding gubuk memandang wajah Zili yang mulai mempesona matanya, ditambah lagi dengan cahaya bulan semakin membuat Cantik wajah kecil gadis tersebut.


“Yooo”sapa Shin ji yang telah datang membawa selimut dan beberapa lembar dokumen ditangannya.


“kau bawa semua?”


“Tentu saja,” Setelah mendekat, Shin ji memberikan Dokumen yang ia bawa serta pena dari kantungnya kepada putra mahkota. Setelah itu ia melentangkan selimut ketubuh Zili.


Putra mahkota duduk lalu menghidupkan senter Dijam tangannya, memeriksa dokumen yang harus ia tanda tangani.


“Pergilah” perintahnya kepada shin ji.


“Kau mau aku pergi?” shin ji sontak kaget tidak menyangka bahwa Temannya mengusir dia.


“Hm, pergilah” shin ji tersenyum kecut karena merasa temannya tidak ingin diganggu bersama istrinya.


*******

__ADS_1


astaga putra mahkota.


sebenarnya kamu suka gak sih sama Zili?


__ADS_2