
Langkah demi langkah terus bergerak maju Dikoridor sekolah yang dipenuhi dengan murid-murid sekolah peternak.
Tampaknya saat itu waktu istirahat sekolah sedang berlaangsung sehingga sangat ramai murid-murid berjalan dikoridor dan menepi ketika melihat pangeran istana yang mereka kagumi sedang berjalan didepan Zili.
“Hei, dia mendapatkannya?” Bisik suara seorang murid terdengar Zili.
“Astaga, piagam itu ia dapatkan” seru seorang lainnya.
“Sampai sekarang aku saja belum mendapatkannya” lanjut seorang murid lainnya lagi.
“Dia pasti melakukan segala cara untuk mendapatkan piagam tersebut” tampaknya murid-murid sekolah peternakan merasa sangat iri kepada Zili yang sedang memegang piagam penghargaan khusus klan.
Piagam tersebut bukan hanya sekedar penghargaan biasa. dengan piagam tersebut, sang pemilik akan dengan mudah memasuki laboratorium manapun atau desa manapun yang ingin ia kunjungi. Yang lebih menguntungkannya, dengan piagam tersebut juga, sang pemilik bisa mengikuti Pertandingan Formalitas antarklan untuk mendapatkan gelar kehormatan dari Klan didalam piagam yang biasanya diadakan 1 tahun sekali meskipun ia bukan berasal dari Klan tersebut.
Terus berjalan mengingat kejadian yang baru saja berlangsung, dimana pangeran istana dengan mudahnya menekan ketua Klan ann hingga laki-laki tua tersebut meminta maaf secara langsung kepada zili, membuat Zili menyadari bahwa dia adalah gadis lemah yang selalu saja menerima pertolongan orang lain tanpa pernah memberi bantuan sedikitpun bagi negara ataupun orang-orang didekatnya.
Miris,
Merasa sangat tidak berguna hingga membuatnya mulai tertekan menjadi seorang putri mahkota dengan jabatan tinggi tetapi tidak berarti sama sekali.
Langkah kaki pangeran istana terhenti, begitu pula dengan ilmuwan kebanggaan negara Co rein. saat itu, mereka tengah berhadapan dengan dokter hewan dan lord breeder dihalaman sekolah.
Memberikan salam perpisahan kepada Zili yang akan meninggalkan sekolah peternakan menuju sekolah teknologi.
“Sensei...
Panggil Zili dengan pandangan mata berkaca-kaca, mungkin gadis itu telah merasa dekat dengan dokter hewan setelah lebih dari seminggu bersama dengannya “lord breeder” sapanya kepada Lord breeder yang berdiri disamping dokter hewan.
Pangeran istana menatap tajam orang yang menghalangi langkah nya “Shin’A...
Panggil Zili berjalan mendekati pangeran istana disisi sampingnya “maukah kau memberikan sedikit waktu untukku?” pinta Zili memohon, hal tersebut sontak membuat pangeran istana yang bertugas mengantar zili kedesa Co atas permintaan ratu negara dengan terpaksa berlalu pergi lebih dahulu.
“Yoo so’a, soni..
__ADS_1
Sapa ilmuwan berbakat kebangaan negara ketika mendekati mereka.
“Sekolah teknologi dipenuhi dengan orang-orang Licik yang menusuk hati” tidak membalas sapaan, Dokter hewan yang umurnya mungkin setara dengan Ilmuwan berbakat kebangaan negara dengan terang-terangan menjabarkan sifat para murid-murid teknologi sepengetahuannya “jadi, jaga dia baik-baik” lanjut laki-laki tersebut “sebagai seorang guru, aku tidak ingin muridku terkena masalah dengan kelicikan para anggota klan kalian” tambahnya sedikit memberi ancaman.
“Aku juga tidak menyukai sekolah teknologi, “ lanjut lord breeder “hati-hati saja jika aku dengar terjadi sesuatu kepada putri mahkota kami, pasti..
Seperti dokter hewan, lord breeder tampak sangat tidak menyukai orang-orang disekolah tersebut “akan kubuat sekolah kalian tertutup secara paksa” ancam laki-laki tersebut memandang tajam Ilmuwan negara yang sedang tersenyum manis mendengar ancaman mereka.
“Baru saja aku melihat ketua klan ann mencoba memukul putri mahkota kita” ilmuwan negara mulai membalas ancaman dengan kejutan. “kenapa kalian tidak menutup paksa saja sekolah kalian ini yang bahkan ketua klannya sendiri saja memperlakukan putri mahkota kita begitu kejamnya apalagi anggota klannya yang mungkin saja telah memberikan Virus berbahaya yang mematikan secara perlahan-lahan?”
