Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Keanehan yang dilihatnya


__ADS_3

Tempat yang sejuk, mungkin karena panasnya cahaya matahari tidak mampu menembus hingga sampai ke dasar lautan di sana.


Anehnya, di tempat tersebut hidup Serangga-serangga kecil yang terlihat berterbangan menghinggapi bunga-bunga di tepian jalan.


Dinding kapal yang tebal terasa sangat dingin walau hanya berada di dekatnya saja, mungkin hal tersebut disebabkan oleh kedinginan air laut di luar dinding.“Jadi begitu, ya..?” Setelah mendengar keadaan Penduduk Klan Zin dari mulut Zili, raut wajah laki-laki tua semakin terlihat menyedihkan.


Memandang lekat ke arah Foto remaja Menteri Keuangan di tangannya, sepertinya laki-laki tersebut sangat ingin kembali kedaratan setelah sekian lamanya terkurung di dalam kapal induk raksasa tersebut.


“Tapi tenang saja,” Ucap Zili membuat laki-laki tua menoleh kepala ke arahnya. “ Aku yakin, jika nanti Putra Mahkota Xu Xu’i telah menduduki takhta, “ Tersenyum getir merindukan kehadiran Putra Mahkota. “Dia akan mencari tahu masalah ini dan menyelesaikannya dengan mudah.” Lanjut gadis itu berusaha untuk menenangkan laki-laki tua di sampingnya tersebut.


“Xu’i, ya..?”


“Hm.” Angguk Zili bersamaan dengan pandangan Laki-laki tua yang mulai beralih ke arah foto di tangannya.


“Huh,” Menghela nafas “Menang ataupun kalah, tetap anak itu yang akan menjadi Raja.” Perkataan laki-laki tua sontak mengejutkan Zili.


Pikirnya,


Pantas saja musuh mengincar Putra Mahkota selama ini.


“Kalau begitu, kenapa kita harus melawan negara...?” Tanya Zili sangat penasaran dengan tujuan musuh sebenarnya.


“Ekspansi.”


“Ekspansi...?” Tanya Zili masih belum memahami, gadis itu dengan cepat menoleh ke arah laki-laki tua yang masih memandang foto remaja Menteri Keuangan.


“Kecerdasan otak Xu’i dalam menciptakan sesuatu sangat di butuhkan untuk menduduki negara dengan Sumber daya Alam yang tinggi.” Jelas laki-laki tua menghela nafas berat, tubuhnya juga terlihat gemetaran.” Dan juga harta Klan yang di sembunyikan serta remote pengendalian bom bawah tanah merupakan tujuan utama Yuan untuk melakukan ekspansi agar Seluruh dunia tunduk di bawah pimpinan Klan Xu.” Lanjut jelas laki-laki tua, raut wajahnya berubah menjadi pucat pasi tiba-tiba, tampak jelas seperti orang yang sedang ketakutan saat itu.


Dia berdiri, menahan tubuh dengan tongkat yang juga ikut gemetaran, “Kakek, ada apa denganmu...?” Tanya Zili langsung membantu laki-laki tua tersebut dengan menopang tubuhnya.


“Jangan sampai menang.” Gumamnya ketakutan dengan keringat dingin yang jatuh bercucuran, “Kejadian masa lalu tidak boleh terulang kembali.” Lanjut laki-laki tua mulai melangkah perlahan-lahan setelah Zili melepaskan kedua tangan yang tadinya membantu laki-laki tua tersebut di kedua bahunya.


Buuuukkkk..


“Kakek...” Teriak Zili penuh kekhawatiran ketika melihat laki-laki tua tiba-tiba terjatuh ke atas tanah. Dia dengan segera membantu laki-laki tua yang terlihat sangat ketakutan, untuk berdiri. “Biar aku antar pulang ke rumah kakek.” Meletakan salah satu tangan laki-laki tua di bahunya, Zili menawarkan bantuan kepada laki-laki tersebut.


“Maaf merepotkanmu.” Ucap laki-laki tua yang telah meraih tongkat miliknya dan mulai melangkah perlahan-lahan dengan bantuan gadis itu.


**********


Diam-diam memasuki sebuah gedung, Kedua pasangan tersebut dengan penuh kewaspadaan mengikuti jejak laki-laki yang selama ini diketahui sebagai musuh besar Negara.

__ADS_1


Berlalu lalang, banyak sekali orang-orang di dalam gedung keluar masuk hingga kadang mereka kehilangan sosok yang di ikuti, namun berhasil menemukannya kembali ketika laki-laki dewasa tersebut sedang berbicara dengan orang lain yang mungkin adalah rekan kerjanya di salah satu tempat yang sedikit sunyi.


Gedung tersebut terlihat seperti sebuah tempat makan yang di isi dengan beberapa restoran dan lumayan ramai di hampir setiap restoran di sana. Bahkan Aroma panggangan Ikan yang begitu menggoda selera mampu tercium hingga membuat kedua pasangan tersebut menjadi lapar.


Menahan keinginan hati untuk menyantap makanan nikmat, mereka mulai bergerak kembali setelah Musuh negara tersebut selesai berbicara dengan rekannya dan berjalan menuju ke arah pintu lift bersama dengan beberapa orang yang tiba-tiba mengawal kepergiannya.


Tingggg...


Pintu Lift terbuka, setelah musuh negara beserta pengawal-pengawalnya masuk ke dalam, Pintu lift tersebut segera tertutup kembali.


