Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
bertemu tuan Sa'i


__ADS_3

Zili mengikuti langkah kaki putra mahkota yang sedang menyamar. Hati gadis itu yang tadinya sedih langsung berubah menjadi bahagia bertemu dengan orang yang sudah lama tidak ia lihat.


Terus melangkah menjejaki Semak belukar yang telah disingkirkan putra mahkota karena ia berjalan didepan. Zili akhirnya berhenti disebuah sungai dangkal yang dipenuhi bebatuan.


Sungai yang indah dengan air terjun pendek dibagian atasnya.


Putra mahkota duduk diatas pohon tumbang berbatang besar dua kali lipat melebihi tubuh putra mahkota yang berada dipinggir sungai.


“Sulit?”


Zili kebingungan mengartikan maksud putra mahkota, karena memang putra mahkota terbiasa berbicara singkat kepada Bawahannya dan mereka mengerti maksud dari perkataan tersebut kecuali Zili yang memang jarang berkomunikasi dengan Manusia dimasa lalu.


“Maksudnya tuan?”


Putra mahkota mendesah.


Dia pasti tidak paham.


Pikir remaja laki-laki tersebut didalam hatinya “duduklah” perintahnya kemudian yang segera dilaksanakan Zili.


Zili datang mendekat, agak jauh dari posisi putra mahkota berada.


Suara gemericik Air terjun, ditambah siulan burung murai menenangkan hati mereka berdua.


“Bagaimana tugasmu?”


Mendengar pertanyaan putra mahkota yang menyamar, zili langsung mendesah “ sangat sulit tuan, saya bahkan tidak pernah diajarkan sedikitpun cara menyuntik hewan sebelumnya”

__ADS_1


“Jadi apa yang kau pelajari selama disekolah?”


Zili memandang putra mahkota penuh dengan kepercayaan. Ia menggigit bibir sejenak lalu melepaskannya “Klan ann sungguh berbeda, mereka seperti menyembunyikan keahlian mereka dan tidak mengajarkan banyak hal tentangnya kepada saya”


Putra mahkota sontak terkejut, jika saja dia tidak menyamar. Mungkin Zili akan tetap merahasiakan kendala yang dia hadapi. “Lalu”


“saya, haaa... saya hanya diperintahkan Untuk mengembala kambing ketika praktik dimulai, atau hanya memerah sapi didalam kandang. Mereka juga tidak mengizinkan saya berlama-lama diperpustakaan, dan tidak mau meminjamkan buku dengan Alasan saya bukan berasal dari klan ann” keluh zili tanpa basa basi.


“Teori apa yang kamu pelajari selama disekolah”


“Teori apanya! Bahkan disekolah khusus, mereka hanya mengajarkan cara mengarit, lalu cara memberi makan ternak. Semua oraang tanpa teori juga mengetahui cara tersebut”


Putra mahkota terkekeh mendengar jawaban Zili, ia merasa cara mengadu zili sangat lucu hingga tidak dapat menahan rasa ingin tertawa.


“Tuan!, mengapa anda tertawa?”


Sontak zili terkejut,ia bahkan sampai berdiri tidak percaya “ tuan, apakah anda menguasai keahlian klan ann?”


“Hm..” angguk putra mahkota, anggukannya menyenangkan hati Zili.


“Tuan, benarkah anda akan membantu saya!”


“Tentu saja, itupun kalau kau mau”


“Tentu saja saya mau tuan, tapi saat ini saya sedang berada dalam tugas negara”


Putra mahkota membaringkan tubuhnya diatas Batang pohon. Dengan cepat ia mengambil buku dari balik pakaian kaos kasual lengan panjang yang ia selipkan didalamnya.

__ADS_1


“Pinjamkan kakimu untuk menahan Kepalaku” perintahnya kepada zili, ketika dirasa tidak nyaman dengan kepala bagian belakangnya.


“Tapi tuan...


“Aku akan mengajarkan mu caranya sekarang”


“Tapi saya sudah menikah”


“Aku hanya meminjam kakimu bukan mengajakmu berselingkuh”


Dengan ragu, zili mendekat kearah putra mahkota yang berbaring dengan salah satu tangan dibawah kepalanya.


Terus mendekat namun ragu untuk duduk disana, putra mahkota geram karena gerakan Zili begitu lambat. Ia bangkit menarik tangan zili agar segera duduk lalu membaringkan tubuh lagi dan menyandarkan kepala dikedua paha kaki zili yang merasa kebingungan.


Sambil berbaring, putra mahkota menjelaskan Sebuah teori kepada Zili. Zili mendengarkan baik-baik perkataan putra mahkota.


Terkadang putra mahkota juga bangkit memberi tahukan tata letak posisi dan cara yang baik ketika menyuntikan obat ketubuh hewan. Lalu ia berbaring kembali menjelaskan berbagai jenis obat-obatan yang cocok digunakan untuk hewan.


Hingga sore hampir berlalu, dan putra mahkota telah membawa kembali Zili keperkemahan.


“Tuan....


“pergilah, dua hari lagi, aku akan mengunjungimu”


“Hm..” zili melangkah kaki memasuki perkemahan, sejenak ia menoleh kebelakang namun putra mahkota terlalu cepat menghilang. Meninggalkan bekas kerinduan yang zili anggap sebagai persahabatan.


“Yang mulia” teriak Sa’i dari kejauhan merasa khawatir karena sedari tadi tidak menemukannya.

__ADS_1


__ADS_2