Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Raja yang menyesal


__ADS_3

“Sombong sekali, Kukatakan padamu, anak itu hanyalah sebuah Boneka untuk Yuan, Jadi jangan bicarakan hal yang tidak berguna lagi.” Senyuman remeh laki-laki tua di atas tangga terlihat jelas. Dia mulai berbalik kembali dan berjalan dengan santai ke arah pintu keluar tanpa mempedulikan orang-orang di ruangan tersebut.


“Sihan,” Panggil Ketua Klan Lu kepada temannya yang masih tetap berjalan.


“Leo, Setialah hanya pada seorang Xu saja!” Perintah laki-laki tua itu seenaknya, “Xu Yuan, dan tidak ada seorangpun yang melebihi kehebatannya.” Lanjut laki-laki tua tersebut meyakinkan masih dengan santai berjalan menapakan kaki ke luar pintu dan memasuki koridor istana yang dipenuhi ruang-ruang kerja para pejabat tinggi.


Ratu Negara hanya menghela nafas berat, ia mulai melakukan tugasnya sebagai seorang Pemimpin pejabat tinggi Formalitas, membiarkan begitu saja Mertuanya pergi karena dia tahu, ada seseorang di luar sana yang akan menghambat langkah laki-laki tua tersebut nantinya.


Matanya memerah, dia ingin sekali menangis tetapi baginya lebih baik membereskan kekacauan dibandingkan dengan ikut campur urusan orang tua dan anaknya.


Disisi lain, laki-laki tua masih terus berjalan hingga langkahnya terhenti tepat di hadapan seorang laki-laki dewasa.


“Shin,”


“Aku,” Laki-laki dewasa yang tak lain adalah Raja Negara tampak berwajah pucat karena begitu sedih menyaksikan sendiri bahwa keluarganyalah dalang dari pengkhianat Negara sesungguhnya, “Aku benci pada diriku sendiri, Ayah.” Ucap laki-laki yang mengenakan kemeja berwarna biru tua itu, Laki-laki dewasa yang masih terlihat sangat muda dengan paras tampan serta rambut hitam, Alis matanya memang tidak terlalu tebal meskipun demikian, keseluruhan wajahnya yang begitu tampan mampu menghipnotis banyak wanita untuk jatuh cinta kepadanya. Dia sungguh, seperti kembaran Pangeran Istana.


Laki-laki tua tersenyum penuh kemenangan, “Sekarang kau sudah sadar, bukan?, seharusnya dari dulu kau memberikan Yuanna kepada Tien agar tidak banyak orang yang menderita.” Lanjut laki-laki tua itu mulai mendekati Raja Negara dan menyambut laki-laki dewasa tersebut untuk bergabung masuk ke dalam kelompoknya.


“Bukan Ayah,” Jawaban Raja Negara Sontak mengejutkan ayahnya yang langsung menghentikan langkah, Wajah senang seketika berubah menjadi marah. “Aku menyesal karena kurang peduli pada nasib Xu’i di masa lalu.”


“Konyol.”


Laki-laki tua tetap berdiri, namun jarak mereka kini mulai berdekatan.


“Lagi dan lagi, Berulang kali, Xu’i menyelamatkan Aku dan Rakyatku.” Mata Raja Negara memerah karena bersedih hati, Ia membalas tatapan mata Ayahnya yang begitu tajam.


“Kau kira kali ini dia bisa menyelamatkan negaramu dari Yuan?”


“Ahh,” Jawab Raja Negara begitu percaya diri, “ Tentu saja, karena dia sangat kuat bahkan sejak dari dulu dia sudah kuat. Anak itu selalu mengatakan : TENANG SAJA PAMAN, TENANG SAJA, AKU BAIK-BAIK SAJA, padahal terus menerus ia masuk ke ruang ICU hanya untuk berusaha keras menjadi kuat demi melindungi Negaranya.” Laki-laki dewasa itu mulai tersenyum tipis mengingat wajah Putra Mahkota kecil di masa lalu.


“Itu adalah takdirnya, jadi tentu saja ia harus menjalani rasa sakit.” Laki-laki tua sungguh tidak sedikitpun memiliki rasa iba, Ucapannya tersebut membuat Raja Negara semakin merasa bersalah.


