Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
Mulai berpencar


__ADS_3

Peninggalan teknologi pada abad kecanggihan memang sangat luar biasa dan begitu bermanfaat. Tidak hanya memudahkan Manusia untuk berkomunikasi, beberapa teknologi tersebut bahkan mampu melindungi manusia dari jarak jauh.


Seperti Crakcer yang saat itu sedang di sembunyikan Dewa Kemenangan di salah satu pohon Cemara di Taman parkir kapal, benda tersebut mampu menunjukan keberadaannya hanya dengan menggunakan Kode dari benda tersebut. Kode cracker juga bisa digunakan oleh banyak alat pelacak dan alat pendengar suara seperti Ponsel, Jam tangan Android, dan lainnya. Sehingga, ratusan orang yang saling berjauhan sekalipun dapat menemukan keberadaan orang yang memakai Cracker kecil tersebut hanya dengan menggunakan kode tersebut.


Mengambil jam tangan yang dititipkan kepada Dewa Kemenangan, juga headset Serta Cracker baru, Zili mulai menyalakan GPS di jam tangannya dan meletakan Headset di lubang telinga serta terhubung masuk ke dalam Aplikasi Komunikasi kerajaan NC, Military Communication Of NC - MCNC.


Aplikasi buatan Putra Mahkota, Sang Programmer berbakat, Salah satu programmer terbaik di dunia pada masa itu yang berfungsi sebagai Alat komunikasi antar manusia lebih dari ratusan orang.


Penggunaannya juga sangat mudah, Jika pemilik aplikasi tidak ingin mendengarkan beberapa suara dari dalam headset yang terhubung dengan Aplikasi itu, Pemilik tersebut dapat memblokir pemilik suara untuk sementara waktu dan bisa dengan mudah membuka blokirannya kembali jika ia ingin terhubung lagi.


Pemilik suara yang terblokir juga bisa mengirimkan isyarat pembuka Pemblokiran jika ia sedang sangat membutuhkan pemblokir suara untuk berbicara dengannya.Aplikasi tersebut juga bisa dengan mudah terhubung secara pribadi jika ingin keluar dari panggilan kelompok.


Tetapi sangat disayangkan, Aplikasi buatan Majesty Proggramer tersebut tidak dapat digunakan untuk masyarakat umum. Hanya Pejabat militer dan keluarga kerajaan sajalah yang dapat menggunakan perangkat Lunak tersebut. Bahkan Pejabat Formalitas sekalipun tidak di Izinkan untuk membeli Aplikasi itu meskipun mereka sangat membutuhkannya untuk membantu pekerjaan negara. Mungkin karena ada sesuatu hal lain dari Aplikasi tersebut yang hanya boleh diketahui oleh para pejabat Militer Negara NC saja.


“Bom.” Ucap Dewa Kemenangan mengutarakan ide, Ide laki-laki tersebut sedikit mengejutkan Zili tetapi tidak dengan yang lainnya.


Telah mendekati teman-temannya, “Mungkinkah ada bahan dan meterial untuk merakit Bom di tempat seperti ini...?,” Tanya Pelindung Putra Mahkota Shin Ji sembari menoleh ke segala penjuru arah.


“Kota.” Jawab Zili menghela nafas sejenak. “Kapal ini seperti kota pada umumnya dan tentu saja pasti ada.”Lanjut gadis itu meyakinkan teman-temannya.


“Berpencar mencari bahan, dan akan berkumpul lagi di sini nanti!.”Perintah Dewa Kemenangan mengganti Zili memimpin kelompok karena menurutnya, gadis itu belum sesuai untuk memimpin mereka, terlebih lagi dengan sikap kedua gadis disekitarnya yang belum tentu mau untuk menuruti perintah dari Zili karena gadis itu baru saja bergabung di dunia militer.


Tersenyum Liar, penuh kenakalan,” Kau ikut denganku.” Pelindung Putra Mahkota Shin Ji menarik tangan Putri Keagungan hingga membuat gadis itu mau tidak mau terpaksa mengikuti langkah tunangannya yang menurutnya kini telah berubah menjadi sangat aneh. “Kami akan pergi ke arah utara.” Ucap Pelindung Putra Mahkota tersebut memilih arah tujuannya sendiri kepada teman-temannya.


Sementara kedua orang tersebut pergi, Putri Kelincahan yang tidak menyenangi Zili dan juga Dewa Kemenangan tampak enggak untuk pergi bersama mereka berdua.


“Shi jo, Kita ke arah Timur saja.” Sepertinya Penasihat Putra Mahkota telah menentukan arah tujuannya.


“Baikla..

__ADS_1


“Tidak bisa.” Putri Kelincahan yang memang tidak menyenangi Zili dan Dewa Kemenangan menyela jawaban Pelindung Putra Mahkota di sampingnya, “Aku akan pergi denganmu ke arah selatan.” Gadis itu meraih lengan penasihat Putra Mahkota dan menarik laki-laki itu untuk mengikuti langkahnya dengan paksa, hal tersebut sontak membuat Penasihat Putra Mahkota mengernyitkan dahi karena keheranan dengan sikap gadis yang tiba-tiba berubah menjadi aneh tersebut.


Saling berhadapan, Zili menghela nafas “Sepertinya aku akan pergi sendirian ke arah Timur.”


“ Aku akan menemanim..


“ eehhh aku tidak ingin sendirian.” Keluh Pelindung Putra Mahkota Shin Jo sedikit membuat Dewa Kemenangan menjadi kesal karena walaubagaimanapun Laki-laki tersebut memang berniat untuk pergi bersama dengan gadis itu.


