Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
tertekan


__ADS_3

“Shisou”


Putra mahkota melentangkan tangannya, membingungkan Zili dan dirinya sendiri turut merasa bingung.


Sebelum menuju desa Ann, memang ia sempat menemui raja negara untuk menanyakan persoalan yang sedang ia rasakan.


Sang raja negara menyarankan Putra mahkota untuk melentangkan tangan ketika bertemu dengan istrinya.


Ntah apa maksudnya, itu lah yang ada dipikiran putra mahkota tetapi ia tetap melakukan saran dari raja negara.


“Shisou... sedang apa?”


“Hm, bukankah ini yang biasa dilakukan pasangan suami istri ketika mereka bertemu setelah sekian lama berpisah”


“Oh..” dengan ragu-ragu zili perlahan mendekati putra mahkota. Rasa khawatir serta jantung tidak karuan ditambah dengan nafas tak teratur menyelimuti seluruh tubuhnya.


Putra mahkota tersenyum lembut, meraih tangan Zili mempercepat langkah kaki gadis itu dan membawa kedekapannya.


“Shisou”


“Hm”


“Apa kau merindukanku?”


“Kenapa tidak? Kau kan muridku”


Ah iya, benar sekali.


Zili sudah mengira hal tersebut didalam pikirannya, meskipun dia mengetahui dengan pasti bahwa putra mahkota tidak mungkin akan merindukannya sebagai seorang wanita.


Tetapi, hanya dengan menyembunyikan wajahnya didada putra mahkota telah melepaskan rasa rindu yang telah menguat didalam dirinya.


“Aku datang untuk menjemputmu”


“Kita akan pergi kemana?”


“Kerumah Nenekku”


“Maksudnya, ke indonesia?”


“Bukan, rumah nenekku yang berada didesa ann”


“Nenek shisou berasal dari Klan Ann?” Zili mendongakan wajah, melihat wajah putra mahkota karena rasa penasaran tiba-tiba muncul dalam benaknya.


“Hm” angguk putra mahkota lalu meraih kepala Zili, mengembalikan kedalam dekapannya.“Apa kau merindukanku?”


“Hm, benar shisou”


“Itu artinya kita saling merindukan”


Zili tersenyum kecut bersembunyi dibalik pelukan, dalam hatinya berkata bahwa kerinduan mereka mungkin berbeda. Bagi Gadis itu, dia merindukan Putra mahkota sebagai orang yang sangat dia cintai, sementara menurutnya, bagi putra mahkota, dirinya hanyalah seorang murid lemah yang membutuhkan perlindungan.


Hati gadis itu kesal, ia merasa tidak berguna sama sekali. Dia berpikir andai dimasa lalu dia bukan lah tunangan pangeran istana, pasti, ia juga akan mendapatkan pelatihan khusus seperti wanita-wanita Klan lain.


“Kau sudah makan?”

__ADS_1


“Sudah,”


Mendengar pertanyaan Putra mahkota, saat itu, sontak zili mengingat tentang Sun Shin Sa’i yang telah mengajarkannya cara memasak.


Dia ingat dengan pasti, Sa’i yang ia kenal sangat berbeda dengan Sun Shin Sa’i yang ditugaskan untuk melindunginya.


Namun sayang, ia tidak bisa bertemu kedua Sa’i tersebut, karena sa’i yang satu telah menghilang sementara Sa’i yang lain belum diperkenankan untuk melindunginya ketika ia berada didesa Ann.


“Shisou, apa kau mengenal Sun Shin Sa’i?”


“Bukan kah dia pelindungmu?”


“Bukan, ada Sa’i lain yang pernah aku temui diSekolah Shen”


“Hmm, mungkin dia Mata-Mata yang bertugas mengawasi Klan Shen”


“Oh, mungkin kah seperti itu!”


“Hm, sudahlah jangan dipikirkan”


“Baiklah Shisou”


Telah berlangsung lumayan putra mahkota belum juga melepas Zili, sementara Dibalik Pohon dua orang wanita separuh baya dengan sebuah kamera sedang mengambil foto mesra mereka berdua.


Ditambah jendela kaca gedung semakin mempermudah bagi mereka untuk mencuri kemesraan pasangan suami istri didalam ruangan.


“Kau mendapatkannya?”


“Tenang dulu nana, aku sedang melihatnya”


“Biar aku saja sini” nana merebut kamera tersebut, tidak menyia-nyiakan kesempatan, ia lalu mengambil gambar putra mahkota yang sedang akan melepaskan pelukannya.


*******


DiHalaman Depan sebuah rumah besar tidak berlantai dikelilingi pagar dinding. Zili menatap kepergian putra mahkota kembali ke Istana.


Setelah membawa Zili kerumah neneknya, Putra mahkota yang teramat sibuk dengan berat hati terpaksa harus kembali keIstana.


