
“Kakek, aku datang”
Langkah kaki Zili terhenti tepat disamping pintu darah bawah tanah.
Setelah menyelesaikan pertemuannya dengan pejabat kehormatan negara, Zili meminta mereka untuk mengantarkan gadis itu kerumah besar yang dikira pejabat negara adalah rumah ketua Klan Co Selama ini.
Pintu terbuka,
Zili mulai melangkah masuk, menuruni anak tangga sembari membawa Dua kantung Plastik besar yang berisi bahan-bahan makanan dan minuman serta beberapa perlengkapan peralatan dapur.
Tampak sangat kesulitan, tetapi tidak membuatnya menyerah begitu mudah, terlebih lagi ketika melihat ketua Klan Co sedang menggigit tulang ayam demi mendapatkan Sisa Sumsum tulang didalamnya.
“Kau...?”
“Hehe..”
Zili menyeringai menatap laki-laki tua yang terkejut dan langsung berjalan cepat membantu Zili membawa barang-barang belanjaannya.
“Astaga kau ini...”
Menghela nafas berat karena merasa menjadi beban bagi gadis kecil didepan matanya, laki-laki tua mulai meraih Dua kantung plastik besar dari tangan Zili.
“Aku ingin memasak Beef blackpaper untuk kakek” ucap gadis itu lembut mulai membantu laki-laki tua memasukan bahan makanan kedalam kulkas kecil miliknya.
“Tapi aku tidak memiliki peralatan....
“Aku sudah membeli Panci listrik”
Jawab cepat Zili sebelum laki-laki tua melanjutkan perkataannya “jadi kau tidak perlu khawatir lagi kakek”
“Aku yang akan memasaknya untukmu” Ucap laki-laki tua menawarkan diri “Bukankah kau harus belajar dan membuat karakter virtualmu sendiri hari ini?” Lanjutnya lagi mengingatkan Zili yang tadinya lupa.
“ahh benar,”
Zili mulai bangkit berdiri dan berjalan mendekati komputer miliknya “kakek, kuserahkan makan siang kepadamu” ucap gadis itu menoleh sejenak, melontarkan senyuman kearah laki-laki tua yang juga membalas senyumannya lalu duduk mengarahkan jari jemari keatas keyboard Komputer dan sesekali beralih kemouse disamping benda tersebut.
***********
Sebuah Karakter gambar bergerak berbentuk kelinci putih bersayap dipunggungnya mulai muncul dan membesar dilayar komputer.
Perlahan-lahan Zili menambahkan sesuatu yang disukainya dikarakter bergambar tersebut, ia juga mulai Meningkatkan versi serta memasukan beberapa Sistem didalamnya.
“Selesa....
Gadis itu sontak terkejut ketika karakter virtualnya tiba-tiba pergi menghilang begitu saja tanpa memberikan nama kepadanya terlebih dahulu. “kakek, kenapa karakter virtualku menghilang?” tanya Zili mulai menoleh kearah laki-laki yang tampak sedang memotong daun bawang dimeja yang sama dan tidak jauh dari posisinya berada.
“Tidak perlu khawatir” ucap laki-laki tersebut menenangkan “setiap karakter yang baru terbentuk dan juga baru masuk kearea wilayah jaringan NC akan melapor dengan sendirinya kepada Virtual tertinggi milik negara untuk berjaga-jaga”
Jelas laki-laki tersebut mengejutkan Zili “mungkin karena tidak ingin terjadi peretasan sistem keamanan negara lagi maka dari itu putra mahkota membuat aturan ketat dijaringan milik negara kita ini”
__ADS_1
“Begitu ya ..?”
Zili mulai meletakan kedua tangannya didagu, menahan kepala menunggu kedatangan karakter virtualnya kembali “mungkinkah karakterku mendapatkan izin bergerak bebas dijaringan negara?” tanya gadis itu mulai ragu.
“Tentu saja,”
Jawab laki-laki tua yang terlihat sedang menitihkan air mata karena aroma bawang yang memperperih matanya. “karakter virtual putra mahkota sendiri akan memeriksa asal Virtualmu, dia juga akan mengetahui sifat karaktermu. jika berbahaya dia akan menghancurkannya, dan menurutku, karaktermu akan baik-baik saja karena berasal dari sistem komputer milikku” lanjut jelas laki-laki tua yang mulai memotong cabai merah ditangannya.
“Karakter putra mahkota ya...?”
Zili mulai penasaran dengan bentuk karakter milik laki-laki yang dia cintai.
“X.xu namanya, meskipun demikian, sampai saat ini tidak ada satu orang programmer pun yang pernah melihatnya bahkan karakter virtual mereka sendiri tidak mampu memberikan gambaran tentang karakter Virtual milik putra mahkota meskipun mereka telah datang dan melapor kepadanya” jawab laki-laki tua yang telah menyelesaikan pemotongan bahan-bahan makanan.
“X.xu, ...
