
Masih terasa membekas kejutan yang diterima dari putra mahkota didalam hatinya, hingga mulai berjalan pun ia tak sengaja menabrak dinding lemari dihadapannya.
Rasa sakit didahi kepala menyadarkannya dari lamunan, mulai menoleh kepala,...
Haaa...
Sontak gadis itu teringat bahwa masih ada banyak warga desa Yang sedang kesulitan menunggu bantuan darinya.
Dengan Cepat ia memeriksa kantung celana.
Huh..
Syukurlah.
Ucapnya dalam hati ketika masih menemukan Kartu ATM disana.
Kruuuukkk.
Perutnya mulai berbunyi,
Dia mulai melangkah mencari buku untuk menemaninya malam itu menuju Lorong bawah tanah, menemui presiden sekolah teknologi dan memberikan uang kepada laki-laki tersebut.
Langkahnya tiba-tiba terhenti, betapa terkejutnya gadis itu karena baru menyadari bahwa diatas meja ruangannya sendiri, terdapat banyak sekali kue-kue mewah sejenis tiramisu, puding coklat dan banyak juga jenis kue basah lain yang berbeda.
“Shisou..”
Gumamnya mulai merindukan laki-laki yang dia cinta lagi.
Pasti,
Dialah orang yang telah memesan begitu banyak makanan mewah untuk zili malam itu.
Makanan serta beberapa botol jus berwarna memenuhi meja Kaca disana.
Sungguh,
Dibanding menginginkannya, perasaan Zili lebih menyayangkannya.
Dia pikir,
Selama ini makanan mewah seperti itu selalu dia santap dengan mudah, tetapi roti dan biskuit yang begitu murahpun tidak bisa teraih oleh masyarakat desa Co yang saat ini sedang menderita.
Mulai bergerak mendekati Sofa, lalu duduk dan meraih sepotong kue yang berada diatas piring kecil, perlahan-lahan Zili memakan sekedarnya saja dengan perasaan piluh.
Mengisi kekosongan perut agar memiliki tenaga untuk bergerak cepat membantu para warga yang kesusahan.
********
Kue, puding , Beberapa botol jus dan semua yang tadinya berada diatas meja ruangan telah berada ditangan Siswi-siswi sekolah teknologi yang telah melangkah pergi.
Zili juga mulai memberikan lagi sekantung Uang didalam Tas hitam besar yang berisi penuh dengan lembaran Uang 100 Neceri yang diikat menggunakan Tali karet berwarna merah, setelah ia mengambil uang tersebut dibeberapa ATM terdekat dan kembali kegedung Asrama putri lalu memanggil presiden sekolah teknologi.
Beruntungnya, Karena kartu ATM Zili bisa mengambil banyak uang dari Mesin ATM, jadi gadis itu tidak perlu lagi bersusah payah pergi ke BANK negara.
__ADS_1
ATM palladium sendiri memang sangat Berguna bagi anggota keluarga kerajaan yang sering sekali menarik uang mereka secara besar-besaran, terlebih lagi pangeran istana yang memang sangat kaya, dan merupakan putra dari raja negara serta cucu dari orang terkaya Nomor ketiga dinegara NC sendiri.
“Katakan saja,....”
Zili yang telah memberikan Tas hitam berisi 1 juta neceri kepada presiden sekolah teknologi, mulai membuka suara kembali “aku mohon, jangan ada yang disembunyikan lagi dariku” pintu Zili lembut, bahkan pandangan matanya semakin sayu saking kuatnya keinginan gadis itu untuk membantu.
“Yang mulia, ini saja sudah lebih dari cukup”
Ucap presiden sekolah tampak tidak ingin membebani Zili lagi. “kami sudah sangat bahagia menerima bantuan anda”
“begitu ya...?” zili mulai menundukan kepala, menghela nafas sedikit lega.
“Katakan saja...”
Seru seorang siswa lain yang berada dibelakang presiden sekolah teknologi. “Meskipun belum tentu bisa membantu, setidaknya kita sudah memberitahukan segalanya pada putri mahk....
“Jun...”
Bentak presiden sekolah menghentikan kalimat temannya yang mungkin adalah Wakil presiden sekolah teknologi, hal itu tampak dari dua buah Lencana bergambar Laptop dan ponsel yang terkait di seragam depan laki-laki tersebut.
Mendengar ucapan wakil presiden sekolah teknologi, Zili sontak mengangkat kepala, meneguhkan diri lalu bertanya “apa yang terjadi...?” dia mulai mengalihkan pandangan kearah wakil presiden sekolah teknologi yang mungkin tidak akan ragu memberitahukan segalanya kepada Zili.
Tampak mengabaikan Perintah presiden sekolah untuk berhenti berbicara, wakil presiden sekolah mulai membalas tatapan Zili. “obat gila...”
