Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
perasaan cemburu


__ADS_3

Lirikan tidak nyaman,


Sesekali perasaan Zili dibuat kesal ketika wanita hamil yang duduk disamping gadis itu melirik kearah putra mahkota.


Mungkin dia ingin memastikan,


Tetapi tentu saja hal itu membuat kecemburuan tersendiri didalam hati Zili.


Masih melirik, sesekali bahkan sempat bersandar dilengan putra mahkota yang tingginya hampir setara dengan kepala Wanita hamil itu ketika kereta api tiba-tiba berguncang.


Tidak menyukainya,


Entah mengapa rasanya begitu ingin marah,


Putra mahkota sendiri terlihat membuang wajah kearah luar Jendela, tetapi gadis itu tidak melihatnya malahan selalu berpikir bahwa kedua orang dibelakangnnya saling bertatap mata.


Ahhh..


Pikirannya kacau,


Sedari tadi Diam karena malu sekarang diam karena memikirkan sesuatu yang disangka-sangka.


Menoleh sekilas kearah wanita hamil yang masih melirik putra mahkota padahal laki-laki tersebut tengah membawa wanita lain diatas pangkuannya. “Shisou..” panggil Zili sudah tidak tahan lagi,


“Hm..” jawab putra mahkota mulai menoleh kearah depan, memajukan kepalanya mendekati wajah Zili dan kini telah berada disampingnya.


Gugup,


Debaran jantung lagi-lagi memompa begitu kencang.


Kekacauan karena cemburu bercampur dengan kekacauan karena perasaannya yang begitu Aneh, menurutnya,


Yang mana,


Yang mana,

__ADS_1


Siapa sebenarnya yang dia cintai..?


Pikir gadis itu mulai gemetaran dan dirasakan oleh putra mahkota yang sedari tadi menggenggam kedua tangannya.


Masih diam setelah sebelumnya memanggil “ada apa denganmu..?” tanya putra mahkota, mulai merasakan sesuatu hal aneh sedang terjadi pada wanita miliknya.


“Aku tidak ingin duduk dipangkuanmu.” Jawab zili perlahan, karena memang sebenarnya ia ingin sekali menjauhkan putra mahkota dari wanita hamil disampingnya.


Salah paham, wajah putra mahkota mulai berubah dan mengira bahwa Zili tidak menyenangi untuk Duduk dipangkuannya “begitu ya..” mencoba mengendalikan perasaan Kalut yang tidak ingin berakhir dengan kesal pada dirinya sendiri karena telah membuat wanita miliknya tidak nyaman. “Baiklah, kau duduk saja disini” ucap putra mahkota mulai menegakan tubuh Zili, “Aku akan berdiri disana..” ucapnya sembari mengisyaratkan dengan gerakan kepala bahwa ia akan berdiri di pertengahan kedua sisi Kursi penumpang.


Berbalik kearah putra mahkota yang masih duduk menunggunya keluar dari celah sempit didepannya “bagaimana kalau kita berdua berdiri saja...?”pertanyaan Zili mengejutkan putra mahkota.


Sedikit menoleh kesamping.


Tersenyum tipis karena telah menyadari masalah yang tengah dihadapi wanita miliknya, sepertinya prasangka awal putra mahkota kini mulai berubah menjadi bahagia.


“Maaf, anda benar-benar terlihat seperti putra mahkota..” wanita hamil mulai membuka suara, setelah sebelumnya sangat penasaran dengan wajah laki-laki tersebut.


Terkejut dengan ucapan wanita tersebut, Zili mulai khawatir bahwa Semua penumpang akan mengetahui Penyamaran putra mahkota dan menghebohkan seisi Gerbong didalamnya.


“Operasi plastik...?” tanya Wanita hamil tidak percaya.


“Kalau tahu wajahku akan mirip dengan putra mahkota “ lanjut putra mahkota mulai berpura-pura kembali “harusnya sejak lama saja aku mengubah Wajahku ini.” tambahnya lagi menyentakan hati Wanita hamil yang langsung tertawa kecil, terpaksa.


Tersenyum geli mendengar jawaban putra mahkota, senyuman Zili menyenangkan hati laki-laki yang ada dihadapannya.


“maaf, aku kira tadinya kau adalah Putra mahkotaku yang sangat kukagumi..” puji wanita hamil itu mulai membayangkan wajah putra mahkota “tapi mana mungkin bukan, yang Mulia Pujaan hatiku berada ditempat Kotor seperti ini..” lanjut wanita itu lagi namun terabaikan oleh putra mahkota yang tidak menyukai untuk mendengarkan Ucapan basa-basi dari seseorang.