“Sedikit saja, Pernahkah kau merasa berterima kasih kepadanya atas bantuan yang dia beri untuk perusahaanmu?” Raja Negara mulai geram, hatinya mulai panas karena menahan emosi atas sikap tak berperasaan dari ayahnya.


“Pada akhirnya, dia adalah boneka, maka Boneka hidup yang telah diciptakan sudah sewajarnya berperan sebagai robot yang membantu mengurangi beban manusia..


Baaaakkkk...


“Shin,” bentak marah laki-laki tua ketika pukulan berhasil mendarat di wajahnya hingga ia jatuh terbaring di atas lantai kemudian segera berdiri mengepalkan tangan menahan amarah.


“Kau sengaja melakukannya, bukan?”


“Apa?” Laki-laki tua yang berdiri mulai memegang pipinya yang sakit karena pukulan.

__ADS_1


“Kau yang mengatakan kepada ibuku bahwa Shin’A hanya akan menjadi raja boneka untuk Xu’i, Bukan?” Bentak marah Raja Negara mengingat masa lalu. “Kau sengaja melakukannya, juga pada Paman Leo agar semua beban di tanggung Xu’i, iya kan Ayah?”


“Lalu?,” Laki-laki tua tersenyum senang, “Xu’i adalah bonekanya Yuan, sudah seharusnya dia diberi Beban berat.”


“itulah mengapa aku menyesalinya, aku membiarkan Xu’i berjuang sendirian, dia dengan tulus meninggalkan masa bermainnya untuk belajar dan berlatih, dia dengan tulus tidak pernah makan makanan yang ia sukai hanya agar tubuhnya tetap sehat menjalani pelatihannya, dia dengan tulus belajar dan berlatih kembali setelah sembuh dari rasa sakit, dia dengan tulus minum racun agar tubuhnya kebal terhadap racun ataupun bakteri, Aku yang salah, dia belajar berhari-hari di dalam Harta Klan begitu keras dan selalu kesepian tanpa ada seorangpun yang menemani, dia dengan tulus tinggal di hutan selama berbulan-bulan lamanya, apapun akan dia makan hanya untuk bertahan hidup, dia meninggalkan kemewahan hanya untuk berjuang menjadi Raja yang terbaik, lalu setelah jatuh sakit dan bahkan kesulitan bernafas, dia hanya bilang : TENANG SAJA PAMAN, AKU BAIK-BAIK SAJA. Ayah, kau kira Yuan Pantas menjadikannya Boneka..” Teriak Raja Negara marah , baaaakkk, bukkkk


“Akhhhh uhukkk uhukkk.. “ Sembari memukul wajah ayahnya berkali-kali,


“ Negara ini milik Xu’i karena dialah satu-satunya orang yang berjuang mati-matian menyelamatkan kami selama ini.” Baaakkkk.. Tubuh laki-laki tua terpental jauh hingga masuk ke dalam ruangan rapat dimana Ratu Negara berada dan mengejutkan semua orang di sana.


“Ayah,” Ratu Negara segera berlari untuk membantu Ayah Raja Negara yang terlihat begitu kesulitan berdiri.


“Tangkap dia!” Perintah Raja Negara kepada penghuni di ruangan sana, “ Tangkap Pengkhianat ini dan biarkan dia mati di penjara.” Lanjut tegas Raja Negara sembari mengeluarkan air mata dan pergi dari tempat tersebut.


********


Matanya terbuka perlahan-perlahan,


Rasa sakit di tubuh masih terasa,


Nafasnya terengah-engah, sepertinya ia sedikit kesulitan menghirup udara.


Dia mulai memandang atap-atap ruangan tersebut, lalu matanya terbuka lebar, dan terpikirkan nama seseorang di dalam otaknya.


“Anoo..” Suara seseorang terdengar dari sudut kamar tempat ia berada, membuat langkahnya terhenti dan ia menolehkan kepala.


Seorang laki-laki berwajah Asia, dengan kulit putih serta pola wajah Oval dan poni terbelah dua sedikit menyamping terlihat mulai berdiri dari duduknya.


“Ahh, “ Putri Keagungan tertunduk lalu membungkukan tubuhnya, sungguh, ia mengenali laki-laki di hadapannya merupakan teman baik Putra Mahkota dan juga Pangeran Istana.


