
Diantara hiruk pikuk keramaian orang-orang didalam lantai Dua sebuah gedung penjualan makanan dan minuman ringan, terlihat lembaran kertas tengah dibagikan oleh beberapa Polisi yang juga berada didalam sana.
Saling memberikan Kertas hingga sampai ketangan Zili yang saat itu sedang berjongkok, menyembunyikan diri dibawah jendela dari Hujan peluru Yang kini mulai berhenti.
Masih menutup kepala dengan topi hoodie milik putra mahkota, “Aku..” gumam gadis itu ketika melihat wajahnya berada didalam lembaran kertas yang ia pegang.
Takut, gemetaran,
Pikirnya,
Kenapa bisa wajahnya berada didalam poster pencarian, yang lebih parahnya, disana tertuliskan bahwa dia merupakan seorang kriminal Veteran yang telah membunuh Putri Mahkota negara NC.
Dia dituduh membunuh dirinya sendiri.
Begitu mengejutkan hingga keringat terus jatuh berceceran membasahi tubuh.
Bergerak perlahan-lahan,
Memastikan bahwa hujan peluru telah berhenti, ia harus berlari menuju jembatan yang tak jauh dari posisinya berada.
Berharap dapat bersembunyi dibawahnya, menimbang Semua orang akan mengenali dan menangkapnya karena poster yang beredar ditengah-tengah keramaian sana.
Haus..
Beruntungnya mesin Penjualan minuman berada dekat dengannya.
Menundukan kepala, lalu meraih beberapa Neci koin, mata uang terendah Negara NC kemudian memasukan benda-benda tersebut didalam mesin.
Mulai mengambil minuman dilaci mesin lalu meneguknya perlahan-lahan. Setelah itu, Zili mulai melangkah perlahan-lahan menuju tangga Yang saat itu ramai diduduki para warga negara NC.
“Astaga, bukankah wanita ini yang bertengkar dengan putri istana dipinggir jalan..?” suara seorang Wanita terdengar hingga ketelinga saat Zili mulai menuruni anak tangga.
“Benarkah...?” Tanya seorang lainnya masih memandang wajah Zili didalam poster.
Terus melangkah melewati mereka “ Tidak disangka bahwa dia ternyata pembunuh putri mahkota pantas saja putra mahkota pergi dan menenangkan diri lalu kembali dengan keadaan marah..” berhenti sejenak, mencoba mencuri pendengaran mereka .
“Kau yakin, texchi malaikat maut memang milik putra mahkota..?” tanya wanita lainnya, masih memegang poster foto Zili disana.
“Sangat yakin”
Shisou..
Gumam Zili dalam hati terkejut.
Mungkinkah dia tahu aku selingkuh dan marah hingga menuduhku sebagai pembunuh diriku sendiri...?
Lanjut gadis itu lagi merasa sedih dengan prasangkanya sendiri.
Terus berjalan, hingga sampai kepintu keluar. Terlihat beberapa polisi sedang menjaga pintu, tidak mengizinkan siapapun melangkah keluar dari sana.
Sungguh tidak bisa dibiarkan, gadis itu tidak mungkin berlama-lama digedung tersebut, bisa jadi semua orang mengenalinya dan akan menangkapnya.
Pandaangan mata membelalak,
Dia mengenal laki-laki yang tiba-tiba datang memasuki gedung, lalu meminum obat pengubah suara.
Layar televisi menyala.
DICARI.
Foto Zili terpajang disana,
“Ketemu..” ucap laki – laki yang suaranya sangat dikenal tetapi wajahnya berbeda, ia terlihat tersenyum sumringah memandang zili ketika seorang warga membuka topi hoodie milik gadis itu karena mengenali wajahnya.
“Ini dia pembunuhnya..”
Berlari kencang, menuju kaca jendela yang pecah karena hujan peluru, melompat lalu keluar dari gedung.
__ADS_1
Berlari terus berlari.
Polisi terlihat berlari juga, mengejar gadis itu.