Mulai meraih tangan Zili “ayo kita berdiri..” ajak laki-laki tersebut memandang wajah Cemburu gadis yang telah mendengar ucapan wanita hamil disampingnya.


“Berdiri..?” Tidak henti-hentinya menambah kekesalan didalam hati Zili “kenapa tidak duduk disini saja..?” lanjut wanita hamil tersebut memegang lengan putra mahkota, menahan laki-laki tersebut, agar dia mengurungkan niat untuk pergi.


Melirik tidak menyukai, “Shisou..” panggil gadis itu, matanya mulai memerah karena terbakar api cemburu bersamaan dengan putra mahkota yang telah menghempaskan tangan wanita hamil disampingnya. “Aku ingin turun saja” pinta gadis itu sudah tidak tahan lagi.


Tersenyum nakal, melihat wajah wanita miliknya. “kita akan pergi ke Desa Co, jadi tunggulah sebentar saja.”

__ADS_1


“Tapi aku tidak ingin disini lagi..” lanjut gadis itu berusaha meyakinkan putra mahkota agar dia segera menjauhi wanita hamil yang sedari tadi memperhatikan laki-laki tersebut.


“Bagaimana kalau kita pindah kegerbong lainnya..?” tanya putra mahkota memberi saran.


“Hmm” angguk Zili cepat lalu menarik tangan putra mahkota, keluar dari celah sempit disana.


“Kenapa tidak disini saja..?” tanya wanita hamil menahan tangan putra mahkota yang telah berdiri kembali.


Tidak dapat menahan perasaan “nona..” panggil Zili, “lepaskan tangan suamiku” pinta gadis itu mengejutkan putra mahkota karena Tidak menyangka wanita miliknya telah berani berbicara terang-terangan.


“Suamimu..?”


“Benar suamiku,” jawab Zili cepat “kami bahkan sudah memiliki sepuluh anak” lanjut gadis itu merasa sangat kesal melihatnya yang sedari tadi selalu mengganggu putra mahkota.


“Sepuluh anak...?” tanya wanita hamil itu tidak menyangka.


“Hm bukankah Sekarang akan bertambah satu lagi, sayang..?” sepertinya putra mahkota ikut andil dalam Kebohongan yang dibuat oleh Zili.


“Aahh benar sayang, “ jawab Zili cepat karena memang ingin sekali putra mahkota Terbebas dari perhatian wanita hamil tersebut “Bagaimana ini , kalau anak kita tahu bahwa ayahnya sedang Disentuh Wanita lain...” menoleh kearah belakang dimana putra mahkota berada “aku pasti dalam bahaya karena kecemburuannya.” Lanjut gadis itu lagi menyentakan hati wanita hamil yang langsung berwajah pucat mendengar Ucapan Zili.


“Oh sayang papa..” ucap putra mahkota mengelus perut wanita miliknya dari belakang “ayo kita segera pergi sayang..” lanjut laki-laki tersebut membuat Zili tersenyum bahagia sembari menarik tangan putra mahkota lalu membawanya pergi menjauh dari wanita hamil yang terlihat tidaak nyaman karena mendapati perhatian banyak penumpang yang mendengar percakapan mereka.


Berjalan memasuki kerumunan orang-orang yang terlihat berdesak-desakan sembari terus menggenggam erat tangan putra mahkota “ada apa denganmu..?” tanya laki-laki tersebut ketika merasakan genggaman Zili yang semakin erat.


Berhenti sejenak, lalu berbalik “shisou maafkan aku..” ucap gadis itu menundukan kepala.


Sungguh,


Mungkin karena sangat ingin memeluk wanitanya, putra mahkota terpaksa menghadapkan tubuh ke luar kaca jendela, mengendalikan Keinginannya diantara begitu banyak keramaian disana “mungkinkah kau cemburu..?” tanya putra mahkota melirik sedikit kearah Zili yang berada disampingnya.


“Aku tidak tahu perasaan apa ini..” jawab cepat gadis itu sembari menarik nafas berat “hanya saja..” menggigit bibir bawah sejenak lalu melepaskannya “aku begitu kesal kepadamu yang membiarkan wanita lain memperhatikanmu begitu saja.” Lanjut gadis itu terang-terangan.


Terkekeh, tertawa pelan “kenapa kau marah kepadaku, bukan kepadanya..?” tanya putra mahkota, merasa Lucu karena kekesalan Zili.


Memandang tubuh samping putra mahkota yang tadinya melirik lalu membuang pandangan karena melihat Kepala Zili mulai terangkat “akupun tidak tahu kenapa bisa begitu..” jawab gadis itu memandang wajah putra mahkota dari samping.

__ADS_1


__ADS_2