“O Namae wa?” (Namamu?) Tanya laki-laki tampan berbulu mata lentik yang telah berjalan mendekati Putri Keagungan.


“Aura,” Jawab gadis itu, “Gomenasai, Watashi...


“AHH, Pergilah.” Laki-laki itu sepertinya memahami maksud kalimat lanjutan dari gadis di hadapannya, dia segera menggunakan bahasa Negara NC agar suasana saat itu tidak canggung lagi.


“Terima kasih.” Ucap Putri Keagungan segera pergi dari ruangan tersebut melewati Pangeran Istana yang baru saja masuk ke dalam kamar di Kapal Pesiar Pribadi milik Pangeran Negeri Sakura.


“Hoi!” Panggilan Pangeran Istana mengejutkan laki-laki yang telah menginjak usia dewasa di hadapannya.


“Ahh maaf, “ Ucap laki-laki itu mulai memandang Pangeran Istana yang baru saja masuk ke sana, “ Aku hanya tidak menyangka bisa melihat wanita secantik itu di sini.” Lanjut laki-laki itu memuji.


“Aura?”

__ADS_1


“Hm Aura.” Jawab Pangeran Negeri sakura sembari tersenyum senang mengingat kembali wajah Putri Keagungan.


“Tentu saja, Aura tidak hanya cantik namun kecerdasan otaknya juga tak kalah menarik.” Puji Pangeran Istana mulai melangkah kaki keluar kamar diikuti Pangeran Negeri sakura menuju ke ruang santai untuk bertanding bermain Biliard seperti janji mereka.


“Hm, ternyata dia cerdas?”


“Rata-rata penduduk Ou memang terkenal Cerdas.” Lanjut Puji Pangeran Istana mulai menghentikan langkah begitu pula dengan temannya ketika melihat Putri Keagungan tampak sedang memegang erat lengan tangan Pelindung Putra Mahkota Shin Ji.


“Shin Ji, aku mohon, biarkan aku merawat lukamu,” Suara permohonan gadis itu terdengar di telinga kedua orang yang menyaksikannya dari kejauhan.


“Lupakanlah, Aku harus segera pergi menyelamatkan Zili.” Pelindung Putra Mahkota Shin Ji tampak melepaskan genggaman tangan gadis itu begitu saja.


“Shin Ji,,” Panggil Putri Keagungan berkali-kali menahan kepergian Tunangannya yang tampak di penuhi luka di sekujur tubuh. “Baiklah, tapi biarkan aku ikut bersama.”


Pelindung Putra Mahkota mulai berbalik, matanya tampak memerah, mungkin dia marah. Gigi-giginya juga merapat karena geram,”Aura, Berhentilah membebaniku!” Bentak laki-laki itu keras hingga nafasnya terdengar berat lalu melepaskan tangan Putri Keagungan dan mulai berjalan tegak, berusaha menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


“Zili akan baik-baik saja, Shin Ji.” Teriakan Pangeran Istana menghentikan langkah Pelindung Putra Mahkota dan membuat laki-laki itu sontak berbalik,


“Benarkah yang kau katakan barusan?” Pertanyaan Pelindung Putra Mahkota sungguh menyayat hati Putri Keagungan.


“Zili akan baik-baik saja bersama Xu’i,” Sepertinya kali ini Pangeran istana yang terlihat mulai bersedih.


“Tapi Xu’i,..


“Percayalah, Zili akan baik-baik saja jika bersama Xu’i.” Lanjut Pangeran Istana mulai berbalik dan berjalan menuju kamarnya.


“Shin’A, Taruhannya?..


“Tunda saja, “ Jawab cepat laki-laki itu mengecewakan Pangeran Negeri Sakura yang hanya bisa menghela nafas kesal.


“Shin...


Belum sempat meneruskan panggilan, Pelindung Putra Mahkota telah berjalan meninggalkan Putri Keagungan yang tetap berdiri memandang sedih punggung laki-laki tersebut.


“Ano..”


Mendengar Panggilan, tubuh Putri Keagungan sontak berbalik,


“Maaf,”


“Maukah kau menemaniku beristirahat?” Pinta laki-laki yang kini telah mendekati gadis yang tampak sedang murung tersebut.


“Hm.” Angguk gadis yang hanya bisa mematuhi tugasnya sebagai prajurit negara untuk menemani Tamu di Negaranya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2