
Suara bell terdengar, kali ini pertanda sekolah telah selesai. Dari jendela, terlihat murid-murid sekolah peternakan berjalan keluar sekolah. Sesekali terlihat ada yang berlari, berteriak, menangis, tertawa dan membaca buku.
Senyuman getir menoleh keluar jendela sejenak, lalu menghadapkan wajah kembali kearah lord breeder yang masih tersenyum memandanginya dengan salah satu siku tangan yang bersandar diatas meja, dan telapak tangan yang menopang wajah menghadap kearah gadis disampingnya.
“Apa yang kau lakukan disini, my lady?”
Dia tersenyum, bahkan senyumannya terlihat sangat manis mengarah ke Zili.
Zili membalas senyumannya tipis, matanya masih terlihat sangat menyedihkan karena kesulitan memahami bahasa Klan Ann. “aku...” dia menggigit bibir bawah, ragu-ragu ingin bicara, takutnya, ia akan dihina, atau paling tidak diremehkan.
“Katakan saja” ucap lord breeder menguatkan hati Zili agar berbicara terbuka kepadanya “tenang saja lady, aku adalah orang yang baik hati” lanjutnya “itupun kalau kau percaya, hehe” tawanya mengajak Zili untuk bercanda.
Zili tertegun, ia mencoba membuka suara.
“Hmmmm...”lord breeder melirik kearah buku yang sedamg dibuka Zili “ini” dia mengambil buku tersebut “bukankah So’a telah mengajarkan mu bahasa klan kami?” tanya nya memandang Zili heran.
“Itu...
“Ahhhh, pasti dia tidak melakukannya?” Laki-laki itu menggelengkan kepala sesekali. “baiklah, biar aku saja yang mengajarimu”
“Su.. su.. sungguh?” tanya zili mulai memiliki harapan.
“Tentu saja, percaya lah padaku” jawab lord breeder menyenangkan hati zili yang hampir saja menangis karena haru. “So’A memang seperti itu, tetapi dia sebenarnya sangatlah baik” laki-laki itu terlihat menghela nafas berat “hanya mungkin, dia lebih menyayangi adiknya yang menginginkan Putra mahkota karenanya, dia tidak menyukaimu yang telah menikah dengan laki-laki itu” jelasnya membuat Zili tersenyum getir.
“Aku juga menginginkannya” zili mulai berani membuka suara “putra mahkota” lanjutannya.
“Aaahhhh kenapa semua wanita hebat dan cantik menginginkannya, kenapa tidak ada yang menginginkanku?”keluh lord breeder kali ini melipat kedua tangan diatas meja kemudian menyandarkan kepala diatasnya sembari menoleh kearah Zili.
“Dia, orang yang sangat bertanggung jawab”
“Great”
“Haaa....
“Benar, karenanya dia pantas dicintai” lord breeder mulai menegakkan tubuhnya kembali. “Aku telah melihatnya...
“Haaa....
Zili mengernyitkan kepala kebingungan mengartikan maksud dari perkataan laki-laki yang berada dihadapannya.
“Aku menyaksikan sendiri bagaimana dia berusaha keras, bagaimana dia sakit, demam, muntah bahkan hingga keluar darah,” lanjut laki-laki tersebut dengan mata berkaca-kaca “dia bahkan pernah berdiam diri dirumah sakit dengan keadaan penuh luka, dia juga tidak pernah menangis, tidak pernah mengeluh, semua itu dilakukan demi wanita yang dia cinta” ucapnya menggetarkan hati Zili yang tiba-tiba terasa nyeri.
“Ratu yuanna ya?” gadis itu mulai tertunduk sedih.
“Hmm”
Angguk lord breeder sekali. “ahhh, wanita yang bisa diandalkan cenderung menginginkan laki-laki yang bisa diandalkan” Lord breeder mulai mengalihkan pembicaraan ketika melihat wajah Zili yang begitu menyedihkan, ia tampak merasa bersalah “jika tidak berhasil mendapatkan putra mahkota, mereka akan mencoba mendapatkan pangeran istana”
Mendengar laki-laki yang duduk disampingnya menyebut gelar pangeran istana, hati zili sontak berubah menjadi malas, tampaknya gadis itu memang sangat tidak ingin mendengar tentang laki-laki tersebut “walau bagaimanapun, pangeran istana adalah orang yang bisa diandalkan selain putra mahkota hanya saja...