Tersenyum lembut, seperti ia yang biasa. “Tenang saja, biarkan aku pergi sendirian agar tidak mengundang kecurigaan jika nanti aku bertemu dengan salah seorang anggota Yellow Sprayer yang mengenaliku." Jawab Zili sontak mengecewakan Dewa Kemenangan yang hanya bisa Pasrah dengan keputusan gadis itu.


********


“K-Texchi.. “ Cucuucupppp....


Langkahnya lebar, dia tersenyum tipis setelah dengan mudah memerintahkan texchi-texchi pisau miliknya menyerang dua orang laki-laki yang saat itu terlihat telah terbaring miring lemas memandang Putra Mahkota Negara NC beserta dua orang laki-laki lain yang mengikutinya.


Baaakkkk


Belum menyelesaikan ucapannya, Shen Shi Yun dengan sengaja menendang tubuh seorang dari mereka hingga tubuhnya yang lemas terbaring telentang di atas tanah tepi lautan desa Lu.


Sepertinya, untuk menuju ke Kapal Induk di dasar Laut, Putra Mahkota tidak perlu lebih jauh pergi hingga ke Lautan Timur, desa Zin.


Dengan bantuan kapal selam yang dikendalikan dan ditumpangi oleh beberapa Perwira yang bergabung ke dalam misi, Putra Mahkota dapat dengan mudah menemukan anggota Yellow Sprayer yang saat itu kebetulan sekali akan naik kepermukaan laut dan menuju ke daratan.


Tidak menyia-nyiakan waktu, Putra Mahkota yang membawa Texchi-texchi miliknya di dalam tas ransel di punggung Shen Shi Yun segera menyerang dan melumpuhkan mereka.


Seorang dari mereka telah menutup mata, mungkin karena sudah tidak sanggup lagi menahan sayatan pisau dari texchi Putra Mahkota. Seorang lagi yang tadinya telah ditendang Shen Shi Yun terlihat tersenyum getir melihat Calon Raja mereka dipandangan mata. “Yang Mulia, Bergabunglah dengan kami.” Pintanya, sesekali mengerang kesakitan.


“Hmm.”Hanya tersenyum remeh, sedikitpun laki-laki tersebut terlihat enggan hanya untuk melihat anggota Yellow Sprayer itu apalagi untuk mendengarkan permintaannya.

__ADS_1


Terus berjalan, lalu masuk ke dalam,


Putra Mahkota duduk dengan santai di kursi depan Kapal selam Roll-V, tepat di samping Pengawal Rahasianya yang saat itu akan mengendalikan kendaraan tersebut, begitupula dengan Shen Shi Yun yang langsung mendaratkan tubuh di kursi belakang kapal lalu Atap pintu kapal yang ditumpangi mereka tertutup.


Pengawal Rahasia Putra Mahkota mulai mengendarai Kapal selam buatan Nenek Moyang di abad Kecanggihan pada masa lalu, masuk ke dalam air laut. Meninggalkan dua orang anggota Yellow Sprayer yang mungkin akan di jemput oleh tentara kerajaan atas perintah Putra Mahkota.


“Tenang saja, biarkan aku pergi sendirian agar tidak mengundang kecurigaan jika nanti aku bertemu dengan salah seorang anggota Yellow Sprayer yang mengenaliku." Suara Zili dari balik headset Putra Mahkota terdengar, Laki-laki tersebut sontak tersenyum senang karena ia memang sangat merindukan Istrinya hari itu.


“Aku akan segera datang agar kau tidak sendirian lagi.” Gumam Putra Mahkota terdengar hingga sampai ke telinga kedua laki-laki disekitarnya, kedua laki-laki tersebut hanya bisa tersenyum kecut karena Calon Raja mereka terlihat aneh berbicara sendirian.


*********


Ketika Zili menuju ke arah Timur maka Dewa Kemenangan dan Pelindung Putra Mahkota Shin jo menuju ke arah Barat.


Kedua laki-laki tersebut terlihat berjalan penuh dengan kewaspadaan di pinggir jalan yang kadang berlalu lalang kendaraan Roll-V.


Tidak banyak pejalan kaki di tempat tersebut, hanya saja menurut Dewa Kemenangan, suasana di sana sangat aneh.


“Mungkinkah mereka semua adalah musuh negara...?.” Pelindung Putra Mahkota Shin Jo mulai bertanya saking penasarannya ia ketika melihat seorang wanita hamil sedang berjalan sembari menggandeng tangan putrinya.


“Tentu saja musuh negara, bagaimana mungkin mereka ada di sini jika mereka bukan musuh negara..?.”Tebak Dewa Kemenangan tetap saja ia merasa ada yang mengganjal di dalam hatinya.


“Aneh sekali.” Gumam Pelindung Putra Mahkota masih tidak yakin dengan jawaban temannya.


Memikirkan kembali keanehannya, “ Mungkinkah menurutmu mereka adalah penduduk asli kapal induk ini...?.” Tanya Dewa Kemenangan, mengutarakan pemikirannya kepada Pelindung Putra Mahkota yang saat itu memiliki pemikiran yang sama dengannya.


“Benar,” Jawab Laki-laki yang mulai mengalihkan pandangan ke arah Laki-laki tua renta yang tampak sedang duduk di depan teras rumah. “ Mungkinkah Kelompok Sprayer mau mempekerjakan wanita hamil dan juga kakek-kakek..?” Tanya Pelindung Putra Mahkota Shin Jo mengutarakan pertanyaan dari dalam pikirannya.


Mengernyitkan dahi terlihat berpikir berat, “Benar, aku juga sedang memikirkan jawaban dari pertanyaan yang sama denganmu.” Ucap Dewa Kemenangan yang masih terus berjalan bersama dengan Pelindung Putra Mahkota Shin Ji untuk menemukan bahan dan material pembuatan Bom.

__ADS_1


__ADS_2