“Kau....
Dokter hewan tampak sangat kesal “hentikanlah mulut busukmu itu berbicara” lanjut laki-laki tersebut dengan geramnya.
Tegang, Zili bahkan masih terdiam memandang serta mendengar ancaman mereka tanpa mampu melerai, sementara dari jauh, pangeran istana tampak telah masuk kedalam mobilnya “daripada mengkhawatirkan anggota klan kami, ingat saja dulu kekacauan yang kalian buat hingga membuat putri mahkota kita masuk kedalam desa terisolasi” lanjut ilmuwan negara dengan senyuman nakal lalu mulai melangkah pergi meninggalkan dua orang laki-laki yang tampak menahan amarah kepada laki-laki tersebut.
“Sensei...
Zili mulai mendekati “sensei, terima kasih” ucap gadis itu telah tampak matanya mulai berkaca-kaca “terima kasih dan tenang saja sensei...
Dia tersenyum lembut yang sontak mulai menenangkan hati Dokter hewan yang melihatnya “aku akan baik-baik saja dan tidak akan ada yang berani menyentuhku atau aku ...
Gadis itu sedang berusaha keras menatap mata gurunya yang tampak enggan berpisah dengannya “akan memasukan cairan virus kedalam mulut mereka dan menyiram debu bakteri ketubuh mereka yang mencoba menjahiliku” lanjutnya lagi menyenangkan hati dokter hewan dan lord breeder yang sedang berdiri menatapnya.
“Ini....
Dokter hewan memberi sebuah kartu kepada Zili.
“Ini?”
Tanya Zili kebingungan menerima kartu tersebut.
“Kartu keanggotaan Rumah penelitian desa ann” lanjut dokter hewan sontak menyenangkan hati zili hingga gadis itu menitihkan air mata karena untuk pertama kalinya ia diterima sebagai salah satu anggota disuatu kelompok tertentu.
__ADS_1
“Hiks...
“Kenapa kau malah menangis?” Tanya dokter hewan yang tampak terharu lalu mengelus kepala Zili.
Masih sesunggukan menangis, berkali-kali ia menghapus air matanya “terima kasih sensei..
Ucap Zili sekuat tenaga menghentikan tangisan harunya “terima kasih” ucapnya begitu bahagia menerima dua hal berharga disatu hari yang sama. Sebuah piagam penghargaan dan juga Kartu keanggotaan yang sudah sangat lama ia inginkan.
Lord breeder berjalan mendekat tepat disamping gadis itu “sudah sudah, kami yang ditinggalkan kenapa malah kau yang terlihat menyedihkan?” Ucap laki-laki tersebut mencoba menenangkan.
“Lord breeder...
Zili mulai menegakan kepala setelah dokter hewan menghentikan gerakan tangan dikepala gadis itu dan menarik tangan tersebut kembali keposisi semula “terima kasih,” ucap gadis itu kini telah berhenti menangis “kalau bukan karena kamus dan pengajaranmu waktu itu pasti...
Lanjut gadis itu lagi “saat ini aku masih belum melangkah lebih maju” tambahnya lagi “sungguh terima kasih tuan”
“Sudah kubilang jangan panggil aku tuan” tolak lord breeder “bagaimana kalau kakak?”
“Kakak?”
Tanya Zili begitu terkejutnya.
“Hmm..
Angguk lord breeder “bukankah saat ini kau masih kelas 1 SMA sementara aku kelas 2 SMA, itu artinya...
“Kakak...
Panggil Zili sebelum lord breeder selesai bicara “kakak, terima kasih sudah mau menjadi kakakku” ucap Zili penuh rasa haru karena memang ia tidak pernah sekalipun mendapatkan pengakuan saudara sebelumnya.
“Yes Zili, i’m your bro right now”
Ucap lord breeder sungguh semakin menambah kebahagian bertubi-tubi dihari yang sama.
__ADS_1
“Berhati-hatilah”
Pesan dokter hewan membuka suara lagi “aku sarankan kepadamu lebih baik tidak memiliki teman disekolah teknologi” Lanjut laki-laki tersebut “bertahan tidak memiliki teman lebih baik dibandingkan memiliki teman yang akan menusukmu perlahan-lahan dari belakang” lanjut laki-laki tersebut memberi peringatan.