“Jun...”
Menjatuhkan Tas lalu membalikan tubuh, tangan presiden sekolah mulai meraih kerah seragam sekolah milik wakilnya. “berhenti...
“Katakan...” mulai penasaran, Zili bahkan sampai mengeraskan sedikit suaranya “aku mohon katakanlah” pinta Gadis yang tampak sangat memelas memandang punggung presiden sekolah.
“astaga....”
“Warga yang gila sering kali mengganggu warga yang lemah, yang mulia....”
“Berapa harga Obat anti gila..?”
Tanya Zili cepat, “pasti sangat mahal ya...?” Lanjutnya lagi merasa sangat tertekan.
“Tentu saja...”
Presiden sekolah mulai angkat bicara, “satu butir pil Anti gila saja harganya bisa lebih dari seribu neceri, yang mulia, aku moh....”
“Berapa banyak orang yang gila saat ini....?” tanya Zili tidak mempedulikan permintaan presiden sekolah dan bahkan sampai menyelanya.
“Yang mulia.....?” bentak Presiden sekolah mulai kesal karena sikap keras kepala Zili yang tetap ingin membantu warga desa Co.
“lebih dari 10ribu orang membutuhkan 2 botol pil Anti gila” jawab cepat wakil presiden sekolah tampak sangat berharap kepada Zili.
“Se.. se.. sepuluh ribu..?” sontak zili terperanjat, tubuhnya bahkan sampai gemetaran. “ berapa lama 2 botol obat anti gila bisa bertahan...?”
Tanyanya lagi mengendalikan getaran hati.
“1 butir pil antigila bisa bertahan selama 3 hari yang mulia, dan 1 botol Berisi 10 pil”
__ADS_1
“2 bulan...”
Presiden sekolah mulai membalikan tubuh menghadap kearah Zili. “ Semua warga yang berada dipermukaan desa Menyerah untuk menolong warga lorong bawah tanah bahkan mereka tidak mempedulikan perintah ketua Klan co lagi dan lebih mematuhi perintah musuh” jelas presiden sekolah menundukan kepala sedih sembari meraih kembali tas yang tadinya terjatuh.
“Pergilah,...”
Perintah Zili kepadanya “aku akan memanggilmu kembali ketika aku memiliki uang nanti” lanjutnya lagi, mulai berbalik memasuki ruangannya, meninggalkan beberapa murid sekolah teknologi yang memandang ia penuh dengan rasa iba.
Meskipun demikian, tampaknya mentri keuangan tidak terlalu keras menampar putrinya, hal itu terbukti dengan tidak adanya sedikitpun bekas luka Dipipi gadis itu yang mungkin akan membuat para murid sekolah teknologi bertanya-tanya.
Terus melangkah setelah menutup pintu ruangan miliknya, mengarahkan kaki menuju kamar lalu meraih ponsel diatas kasur setelah memasuki ruaangan tersebut.
Lagi,
Gadis itu memang telah jauh berubah,
Ia bahkan mulai keras kepala dengan keinginannya.
Mulai mencari nama kontak didalam ponsel miliknya, setelah berhasil menemukan yang dia cari, dengan cepat ia menghubungi nomor tersebut.
Lumayan lama ia menghubungi dan belum terangkat juga, ketika ia mulai menyerah.
“Akhirnya kau menghubungiku juga” suara seorang laki-laki terdengar dari balik ponsel pemberian pangeran istana.
“Shin’a, ...”
Panggil Zili kepada pangeran istana.
“Kau merindukanku..?” tanya pangeran istana dari balik ponsel miliknya.
“Bukan itu...
Zili terdiam sejenak “hanya....”
“Katakan saja apa yang kau butuhkan” Tidak ingin berbasa-basi, pangeran istana yang memang mengetahui bahwa Zili menghubunginya dengan niat tertentu, secara terang-terang memerintah gadis itu untuk bicara.
“Bolehkah aku menjual gaun yang kau berikan?”
“Kau bilang apa...?”
Tanya balik pangeran istana yang tampak sangat terkejut mendengar permintaan Zili.
“Aku hanya meminta izin....
“Kau bilang apa tadi..?”
Bentak pangeran istana dari balik ponsel sontak mengejutkan Zili yang langsung gemetaran mendengar kemarahannya.
“Tidak jadi, sunggguh maafkan ak...
Panggilan terputus,
Pangeran istana mungkin sangat marah dengan permintaan Zili hingga memutuskan panggilan mereka.
__ADS_1
Zili mulai menenangkan diri dengan menghempaskan tubuh diatas kasur, melupakan kemarahan pangeran istana dan memikirkan cara untuk mendapatkan uang kembali.