“Sudahlah, anda bilang ingin mengajarkan saya”
Zili mulai menolak untuk mendengar.
__ADS_1
“Tunggu sebentar saja, biar aku selesaikan perkataanku”
“Memang pangeran istana membayar anda untuk memuji-muji namanya ya?” tebak Zili membuat Lord breeder tersenyum lucu.
“Bukan begitu” jawab Lord breeder masih dengan senyuman lucu menatap Zili yang juga masih tertunduk “hanya saja, pangeran istana selalu bergantung kepada putra mahkota, oleh karena itu, putra mahkota menanggung beban yang amat berat, jadi....
Dia mulai menatap sayu kearah zili “jadi bukan kau saja yang saat ini menderita” lanjutnya lagi sontak mengejutkan Zili “putra mahkota juga sedang menderita karena jabatan yang dipegangnya” tambahnya lagi membuat mata Zili mulai berkaca-kaca. Hampir saja air matanya menetes kepipi jika saja ia tidak menghapus dengan punggung telapak tangan.
********
Hembusan udara dingin dari AC yang terpasang di setiap sisi dinding ruangan mulai membuat tubuh Gadis itu menggigil kedinginan.
Benar, hari mulai gelap, bahkan cahaya matahari tak lagi menyinari. Dia masih berada diruang perpustakaan yang lampunya belum menyala.
Memandang Lord breeder yang tersenyum sedih menatap wajahnya.
“Anda, mengapa begitu banyak mengetahui tentang putra mahkota?” tanya Zili tidak menyangka bahwa orang yang dia kira bukan berasal dari keluarga kerajaan sangat memahami keadaan laki-laki yang dia cinta.
“Hahahaha” lord breeder mulai tertawa sembari menggaruk-garuk pipi yang tidak gatal “tentu saja, karena aku adalah adik penasihat putra mahkota” jawabnya memberikan keterkejutan bagi Zili lagi dan lagi.
“Jadi kau, ...
“Ya... begitulah”
“Astaga tuan,..
“Jangan panggil aku tuan, meskipun aku memang salah satu anggota keluarga kerajaan, tetapi aku masih SMA, panggil saja aku soni” pintanya lalu mengambil pena yang berada dikantung seragam sekolahnya.”aku akan mengajarkanmu, mendekatlah” perintahnya yang langsung dilakukan oleh Zili.
Gadis itu mendekat, ia melihat lord breeder tengah menandai kata dilembaran buku “abis, abai, berai, ..............
Zili menganggukan kepala, ia memperhatikan dengan seksama semua yang dijelaskan lord breeder. Menghafal dengan teliti tanpa lelah. Lord breeder memandanginya dengan bersandar diatas meja.
“Aku akan menggambarnya” ucap Zili tiba-tiba mengejutkan lord breeder.
Ia mengernyitkan dahi, lalu memandang kearah Zili yang telah berhasil menggambar sama percis dengan gambar yang dibuat Laki-laki tersebut.
“Kau... Nu..
Baaaaammmmmm..
Pintu ruangan terbuka, terdengar batingan keras menatap dinding dari benda tersebut.
“Shi...nji” ucap Zili sontak berdiri memandang pelindung putra mahkota shin ji yang telah berada didepan pintu.
“Kau terlalu banyak bicara” ucap pelindung putra mahkota Shin ji menatap kearah lord breeder.
“Aaahhh pantas saja,” lord breeder tersenyum kecut, ia mulai mengalihkan pandangannya kearah Zili lalu beralih kembali kearah pelindung putra mahkota shin ji “ tunggu sebentar saja” dia berjalan cepat kearah salah satu rak buku, lalu berjongkok dan membuka laci yang berada dirak bagian paling bawah. Mengeluarkan buku tebal dari sana lalu datang menghampiri Zili “kamus”
“Untukku?” tanya zili keheranan.