Bahkan perusahaan Sun, Milik Raja negara sengaja dialihkan kepada Putra Mahkota sebagai bentuk pelatihan baginya agar terbiasa dengan pekerjaan berat. Alhasil, Pekerjaannya semakin banyak.


Sebagai calon raja negara, Memang putra mahkota telah terbiasa menghadapi banyaknya kesulitan namun ia yang baru saja menginjak usia 16 tahun sangat handal dalam mengatasi segala masalahnya.


“Yang Mulia, ..”


“Sensei”


Ann SO’A, pembina putri mahkota dari desa Ann menjejaki kaki masuk kehalaman rumah dari Nenek Putra mahkota yang telah lama tidak ditempati.


Karena menginginkan putri mahkota untuk menempatinya, Putra mahkota sengaja mempersiapkan banyak pelayan untuk membersihkan rumah tersebut sebelum kedatangan gadis itu.


“Yang mulia,, haruskah kita pergi sekarang?”


“Iya”


Zili mengikuti langkah kaki So’a menuju keluar pagar dimana mobil yang mengantarkan mereka berada.

__ADS_1


Sore itu, Zili mendapatkan pembinaan menuju desa Nelayan Ann 1, mengarungi lautan, menjaring ikan demi menyelesaikan pelatihan.


*****


Sebuah Sampan kecil dikemudi seorang nelayan telah berada hampir ditengah lautan penuh dengan ombak bergelombang.


Zili berdiri diatas sampan membawa jaring besar ditangan, sementara So’A sedang duduk membaca buku menyandar didinding sampan sore itu.


Angin laut berhembus kencang, mengibarkan rambut Panjang Zili yang telah diikat satu kebelakang.


Berkali-kali Zili melemparkan Jaring kedalam lautan karena kendali sampan yang bergerak perlahan memudahkan Zili untuk menarik jaring setelah beberapa menit lemparan.


Puluhan ikan dilaut berhasil ditangkap, Dengan sangat Tenang, So’A hanya melirik sekilas kearah Zili yang sedang bersusah payah sendirian mengambili ikan didalam jaring bahkan pengemudi Sampan juga tidak diperbolehkan untuk memberikan bantuan.


Ombak besar tiba-tiba menerjang menyingkirkan Sampan, hampir saja sampan tersebut mengalami kemiringan yang akan menyebabkan Ikan-ikan yang telah tertangkap, terlepas kembali.


Sebuah kapal pesiar mendekat, kapal tersebutlah yang menyebabkan kekacauan yang mereka rasakan. Dalam hati Gadis itu sangat kesal dan geram, ingin sekali ia melepaskan amarahnya.


Namun tiba-tiba tubuhnya menggigil, Panas dingin menusuk masuk kedalam jiwanya. Pandangan matanya tersentak. SO’a bahkan sampai berdiri Melihat keanehan yang terjadi kepada zili.


Zili terjatuh karena tidak kuasa menahan kakinya.


SHisou, shisou dimana?


Gumam Zili dalam hati, berharap putra mahkota didepan mata agar dia tidak ketakutan lagi.


Zili terus berusaha menekan diri agar tidak takut melihat seseorang yang berada dipandangan matanya.


SO’A ingin membantu, namun dia tidak bisa memegang wanita,karena penyakit yang ia alami. Ia hanya mampu amelihat Wajah pucat Zili yang telah tertunduk memeluk diri menahan tubuh gemetaran.


So’a lalu memandang kesumber tatapan Zili yang membuatnya langsung ketakutan.


Yang mulia,


Gumamnya dalam hati ketika memandang Pangeran Istana berdiri diatas kapal pesiar bersama Pelindungnya Sun Shin Sura dan penasihatnya Zin Ziruan menatap kearah Zili yang sudah tidak sanggup lagi bertahan.


“Yang mulia, “ panggil So’a namun Zili mengabaikannya.


Trauma dan ingatan buruk bersama Pangeran Istana memang selalu menghantui kehidupan Zili, Bahkan ia teringat dengan penembakan terakhir yang ia terima ketika dia berhasil melarikan diri dari tangan pangeran istana.


“Yang mulia”


Byuuuuuuur


“Yang muliiiiaaaaa” teriak So’A Sontak masuk kedalam Air ketika mendapati Zili telah menjatuhkan Diri kedalam lautan untuk menghindari dirinya dari tatapan pangeran istana.


Semua orang terkejut, tanpa terkecuali pangeran Istana yang melihat perilaku Zili.


“yang muliiaaaaa”


Pangeran istana melompat dari kapal pesiar untuk mencari Zili yang terlebih dahulu menjatuhkan diri kedalam Air.


Sontak semua orang juga mengikuti tindakan pangeran istana karena tidak menginginkan junjungan mereka dalam masalah.


********

__ADS_1


mungkin update 1 minggu - 1 bulan sekali.


__ADS_2