Suara paman Joila, tapi wajahnya...
Gumam zili dalam hati mengingat kembali wajah laki-laki yang pernah ia lihat berbicara dengan raja dan ratu negara ketika berada didesa terisolasi wilayah utara, saat ia bersama putra mahkota mencari Bahan-bahan penyembuh Ternak desa ann yang sakit.
“Berhenti...” suara keras terdengar menyerukan Zili untuk berhenti berlari.
Dooorrrr.
Hampir saja sebuah peluru pistol mengenai betis gadis itu jika saja ia tidak segera naik keatas atap bangunan menggunakan Jam tangan, menghindari kejaran para polisi yang mulai menyergapnya kesegala penjuru arah.
Melompati Atap,
Jelas saja terlihat didalam bola matanya putra mahkota terlihat sedang berdiri diatas kepala texchi besar miliknya berlawanan dengan para pejabat negara.
apa yang sebenarnya terjadi..?
Tanyanya dalam hati pada dirinya sendiri.
Mengabaikan begitu saja rasa penasarannya, gadis itu mulai berlari melompati atap-atap gedung menggunakan jam tangan.
Tersenyum kecut,
Dua orang pejabat tinggi menghentikan langkahnya.
“Aaahhh..” suara seseorang terdengar tak asing lagi “Jadi kau adalah pembunuh putri mahkota..” ungkap gadis yang tak lain adalah putri kecepatan, Sun Li yunna, berdiri bersama dengan Sepupu Zili, Zin Zihen, yang sangat lama tidak pernah ia jumpai dan hanya melihat laki-laki tersebut didalam televisi saja.
Tersenyum getir,
Itulah wajah saudara yang membencinya.
Pikir gadis itu merindukan saudara yang tidak pernah sedikitpun merindukannya padahal ketika kecil, kakek mereka pernah membawa Zihen datang mengunjungi rumahnya.
Kecerdasan laki-laki tersebut meskipun diusia muda tidak diragukan lagi.
Tersenyum getir “aku bukan pembunuh, kenapa harus menyerah..?” balas Zili, mulai berbalik melangkah kaki lari, tapi sayang langkahnya terhenti ketika melihat Dewa kemenangan, Sun shin Sa’i menghalanginya.
“Harusnya aku menangkapmu hari itu..?”ucap laki-laki tersebut terlihat marah,
AHh benar, mana mungkin dia dapat mengalahkan laki-laki dihadapannya “siapa yang memerintahkan padamu untuk menangk...
“Paman joila, aku menemukannya..”
Lapor Dewa kemenangan kepada laki-laki dari balik headset yang ia kenakan.
“percayalah Sa’i, itu bukan Paman joila..” teriak Zili berusaha meyakinkannya.
Tersenyum kecut “menurutmu seorang pembunuh layak untuk dipercaya...?” pertanyaan Dewa kemenangan sontak mengejutkan Zili saat itu “tangkap..” perintahnya kepada dua orang pejabat yang berada diatap gedung sana.
**********
Grim reaper,
Texchi Bersayap, yang sayapnya sendiri terbuat dari puluhan Ribu peluru yang bercampur dengan texchi pisau dibagian ujungnya memang sangat mengerikan dipandangan mata.
Dinegara NC, Hanya putra mahkotalah yang mampu menciptakan texchi tersebut dengan bantuan para pejabat hebat klan Co dimasa lalu.
Tidak disangka, texchi pengena Jubah besar berwarna hitam hingga ketelapak kaki dan topi yang menutup kepala tersebut merupakan senjata berbahaya yang digunakan untuk memusnakan negara pembuatannya sendiri.
Cucucuccucuppp
Pisau-pisau milik putra mahkota mulai berterbangan menyerang para pejabat tinggi negara yang mengelilinginya.
Sudah dipastikan bahwa itu terjadi, mereka mulai menutupi tubuh menggunakan texchi payung yang terbuat dari seng untuk menyelamatkan diri dari hantaman texchi peluru dan texchi pisau dari sayap texchi terbesar milik putra mahkota.