Zili mulai melepaskan tangannya dari dagu, ia yang telah melihat karakternya kembali tampak sangat terkejut dengan pesan yang berada diatas kepala karakter virtual miliknya.
got permit from Lord Xuzi.
Gadis itu segera menoleh kepala kearah laki-laki tua yang telah berjalan mengambil panci Listrik dibelakangnya “tapi kenapa karakterku bilang dari Lord Xuzi... ?”
“Xuzi..?”
Tanya balik laki-laki tua tersebut “pangeran istana - Shinya, shin ji- X.boy , sai – S.Nc, sandi – Anndi , mungkinkah itu milik Zilua?” tanyanya pada dirinya sendiri “tidak mungkin... tidak mungkin”jawab laki-laki tua itu juga dengan sendirinya “mana mungkin putra mahkota membiarkan anak sombong itu memeriksa karakter virtual asing” gumamnya pada dirinya sendiri “mungkinkah Putra mahkota mengganti nama virtualnya...?” tanyanya kepada Zili yang bahkan masih baru didalam Dunia virtualisasi.
“Mu... mungkin..”
“Kau bilang apa tadi namanya?” tanya laki-laki tua yang telah berjalan mendekati meja lalu mencolokan kabel panci listrik dan mulai mengatur tingkat kepanasan.
“Lord Xuzi..”
“Zi....
Laki-laki tersebut mulai menoleh kepala kearah Zili yang telah dari tadi memandanginya “namamu Zili, bukan?”
“Hmmm..”
Angguk Zili cepat.
“Xuzi, Xui-Zili hahahaha”
Laki-laki tua mulai tertawa geli mengejutkan Zili yang mulai malu menundukan kepala “kekanak-kanakan sekali” lanjut laki-laki tua tersebut semakin membuat Zili malu bercampur bahagia karena putra mahkota sendiri memasukan bagian dari nama gadis itu untuk menjadi nama di karakter Virtual miliknya.
*********
Jari jemari tampak mulai terbiasa diatas komputer. melihat gerakan cepat tangan Gadis itu, laki-laki tua yang berdiri disampingnya tidak lagi meragukan kemampuan mengingat cepat milik gadis tersebut.
“Kau menghafalnya...?”
__ADS_1
“semua sudah masuk kedalam otakku, aku bahkan sampai tidak tidur demi menghafal jenis jaringan dan konsep teknologi keamanannya” jawab gadis itu mulai mengarahkan Karakter virtualnya mendekati sebuah pintu gerbang terkunci gembok didalam layar komputer.
Terus mengetik sesuatu, disamping layar monitor miliknya terdapat sebuah kotak hitam panjang yang terus menerus bermunculan angka dan huruf yang orang awan sendiri tidak akan mengerti maksudnya.
Bergerak cepat, mulai membuka aplikasi yang diperkecil dan terdapat Dua kotak putih didalamnya.
Zili mulai memasukan angka dan huruf,
“Failed ...
“Failed...
Terus mengacak dengan bantuan Sistem aplikasi perangkat lunak buatan negara NC. Dia mulai beralih kekotak bawah lalu mulai mengisi kata sandi..
“Passed....”
Memasukan karakter virtualnya kedalam pintu gerbang yang telah terbuka.
SECURITY SISTEM’S HACKING.
Komputer milik Laki-laki tua disebelah Zili mulai menyala, beberapa aplikasi mulai memunculkan sebuah pesan.
ERROR...
ERROR...
Lalu layar komputer tersebut mati tiba-tiba.
“Kau mendapatkannya...?”
“Astaga kakek...”
Tampak menutup mata setelah menyelesaikan pembelajarannya dengan kedua tangan. “kenapa semua isinya video porno?” teriak gadis itu kesal sembari berdiri membalikan tubuh.
“Hehe mau bagaimana lagi, aku juga seorang laki-laki”
Jawab laki-laki tua tanpa merasa bersalah sedikitpun sembari mengambil alih komputer milik Zili dan menghapus data-data yang berhasil didapatkan gadis itu dari komputer miliknya.
“Sudahlah hari ini cukup sampai disini saja”
Ucap Zili masih kesal lalu mengambil beberapa buku penting dari atas meja.
“Baiklah, aku akan menganta....
“Hmmm...”
Zili menggelengkan kepala “aku naik bus saja, karena sudah punya uang, aku ingin membeli baju baru” ucap gadis itu berbohong “kau mau menemaniku...
“Sudah pergilah pergilah” usir laki-laki tua tampak enggan menemani Zili berbelanja, ucapannya bahkan mampu menghilangkan rasa kesal didalam hati gadis itu.
__ADS_1
“Terima kasih untuk hari ini kakek” ucap gadis itu lalu membungkuk, kemudian tegak berdiri serta berbalik dan melangkah pergi menuju pintu keluar ruangan bawah tanah, meninggalkan kesan yang amat baik didalam hati laki-laki tua yang sedang tersenyum memperbaiki komputer miliknya.