“Hm” angguk lord breeder “aku yakin kau akan cepat menguasainya” lanjutnya lagi lalu pergi setelah zili menerima kamus tebal dari tangannya.
Zili memandang punggung lord breeder menjauh, dia menyalakan lampu sejenak lalu berbalik “aku akan menemuimu lagi” ucap laki-laki itu tersenyum lembut setelah itu berjalan mengikuti pelindung putra mahkota shin ji yang telah pergi.
__ADS_1
********
Malam penuh bintang, bulan sabit terlihat diantara mereka. AC telah dimatikan, lampu juga ikut dimatikan.
Zili menutup pintu dan menguncinya, ia memeluk kamus tebal disalah satu tangannya.
Suara kokokan ayam terdengar malam itu, suaranya tampak jauh, suara embikan kambing ikut menyertai ditambah dengan suara jangkrik yang ikut memeriahkan suasana malam disekolah peternakan.
Zili mulai berbalik.
Haaa....
Lagi, nafasnya bahkan sampai terengah-engah ketika melihat pangeran istana telah berada didepannya.
Laki-laki itu menatap Zili tajam, ia mengantungi kedua tangan. “kau lama sekali?” Dia terlihat geram memandang Zili yang sedang menggertakan gigi geram juga.
Dalam hati gadis itu berkata “apa yang dia lakukan disini?” lalu mulai melangkah kaki menghindari pangeran istana.
“Hoiiiii.....
Pangeran istana meraih sikunya, gadis itu sudah tahu, ia bahkan telah mempersiapkan diri untuk mendengar amarahnya.
“Belajar” jawab Zili membuang wajah kearah samping kiri.
“Itu...
Sontak pangeran istana membelalak mata ketika melihat kamus bahasa ann dipelukan tangan Zili “waaahh pesonamu sungguh luar biasa...
Zili mengernyitkan dahi kebingungan, tampaknya ia harus bertahan dengan hinaan pangeran istana lagi “kau bahkan mampu menggoda laki-laki dari klan Ann sehingga dia mau memberikan kamus yang begitu berharga bagi klannya” lanjutnya lagi menghina.
Ahhh
Zili telah terbiasa.
Memang begitulah sikap pangeran istana kepadanya.
“Aku...
Zili menghela nafas “mau pulang” lanjutnya lagi mencoba melepaskan tangan pangeran istana.
“Eeeehhh jadi wanita penggoda ini ingin pulang” lagi, mulut pangeran istana memang sangat tajam. Bahkan Zili yang telah mencoba melupakan hinaannya terpaksa menahan geram karena mendengar hinaannya lagi.
“Aku mohon shin’A,” ucap Zili perlahan “aku lelah karena seharian belajar” lanjutnya lagi memelas bahkan suara hembusan nafasnya terdengar.
“Katakan dulu, siapa laki-laki yang memberimu kamus itu?” masih penasaran, pangeran istana sampai harus menanyakannya secara langsung.
Zili memberanikan diri menatap mata pangeran istana “lord breeder” jawab gadis itu mulai menghempaskan tangan pangeran istana namun sia-sia.
“Setelah Xui, shin ji, shin jo, kakek sanni, sekarang kau mau menggoda Soni lagi ya, “ ucapnya tampak sangat kesal “waaahh kau sungguh murahan”
“Aku mohon shin’A, aku sangat lelah” zili mulai tertekan, dia merasa semua jawaban akan salah dipandangan mata pangeran istana. “aku...
Dia mulai menunduk sejenak lalu menatap Pangeran istana dengan mata memelasnya “aku sungguh sangat lelah” ucapnya lagi menggetarkan hati pangeran istana yang langsung memeluknya lembut.
__ADS_1
“Baiklah, ayo kita pulang” zili geram, lagi ntah mengapa pangeran istana selalu saja berbuat sesuka hati dengan memeluknya.
Ingin sekali ia melepas, namun tenaganya sungguh tidak cukup untuk menghadapi pangeran istana yang memang sangat kuat menurutnya.