
Mobil melaju dengan kecepatan tinggi, menuju keklinik terdekat di Desa Lu.
Diikuti dengan texchi putra mahkota dan texchi penasihatnya yang mulai bergerak terbang menuju ke wilayah timur laut, desa co berada.
Malam yang gelap dan tampak mendung, menambah suasana hati buruk putra mahkota.
Lampu mobil dinyalakan, putra mahkota mengeluarkan Sapu tangan dari kantungnya lalu membersihkan darah kering serta tanah yang menempel ditubuh Zili yang saat itu berada dipangkuannya, menahan kepala gadis itu dengan tangan lainnya.
“Shisou...
Panggilan Zili sontak memperparah rasa nyeri didalam hati putra mahkota hingga matanya mulai berkaca-kaca.
“Bertahanlah..
Ucap putra mahkota mulai memeluk tubuh lemah dan tak berdaya istrinya. “maafkan aku” ucapnya masih belum melepaskan pelukannya.
**********
Putra mahkota kecil terlihat sedang menarik tiga buah ban Mobil truk yang besar dengan sebuah tali yang mengikat tubuhnya.
“Iiiihhh...
Perlahan-lahan ketiga ban mobil mulai tertarik mengikuti langkahnya. Nafas anak laki-laki tersebut mulai terengah-engah, dia jatuh tersungkur diatas tanah berwarna kuning.
Meong..
Meong..
Seekor kucing tiba-tiba datang mendekatinya,”meong...
Dia mulai mendekati pipi putra mahkota dan menyandarkan tubuhnya berkali-kali disana.
Bulu-bulunya yang halus menggelikan putra mahkota kecil “hahaha ...
Laki-laki itu mulai tertawa bahagia sembari mengelus kepala kucing yang entah dari mana ia datangnya.
Mulai berdiri lagi, putra mahkota menarik kembali tiga Benda berat dibelakangnya diikuti oleh kucing yang sangat setia mengikuti setiap langkahnya.
Setelah selesai berlatih, putra mahkota membawa kucing tersebut pulang kerumah.
Hari demi hari, ia selalu membawa kucing tersebut ikut berlatih bersamanya hingga kucing tersebut mulai beranjak dewasa setelah beberapa bulan lamanya.
“Hahaha hahaha...
Setiap selesai berlatih putra mahkota kecil selalu bermain dengan hewan peliharaannya tersebut.
“Yang mulia..
Seorang pelayan mendatangi putra mahkota yang saat itu sedang terbaring diatas kursi taman depan rumah dan bermain dengan kucingnya.
“Kenapa?...
Putra mahkota mulai duduk, memeluk kucing kesayangannya dan menghadap kearah pelayan tersebut.
“Bisakah anda meminjamkan kucing kesayangan anda kepada pangeran istana?” tanya pelayan laki-laki yang mungkin menjadi utusan pangeran istana.
Putra mahkota memandang mata hewan peliharanya, ragu-ragu ia ingin memberikannya.
“Pangeran istana hanya ingin memberikan makanan kepadanya, dia sangat ingin memegang kucing anda”
Putra mahkota menghela nafas berat, lalu memberikan kucing tersebut kepada pelayannya yang langsung pergi membawa hewan peliharaannya.
Siang telah berlalu, malam telah tiba,
__ADS_1
Kucing peliharaannya tidak kunjung kembali bahkan setelah ia menyelesaikan latihan malamnya.
Merasa sangat khawatir, ia mencoba mengunjungi rumah ratu negara tetapi dilarang oleh raja bayangan. hingga pagi tiba, kucing kesayangan juga tak kunjung kembali menyebabkan laki-laki kecil itu bergegas pergi menuju rumah bibinya.
Langkah kakinya terhenti ketika melihat pangeran istana berdiri sembari memegang kucing kesayangannya yang tak lagi bernyawa.
“Dia sudah mati sebelum aku memberinya makanan”
Ucap pangeran istana dengan gigilan tubuhnya dipintu gerbang masuk rumah putra mahkota.
“Hiks.. hikss...
Aliran air mata putra mahkota begitu deras membasahi pipi, meraih kucingnya yang telah mati lalu memeluknya. “kenapa kau membunuhnya?” ucap putra mahkota masih dengan tangisan terisak-isak mengelus tubuh kaku hewan tersebut.
“Bukan aku yang membunuhnya...
Kilah pangeran istana.
“Benar yang mulia,..
Seorang dokter hewan datang menghampiri putra mahkota “dia telah keracunan sebelum sampai ketangan pangeran istana” jelas laki-laki tersebut bersamaan dengan kedatangan mobil kedua pelindung putra mahkota.
Marah,
Teramat geram,
Bahkan hingga terlihat warna merah menyeluruh dibola mata putra mahkota yang langsung berlari mencari pelayan yang membawa kucingnya pergi siang itu.