__ADS_1
“hahahahah..”tapi sayang, Putra mahkota bukanlah orang bodoh yang bisa begitu saja dengan mudah tertangkap oleh mereka.
Baaaaaaakkkkk...
Duuuuaaaammmm...
Ekor texchi raja ular kobra milik Putra mahkota melibas, mengenai tubuh-tubuh mereka yang tak dapat melihat kehadiran ekor tersebut karena tertutup payung.
Hingga beberapa texchi jatuh kebawah dan meledak, beruntungnya sang pengendara texchi menggunakan parasut dan melompat saat texchi tak bisa dikendalikan, meskipun demikian, satu persatu pejabat tinggi yang mengelilingi putra mahkota mulai berjatuhan.
Drururururududududkkk..
Sungguh, dari arah manapun, tembakan pistol tidak mampu mengenai putra mahkota, disamping texchi-texchi pisaunya yang bisa berubah menjadi perisai,
Lilitan tubuh Texchi ular juga mampu melindunginya dari serangan.
Tidak diragukan lagi, dia memang tak terkalahkan.
Celah lilitan terbuka, putra mahkota mampu melihat pemandangan luar dari texchi ular yang melindungnya.
Layar jam tangan mulai berubah menjadi gambar Texchi Grim reaper miliknya, “serang..” senyuman Senang terlihat mengembang jelas dibibir laki-laki tersebut.
Texchinya terbang, bergerak cepat, bersamaan dengan lilitan ular yang melindungi tubuhnya.
Mengayunkan tongkat yang terbuat dari besi dan ujungnya tampak seperti sebuah celurit kearah para para pejabat tinggi yang memegang senjata api diatas udara.
TAnggg.....
Hell drider Milik Pengusaha berbakat menghalangi Tongkat texchi putra mahkota untuk menyerang Pejabat tinggi negara.
CUcucucucucucppp
Ratusan pisau dari sayapnya mulai meluncur cepat kearah pejabat tinggi yang dilindungi “Kubilang padamu...” teriakan pengusaha berbakat terdengar marah “berhentilah Xu’i..” tanggg... tannnggg...tongkat besi saling beradu.
Duuuuaammm
“Hahahahahahaha...” tawa putra mahkota senang mendengar suara ledakan dari texchi-texchi yang berhasil ia jatuhkan.
Membuka lilitan ular, memandang udara yang telah kosong daan hanya menyisahkan texchi milik pengusaha berbakat “Matilah..” ucap putra mahkota mulai leluasa memandang kesekitarnya, memerintahkan texchi kuatnya untuk menyerang texchi milik pengusaha berbakat.
Tang tang tang....
“kau benar-benar gila karena cinta Xu’i..” sindir laki-laki dihadapan putra mahkota sembari menghindari Pisau-pisau milik Lawannya yang terus menerus berdatangan menyerang diatas kepala texchinya yang saat itu sedang kesulitan menahan serangan texchi milik putra mahkota.
TAnnngg tanng taaaangggg...
“Salahkan rajamu sendiri yang selalu memaksakan kehendaknya padahal aku telah lelah mematuhinya..” jawab putra mahkota dengan santai memasukan tangan dikantong celana.
Baaaaakkkk..
Tendangan mengenai putra mahkota, tanpa disadari laki-laki tersebut, membuat dia jatuh dan tersenyum kecut lalu menapakan kaki diatas tubuh texchi ular miliknya.
BAakkk
Buuukkk baaaakkk..
Sama – sama terpental, seorang menerima tendangan, seorang lagi menerima pukulan.
“Berhentilah Xu’i..” ucap raja bayangan yang telah berdiri diatas texchi ular milik putra mahkota.
Memang kuat,
Kedatangan laki-laki dewasa itu bahkan tak mampu disadari putra mahkota.
Saling memandang,
Seorang merasa sedih, seorang lagi merasa benci.
__ADS_1