“ – 5.” Ucap Penasihat Putra Mahkota mulai memikirkan maksud dari angka yang tertera di atas pintu lift di sana. “Lantai bawah tanah...?” Tanya laki-laki tersebut pada dirinya sendiri, mengabaikan Putri Keagungan yang memang selalu di abaikan kehadirannya.


Tidak banyak waktu untuk memikirkan perasaannya sendiri. “Bagaimana kalau kita naik Lift yang berbeda...?” Gadis itu memberi saran.


“Kau yakin kita bisa menemukannya...?” Tanya laki-laki yang masih menggenggam tangannya sedikit kurang meyakini saran yang diajukan tunangannya tersebut.


“Kalau kita menggunakan Lift yang sama, kemungkinan besar kita akan ketahuan.” Jelas gadis tersebut mengutarakan pemikirannya.


Menarik tangan gadis itu tiba-tiba, “Baiklah terserah saja.” Pelindung Putra Mahkota Shin Ji mulai berjalan mencari Lift lainnya di gedung tersebut. Sedikit berjauhan, laki-laki tersebut kini telah memasuki sebuah Lift bersama dengan Putri Keaguangan. “-5, -5..”menekan tombol lift, dengan segera Lift yang mereka tumpangi membawa mereka berdua menurun.


Tidak lama,


Sebuah Koridor panjang terlihat diterangi lampu berwarna kuning.


Di dalam koridor, terlihat ada banyak pintu-pintu masuk ruangan tertentu namun tidak berjendela. Di ujung koridor tampak sebuah persimpangan tiga.


Mendekati pintu.”Terkunci.” Ucap Putri Keagungan yang telah menarik gagang pintu untuk mengetahui isi di dalam ruangan dibalik pintu-pintu tersebut.


“Tidak banyak waktu mengurusi itu.” Pelindung Putra Mahkota Shin Ji mulai bergerak cepat menuju ke arah persimpangan tiga, begitupula dengan Putri Keagungan yang langsung mengikuti tunangannya tersebut.


Tidak menemukan musuh negara di sana. Pelindung Putra Mahkota Shin Ji berbelok ke arah Kiri sembarangan.


Wuuuzzzz...


Terus mengikuti langkah lari Pelindung Putra Mahkota, langkah kaki Putri Keagungan tiba-tiba terhenti ketika ia merasakan keberadaan seseorang disana.


Kraakkk kraakk..


Berbalik, “Zili.” Panggil Putri Keagungan ketika tanpa sengaja melihat seseorang yang tiba-tiba menghilang masuk ke koridor lainnya.


“Kenapa kau lambat sekali...?” Tanya Pelindung Putra mahkota shin ji yang telah datang kembali menghampiri Putri Keagungan.

__ADS_1


“Aku melihat Zili.” Ucap gadis itu memberitahukan apa yang telah ia lihat kemudian bergerak cepat mengejar sosok yang ia lihat tadinya.


“Zili.”Gumam Pelindung Putra Mahkota pelan, “ Bukankah dia berada di bagian timur...?” Tanya laki-laki tersebut kepada dirinya sendiri kembali.


Ia yang masih berdiri dan berpikir, saat itu terpaksa harus kembali ke tempat sebelumnya mengikuti langkah lari tunangannya.


Berdiri di ujung koridor. “ Dimana dia...?” Tanya Putri Keagungan tidak menemukan keberadaan gadis yang sempat ia lihat wajahnya.


“Mungkinkah kau sedang bermimpi...?” Telah datang mendekat, Pelindung Putra Mahkota terlihat amat kesal dengan ucapan tunangannya yang dianggap bohong. “ Kau benar-benar menyusahkan saja.” Hina laki-laki tersebut terlihat jelas rasa kesal dari raut wajahnya.


“Ruangan Canggih terbuka.” Terkejut,


Kedua pasangan tersebut mendengar suara seseorang sedang berjalan ke arah mereka.


Serba salah, mereka berdua mulai berlari masuk kembali ke dalam koridor sebelumnya.


“Semua Pintu ruangan dari kapal ini bisa terbuka sekarang,” Lanjut suara lain yang terdengar berbeda.


Mendengarkan perkataan tersebut, kedua pasangan di sana bergegas menarik gagang salah satu pintu terdekat.


Benar saja,


Pintu yang tadinya terkunci saat itu tiba-tiba dapat terbuka.


Masuk kedalam dengan segera.


“Haa....” Betapa terkejutnya kedua orang tersebut ketika melihat tumpukan tulang-belulang berada di ruangan tersebut. Tulang-tulang tengkorak manusia dan juga hewan-hewan bercampur menjadi satu, seperti memang sengaja dikumpulkan.


“ Diamlah!” Perintah pelan Pelindung Putra Mahkota Shin Ji agar mereka tidak ketahuan saat itu.


Berdiri di balik pintu yang sedikit terbuka, sesekali kedua orang yang berdiri di atas tumpukan tulang-belulang, mengintip sedikit ke luar pintu untuk melihat orang-orang yang melewati lorong tersebut.


Wuuzzzzz..


Merasa ada keanehan kembali, Putri Keagungan yang membungkuk dibawah Pelindung Putra Mahkota Shin Ji mulai menoleh kepala ke arah sumber keanehan yang dia rasa.


Krkrrk krkrrk..


“ Zi..Zili.”Ucap gadis itu mengejutkan Pelindung Putra Mahkota Shin Ji yang langsung menoleh ke arah yang sama dengan arah tunangannya.


“Zili...?”

__ADS_1


__ADS_2