Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5

Greatest, Chasing After You : My Husband Is Not An Ordinary Villain - Season 5
dikejutkan


__ADS_3

Zili mulai berkeringat didalam mobil Laborghini yang dikemudi pengeran istana.


Mobil tersebut memang hanya memiliki Dua kursi saja, pangeran istana sengaja memilih mobil tersebut karena memang ia ingin berbicara empat mata bersama putri mahkota.


Dia sadar ketika melihat wajah Zili bahwa gadis itu mungkin saat ini sedang takut terhadapnya. Namun ia telah berjanji kepada ayah dan ibunya akan menyembuhkan kejiwaan Zili dan tidak menakutinya lagi.


Mobil berhenti tepat dipinggir jalan, tebing lautan.


Siang menjelang sore tidak terlalu panas karena cuaca yang sedikit mendung.


Angin laut berhembus kencang masuk kedalam mobil yang jendelanya telah dibuka oleh pangeran istana.


“Apa kau masih takut terhadapku?”


Tanyanya membuka suara, namun zili tetap diam tak mampu menjawab “apa kau tahu, aku jauh-jauh datang kemari untuk menyembuhkan luka hatimu tetapi setelah sampai kau sama sekali tidak menghargaiku”


Perkataan Pangeran istana memojokan zili untuk membuka suara “maaf” ucapan singkat karena zili bahkan belum cukup kuat menahan rasa takutnya.


Angin berhembus kencang menyerakan rambut zili menutupi wajah, pangeran istana mencoba menyingkirkan rambut zili dari wajahnya “a..apa yang kau lakukan?” zili tampak terkejut tidak terima ketika tangan pangeran istana menyentuh kulit wajahnya.


“Jadi kau sudah bisa berteriak”

__ADS_1


“Aku mohon shin’A, jangan ganggu aku. Sungguh aku tidak akan pernah membalas perbuatanmu dimasa lalu”


Pangeran istana menarik tubuh yang tadinya dekat dengan zili , ia mengambil tas yang terselempang dibelakang kursi duduknya. Mengambil sebuah kaleng minuman soda “kau mau?”


ZIli menggeleng kepala, ia tidak berselera untuk memasukan apapun kedalam mulutnya terlebih lagi minuman bersoda yang dilarang keras oleh putra mahkota untuk diminum oleh zili ketika gadis itu dalam pelatihannya.


“Maukah kau memaafkan kesalahanku dimasa lalu?” pangeran istana memasukan kembali kaleng minuman didalam tas lalu menggantinya dengan minuman rasa sarang walet murni tanpa pengawet produk buatan perusahaan Sun.


Taaaakkk.


Tutup kaleng terbuka.


Pangeran istana menyodorkan Minuman kaleng kepada zili.


Zili ragu-ragu menerimanya, sangat takut bahwa mungkin minuman itu berisi racun karena pangeran istana sangat ingin membunuhnya dimasa lalu.


Angin masih berhembus kencang, kali ini masuk melalui jendela Zili yang sengaja dibuka pangeran istana.


Kaleng telah berada ditangan Zili, tapi tiba-tiba kaleng tersebut terlepas. Seseorang telah merampasnya dari tangan zili,


Pangeran istana membelalak mata kesal, dan teramat geram.

__ADS_1


Sementara zili membalikan tubuh menghadap keluar jendela dibagian sisi tempat ia berada.


“Kau....


Pangeran istana tidak terima, minuman yang ia sengaja buka untuk zili telah diteguk habis tidak tersisa.


“Tu...tuan Sa’i” Zili terlihat lega memandang putra mahkota yang menyamar berada didepan mata. Putra mahkota melempar kaleng yang kosong kedalam jurang.


“Yoo..” sapanya kemudian.


Zili ingin sekali membuka pintu untuk berdiri bersamanya akan tetapi Pangeran istana sengaja mengunci nya, tidak membiarkan Zili pergi dari sisinya.


“Haaaa...


Sontak zili dan juga pangeran istana terkejut, ketika Putra mahkota mengangkat kedua ketiak Zili keluar melalui jendela mobil yang terbuka lebar.


Walaubagaimana pun,zili memang sangat kurus bahkan Saat diangkat ia terlihat seperti anak kecil yang dengan mudahnya terangkat tanpa merasa terbebani berat badannya sekalipun.


“Kaauuuu.. berani sekali melawanku”


Teriak pangeran istana marah setelah zili berada dipelukan putra mahkota.

__ADS_1


__ADS_2