Baaaaakkkk..
Akkkhhh...
“XU’i ...
*********
Tubuh putra mahkota tampak gemetaran, Menggenggam tangan Zili begitu eratnya.
Tabung nafas telah dipasang untuk memudahkan gadis itu memasukan udara kedalam tubuhnya.
Sesekali putra mahkota meletakkan tangan Zili didahinya, berharap gadis itu segera bangun dari tidurnya.
“Maafkan aku...
Ucapnya berulang kali,
Merasa kesal pada dirinya sendiri yang lagi-lagi terlambat menyelamatkan wanita miliknya.”maafkan aku...
“Tidurlah Xu’i...
Pinta penasihat putra mahkota karena mengetahui bahwa sudah dua hari laki-laki tersebut belum mengistirahatkan diri. “bukankah kau sendiri mengetahui bahwa keadaannya sudah membaik saat ini?” Lanjut laki-laki tersebut berharap putra mahkota memejamkan mata agar dia tidak jatuh sakit, walaubagaimanapun, saat itu semua orang sangat bergantung pada laki-laki tersebut. “Xu’i...
“Diamlah atau kupatahkan lehermu sekarang juga....
Tolak keras putra mahkota sembari memberi ancaman yang tidak mungkin diabaikan begitu saja.
“Xu’i....
Penasihat putra mahkota menggelengkan kepala, mengisyaratkan kepada pelindung putra mahkota shin ji yang baru saja datang dan memasuki ruangan tempat Zili berada untuk tidak mengganggu temannya.
Laki-laki penerima isyarat dengan cepat memahami maksud temannya, lalu memutar tubuh dan keluar ruangan diikuti oleh penasihat putra mahkota yang mulai meninggalkan putra mahkota.
**********
__ADS_1
Kelopak mata perlahan-lahan terbuka.
Bulu mata lentik mulai bergerak mengikuti kedipan mata.
Atap-atap langit ruangan terlihat megah,
Dengan lampu mewah yang menghiasinya.
Zili mengernyitkan dahi, jantungnya mulai berdetak kencang dan penuh emosi.
“Brengsekkk...
Teriaknya marah, menyingkap selimut lalu menendang putra mahkota yang sedang terbaring lelap disampingnya, tapi yang ditendang tidak bergeser sedikitpun dari posisinya.
Putra mahkota membuka mata, ia melihat kaki Zili sedang mendorong kakinya. “Apa yang kau lakukan louise?” lanjut teriak Zili kini telah bangkit berdiri dan memandang putra mahkota berwajah Shen Shi yun duduk memegang dahi masih menahan rasa kantuk.
Haa...
Putra mahkota menghela nafas berat,
Ia yang saat itu baru saja kembali dari misi mencari jejak musuh sebagai shen shi yun tanpa sengaja jatuh tertidur diatas kasur yang sama dengan kasur yang digunakan Zili.
Dua hari telah berlalu, sejak zili tak sadarkan diri.
Putra mahkota yang merawat gadis itu ditengah-tengah kesibukannya, membawa dia pergi ke mansion pribadi miliknya.
“Berani sekali kau tidur disampingku?”
Tampaknya Zili sangat tertekan mengetahui laki-laki lain berada disatu kasur yang sama dengannya. Rasa bersalah terhadap putra mahkota mulai muncul karena ia pikir, ia tidak bisa menjaga diri sehingga jatuh tidur bersama laki-laki lain dan berselingkuh dibelakang laki-laki yang ia cintai.
Putra mahkota tersenyum lucu, tipis.
kemarahan Zili terlihat begitu menggemaskan dimatanya “maaf, tidak sengaja..
Ucap laki-laki itu begitu santainya.
“Tidak sengaja kau bilang...
Zili berjalan cepat mendekatinya yang masih duduk diatas kasur.
Paaaaakkkkkk..
gadis itu menampar pipi putra mahkota tetapi tamparannya tidak terasa sakit sama sekali. “kalau suamiku tahu, kau kira bagaimana dia akan menganggapku?”
“Dia akan menganggapmu sebagai wanitanya” jawab laki-laki itu dengan santainya.
“Bukan begitu bodoh,...
Bentak Zili teramat kesal “dia pasti hiks.. hiks...
Mulai meneteskan air mata yang membuat putra mahkota merasa sedikit bersalah “ dia pasti akan menganggapku sebagai wanita murahan”
“Omong kosong mana mungkin”
Jawab cepat putra mahkota tidak ingin memperparah pemikiran buruk Zili.
“Pergilah hiks..
Teriak Zili jatuh terduduk menahan tangis “aku mohon pergilah hiks hiks hiks....
Lanjutnya lagi dengan tubuhnya yang gemetaran “shisou maafkan aku hiks.. hiks.. maafkan aku.”
Ucapnya menangis sesunggukan.
__ADS_1